Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Oktober 2008

Bab yanf belum selesai, masih dalam proses penulisan

Menghindari Sikap Matre
 
Menumbuhkan Sikap Empati Terhadap Sesama
 
Kenali Pribadi Yang Salah
 
Daftar pustaka

Menumbuhkan Sikap Kritis

 Sikap kritis adalah sikap dimana anak berpikiran kenapa dan bagaimana hal yang dia lihat bisa terjadi seperti itu. Hal tersebut dalam kehidupan mereka adalah sesuatu yang baru atau sesuatu yang sering dia lihat tetapi dia tidak mampu mengetahu lebih dalam lagi apa yang ada dibalik yang dia bisa lihat. Anak yang tidak kritis biasanya melihat hal-hal yang baru atau yang biasanya dia lihat hanya kan mengacuhkan pandangannya tanpa mau peduli dengan apa yang ada dibalik yang dia lihat. Apakah anda mau bila anak anda memiliki sifat yang kedua tadi? Tentunya tidak. 
Kemampuan sikap kritis seseorang kadang memang bisa tumbuh begitu saja sesuai dengan karakter yang dia bawa waktu bayi. Tetapi apakah kemampuan tersebut sudah tentu ada pada buah hati anda? Tentunya anda sendiri yang bisa menilai apakah putra-putri bapak termasuk didalam anak yang cerdas dan kritis dalam keseharianya? Atau termasuk didalam sikap yang selalu acuh didalam pandanganya melihat dunia. Yah apapun keadaan anak anda yang jelas terapkanlah kepadanya sejak dini pribadi yang kritis dan mau mengeksplore lebih jauh apa yang dia lihat, dengar dan pelajari. 

Dengan kemampuanya mengeksplore segala sesuatu yang ada disekelilingnya maka tanpa dia dan anda sadari banyak sekali pengetahuan yang bertambah didalam otak dan cara berpikir si anak. Misalkan jika anak anda bertanya tentang sesuatu maka cobalah anda menjawab dengan jawaban yang benar, tetapi jika anda tidak mampu atau tidak yakin dengan jawaban yang anda berikan adalah benar maka berikan pengertian bahwa anda akan mencari tahu dulu apa yang dia tanyakan kemudian berjanji akan menjawabnya nanti. Kadang banyak orang tau egois dengan jawabanya dan cenderung memaksakan apa yang menjadi opininya sehingga bukan pengetahuan yang dia dapat tetapi malah sebuah ancaman atau racun didalam otak si kecil. Atau malah kadang ada orang tua yang malah membunuh kreatifitas si kecil dalam mengeksplore apa yang dia ingin tahu dengan mengatakan kata-kata yang bernada mengancam atau menutup mulut dan menyuruh anaknya tetap diam dan menerima apa adanya. Tentunya sikap tersebut diatas bukanlah sikap baik yang harus anda lakukan ketika anak anda bertanya dan anda tidak tahu jawabanya, tetapi buatlah dia merasa dihargai dengan mengatakan bahwa anak anda pintar sekali karena mau tahu apa, kenapa dan bagaimana hal tersebut bisa terjadi dan kemudian menyuruh anak anda untuk menyimpan pertanyaanya untuk guru atau kakak atau paman yang ada dirumah. 

Menumbuhkan Daya Imajinasi Anak

Setelah anda mengajak anak-anak untuk bercerita, mengungkapkan apa yang dia pikirkan tentang apa yang telah dia alami, dan lakukan maka kini saatnya kita masuk kepada mengajarkan kepada mereka imajinasi. Apa yang dimaksud imajinasi? Apa pentingnya imajinasi? Dan bagaimana mengajarkanya? Silahkan and baca bab ini sampai selesai.

Imajinasi atau biasa orang menyebutnya dengan daya imajinasi, berkhayal, bermimpi, dan berharap/berkeinginan menjadi sesuatu yang dia harapkan adalah berpikir manjadi sesuatu atau seseorang atau berada pada situasi tertentu dimana dia sangat harapkan atau impikan hal tersebut dapat menjadi sesuatu yang nyata yang bisa dia rasakan secara sesungguhnya walaupun dia tahu hal tersebut hanya sebuah mimpi yang tak pernah akan terjadi atau mungkin bisa terjadi tetapi dengan perjuangan yang keras dan bersungguh-sungguh. 

Apa pentingnya imajinasi untuk anak? Bukankah itu hanya membuang waktunya dengan lamunan-lamunannya saja yang tak pernah mungkin akan terjadi? Pertanyaan tersebut pasti muncul di benak anda bila anda belum paham apa imajinasi yang boleh dan tidak boleh dia lalukan. Menurut saya imajinasi menumbuhkan daya pikir kreatif anak untuk bisa mengembangkan kecerdasaanya sehingga dia akan berpikir kritis dan selau memiliki second opinion terhadap apa yang dia lihat dan rasakan serta berpikir bahwa selain yang dia lihat mungkin ada yang belum dia lihat yang bisa saja yang membuat hal ini terjadi. Atau intinya mengajarkan sia anak agar mampu keluar dari satu pikiran atau pendapat (out of the box) yang bisa membawa lebih dari satu kemungkinan yang bisa terjadi. Yah memang bila anak anda berpikir atau berimajinasi menjdi superman, ultraman, power rangers, dll tentunya hal tersebut membuat dia lupa waktu tetapi bila dia berimajinasi tentang masa depanya apakah hal tersebut tidak penting? Misal dia ingin menjadi dokter bila dewasa nanti agar bisa mengobati mama dan papa bila sakit, atau dia ingin menjadi presiden sehingga dia bisa membantu dan memperjuangkan orang-orang miskin, atau dia berharap bisa menjadi astronaut sehingga bisa jadi ilmuan dan pergi ke bulan, dsb. Tentunya imajinasi yang baik akan menjadikan dia berpikir untuk meraih apa yang dia inginkan. Apapun imajinasi mereka yang saat ini dia khayalkan adalh buah dari informasi yang dia dapatkan selama ini. Tanpa informasi yang dia dapatkan maka mustahil dia bisa melakukan imajinasi sesuatu yang sama sekali dia belum pernah lihat tau rasakan sebelumnya kecuali dia memang jenius dan memiliki 6 sense. Jadi imajinasi yang mereka lakukan adalah bersumber dari informasi yang dia dapatkan sebelumnya, bila informasi yang anda berikan adalah tentang dunia real dan mencerikatan apa dan bagaimana sesuatu yang bisa terjadi dan baik maka dia akan mulai berimajinasi dengan sesuatu yang bisa saja terjadi bila dia berusaha sesuai dengan yang anda ceritakan kepadanya. Tetapi sebaliknya jika anda memberikan informasi tentang hal-hal yang sifatnya hanya khayalan dan tiak pernah akan terjadi walaupun dia berusaha sekuat apapun tentunya dia akan berkhayal hanya pada area yang bisa dia jangkau walaupun dia tahu itu tak akan pernah terjadi. Terangkan apa yang boleh dan tidak boleh dia khayalkan dan bagaimana cara untuk bisa menjadi sesuatu yang dia harapkan dalam khayalannya tersebut dapat menjadi kenyataan.  

Setelah anda memahami khayalan yang boleh dan tidak maka sekarang adalah tentang bagaimana mengajarkan kepada si kecil untuk memualai memiliki khayalan yang bagus untuk motivasinya belajar dan berusaha. Ada banyak hal yang bisa dia khayalkan tetapi banyak hal pula yang tidak boleh dia khayalkan yang bisa membahayakan dia. Yang membahayakan si kecil misalnya:

Contoh:

Anda membelikan dia bermacam-macam gambar, video, dan game tentang Superboy. Pernahkah anda pikirkan bahwa dia akan berprilaku menjadi seorang Superboy yang bisa terbang dengan sayapnya? Bagaimana seandainya pada saat tanpa pengawasan orang dewasa kemudian dia mencoba terbang dengan melompat dari tangga atau pohon atau sesuatu yang tingggi? Pasti hasilnya akan fatal. Maka saran saya jangan berikan informasi-informasi yang tidak mungkin terjadi, bila itu memang terpaksa diberikan untuk menambah pengetahuannya mereka maka anda harus lebih ekstra memberikan penerangan bahwa super hero sang pahlawan penolong adalah memiliki jiwa yang baik yang mau menolong siapa saja yang membutuhkan tetapi super hero itu sama sekali tidak ada dalam dunia nyata tetapi hanya ada dalam dunia fiksi. 

Contoh diatas adalah contoh bagaimana bahayanya sebuah imajinasi fiksi yang bisa membuatnya celaka bila tanpa pengarahan, penerangan dan pengawasan dari orang tua. Adapun contoh yang bisa anda berikan untuk mengembangkan pola piker imajinasinya yang bagus adalah:

Contoh:

Ceritakan bagaimana seorang ilmuan menemukan dan meneliti suatu ilmu pengetahuan. Terangkan bahwa seorang ilmuan seperti Albert Enstien bisa akhirnya menemukan suatu rumus yang dahsyat dengan kegigihannya, ketekunannya dan kesabaranya sehingga dia mampu menemukan rumus formula E=MC2 yang merupakan rumus kecepatan cahaya. Katakan kepadanya bila adik tekun dan berusaha dengan keras mau belajar maka adik bisa seperti mereka”. 
Atau mungkin anda lebih suka kalau anak anda bekhayal jika dia jadi pahlawan atau pemimpin. Ceritakan kepadanya ada seorang pahlawan yang adil, dan bijaksana yang oleh orang Barat dia dikatakan orang jahat dan tidak berperikemanusiaan yang bernama Salahudin Al Ayubbi (Salah addin) yang telah berperang dan membebaskan negeri palestina tanpa darah yang mengalir setetes pun sehingga negeri palestina pada waktu itu aman dan damai dari cengkraman bangsa Romawi. Dan banyak lagi contoh-contoh yang bisa anda berikan untuk membuat dia bermimpi menjadi sesuatu yang dia inginkan.

 Pada bab ini akan saya tutup dengan beberapa pendapat saya tentang mimpi/imajinasi:

1. seseorang yang tidak memiliki mimpi maka dia tidak memiliki motivasi

2. seseorang yang hanya berjalan dengan apa yang dia hadapi sekarang tanpa lihat masa depan maka dia termasuk orang yang tidak memiliki mimpi

3. tidak tahu ingin menjadi apa dimasa depan itupun dia tidak memiliki mimpi

4. setiap sukses yang terencana pasti diawali dengan mimpi

5. awali kesuksesan putra-putri anda dengan mimpi

6. bermimpilah bahwa putra-putri anda sesuai dengan yang anda harapkan, jika tidak bisa bermimpi maka lakukan yang terbaik untuk mereka

7. jangan bangun bila mimpi anda tidak pernah bisa terjadi didunia nyata, tetapi segera bangun bila anda yakin bahwa hal itu bisa terjadi.

8. awali sukses dengan mimpi menjadi sukses.

Mengajak Bercerita

Bercerita adalah sesuatu hal yang penting untuk mengembangkan kemampuanya mengingat, melatih untuk berbicara, melatih untuk mengungkapkan apa yang ada dalam pikiranya dalam bentuk verbal, serta meningkatkan kepercayaan dirinya bahwa dia mampu mengungkapkan dan meyakinkan orang lain serta pendapatnya didengar oleh orang lain. Kemampuan bercerita kadang tidak timbul begitu saja tanpa didukung oleh lingkungan sekitarnya. Kesibukan orang tua dan aktivitas yang padat membuat si anak kurang mendapatkan waktu untuk menceritakan aktivitasnya selama sehari kepada orang tuanya, sehingga kesempatan untuk bercerita kepada orang lain bahwa dia telah melakukan sesuatu atau senang dengan hal baru yang dia jumpai tidak terpenuhi. Akibatnya dia tidak mampu bercerita dan mengungkapkan apa yang ada di otaknya, sehingga memorinya setiap melakukan kegiatan tidak pernah dia buka kembali kemudian dia lupa dengan hal-hal baru yang seharusnya dia ingat.

Saya sendiri bila membaca sesuatu kemudian hal tersebut hanya saya simpan saja dalam otak tanpa membukanya lagi dengan menceritakannya ke pada teman atau orang yang bisa diajak berbicara maka mungkin besuk hari saya sudah lupa dengan apa yang pernah saya baca. Lain halnya bila saya membaca sesuatu kemudian saya ceritakan kepada orang lain maka tanpa saya sadari ternyata saya masih ingat dengan apa yang kemarin saya baca. Begitu pula dengan anda, bila anda mempelajari sesuatu kemudian anda menceritakannya kepada orang lain maka tanpa anda sadari ternyata anda telah merefresh apa yang pernah anda pelajari tersebut. Anak-anak yang sering dilatih untuk bercerita tentang apa yang dialami dan dipelajari selama seharian maka tanpa anda sadari hal tersebut membuat dia mampu mempertahankan ingatannya dan mampu menkomunikasikan apa yang pernah terjadi didalam dirinya. Begiu pula sebaliknya bila dia tidak pernah dilatih untuk bercerita maka ingatannya akan lemah dan pengetahuan yang pernah dia alami dan pelajari seolah olah hilang tanpa bekas dan berlalu begitu saja. 

Bercerita memiliki dampak positif terhadap pengembangan kecerdasan emosional dan intelegensinya. Secara emosional bila seseorang mampu menceritakan apa yang terjadi dan bagaimana perasaannya maka dia akan merasa lega dan ringan bila perasaan ataupun hal-hal berat tersebut yang merupakan sesuatu yang dia simpan di dalam hati dan pikirannya mampu keluar dan didengarkan oleh orang lain. Sungguh kita pun demikian bila tidak ada tempat untuk mengungkapkan keluh kesah kita maka kita merasa berat, gelisah dan putus asa. Tentunya anda tidak menginginkan bila hal tersebut terjadi pada buah hati anda. Bayangkan bila dia susah untuk berkomunikasi dan memendam apa yang seharusnya dia ceritakan maka hal yang terjadi adalah si anak akan merasa gelisah, tidak dianggap, menarik diri dari orang lain dan perasaan kurang percaya diri akan selalu muncul terus menerus. Tetapi bila dia mampu bercerita panjang lebar apa yang dia alami dan pelajari maka kemungkinan besar dia kan merasa bahagia dan ceria untuk selalu membagi apa yang dia dapatkan sehingga secara psikologis dia merasa percaya diri, mampu berkomunikasi, dan tetap ceria.

Dampak lain selain kecerdasan emosional adalah kecerdasan intelegensi. Penting sekali kecerdasan itelegensi pada anak-anak dalam usia berkembang, mereka dituntut untuk mempelajari banyak hal-hal baru dan mampu mengolah didalam otaknya tentang apa, bagaimana, kenapa dan mengapa hal-hal baru yang dia jumpai tersebut bisa terjadi. Seseorang yang mempelajari hal-hal baru tentu dia dituntut untuk tetap ingat dan bisa dibuka kembali bila hal tersebut dibutuhkan dikemudian hari, tetapi masalahnya dalah bagaimana cara mengingat hal tersebut sehingga tetap mampu dibuka bila dibutuhkan. Kemampuan mengingat adalah kemampuan intelegensi seseorang, dan kemampuan menggunakan hal-hal yang pernah dia pelajari untuk dijadikan pertimbangan dalam poses pemikiranya terhadap sesuatu yang dia hadapi adalah bagian dari kecerdasan intelegensi. Bila anak anda memiliki kemampuan yang luar biasa dalam mengingat segala sesuatu yang dia pelajari dan mampu memahami hal-hal baru dari apa yang dia hadapi saat ini dengan menggunakan apa yang telah dia pelajari sebelumnya maka anak anda dapat disebut memiliki intelegensi yang bagus. Intinya adalah kemampuan bercerita dapat membantu si kecil untuk lebih banyak mengingat apa yang dia alami dan dia pelajari.  

Mendidik Anak Tanpa Menekan

 Penekanan prilaku kepada anak adalah sesuatu yang melanggar hak anak untuk mengetahui apa yang seharusnya dia coba, dia rasakan dan dia harapkan untuk menjadi sesuatu yang baru dan menyenangkan bagi dia. Sering kali orang tua memproteksi anaknya dengan peraturan yang ketat, tidak boleh main ini-itu, tidak boleh makan itu-ini dsb. Sejatinya seorang anak memiliki rasa ingin tahu yang besar tetapi kadang kala orang tua juga terlalu mengkhawatirkan apa yang dicoba oleh anaknya. Memang hal-hal yang sekiranya membahayakan bagi si kecil seharusnya dihindarkan dari jangkauannya tetapi ketika anda menemukan anak anda sedang bermain dengan apa yang sekiranya membahayakan baginya, apakah anda akan bersikap panic, marah, atau dengan lemah lembut mengalihkan perhatianya? Langkah yang harus segera diambil adalah buat si kecil mengalihkan perhatiannya kemudian jauhkan barang tersebut dari dirinya. Tetapi ketika seketika anda membentaknya dan merebut paksa dari dirinya maka pernahkah anda membayangkan apa yang terjadi di dalam otaknya? Pasti di dalam otaknya ada tanda tanya besar yang menghantui pikirannya atau perasaan bersalah yang diekpresikan dengan tangisan si kecil.

 Bayangkan jika anda ditekan oleh atasan anda, apa yang anda pikirkan saat itu bila hal tersebut terjadi pada diri anda? Marah, frustasi, stress dan depresi adalah hal yang biasa terjadi bila kita dalam kondisi tertekan. Begitu halnya dengan seorang anak yang tidak dapat mengekspresikan keinginannya untuk melakukan apa yang dia inginkan maka si anak akan merasa tidak berguna, marah, dan memberontak.

 

Lakukan apa yang menjadi keinginannya sebisa mungkin, bila anda tidak mampu memenuhi apa yang dia inginkan maka beri pengertian kepadanya dengan gaya bahasa yang mudah dia cerna dan pahami. Jangan gunakan kata-kata yang melarang secara langsung tetapi gunakan kalimat yang membuat dia mengerti bahwa hal tersebut tidak boleh dilakukan, misalnya: “adik kok mainan pisau nanti kalau kena tangan trus berdarah gimana? Sakit loh, mana pisaunya mama simpan dulu biar tidak kena tangan (biarkan si anak berpikir sebentar dan alihkan perhatiannya sehingga dia meninggalkan atau menyerahkan pisau tersebut dengan sendirinya) ” kalimat tersebut lebih santun dan lembut dibandingkan dengan “adik kenapa mainan pisau! Jangan mainan pisau nanti kena tangan berdarah! Mana pisaunya!(seketika anda merebutnya)”. Intinya adalah ketika si kecil melakukan hal-hal yang membahayakan dan anda melarangnya maka carilah kata-kata atau kalimat yang tepat untuk menyatakan larangan tersebut.  

Langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mengungkapkan larangan kepada si kecil:

1. Berikan penjelasan

Jika anak anda memiliki sifat keingintahuan yang besar maka berikan penjelasan padanya apa dan kenapa hal tersebut tidak boleh dilakukan.  

2. Alihkan perhatiannya

Bila si kecil memiliki tipe anak yang rewel dan tidak mau tau maka awasi dia terus dengan sambil mencoba mengalihkan perhatiannya sampai dia terlupa dengan hal yang baru dia lakukan, kemudian anda mengambil barang atau sesuatu yang membahayakan dia.

3. Cari kalimat yang tepat

Gunakan kalimat dan kata-kata yang tepat dan mudah dimengerti tanpa membuat dia bingung serta merasa dilarang. Kalimat yang santun dan tidak memerintah biasanya lebih dia sukai daripada keras dan terlalu menekan serta memerintahkannya untuk meninggalkanya.

4. Tidak bertindak kasar

Bila masih memungkinkan untuk diberi penjelasan, dialihkan perhatiannya dan juga dilarang dengan kata-kata santun maka tindakan kasar harus jauh-jauh dihindari agar tidak memberikan dampak psikologis pada pola pikir pengembangan kekerdasan kognitifnya.

5. Sabar

Menghadapi si kecil harus lebih ekstra sabar daripada menghadapi orang dewasa yang pola pikirnya sudah bisa dianjak berpikir dan bisa menerima penjelasan-penjelasan dari luar. Jangan marah, jengkel, dan bertindak kasar terhadap sikecil tetapi tetap sabar dengan berpikiran positif bahwa dia masih terlalu kecil untuk mengerti dan memahami apa yang seharusnya boleh dan tidak boleh dilakukan.

selanjutnya lihat bab selanjutnya

Mengajarkan Kepemimpinan

 Kalau Anda ditanya apa keinginan Anda terhadap anak Anda? Jawabannya pasti bermacam-macam tetapi dari semua jawaban Anda yang bermacam-macam tadi dapat saya simpulkan adalah intinya Anda menginginkan anak Anda menjadi seseorang yang baik, baik dalam segala hal. Sebelum Anda berpikir untuk mendapatkan anak yang baik tentunya Anda juga harus mengajarkan segala sesuatu yang baik-baik. Tanggungjawab ini merupakan jiwa kepemimpinan Anda sebagai orang tua untuk melihat putra-putrinya berprilaku baik dan menjadi permata yang sejuk dipandang.

 

Bagaimana mengajarkan kepada anak Anda tentang kepemimpinan, sedangkan mereka juga masih belum lancar berkomunikasi secara verbal dan paham dengan bagaimana mereka harus bertindak menjadi seorang pemimpin? Atau ada pertanyaan lain mungkin tentang bagaimana jika si anak ternyata meliki jiwa yang labil, cengeng, sering ngambek, dan lebih sering membangkang daripada menuruti kata-kata Anda?

Pertanyaan-pertanyaan tadi merupakan jawaban dari apa yang dimaksud kepemimpinan itu sendiri. Menurut saya kepemimpinan pada anak adalah si anak mampu berpikir secara rasional bagaimana mereka harus bertindak dan bersikap menjadi seseorang yang dapat memikirkan konsekuensi logis dari apa yang mereka kerjakan. Saya ambil contoh seperti ini:

Ketika seorang anak bermain dengan semua mainannya, setelah selesai bermain anak tersebut merapihkan mainannya kembali dan menyimpannya ditempatnya semula. Kemudian si Ibu berkata “aduh anak mama pinter, mama senang deh kalau adik selesai main terus merapihkan lagi, ntar mama bilangi deh ke papa kalau papa dapat uang biar dibeliin mainan yang baru.”. Tanpa Ibunya sadari ternyata si anak terdidik untuk bersikap rapi karena senang apabila dia rapi maka ibunya kan memujinya dan sang ayah mau membelikan sesuatu untuknya.

Contoh lain, suatu saat Anda mengajak si buah hati berjalan-jalan di sekitar rumah dengan membawa sebungkus biscuit, kemudian Anda bertemu dengan anak-anak tetangga yang sedang bermain. Suruh anak Anda membagikan biscuit yang dia bawa dari rumah tadi untuk anak-anak tersebut, biarkan dia membagikan sendiri sesuai dengan apa yang dia mau. Bila anak Anda menolak maka katakan “adik jangan begitu! Itu tidak baik, kita harus saling memberi agar adik bisa main dengan mereka dan nanti kalau mereka punya biscuit, biar adik dibagi juga jadi saling membatu. Nanti papa beliin lagi.”. Mungkin Anda tidak pernah berpikir kalau anak Anda dalam otaknya sedang berproses apa yang Anda katakana tadi, tapi ketahuilah bahwa seorang anak akan selalu berpikir tentang apa yang dia kerjakan dan bagaimana selanjutnya terjadi, walaupun mungkin setiap anak berbeda seberapa jauh mereka berpikir tentang konsekuensi dari apa yang dia lakukan.

Contoh diatas adalah salah satu contoh bagaimana mendidik anak supaya dapat berpikir logis tentang konsekuensi yang dia tanggung.

 Dalam pendidikan kepemimpinan, minimal dia bisa memimpin dirinya sendiri dengan disiplin, mandiri, bertanggungjawab, jujur, sabar dan ikhlas serta memiliki empati terhadap orang lain. Sedangkan pendidikan selanjutnya adalah bagaimana dia bisa mempengaruhi orang lain untuk mau mengikutinya apa yang menjadi keinginannya dengan tidak memaksa dan terus menjadi idola atau panutan didalam kepribadiannya yang memukau.

 Ajarkan kepada anak Anda hal-hal tersebut diatas dengan tidak memaksanya dan tidak menekannya tetapi ajari dia dengan bersama-sama melakukan apa yang Anda ingin ajarkan kepadanya. Misalnya sambil bermain Anda mengajaknya membuat daftar apa yang harus dikerjakannya setelah bermain selesai. Jangan memaksakan ego anda jika anak anda tidak mampu dan bersedia melakukan apa yang anda inginkan. Misalnya mengerjakan PR, buat agar dia senang mengerjakan PR dengan menuruti apa yang dia mau dan mungkin menjanjikan sebuah hadiah bila dia selesai mengerjakan PR. Setelah terjadi kesepakatan bersama maka buat secara bersama-sama juga daftar hukuman bila dia melupakan atau tidak mengerjakan apa yang telah disepakati bersama. Berilah pujian bila ia mampu menyelesaikan apa yang menjadi kesepakatan tersebut, begitu halnya bila dia tidak mengerjakan apa yang menjadi kesepakatannya maka coba terapkan apa konsekuensi hukuman yang harus dia terima berdasarkan apa yang dia sepakati. Jangan pernah mengampuni dia bila dia menginkari janjinya, Anda harus tetap menghukumnya untuk membuat dia bersikap sportif, disiplin, dan bertanggungjawab terhadap apa yang dia sepakati.

 Salah satu jiwa kepemimpinan yang harus diajarkan adalah KEJUJURAN. Ingat bahwa sifat jujur tidak serta merta datang begitu saja tanpa ada ajarkan bahwa jujur adalah sesuatu yang harus melekat pada dirinya. Berilah pengertian kepadanya bahwa setiap perbuatan akan selalu dipertanggungjawabkan dihadapan Tuhan yang Maha Mengetahui segala perbuatan manusia, walaupun tidak ada orang tahu perbuatan kita tetapi kita harus yakin bahwa Tuhan akan selalu mengawasi manusia siang dan malam dan Tuhan tidak pernah tidur. Kita harus selalu berbuat baik kepada siapapun baik itu kepada Tuhan, alam, lingkungan, tumbu-tumbuhan, binatang, manusia maupun diri kita sendiri. Terangkan pula bahwa setiap usaha yang baik belum tentu sukses dan kita harus mau menerima konsekuensi dari kegagalan itu walaupun pahit, tetapi Tuhan tetap akan menilai apa yang telah kita usahakan. Tuhan menilai bukan pada hasil yang kita capai tetapi pada proses yang kita lalui.

 Berilah contoh tetang perbuatan yang baik tetapi gagal maupun perbuatan baik dan berhasil. Misalnya:

Contoh:

Katakan kepada buah hati anda dengan ramah dan lembut “ketika adik ingin mengambil air minum sendiri tanpa bantuan papa atau mama, ternyata adik tanpa sengaja menjatuhkan gelasnya sehingga air tumpah ke lantai dan gelasnya pecah. Itu adalah contoh perbuatan baik tetapi gagal dan adik harus menerima konsekuensinya untuk mengatakan kepada mama atau papa bahwa adik telah memecahkan gelas, walupun mungkin nantinya adik akan dimarahi mama atau papa karena kesalahan tersebut, atau sebaliknya mama dan papa malah memaafkan dan memuji adik karena adik telah berniat berbuat baik tetapi tanpa sengaja memecahkannya dan mama papa sangat menghargai dan memuji kejujuran adik, dan semoga adik mendapat pahala dari Tuhan yang mengetahui perbuatan adik. Amin!”

Praktekkan hal-hal kecil lainya yang sehari-hari dapat dijumpai. Ingat untuk mencoba pertama kali ketika dia tidak jujur maka terangkan nilai kejujuran, dan ketika dia jujur berilah pujian dan mungkin hadiah sehingga dalam dirinya tertanam bahwa kejujuran akan lebih berharga dan dihargai daripada kebohongan yang hanya membuat kita pura-pura dan menutupinya lagi dengan kebohongan selanjutnya.

 Menumbuhkan jiwa kepemimpinan anak tidak harus hanya di rumah saja dengan hanya anggota keluarga tetapi juga harus dibawa keluar rumah untuk melihat dunia yang lebih luas. Ajak anak anda jalan-jalan di lingkungan orang miskin dan terangkan bahwa dia lebih beruntung daripada mereka dan kita harus membantunya tanpa meminta imbalan apapun. Praktekkan dengan memberi dia uang kemudian suruh dia sendiri yang lansung memberikannya kepada mereka yang membutuhkan dengan memberikan senyum yang ramah dan mendoakanya. Setelah selesai kemudian terangkan bahwa ikhlas adalah ketika kita memberikan sesuatu maka kita tidak mengharapkan imbalan dari orang yang kita beri, tetapi kita hanya mengharapkan semoga Tuhan menilai kita sebagai hamba-Nya yang bertakwa. Begitu pula dengan empati atau tenggang rasa kepada orang lain, harus anda terangkan kepada si kecil apa dan bagaimana tenggang rasa itu. Katakan bahwa kita harus ikut merasakan penderitaan orang lain sehingga kita yang mampu juga harus membantu mereka yang membutuhkan.

 Apapun yang yang anda terangkan dan lakukan pasti dia mendengarnya dan didalam otaknya tertanam setiap perbuatan dan pelajaran yang baik yang harus dia dilakukan. Tidak mungkin seorang anak yang baik timbul dari pengajaran yang tidak baik kecuali dia pasti menemukan sendiri apa nilai-nilai kemanusian yang seharusnya dilakukan sehingga dia mengharapkan dunia dan hidup ini terasa damai, aman dan tentram. Dan mungkin ada juga seorang anak yang jahat dan pendendam timbul dari pengajaran yang baik, sehingga pelajaran yang diajarkan kepadanya hanya angin lalu dan tak berbekas. Tetapi apakah anda sebagai orang tua akan membiarkan mengajarkan segala sesuatu yang jahat bila anda menghendaki buah hati anda nantinya berprilaku baik. Ya semua ada ditangan anda, apa anda menginginkan anak anda baik dengan membiarkan begitu saja atau merencanakannya dengan mengajarkan yang baik-baik saja? Tetapi pastinya tidak ada seorang orang tua yang menginginkan anak-anaknya tumbuh dan dewasa dengan prilaku yang tidak baik.  


selanjutnya lihat bab 4

Mengajarkan Kepemimpinan

 Kalau Anda ditanya apa keinginan Anda terhadap anak Anda? Jawabannya pasti bermacam-macam tetapi dari semua jawaban Anda yang bermacam-macam tadi dapat saya simpulkan adalah intinya Anda menginginkan anak Anda menjadi seseorang yang baik, baik dalam segala hal. Sebelum Anda berpikir untuk mendapatkan anak yang baik tentunya Anda juga harus mengajarkan segala sesuatu yang baik-baik. Tanggungjawab ini merupakan jiwa kepemimpinan Anda sebagai orang tua untuk melihat putra-putrinya berprilaku baik dan menjadi permata yang sejuk dipandang.
 Bagaimana mengajarkan kepada anak Anda tentang kepemimpinan, sedangkan mereka juga masih belum lancar berkomunikasi secara verbal dan paham dengan bagaimana mereka harus bertindak menjadi seorang pemimpin? Atau ada pertanyaan lain mungkin tentang bagaimana jika si anak ternyata meliki jiwa yang labil, cengeng, sering ngambek, dan lebih sering membangkang daripada menuruti kata-kata Anda? Pertanyaan-pertanyaan tadi merupakan jawaban dari apa yang dimaksud kepemimpinan itu sendiri. Menurut saya kepemimpinan pada anak adalah si anak mampu berpikir secara rasional bagaimana mereka harus bertindak dan bersikap menjadi seseorang yang dapat memikirkan konsekuensi logis dari apa yang mereka kerjakan. Saya ambil contoh seperti ini:
Ketika seorang anak bermain dengan semua mainannya, setelah selesai bermain anak tersebut merapihkan mainannya kembali dan menyimpannya ditempatnya semula. Kemudian si Ibu berkata “aduh anak mama pinter, mama senang deh kalau adik selesai main terus merapihkan lagi, ntar mama bilangi deh ke papa kalau papa dapat uang biar dibeliin mainan yang baru.”. Tanpa Ibunya sadari ternyata si anak terdidik untuk bersikap rapi karena senang apabila dia rapi maka ibunya kan memujinya dan sang ayah mau membelikan sesuatu untuknya.
Contoh lain, suatu saat Anda mengajak si buah hati berjalan-jalan di sekitar rumah dengan membawa sebungkus biscuit, kemudian Anda bertemu dengan anak-anak tetangga yang sedang bermain. Suruh anak Anda membagikan biscuit yang dia bawa dari rumah tadi untuk anak-anak tersebut, biarkan dia membagikan sendiri sesuai dengan apa yang dia mau. Bila anak Anda menolak maka katakan “adik jangan begitu! Itu tidak baik, kita harus saling memberi agar adik bisa main dengan mereka dan nanti kalau mereka punya biscuit, biar adik dibagi juga jadi saling membatu. Nanti papa beliin lagi.”. Mungkin Anda tidak pernah berpikir kalau anak Anda dalam otaknya sedang berproses apa yang Anda katakana tadi, tapi ketahuilah bahwa seorang anak akan selalu berpikir tentang apa yang dia kerjakan dan bagaimana selanjutnya terjadi, walaupun mungkin setiap anak berbeda seberapa jauh mereka berpikir tentang konsekuensi dari apa yang dia lakukan.
Contoh diatas adalah salah satu contoh bagaimana mendidik anak supaya dapat berpikir logis tentang konsekuensi yang dia tanggung.
 Dalam pendidikan kepemimpinan, minimal dia bisa memimpin dirinya sendiri dengan disiplin, mandiri, bertanggungjawab, jujur, sabar dan ikhlas serta memiliki empati terhadap orang lain. Sedangkan pendidikan selanjutnya adalah bagaimana dia bisa mempengaruhi orang lain untuk mau mengikutinya apa yang menjadi keinginannya dengan tidak memaksa dan terus menjadi idola atau panutan didalam kepribadiannya yang memukau.
 Ajarkan kepada anak Anda hal-hal tersebut diatas dengan tidak memaksanya dan tidak menekannya tetapi ajari dia dengan bersama-sama melakukan apa yang Anda ingin ajarkan kepadanya. Misalnya sambil bermain Anda mengajaknya membuat daftar apa yang harus dikerjakannya setelah bermain selesai. Jangan memaksakan ego anda jika anak anda tidak mampu dan bersedia melakukan apa yang anda inginkan. Misalnya mengerjakan PR, buat agar dia senang mengerjakan PR dengan menuruti apa yang dia mau dan mungkin menjanjikan sebuah hadiah bila dia selesai mengerjakan PR. Setelah terjadi kesepakatan bersama maka buat secara bersama-sama juga daftar hukuman bila dia melupakan atau tidak mengerjakan apa yang telah disepakati bersama. Berilah pujian bila ia mampu menyelesaikan apa yang menjadi kesepakatan tersebut, begitu halnya bila dia tidak mengerjakan apa yang menjadi kesepakatannya maka coba terapkan apa konsekuensi hukuman yang harus dia terima berdasarkan apa yang dia sepakati. Jangan pernah mengampuni dia bila dia menginkari janjinya, Anda harus tetap menghukumnya untuk membuat dia bersikap sportif, disiplin, dan bertanggungjawab terhadap apa yang dia sepakati.
 Salah satu jiwa kepemimpinan yang harus diajarkan adalah KEJUJURAN. Ingat bahwa sifat jujur tidak serta merta datang begitu saja tanpa ada ajarkan bahwa jujur adalah sesuatu yang harus melekat pada dirinya. Berilah pengertian kepadanya bahwa setiap perbuatan akan selalu dipertanggungjawabkan dihadapan Tuhan yang Maha Mengetahui segala perbuatan manusia, walaupun tidak ada orang tahu perbuatan kita tetapi kita harus yakin bahwa Tuhan akan selalu mengawasi manusia siang dan malam dan Tuhan tidak pernah tidur. Kita harus selalu berbuat baik kepada siapapun baik itu kepada Tuhan, alam, lingkungan, tumbu-tumbuhan, binatang, manusia maupun diri kita sendiri. Terangkan pula bahwa setiap usaha yang baik belum tentu sukses dan kita harus mau menerima konsekuensi dari kegagalan itu walaupun pahit, tetapi Tuhan tetap akan menilai apa yang telah kita usahakan. Tuhan menilai bukan pada hasil yang kita capai tetapi pada proses yang kita lalui.
 Berilah contoh tetang perbuatan yang baik tetapi gagal maupun perbuatan baik dan berhasil. Misalnya:
Contoh:
Katakan kepada buah hati anda dengan ramah dan lembut “ketika adik ingin mengambil air minum sendiri tanpa bantuan papa atau mama, ternyata adik tanpa sengaja menjatuhkan gelasnya sehingga air tumpah ke lantai dan gelasnya pecah. Itu adalah contoh perbuatan baik tetapi gagal dan adik harus menerima konsekuensinya untuk mengatakan kepada mama atau papa bahwa adik telah memecahkan gelas, walupun mungkin nantinya adik akan dimarahi mama atau papa karena kesalahan tersebut, atau sebaliknya mama dan papa malah memaafkan dan memuji adik karena adik telah berniat berbuat baik tetapi tanpa sengaja memecahkannya dan mama papa sangat menghargai dan memuji kejujuran adik, dan semoga adik mendapat pahala dari Tuhan yang mengetahui perbuatan adik. Amin!”
Praktekkan hal-hal kecil lainya yang sehari-hari dapat dijumpai. Ingat untuk mencoba pertama kali ketika dia tidak jujur maka terangkan nilai kejujuran, dan ketika dia jujur berilah pujian dan mungkin hadiah sehingga dalam dirinya tertanam bahwa kejujuran akan lebih berharga dan dihargai daripada kebohongan yang hanya membuat kita pura-pura dan menutupinya lagi dengan kebohongan selanjutnya.
 Menumbuhkan jiwa kepemimpinan anak tidak harus hanya di rumah saja dengan hanya anggota keluarga tetapi juga harus dibawa keluar rumah untuk melihat dunia yang lebih luas. Ajak anak anda jalan-jalan di lingkungan orang miskin dan terangkan bahwa dia lebih beruntung daripada mereka dan kita harus membantunya tanpa meminta imbalan apapun. Praktekkan dengan memberi dia uang kemudian suruh dia sendiri yang lansung memberikannya kepada mereka yang membutuhkan dengan memberikan senyum yang ramah dan mendoakanya. Setelah selesai kemudian terangkan bahwa ikhlas adalah ketika kita memberikan sesuatu maka kita tidak mengharapkan imbalan dari orang yang kita beri, tetapi kita hanya mengharapkan semoga Tuhan menilai kita sebagai hamba-Nya yang bertakwa. Begitu pula dengan empati atau tenggang rasa kepada orang lain, harus anda terangkan kepada si kecil apa dan bagaimana tenggang rasa itu. Katakan bahwa kita harus ikut merasakan penderitaan orang lain sehingga kita yang mampu juga harus membantu mereka yang membutuhkan.
 Apapun yang yang anda terangkan dan lakukan pasti dia mendengarnya dan didalam otaknya tertanam setiap perbuatan dan pelajaran yang baik yang harus dia dilakukan. Tidak mungkin seorang anak yang baik timbul dari pengajaran yang tidak baik kecuali dia pasti menemukan sendiri apa nilai-nilai kemanusian yang seharusnya dilakukan sehingga dia mengharapkan dunia dan hidup ini terasa damai, aman dan tentram. Dan mungkin ada juga seorang anak yang jahat dan pendendam timbul dari pengajaran yang baik, sehingga pelajaran yang diajarkan kepadanya hanya angin lalu dan tak berbekas. Tetapi apakah anda sebagai orang tua akan membiarkan mengajarkan segala sesuatu yang jahat bila anda menghendaki buah hati anda nantinya berprilaku baik. Ya semua ada ditangan anda, apa anda menginginkan anak anda baik dengan membiarkan begitu saja atau merencanakannya dengan mengajarkan yang baik-baik saja? Tetapi pastinya tidak ada seorang orang tua yang menginginkan anak-anaknya tumbuh dan dewasa dengan prilaku yang tidak baik.  


selanjutnya lihat bab 4

Membantu Menemukan Jatidiri Anak

Pernahkah Anda sebagai orang tua berpikir bahwa anak Anda butuh sosok yang menjadi panutan dalam menemukan jati dirinya untuk menjadi “how to be a man or a girl?”. Suatu ketika saya sedang naik angkot untuk perge ke kampus, diangkot tersebut hanya ada 3 orang yakni saya, sopir dan seorang anak laki-laki kira-kira umur 7 tahun (“anak jalanan”). Dari sejak saya naik sampai saya turun, saya perhatikan anak tersebut, ternyata anak tersebut berprilaku seperti anak perempuan dan terus berlagak seperti layaknya “banci’. Bayangkan betapa sedihnya saya, seorang anak yang baru tumbuh telah tercetak menjadi seorang yang berprilaku menyimpang. Menurut Anda apa penyebab penyimpangannya tersebut? Karena hidup di jalan atau karena tidak ada kasih sayang dari orangtuanya? Yah apapun jawaban Anda mungkin benar juga tapi menurut saya adalah hilangnya sosok ayah atau laki-laki yang bisa memberikan panutan kepadanya bagaimana harus berprilaku. 
Tanpa Anda sadari anak Anda akan secara terus menerus mencari sosok yang pas untuk dirinya untuk dapat mengembangkan dirinya baik bagaimana cara mereka berlaku, berkata, berinteraksi dengan orang lain maupun berinteraksi terhadap dirinya sendiri. Jika anak Anda seorang laki-laki dan Anda seorang Ayah maka jadilah sosok yang membanggakan bagi dirinya sehingga prilaku dan kepribadian Anda dapat ditiru dengan baik oleh buah hati Anda. Jadilah seseorang yang paling dekat dengan dirinya dan bukan menjadi seseorang yang paling ditakutinya. Jika Anda menjadi orang yang paling ditakutinya maka rasanya tidak mungkin dia akan meniru pribadi dari Anda, dan jika dirinya menirupun mungkin sifat-sifat yang tidak baik dari diri Anda akan menjadi sesuatu hal yang benar dan boleh ditiru olehnya. Begitu sebaliknya jika Anda dinilai baik dan selalu memberikan perhatian kepadanya maka dia akan merasa aman dan nyaman bila berada disisi ayahnya sehingga sosok ayahnya yang baik dapat dengan mudah dia tiru tanpa Anda sadari. 
  Anak yang tidak memiliki figure yang pas dan cocok untuk dia tiru maka dia akan mencari sosok lain seperti anak kecil yang saya ceritakan diatas. Anak laki-laki tentunya kita harapkan berprilaku layaknya seorang laki-laki, begitu pula dengan anak perempuan tidak sepantasnya memiliki sifat-sifat kasar dan pendendam, kejam dll. Bila Anda melihat banyaknya kasus-kasus transgender saat ini tentunya tidak adil jika kita menyalahkan keberadaan Tuhan yang telah menciptakanya. Adanya prilaku menyimpang tersebut bukan semata-mata terjadi begitu saja melainkan melalui proses yang panjang yang dimulai sejak masa kanak-kanak. Kehilangan sosok yang dia anggap patut untuk dijadikan contoh ternyata tidak dia temukan dan dia menemukan sesuatu dari lawan jenisnya yang dia anggap biasa dilakukan oleh jenisnya juga. Hal tersebut membuat secara tanpa dia sadari prilaku, kepribadian dan orientasi sexnya telah berubah dari yang seharusnya lawan jenis menjadi sejenis. Setelah dia sadar akan prilaku menyimpangnya ternyata dia tidak mendapat dukungan moril dan spiritual dari pihak keluarga maupun teman-temanya, sehingga dia tetap larut dengan kesalahan dari prilaku dan kepribadian yang menyimpang tersebut tanpa ada yang peduli untuk membantunya keluar dari prilaku tersebut dan bahkan malah mencibirnya.  

6 Langkah Untuk Membantu Menemukan Jatidiri Anak Anda

1. Perhatian 
Berikan perhatian terhadap apa yang anak Anda lakukan dan jangan pernah mencelanya walaupun dengan kata-kata yang sederhana misalnya “halah”, “huh”, “jelek”, dsb. 
2. Berbicara
Berilah kesempatan dia untuk mengungkapkan alasan, kenapa, mengapa, apa dan bagaimana sehingga dia akan paham apa yang sedang dibicarakan dan dia akan belajar bergaul, berkomunikasi dan berinteraksi dengan apa yang ada disekelingnya.
3. Tunjukan prilaku yang baik
Prilaku yang baik dan sopan santun merupakan sesuatu yang wajib dan harus ditanamkan kepadanya sejak dini dan memberikan contoh-contoh bagaimana Anda berbicara, berkomunikasi, berinteraksi dengan orang yang lebih tua dari Anda, atau lebih muda. 
4. Hormati apa yang menjadi keingginannya
Jangan membunuh kreativitasnya untuk berpikir ini atau itu yang terbaik untuk dirinya tetapi coba komunikasikan apa yang terbaik unuk dia tanpa harus memaksakan ego Anda yang terbaik. Hargai setiap keputusannya sebagai buah pikir dari dirinya yang memang mungkin Anda harus maklum karena kekanak-kanakannya yang membuat Anda jengkel.
5. Tanamankan rasa percaya diri
Munculkan rasa percaya diri anak Anda dengan memberikan pujian-pujian atas prestasi yang telah dia raih, misalkan “wah anak papa udah pintar bisa makan sendiri” dst. Rasa percaya diri akan sangat membantu untuk mengembangkan potensinya dalam berkomunikasi, berprilaku, dan berpikir kritis.
6. Evaluasi
Evaluasi kegiatannya setiap hari atau setiap minggu untuk mengetahui sejauh mana perkembangan putra-putri Anda, jika ada kegiatan yang seharusnya tidak mendidik maka jauhkan dari pikirannya dan buat agenda baru untuk mengenalkan hal-hal baru yang lebih menarik.

Kecil Yang Terkenal


Usia saya yang masih kecil kira-kira 5 tahun, sudah dikenal oleh banyak orang. Tidak hanya orang-orang desa saya saja tetapi juga desa-desa tetangga yang sering melihat saya berlari dipagi hari. Mungkin Anda akan berpikir kenapa saya jadi terkenal dimata mereka? Bukan karena saya kaya, bapak berpangkat atau sesuatu kelebihan yang ada didalam diri saya ini melainkan karena nakal dan badung sehingga mereka tahu betul siapa diri saya waktu itu. Setiap pagi saya berlari mengejar ibu saya yang hendak pergi ke pasar, jarak pasar dengan rumah yang cukup jauh kira-kira 5 Km membuat orang terkagum-kagum kenapa anak ini mau mengejar ibunya setiap pagi dengan jarak yang cukup jauh diusianya yang masih “bayi”? saya sering sekali ditanya orang-orang kenapa saya berani pergi sejauh itu? Saya pun menjawab dengan senyum dan bangga “ah yo ben (ya biarin)”.

Mungkin Anda berpikir juga kenapa ibu saya tidak memboncengkan saya saja di atas sepedanya? Jawabanya adalah ibu saya juga tetap kekeh berpikir kalau anak ini dibiarin ikut ke pasar terus maka dia akan terus keseringan ikut dan akan minta jajan tiap hari, sehingga dia biarkan saja saya berlari tiap pagi untuk mengejarnya sampai di Pasar biar saya kapok.

Buah dari kenakalan saya ternyata juga ada, banyak pengalaman yang saya dapatkan dari rutinitas yang tidak pernah dilakukan oleh anak-anak seusia saya. Diantara pengalaman yang bisa dipetik antara lain:
To be famous kids
Self marketing
Businnes knowledge


To be Famous kids
Menjadi anak terkenal tentunya sesuatu yang baik dan bisa memberikan nilai tambah didalam pergaulan dan pengembangan kepribadian diri anak tersebut. Jangan pernah sekali-kali memberikan punishment yang tidak mendidik kepada anak karena hal ini bisa membuat si anak menjadi merasa bersalah, tidak berguna, tidak diperhatikan, dan dapat memberikan dampak psikologis yang tidak baik didalam perkembangan kecerdasan kognitifnya (cognitive development) dan kepribadiannya. Setiap anak tentunya sangat ingin dipuji, dimanja, dihargai dari setiap buah karya dari tangannya, walaupun dimata kita hal tersebut adalah sesuatu hal yang biasa dan mungkin tak berharga sama sekali. Tetapi ingat bahwa ketika kita merasa diperhatikan maka kita juga akan merespon perhatian yang kita terima dengan cara-cara kita sendiri. Begitu pula dengan jiwa anak kecil, ketika kita berikan perhatian dan kasih sayang kepada mereka maka mereka akan meresponnya dengan berbagai cara, apakah dengan sesuatu yang bisa membuat kita bangga atau malah membuat kita jengkel terhadapnya. Apapun itu yang jelas anak akan bisa berpikir bagaimana dia harus bertindak dan merespon dari setiap apa yang kita berikan. Hal tersebut adalah point yang sangat penting didalam melatih anak dalam pengembangan kepribadian dan kecerdasan kognitifnya.
Ingat jangan sekali-kali membentak, marah dan memukul kepada anak kecil yang mereka belum bisa memilih mana yang terbaik bagi dirinya dan orang lain, tetapi ketika anak melakukan kesalahan maka tunjukan mana yang benar dan mana yang salah. Nah proses ini akan sangat efektif dalam pengembangan kepribadian dan kecerdasannya.
Ibu saya tidak pernah memarahi saya ketika saya mengejarnya ke pasar tetapi dia juga tidak menganjurkan saya ke pasar. Semua keputusan saya untuk lari ke pasar adalah murni dari diri saya sendiri dan hal tersebut merupakan buah dari kecerdasan berpikir saya pada saat itu. Ternyata apa yang saya lakukan memiliki dampak positif yakni dikenal oleh banyak orang, walaupun mungkin banyak juga yang memvonis bahwa saya anak nakal dan susah diatur. Saya tidak malu disebut anak nakal karena saya selalu mendengar pujian “anak nakal sugeh akal (anak nakal banyak akal)” yang selalu dilontarkan setiap mereka membicarakan saya.

Self marketing
Tanpa saya sadari ternyata saya telah menjadi “selebritis” dikampung. Orang-orang banyak memuji dan membicarakan nama saya ketika saya berjalan didepan mereka bak selebriti yang sedang naik daun. Ternyata apa yang saya lakukan pasti memiliki dampak atau efek terhadap prilaku/kepribadian dan social. Dampak yang saya rasakan adalah saya merasa bahwa diri saya dikenal orang dan dipAndang orang walaupun mungkin mereka ada yang berpikiran bahwa anak ini nakal dan berprilaku aneh yang beda dengan anak-anak seusianya, atau malah mereka berpikiran bahwa anak ini memiliki kemauan yang keras, banyak akal dan memiliki sesuatu yang beda dengan anak-anak lain. Apapun pendapat orang tentang kita, kita akan selalu mencari posisi yang terbaik dihadapan mereka walaupun kadang kita mengingkari kepada public bahwa kita menginginkan apresiasi orang lain dari apa yang kita lakukan. Apresiasi yang kita terima adalah bentuk penghargaan dan perhatian orang terhadap buah karya dari setiap prilaku yang kita lakukan baik hal tersebut sesuatu hal yang bersifat physical atau abstrak. Dalam dunia bisnis setiap sesuatu hal yang dihasilkan oleh seseorang atau perusahaan yang berbentuk physical disebut product, sedangkan yang tak terlihat atau berbentuk abstrak tetapi dapat kita rasakan manfaatnya disebut dengan jasa atau sevice.
Kembali lagi kepada masalah anak, anak akan selalu mencari perhatian dari orangtuanya atau orang lain dengan cara apapun baik itu dengan menangis, tersenyum, berbicara, mengajak bersalaman, menyentuh tubuh kita atau memberikan kita sesuatu yang berupa barang missal: membuat gambar, menulis nama, mengambilkan buku, membawakan makanan dll. Itu semua merupakan cara-cara memasarkan dirinya (anak) untuk dapat diterima dan dihargai dihadapan orang lain. Perilaku-perilaku anak tadi dalam kaca mata bisnis adalah sesuatu yang mereka tawarkan dan pasarkan untuk dapat dibeli oleh orang lain dengan apresiasi, senyuman dan pujian oleh market/pasarnya (kita/orang dewasa). Jangan membunuh karakter bisnis yang ada pada anak dengan memberikan respon yang tidak membuat anak tersebut bangga atas buah karya yang ditunjukkan kepada kita. Kembangkan jiwa entrepreneur/wirausaha mereka dengan terus memacu semangat untuk terus berproduksi dan memberikan apresiasi terhadap apa yang mereka kerjakan, tentunya dengan mengarahkan kepada hal-hal yang baik dan tidak membiarkan mereka terus melakukan kesalahan.
Dengan memberikan senyuman dan pujian terhadap apa yang dia lalukan maka hal itu cukup buat mereka untuk merasa dihargai, berguna dan akan terus memacu untuk tetap berusaha, dihargai dan diperhatikan. Katakan pada anak-anak kita dengan kata-kata yang lembut, penuh dengan kasih sayang ketika kita memberikan apresiasi kepada mereka, misalnya, “wah adik pintar sekali, bisa menggambar mobil, mana bannya?mana rodanya?”. Kalimat diatas akan dapat diexplore lebih banyak lagi untuk membangkitkan emotional touch dan pengembangan kecerdasan kognitifnya serta memacu untuk terus berkarya. Setiap karya yang dihargai tentunya akan menambah rasa percaya diri sehingga terus membuat produk-produk yang dapat memasarkan dirinya tanpa rasa malu dan ragu serta tanpa rasa takut untuk tidak dihargai.

Businnes knowledge
Pada umur 10 tahun saya sudah bisa belanja kepasar sendiri tanpa ditemani oleh ibu saya lagi. Ibu saya memberikan kepercayaan kepada diri saya untuk belanja barang dagangan di pasar pada saat saya duduk dikelas 4 SD. Pagi pukul 5.30 saya berangkat ke pasar untuk belanja barang-barang yang akan dijual lagi di rumah dengan menggunakan sepeda dan keranjang bambu, sampai dirumah pukul 7.00, saya langsung mandi dan siap-siap berangkat kesekolah. Walaupun itu tidak terjadi setiap hari tapi paling tidak sekali seminggu pasti saya disuruh oleh orang tua untuk belanja ke pasar.
Ingat kembali kebiasaan waktu kecil saya! Saya selalu ke pasar mengejar ibu saya sehingga banyak orang sepanjang perjalanan dan orang-orang di pasar kenal baik dengan saya. Ternyata hal tersebut membuat saya dipercaya oleh para pedagang untuk mengambil barang dagangan mereka dulu kemudian dijual dirumah dan baru dibayar esoknya lagi.
Tahukah Anda bahwa proses tersebut tidak bisa berjalan secara instant, seseorang untuk memiliki jiwa entrepreneur harus memiliki jiwa kepemimpinan, tanggungjawab, kejujuran, dan membangun kepercayaan kepada orang lain terhadap diri kita. Jika Anda berpikir pendek dalam mendidik anak maka hasilnyapun tidak maksimal dan malah mungkin akan selalu defensive terhadap apa kemauan kita sebagai orang tua. Biarkan anak Anda melakukan apa yang dia yakini baik dan pacu terus semangatnya untuk terus melakukan sesuatu yang baik bagi dirinya dan orang lain, sepanjang prilaku itu memang baik dan tidak melanggar norma-norma yang ada.
Tanamkan pada diri anak Anda untuk bisa menghargai waktu, uang, dan bahagia bila bisa berbuat baik dan membahagiakan orang lain. Ajarkan cara-cara berbisnis yang baik dan mencari peluang usaha sejak dini, karena hal tersebut sangat penting dalam pengembangan kecerdasan berpikirnya dimasa mendatang. Tanpa kita sadari suatu saat dia akan bisa menjadi seorang yang berpikir entrepreneur, bertanggungjawab, mandiri, jujur, berjiwa pemimpin dan bukan menjadi orang yang berpikir “budak” yang tak berharga sehingga jiwa kepemimpinannyapun tidak ada sama sekali.


selanjutnya di bab 2.


Daftar Isi Buku yang saya tulis dan dalam proses menulis.

Daftar Isi

Sampul
Daftar Isi
Kata Pengatar
Kecil Yang Terkenal
Membantu Menemukan Jatidiri Anak
Mengajarkan Kepemimpinan
Mendidik Anak Tanpa Menekan
Mengajak Bercerita
Menumbuhkan Daya Imajinasi Anak
Menumbuhkan Sikap Kritis
Menghindari Sikap Matre
Menumbuhkan Sikap Empati Terhadap Sesama
Kenali Pribadi Yang Salah
Menerapkan Homeschooling