<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867468419504036080</id><updated>2011-11-05T06:51:13.197-07:00</updated><category term='Ekonomi'/><category term='Ideologi'/><category term='Islam'/><category term='Kesehatan'/><category term='Dakwah'/><category term='Herbal'/><category term='Sosiologi'/><category term='Buku'/><category term='Muslimah'/><category term='Aqidah'/><category term='Politik'/><category term='Renungan'/><category term='Budaya'/><category term='Opini'/><category term='Tulisan'/><category term='Bisnis'/><category term='Keluarga'/><category term='Parenting'/><category term='Obat'/><category term='Hukum'/><category term='Pendidikan'/><category term='Karakter'/><category term='Poligami'/><category term='sahabat'/><title type='text'>Learn Islam</title><subtitle type='html'>Belajar, berbagi, dan berkarya untuk Islam yang tercinta.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ardobinardi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardobinardi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Mr Ardobinardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08212803471914191278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_yZOcaFK66L8/SCW5-FvnzAI/AAAAAAAAALI/nPQyVfDJLxs/S220/30.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>59</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867468419504036080.post-247366306712980750</id><published>2011-11-05T06:50:00.000-07:00</published><updated>2011-11-05T06:51:13.235-07:00</updated><title type='text'>“Oh Ayah, ayah”</title><content type='html'>Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yg sedang baca koran… “Oh Ayah, ayah” kata sang anak…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada apa?” tanya sang ayah…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau menyontek saja! aku capek. sangat capek…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! … aku capel, sangat capek …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku cape karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung…aku ingin jajan terus! …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman teman ku, sedang teman temanku seenaknya saja bersikap kepada ku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku capek ayah, aku capek menahan diri…aku ingin seperti mereka…mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah ! ..” sang anak mulai menangis…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkata ” anakku ayo ikut ayah, ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu”, lalu sang ayah menarik tangan sang anak kemudian mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang… lalu sang anak pun mulai mengeluh ” ayah mau kemana kita?? aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah krn ada banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah” … sang ayah hanya diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wwaaaah… tempat apa ini ayah? aku suka! aku suka tempat ini!” sang ayah hanya diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau.&lt;br /&gt;“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah” ujar sang ayah, lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya.&lt;br /&gt;” Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? padahal tempat ini begitu indah…?”&lt;br /&gt;” Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?”&lt;br /&gt;” Itu karena orang orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tau ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu”&lt;br /&gt;” Ooh… berarti kita orang yang sabar ya yah? alhamdulillah”&lt;br /&gt;” Nah, akhirnya kau mengerti”&lt;br /&gt;” Mengerti apa? aku tidak mengerti”&lt;br /&gt;” Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi… bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melawati ilalang dan kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan akhirnya semuanya terbayar kan? ada telaga yang sangatt indah.. seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? kau tidak akan mendapat apa apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku”&lt;br /&gt;” Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar ”&lt;br /&gt;” Aku tau, oleh karena itu ada ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat … begitu pula hidup, ada ayah dan ibu yang akan terus berada di sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu, tapi… ingatlah anakku… ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh, suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri… maka jangan pernah kau gantungkan hidupmu pada orang lain,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadilah dirimu sendiri… seorang pemuda muslim yang kuat, yang tetap tabah dan istiqomah karena ia tahu ada Allah di sampingnya… maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang… maka kau tau akhirnya kan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Ya ayah, aku tau.. aku akan dapat surga yang indah yang lebih indah dari telaga ini … sekarang aku mengerti … terima kasih ayah , aku akan tegar saat yang lain terlempar ”&lt;br /&gt;Sang ayah hanya tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867468419504036080-247366306712980750?l=ardobinardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardobinardi.blogspot.com/feeds/247366306712980750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5867468419504036080&amp;postID=247366306712980750' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/247366306712980750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/247366306712980750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardobinardi.blogspot.com/2011/11/oh-ayah-ayah.html' title='“Oh Ayah, ayah”'/><author><name>Mr Ardobinardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08212803471914191278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_yZOcaFK66L8/SCW5-FvnzAI/AAAAAAAAALI/nPQyVfDJLxs/S220/30.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867468419504036080.post-5387637319164169310</id><published>2011-11-05T05:02:00.000-07:00</published><updated>2011-11-05T05:03:41.546-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosiologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>BE FAST...FAST..AND FASTER</title><content type='html'>1. Pastikan kamu memang pengen melakukannya.&lt;br /&gt;ini yang paling penting gan, yaitu Niat  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Simplify things.&lt;br /&gt;jangan kebanyakan persiapan ini-itu, langsung mulai aja gan..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jadikan hal tersebut hal pertama yang kamu lakukan hari ini. sebelum agan mulai membuka email atau internetan..maen ataupun jalan jalan ke mall, lakuin hal tersebut dulu gan  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. “Bersihkan” segala hal yang bisa mengganggu atau mengalihkan perhatianmu.&lt;br /&gt;mematikan internet atau TV gan, jangan memikirkan hal hal yg ga penting  .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Langsung mulai. Tinggalkan rasa malas dengan langsung memulai mengerjakannya gan..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Katakan pada diri sendiri kalau kamu hanya akan melakukannya selama sepuluh menit  &lt;br /&gt;ini gunanya menyemangati diri sendiri gan..optimis bisa mengerjakan  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Letakkan hal yang paling malas kamu lakukan di paling atas daftar - kamu akan menunda melakukannya dengan mengerjakan hal lain dalam daftarmu. At least you get some things done.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Cari sesuatu dalam hal tersebut yang bisa membuat kamu semangat gan..&lt;br /&gt;agan bisa konsultasi sama teman..atau mengerjakan bersama sama juga bisa gan  .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Lupakan kesempurnaan. Lakukan saja, dan perbaiki nanti!&lt;br /&gt;ini maksudnya daripada agan ga langsung mulai tp cuma mikir maunya begini maunya begitu tapi tdk buru buru dikerjakan  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Kalau kamu terus menunda, evaluasi apakah kamu memang ingin melakukannya atau tidak. Mungkin kamu memang tidak harus melakukannya gan   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IYA ya LAKUIN..! kalo TIDAK ya ga usah..!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867468419504036080-5387637319164169310?l=ardobinardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardobinardi.blogspot.com/feeds/5387637319164169310/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5867468419504036080&amp;postID=5387637319164169310' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/5387637319164169310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/5387637319164169310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardobinardi.blogspot.com/2011/11/be-fastfastand-faster.html' title='BE FAST...FAST..AND FASTER'/><author><name>Mr Ardobinardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08212803471914191278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_yZOcaFK66L8/SCW5-FvnzAI/AAAAAAAAALI/nPQyVfDJLxs/S220/30.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867468419504036080.post-1086182067405204185</id><published>2010-03-15T19:53:00.000-07:00</published><updated>2010-03-15T20:40:45.671-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat'/><title type='text'>Sahabat Karib</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://ldhs78.files.wordpress.com/2008/04/friendship2.jpg?w=292&amp;h=349"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 292px; height: 349px;" src="http://ldhs78.files.wordpress.com/2008/04/friendship2.jpg?w=292&amp;h=349" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selama beberapa bulan terakhir ini saya dekat dengan seorang yang membantu meringankan segala beban dipikiran dan dihati, saya bisa share masalah kerjaan dan masalah pribadi ke dia. Dia bagaikan penganti kakakku yg meninggal 30 november 2009 yang lalu karena kecelakan motor. Sekarang saya suadh tidak merasa sendiri lagi karena dia selalu ada buatku untuk segala masalahku. Thanks banyak mas telah bantu aku---semoga kamu jadi teman, sahabat, sekaligus kakak yang bisa diandalkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867468419504036080-1086182067405204185?l=ardobinardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardobinardi.blogspot.com/feeds/1086182067405204185/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5867468419504036080&amp;postID=1086182067405204185' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/1086182067405204185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/1086182067405204185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardobinardi.blogspot.com/2010/03/sahabat-karib.html' title='Sahabat Karib'/><author><name>Mr Ardobinardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08212803471914191278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_yZOcaFK66L8/SCW5-FvnzAI/AAAAAAAAALI/nPQyVfDJLxs/S220/30.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867468419504036080.post-923524858622987232</id><published>2010-02-27T17:03:00.000-08:00</published><updated>2010-02-27T18:02:25.750-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>DETIK-DETIK TERAKHIR KEHIDUPAN RASULULLAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/S4nM_mjOo4I/AAAAAAAAAWs/9EYSxu4ZUEk/s1600-h/detik+detik+rosulullah.BMP"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 160px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/S4nM_mjOo4I/AAAAAAAAAWs/9EYSxu4ZUEk/s200/detik+detik+rosulullah.BMP" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443107017706087298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CArdo%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CArdo%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CArdo%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:16pt;" &gt;DETIK-DETIK TERAKHIR KEHIDUPAN RASULULLAH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:16pt;" &gt;&lt;br /&gt;Oleh : K.H. Fidaus A.N&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;I. Detik-detik Terakhir Peristiwa Tentang wafatnya Rasulullah SAW&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa tentang wafatnya seorang pemimpin alam semesta, seorang Nabi dan Seorang Rosul Tuhan yang terakhir adalah peristiwa maha besar. Tidak ada sejarah yang telah mengungkapkan peristiwa yang mendetail sedemikian rupa tentang berpulangnya seorang Rosul Tuhan seperti halnya dengan wafatnya Nabi Muhammad SAW itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isyarat-isyarat tentang bayang-bayang akan terjadinya peristiwa besar yang sangat mengharukan hati itu telah terlebih dahulu memperlihatkan tanda-tandanya kepada ummat pengikut beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isyarat itu antara lain terlukis dalam bunyi Khutbah Arafah oleh Rasulullah, dan juga bunyi Firman Allah SWT sebagai Wahyu Tuhan yang terakhir yang disampaikan oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW, dikala beliau menunaikan ibadah rukun Islam yang kelima sebagai Haji Perpisahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Pada hari ini Aku (Allah) sempurnakan bagimu Agamamu, Aku cukupkan nikmatKu untukmu dan Aku rela Islam sebagai agamamu&lt;/i&gt;" (Al-Qur'an, Al-Maidah ayat 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Khutbah Arafah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mencucurkan keringat, darah dan air mata berpuluh-puluh tahun lamanya (23 tahun), berjuang dengan sekuat tenaga daya dan kesungguhan dan berdakwah memberantas penyakit-penyakita jaman jahiliah, zaman kebodohan ummat di kala itu, memanggil manusia ke jalan Tuhan, berjihad menegakkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan Ilahi, maka akhirnya berhasillah beliau dalam menunaikan misi sucinya, menegakkan Islam sebagai agama wahyu satu-satunya yang dipilih Tuhan untuk ummat manusia di bawah&lt;br /&gt;langit ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berhala-berhala, patung-patung ciptaan zaman jahiliah itu diruntuh-ratakan sebagai lambang kemusyrikan; setelah penyakit syirik terbongkar dari dada ummat manusia, dan kemudian di isi beliau dengan air hikmah, Iman dan Tauhid yang murni, maka terasalah bagi beliau, ia tak akan&lt;br /&gt;lama lagi akan dipanggil oleh Tuhan ke HadiratNya, berpisah dengan ummat yang sedang dibina dan dipimpinnya dengan sukses gilang-gemilang itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka demikianlah, pada musim haji tahun ke-10 hijriah, bersama-sama kurang lebih 114.000 kaum muslimin yang datang dari segenap penjuru Arabia, beliau pun menunaikan ibadah Haji Akbar yang bagi beliau sendiri adalah merupakan Haji Perpisahan (wada') haji terakhir, karena beliau tidak dapat lagi&lt;br /&gt;bersama ummatnya menunaikan ibadah suci itu pada tahun mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Haji Wada' inilah beliau menyampaikan mutiara wasiat yang dianggap sangat berharga bagi ummat beliau, disamping itu juga menyelipkan ultimatum Tuhan kepada kaum Musyrikin, bahwa Allah dan RasulNya telah memutuskan hubungan dengan mereka, karena aqidah mereka adalah bernoda dan najis.&lt;br /&gt;Dan sejak tahun ke-9 Hijriah telah dibuat tapal batas tanah suci Mekkah dan madinah (tanah haram) yang sama sekali tidak diijinkan kaum kafir untuk menginjaknya sampai hari kiamat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khutbah Arafah yang akan merupakan pegangan hidup dan matinya kaum muslimin itu, adalah juga merupakan piagam perdamaian yang mempunyai nilai kemasyarakan yang tinggi, diucapkan beliau dari atas untanya yang berdiri di Namirah dekat bukit Arafah, yang terletak di tengah-tengah padang Arafah yang dahsyat dan luas itu. Khutbah bersejarah yang diabadikan sepanjang masa itu berbunyi antara lain seperti di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai ummat manusia, dengarkanlah nasehatku baik-baik, karena barangkali aku tidak dapat lagi bertemu muka dengan kamu semua di tempat ini.&lt;br /&gt;"Tahukah kamu semua, hari apa inikah ini? Yang dijawab sendiri oleh beliau: Inilah hari Nahar, hari kurban yang suci. Tahukah kamu bulan apakah ini? inilah bulan suci. Tahukah kamu tempat apakah ini? inilah kota yang suci."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:16pt;" &gt;Haram Menumpahkan Darah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:16pt;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka dari itu aku umumkan kepada kamu semua bahwa darah dan nyawamu, harta bendamu dan kehormatan yang satu terhadap yang lainnya haram atas kamu sampai kamu bertemu dengan Tuhanmu kelak. Semua harus kamu sucikan sebagaimana sucinya hari ini, sebagaimana sucinya bulan ini&lt;br /&gt;dan sebagaimana sucinya kota ini. Hendaklah berita ini di sampaikan kepada orang-orang yang tidak hadir di tempat ini oleh kamu sekalian! Bukankah aku telah menyampaikan?! O, Tuhan sasksikanlah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hapuskan Riba&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hari ini hendaklah dihapuskan segala macam bentuk riba. Maka barangsiapa yang memegang amanah ditangannya, hendaklah ia bayarkan kepada yang punya. Dan sesungguhnya riba jahiliah itu adalah batil. dan awal riba yang pertama kali aku sapu bersih adalah riba yang dilakukan oleh&lt;br /&gt;pamanku sendiri, Abbas bin Abd. Muthalib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hari ini haruslah dihapuskan semua bentuk pembalasan dendam dan pembunuhan jahiliah, dan penuntutan darah ala Jahiliah yang mula pertama kali aku hapuskan adalah atas tuntutan darah 'Amir bin Haris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"wahai manusia! Hari ini Setan telah putus asa untuk dapat disembah pada bumimu yang suci ini. Tetapi ia bangga bila kamu dapat mentaatinya walaupun dalam perkara yang kelihatannya kecil sekalipun, maka waspadalah kamu atasnya!&lt;br /&gt;"Hai manusia! Sesungguhnya zaman itu beredar semenjak Allah jadikan langit dan bumi"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hak dan Kewajiban Suami Istri&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Wahai manusia! Sesungguhnya bagi kaum wanita itu (istrimu) ada hak-hak yang harus dipenuhi, dan bagimu juga ada hak-hak yang harus dipenuhi oleh istri itu. Ialah, bahwa mereka tidak boleh sekali-kali membawa orang lain ke tempat tidur selain kamu sendiri, dan mereka tidak boleh membawa orang lain yang tidak kamu sukai ke rumahmu, kecuali setelah mendapat izin dari kamu terlebih dahulu. Maka sekiranya kaum wanita itu melanggar ketentuan-ketentuan yang demikaian, sesungguhnya Allah telah berarti mengizinkan kamu untuk meninggalkan mereka, dan kamu boleh melecut&lt;br /&gt;ringan terhadap diri mereka yang berdosa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tetapi bila mereka berhenti dan tunduk kepadamu,maka menjadi kewajibanmulah untuk memberi nafkah dan pakaian mereka dengan sebaik-baiknya. Ingatlah,bahwa kaum hawa itu adalah mahluk yang&lt;br /&gt;lemah di sampingmu, mereka tidak berkuasa. Kamu telah bawa mereka dengan suatu amanat dari Tuhanmu dan kamu telah halalkan kehormatan mereka dengan kalimat Allah. Maka dari itu, takwalah kepada Allah tentang urusan wanita dan terimalah ini wasiat untuk bergaul lebih baik dengan mereka! Wahai ummat, bukankah aku telah menyampaikan?! O, Tuhan, tolong saksikanlah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pegangan Hidup&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Wahai manusia! Sesungguhnya aku meninggalkan kepadamu sesuatu, yang bila kamu pegang ia erat-erat niscaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya, dua saja: Kitab Allah dan Sunnah RasulNya. Hai manusia dengarkanlah baik-baik apa yang aku ucapkan kepadamu niscaya pasti kamu bahagia untuk selama-lamanya dalam hidupmu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Persaudaraan Islam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai manusia! Kamu Hendaklah mengerti, bahwa orang-orang beriman itu bersaudara. Maka bagi masing-masing pribadi diantara kamu terlarang keras untuk mengambil harta saudaranya kecuali dengan izin hati yang ikhlas. Bukankah Aku telah menyampaikan?! O, Tuhan tolong saksikan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Janganlah kamu setelah aku meninggal nantikembali kepada kafir, dimana sebagian kamu mempermainkan senjata untuk menebas leher kawannya yang lain. karena, bukankah aku telah tinggalkan untukmu&lt;br /&gt;pedoman yang benar, yang bila kamu ambil ia sebagai pegangan dan suluh kehidupanmu tentu kamu tidak akan tersesat, yakni Kitab Allah (Al-Qur'an).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai manusia, bukankah aku telah menyampaikan?! O, Tuhan saksikanlah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Persamaan Hak&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Hai manusia! Sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah tunggal dan sesungguhnya kamu berasal dari satu Bapak. semua dari Adam dan Adam terjadi dari tanah. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu semua di sisi Tuhan adalah orang yang paling taqwa, tidak sedikitpun ada kelebihan bangsa Arab, kecuali dengan taqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai manusia! Bukankah aku telah menyampaikannya?! O, Tuhan saksikanlah! Maka hendaklah barang siapa yang hadir diantara kamu di tempat ini berkewajiban untuk menyampaikan pesan wasiat ini kepada&lt;br /&gt;mereka yang tidak hadir!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Nabi mengakhiri Khutbah Al-Wada' yang sangat berkesan itu dengan nada suara yang tinggi sambil menujuk ke langit, maka berteriak pulalah para jemaah haji yang sedang berkumpul di padang Arafah itu menyahut serentak dengan suara yang lantang dan bergema membahana, membelah kesunyian padang pasir yang luas dan tandus itu dengan beramai-ramai mengucapkan "Demi Tuhan! Sesungguhnya Engkau (Muhammad) telah menyampaikan amanah perintahperintah Tuhanmu!"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:16pt;" &gt;Setelah mengikuti sejenak khutbah yang diabadikan itu selaku pesan dan amanat umum Rasulullah sebagai gemblengan beliau kepada ummatnya, maka marilah kita mengikuti riwayat yang melukiskan peristiwa bersejarah tentang wafatnya Nabi kita Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Diriwayatkan, bahwa setelah turun wahyu Al-Qur'an, surat Al-Maidah ayat 3 tersebut di atas, menangislah Umar bin khatab r.a. Maka Nabi SAW berkata kepadanya. "Apakah gerangan yang menyebabkan engkau menangis hai Umar?", tanya Rasulullah. Umar menjawab, "Kita semua sudah berada dalam agama yang sempurna dan lengkap. Tetapi apabila ia sudah sampai kepada titik puncak kesempurnaan maka di atas itu tidak adal lagi yang lain, kecuali suatu kemunduran". Nabi menukas; "Benarlah engkau!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya Nabi tidak mampu untuk menduga-duga kemungkinan - kemungkinan yang terselip dalam arti ayat yang di atas, sehingga beliau hanya terengah dan bertelekan diatas untanya saja. Unta pun berhenti dan malaikat Jibril AS pun datang sambil berkata kepada Nabi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Muhammad, hari ini telah sempurna urusan agamamu, telah selesai apa yang diperintahkan Tuhanmu dan juga segala apa yang dilarangNya. Maka dari itu, kumpulkan semua sahabatmu, dan beritahukan kepada mereka, bahwa saya tidak akan turun-turun lagi membawa wahyu kepadamu sesudah hari ini!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pulanglah Nabi dari Mekkah ke Madinah. Dan di sana dikumpulkanlah oleh beliau para sahabatnya dan dibacakannya ayat ini kepada mereka serta diberitahukannya apa yang dikatakan Jibril AS kepadanya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua sahabat menjadi gembira mendengarnya, kecuali Abu Bakar r.a., dan para sahabat itu berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Telah sempurna agama kita!" Tetapi Abu Bakar pulang ke rumahnya sendirian dalam keadaan murung dan sedih. Dikuncinya pintu rumahnya dan iapun sibuk menangis sepanjang malam dan siang. Hal ini terdengar oleh para sahabat dan mereka berkumpul bersama-sama untuk mendatangi rumah Abu Bakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sahabat bertanya : "Kenapa kerjamu menangis saja hai Abu Bakar&lt;br /&gt;disaat orang lain semua bersuka ria, bukankah Tuhan telah&lt;br /&gt;menyempurnakan agama kita?"&lt;br /&gt;- Abu Bakar menjawab : "Kamu semua tidak tahu bencana-bencana&lt;br /&gt;apakah kelak yang akan terjadi menimpa kita semua. Apakah kamu tidak&lt;br /&gt;mengerti : bahwa tidak ada sesuatu apabila ia telah sampai pada&lt;br /&gt;titik kesempurnaan, melainkan itu berarti permulaan kemerosotannya.&lt;br /&gt;Dalam ayat terbayang akan perpecahan di kalangan kita nanti, dan nasib&lt;br /&gt;Hasan dan Husain yang akan menjadi anak yatim, serta para&lt;br /&gt;istri Nabi yang menjadi janda".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar itu terpekiklah para sahabat dan dalam suasana penuh keharuan mereka menangislah semuanya, dan terdengarlah ratap tangis yang sayu dari rumah Abu Bakar itu oleh para tetangga yang lain dan mereka ini segera datang kepada Nabi Muhammad SAW sendiri sambil menanyakan kepada beliau hakikat kejadian yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Rasul Allah, kami tidak tahu keadaan yang menimpa diri para sahabat, kecuali kami mendengar pekik tangis mereka belaka". Mendengar itu berubah-&lt;br /&gt;lah wajah Rasulullah dan iapun segera berdiri menuju tempat para sahabat.&lt;br /&gt;Setelah dilihatnya keadaan para sahabat dalam keadaan sedemikian rupa, beliaupun bertanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah yang kalian tangiskan?" Menjawablah Ali: "Abu Bakar berkata kepada kami: "Sesungguhnya saya mendengar angin kematian Rasulullah berdesir melalui ayat ini" dan bukankah dapat dijadikan bukti ayat ini bagi bagi kematian engkau?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi menjawab : "Benarlah Abu Bakar dalam segala apa yang dikatakannya itu. Telah dekat masa kepergianku dari antara kamu semua, dan telah datang masa perpisahanku dengan kamu semua".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penegasan Nabi itu adalah isyarat, bahwa benarlah Abu Bakar seorang yang paling arif di antara para sahabat Nabi. dan ketika Abu Bakar mendengar ucapan Nabi itu iapun berteriak dan langsung jatuh pingsan. Ali menjadi&lt;br /&gt;gemetar, para sahabat menjadi gelisah; mereka semua ketakutan dan semua menangis menjadi-jadi. Begitu juga para malaikat di langit, makhluk-makhluk yang melata di bumi, hewan-hewan di daratan dan di lautan semuanya&lt;br /&gt;turut berkabung dan berduka cita. Kemudian Nabi bersalam berjabatan tangan dengan satu demi satu para sahabat mengucapkan perpisahan dan beliaupun menangis sambil memberikan amanah nasehat kepada mereka semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah turun ayat Al-Qur'an yang terakhir itu Nabi Muhammad SAW masih menjalani hidupnya 81 hari lagi. Ya, demikianlah setelah ayat itu turun beliau naik ke atas mimbar mengucapkan khutbah sambil menangis, dan hadirin mendengarkannya sambil bercucuran air mata pula. Suatu khutbah yang mendebarkan hati dan menegakkan bulu roma, tetapi disamping itu juga khutbah yang mengungkapkan harapan-harapan dan peringatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra., bahwa setelah dekat dengan wafatnya Rasulullah, beliau memerintahkan Bilal supaya adzan, memanggil manusia untuk sholat bersama-sama. Maka berkumpulah kaum Muhajirin dan Anshar ke masjid&lt;br /&gt;Rasulullah SAW itu. Setelah selesai sholat dua rakaat yang ringan kemudian beliau naik mimbar lalu mengucapkan puji dan sanjungan kepada Allah SWT., dan kemudian beliau membawakan khutbahnya yang sangat berkesan dan membuat hati terharu dan mengucurkan air mata. Beliau berkata antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya saya ini adalah Nabimu, pemberi nasihat dan da'i menyeru manusia ke jalan Tuhan dengan izinNya. Aku ini bagimu bagaikan saudara yang penyayang dan Bapa yang pengasih. Siapa yang merasa teraniaya olehku di antara kamu semua, hendaklah ia bangkit berdiri sekarang juga untuk melakukan kisas kepadaku sebelum ia melakukannya di hari kiamat nanti".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali duakali beliau mengulang kalimatnya itu, dan pada ketiga kalinya barulah berdiri seorang laki-laki bernama Ukasyah Ibnu Muhsin. Ia berdiri di hadapan Nabi SAW. sambil berkata: "Ibuku dan ayahku menjadi tebusanmu ya Rasul&lt;br /&gt;Allah. Kalau tidaklah karena Engkau telah berkali-kali menuntut supaya berbuat sesuatu atas dirimu, tidaklah aku akan berani tampil untuk memperkenankan- nya sesuai dengan permintaanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dulu aku, pernah bersamamu di medan perang Badar sehingga untaku berdampingan sekali dengan untamu, maka akupun turun dari atas untaku dan aku menghampiri engkau, lantas akupun mencium paha engkau. Kemudian engkau mengangkat cambuk memukul untamu supaya berjalan cepat, tetapi engkau sebenarnya telah memukul lambung sampingku; saya tidak tahu apakah itu dengan engkau sengaja atau tidak Ya Rasul Allah, ataukah barangkali maksudmu dengan itu engkau hendak melecut untamu sendiri?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah menjawab; "Maha suci Allah ya Ukasyah, bahwa Rasulullah akan bermaksud memukul engkau dengan sengaja".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Nabi menyuruh Bilal supaya pergi kerumah Fatimah, "supaya Fatimah ra. memberikan kepadaku cambukku" kata beliau. Bilal segera keluar Masjid dengan tangannya diletakkan di atas kepalanya keheranan sambil berkata&lt;br /&gt;sendirian: "Inilah Rasulullah memberikan kesempatan mengambil kisas terhadap dirinya!" Diketuknya pintu rumah Fatimah ra. yang menyahut dari dalam: "Siapakah di luar?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya datang kepadamu untuk mengambil cambuk Rasulullah," jawab Bilal. "Apakah yang akan dilakukan Ayahku dengan cambuk ini?" tanya Fatimah kepada Bilal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Fatimah! Ayahmu memberikan kesempatan kepada orang untuk mengambil kisas terhadap dirinya," Bilal menegaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapakah pula gerangan itu yang sampai hati untuk mengkisas Rasulullah?" tukas Fatimah keheranan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilalpun mengambil cambuk dan membawanya masuk masjid, lalu diberikannya kepada Rasulullah, dan Rasulullahpun menyerahkannya kepada tangan Ukasuah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala hal itu dilihat oleh Abu Bakar dan Umar ra., keduanya berkata kepada Ukasyah: "Hai Ukasyah! kami sekarang berada di hadapanmu, pukul kisaslah kami berdua, dan jangan sekali-kali engkau pukul Rasulullah SAW!".Rasulullah&lt;br /&gt;menyela dengan katanya: "Duduklah kalian keduanya, Allah telah mengetahui kedudukan kamu berdua".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian berdiri pula Ali bin Abi Thalib sambil berkata: "Hai Ukasyah! Saya ini sekarang masih hidup di hadapan Nabi SAW. Aku tidak sampai hati melihat kalau engkau akan mengambil kesempatan kisas memukul Rasulullah. Inilah&lt;br /&gt;punggungku, maka kisaslah aku dengan tanganmu dan deralah aku dengan tangan engkau sendiri!" Nabi pun menukas pula,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah SWT. telah tahu kedudukan dan niatmu, wahai Ali!"&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:16pt;" &gt;Kemudian tampil pula kedua kakak-beradik, Hasan dan Husein&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai Ukasyah! Bukankah Engkau telah mengetahui, bahwa kami adalah cucu kandung Rasulullah, dan kisaslah terhadap diri kami dan itu berarti sama juga dengan mengkisas Rasulullah sendiri!". Tetapi Rasulullah menegur pula kedua&lt;br /&gt;cucunya itu dengan kata beliau: "Duduklah kalian keduanya, wahai penyejuk mataku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya Nabi SAW berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai Ukasyah! Pukulah aku jika engkau berhasrat mengambil kisas!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Rasul Allah! Sewaktu engkau memukul aku dulu, kebetulan aku sedang tidak lekat kain di badanku," kata Ukasyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas tanpa berbicara Rasulullah segera membuka bajunya, maka berteriaklah kaum muslimin yang hadir sambil menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tatkala Ukasyah melihat putih tubuhnya Rasulullah, ia segera mendekap tubuh Nabi Muhammad SAW dan mencium punggung beliau sepuas-puasnya sambil berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;b&gt;&lt;i&gt;Tebusanmu Rohku ya Rasul Allah, siapakah yang tega sampai hatinya&lt;br /&gt;untuk mengambil kesempatan mengkisas engkau ya Rasul Allah? saya&lt;br /&gt;sengaja berbuat demikian hanyalah karena berharap agar supaya&lt;br /&gt;tubuhku dapat menyentuh tubuh engkau yang mulia, dan agar supaya&lt;br /&gt;Allah SWT., dengan kehormatan engkau dapat menjagaku dari sentuhan&lt;br /&gt;api neraka&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya berkatalah Rasulullah SAW :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketahuilah wahai para sahabat! Barangsiapa yang ingin melihat penduduk surga, maka melihatlah kepada pribadi lelaki ini!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas bangkit berdirilah kaum muslimin beramai-ramai, mencium Ukasyah diantara kedua matanya dan mereka berkata: "Berbahagialah engkau yang telah mencapai derajat yang tinggi dan menjadi teman Rasulullah SAW di surga kelak".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ya Allah! Demi kemulian dan kebesaran Engkau mudahkanlah juga bagi kami mendapatkan syafaatnya Rasulullah SAW di negeri akhirat yang abadi!" Amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkatalah Ibnu Mas'ud (salah seorang sahabat Nabi yang terdekat):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dikala telah dekat waktu wafatnya Rasulullah SAW., kami berkumpul bersama-sama di rumah ibu kita Aisyah ra. Nabi menoleh kepada kami dan kemudian kedua matanya mencucurkan air mata, dan kemudian beliau berkata antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"selamat datang bagi kalian semua, semoga Tuhan melimpahkan rahmatNya kepada kamu!" Aku berwasiat kepada kamu semua dengan takwalah, taat kepadaNya. Telah dekat masa perpisahan dan telah hampir waktu pulang kepada Allah dan kepada Surga Al-Makwa. Hendaklah Ali memandikan saya, Al-Fadal bin Abbas dan Usamah bin Zaid yang menuangkan air, dan kemudian kafanilah aku dengan kain jika kamu menghendaki yang demikian atau dengan kain putih buatan Yaman!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apabila kamu telah selesai memandikanku, letakkanlah jenazahku di atas tempat tidurku di rumahku ini di atas pinggir lubang kuburku. Kemudian bawalah aku keluar sesaat, maka awal pertama kali yang memberi selawat kepadaku adalah Allah Azza wa Jalla sendiri, kemudian Jibril, kemudian Mikail, kemudian Israfil, kemudian malaikat maut (Izrail) bersama pasukannya dan kemudian segenap para malaikat. Sesudah itu barulah kamu masuk kepadaku rombongan demi rombongan dan sholatkanlah aku bersama-sama"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah para sahabat mendengar kata-kata amanat perpisahan Rasulullah SAW. mereka menjerit dan menangis dan kemudian berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Rasul Allah! Engkau adalah Rasul kami, penghimpun pembina kekuatan kami dan penguasa urusan kami, apabila engkau pergi dari kalangan kami, kepada siapakah gerangan lagi kami pergi kembali?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka menjawablah Nabi SAW :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tinggalkan kamu di atas jalan yang terang, dan Aku tinggalkan untukmu dua juru nasihat, yang berbicara dan yang diam. penasihat yang berbicara ialah Al-Qur'an dan yang diam ialah maut. Apabila kamu menghadapi persoalan-persoalan yang musykil, maka kembalilah kepada Al-Qur'an dan Sunnah, dan apabila hati kamu kesat-kusut, maka tuntunlah ia dengan&lt;br /&gt;mengambil iktibar tentang peristiwa-peristiwa maut!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Rasulullah jatuh sakitlah pada akhir bulan Safar dan senantiasa beliau dalam keadaan sakit selama 18 hari (ada yang mengatakan 13 dan ada pula yang mengatakan 17 hari) yang senantiasa di jenguk oleh para sahabat. Adalah beliau menderita sakit kepala sampai beliau berpulang ke Rahmatullah. beliau diangkat Tuhan menjadi Rasul pada hari Senin dan&lt;br /&gt;meninggal dunia pada hari Senin. pada hari terakhir dari hayatnya beliau, penyakit beliau bertambah berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan beliau yang kritis itu, beliau masih terkenang kepada kaum fakir miskin dan melarat, dan beliau teringat bahwa masih ada uang simpanan sebanyak 7 dinnar dalam rumahnya. Disuruhnya ambilkan uang itu kepada istrinya yang tecinta Siti Aisyah ra. sambil berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana gerangan persangkaan Muhammad terhadap Tuhannya, sekiranya ia menemui Tuhannya sedang ditangannya tergenggam benda ini?" kemudian diserahkannyalah harta miliknya yang terakhir itu kepada fakir miskin selaku kebajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Bilal menyerukan adzan di waktu Subuh dengan semerdu-merdu suaranya ia pun berdiri di muka pintu rumah Rasulullah, maka ia pun memberi salam. "Assalamu'alaikum ya Rasul Allah!". Menyahutlah Fatimah, putri tersayang beliau yang senantiasa mendampingi ayahnya di kala sakit. "Rasulullah sedang sibuk dengan urusannya sendiri". kemudian Bilal pergi ke Mesjid dan ia tidak mengerti kata-kata fatimah itu. Tatkala shalat subuh akan dimulai, maka ia datang ke rumah untuk kedua kalinya dan berdiri di pintu sambil mengucapkan salam seperti semula. Kali ini suaranya di dengar Rasulullah dan lantas menyuruhnya masuk dengan katanya: "Masuklah engkau Bilal sambil menangis! Saya sibuk merawat diri saya dan sakitku bertambah berat. Hai Bilal, suruhlah Abu Bakar memimpin (Imam) sholat bersama orang banyak!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Bilal pun ke luar rumah menuju ke Masjid sambil menangis dan tangannya diletakkan di atas kepalanya dan sambil mengeluh ia berkata: "Oh musibah, putuslah harapan dan patahlah semangat! Wahai kiranya, alangkah baiknya kalau aku tidak dilahirkan ibuku!" Kemudian ia masuk ke dalam masjid memanggil Abu Bakar. "Hai Abu Bakar!" ujarnya. "Sesungguhnya Rasulullah&lt;br /&gt;menyuruh engkau tampil supaya mengimami orang banyak karena beliau sangat sibuk sekali dengan keadaan yang menimpa diri beliau".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu Aisyah mendengar Rasulullah menyuruh ayahnya jadi imam, ia mengemukakan keberatannya yang sangat kepaada Rasulullah, karena katanya, ayahnya adalah orang yang lemah. "Ayahku, Abu Bakar adalah orang yang lemah, dan bila ia menggantikan kedudukan engkau, niscaya ia tidak mampu kelak," ujar Aisyah ra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena menurut pandangan Aisyah, bahwa konsekuensi jadi Imam itu adalah berat, karena bukan saja seorang itu mampu jadi Imam di dalam Masjid, tetapi juga harus mampu menjadi Imam dalam masyarakat sebagai insan teladan. Dan menurut Aisyah, ayahnya adalah orang yang lemah yang tidak akan mampu mengemban dan mendukung tugas amanah yang berat itu. Berkali-kali Aisyah mengemukakan keberatannya, sehingga Nabi marah, dan alasan Siti Aisyah itu&lt;br /&gt;tidak dihiraukan Beliau. Karena ia lebih tahu menilai kecakapan para sahabat- nya daripada istrinya Aisyah itu. beliau tetap memerintahkan dan berkata sekali lagi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Suruhlah Abu Bakar memimpin sholat bersama orang banyak!". Demikianlah akhirnya Abu Bakar sempat mengimami sholat berjamaah bersama kaum Muslimin selama 17 kali waktu menjelang akhir hayat Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Abu Bakar melihat ke mihrab Rasulullah, memang ia melihat mihrab dalam keadaan kosong dari Rasulullah, ia tidak dapat menguasai dirinya sehingga terpekik dan kemudian ia keluar kembali dalam suasana yang penuh duka cita. maka menjadi gemparlah kaum muslimin dan kegemparan itu terdengan oleh Rasulullah. kepada Fatimah beliau bertanya: "Ada apa ini pekik dan kegemparan?" "Kaum muslimin menjadi gempar karena mereka tidak melihat ayah berada di kalangan mereka," jawab Fatimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah kemudian memanggil Ali bin Abi Thalib dan Fadhal bin Abbas untuk membimbing beliau pergi ke Masjid, dan beliaupun sempat berjamaah bersama mereka pada hari Senin itu. Rasulullah memang memaksakan dirinya pergi ke Masjid pada subuh terakhir itu untuk memberikan ketentraman ke dalam hati ummatnya yang sedang resah dan khawatir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas bin Malik (pembantu rasul yang setia sampai beliau wafat) mengatakan, "Saya tidak pernah melihat Nabi secerah berseri seperti halnya dengan keadaan beliau di kala subuh terakhir itu". Ya, sambil tersenyum simpul beliau melambaikan tangannya kepada jamaah yang ramai berdesak-desakan itu, demi untuk menghibur dan membujuk jiwa mereka yang sedang dirundung gelisah dan cemas selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian setelah selesai menunaikan shalat berjamaah, maka beliau menghadapkan wajahnya kepada orang banyak sambil berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai kaum muslimin! Kamu semua berada di bawah perlindungan Allah SWT dan penjagaanNya. Janganlah lupa bertaqwa kepada Allah dan menaatinya, karena aku tidak lama lagi akan meninggalkan dunia ini. Inilah awal hari akhirat bagiku dan akhir hari duniaku!". Kemudian beliau berdiri dan pergi masuk ke dalam rumah beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setalh itu Allah SWT., memberi perintah kepada Malaikat Maut: "bahwa turunlah engkau kepada kekasihKu dengan rupa yang sebagus-bagusnya dan bersikap lemah lembutlah kepadanya dalam menggenggam rohnya. Apabila ia telah memberi izin kepada engkau, maka barulah engkau boleh masuk ke dalam rumahnya. Tetapi apabila ia tidak memberi izin, maka janganlah engkau masuk dan kembali sajalah!"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:16pt;" &gt;Maka turunlah Malaikat Izrail AS ke dunia dengan roman muka seorang arab, lalu mengucapkan salam: Assalamu'alaikum wahai para keluarga rumah tangga Nabi dan sumber kerosulan! Apakah saya diizinkan masuk?" Fatimah menjawab dengan katanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai hamba Allah, sesungguhnya Rasul Allah sedang sibuk dengan dirinya!" Kemudian Malaikat Izrail berseru untuk kedua kalinya.&lt;br /&gt;"Assalamu'alaikum ya Rasul Allah dan wahai keluarga rumah tangga kenabian, apakah saya diperbolehkan masuk?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW mendengar suara itu maka beliau bertanya: "Hai Fatimah, siapakah itu gerangan yang berada dipintu?" "Seorang lelaki arab memanggil ayah, telah aku katakan kepadanya, bahwa Rasulullah sedang repot dengan dirinya sendiri. Kemudian orang itu memanggil sekali lagi dan telah saya beri jawaban yang sama, tetapi ia memandang kepadaku, maka tegak meremanglah bulu roma kulitku, takutlah hatiku, gemetar segala tulang persendianku, dan berubahlah warnaku (pucat)". jawab Fatimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berkatalah Nabi SAW: "Tahukan engkau siapa sebenarnya orang itu ya Fatimah?" "Tidak tahu ayah," sahut Fatimah.&lt;br /&gt;Berkatalah Rasulullah SAW: "Itulah dia pemusnah segala kelezatan hidup, pemutus segala kesenangan, pencerai-berai persatuan, perubah rumah tangga dan penambah ramainya penghuni kubur."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar itu, menangislah Fatimah dengan tangisnya yang keras menjadi-jadi, melolong-lolong dan ia berkata: Wahai! akan meninggal kiranya penutup para Nabi; wahai bencana! Akan berpulang kiranya orang takwa terbaik, dan akan lenyaplah Pemimpin&lt;br /&gt;dari segala tokoh orang suci. Ah, celaka! pasti terputuslah wahyu dari langit. Akan terhalanglah aku dari mendengar kata-kata ayah mulai hari ini, dan aku tidak pernah lagi mendengar salam ayah sejak hari ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW menjawab: "Ya Fatimah! Engkau keluargaku yang pertama kali menyusul aku". Dan kemudian beliau berkata kepada Malaikat Izrail yang sedang menunggu di luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Silahkan engkau masuk hai Malaikat Maut"! Maka iapun masuklah sambil mengucapkan salam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Salam sejahtera atasmu ya Rasul Allah!" yang lalu di jawab oleh Nabi SAW. "Dan juga salam sejahtera bagimu ya Malaikat Maut! Apakah kedatangan engkau ini berupa kunjungan ziarah ataukah bertugas untuk mencabut nyawa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- "Aku datang untuk kedua-duanya, ziarah dan juga bertugas mencabut nyawa, itupun jika beroleh ijin darimu; dan jika tidak saya akan kembali," sahut malaikat Izrail itu.&lt;br /&gt;- Nabi bertanya pula: "Ya Malaikat Maut, dimana tadi engkau tinggalkan Jibril?"&lt;br /&gt;- "Saya tinggalkan dia di langit dunia dan para Malaikat senantiasa memuliakannya," jawab Malaikat Maut. Dan tak lama kemudian maka datanglah malaikat Jibril AS menyusul, dan terus duduk di dekat kepala Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- "Apakah engkau tidak tahu bahwa perintah telah dekat?" tanya Rasulullah kepada Jibril AS.&lt;br /&gt;- "Benar ya Rasul Allah!" sahut Jibril AS&lt;br /&gt;- "Gembirakanlah saya! Apakah gerangan kehormatan yang kiranya akan saya peroleh di sisi Allah?" tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- "Sesungguhnya pintu-pintu langit telah dibuka, dan para Malaikat telah berbaris menunggu kedatangan roh engkau di langit; pintu-pintu surga telah dibuka serta para bidadari telah berhias berdandan untuk menyongsong kedatangan roh engkau," kata&lt;br /&gt;Jibril As.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Alhamdulillah," jawab Nabi SAW, yang kemudian berkata; "Ya Jibril! Gembirakanlah aku, betapa keadaan ummatku nanti di hari kiamat?"&lt;br /&gt;- "Aku beri engkau kabar gembira, bahwa Allah SWT telah berkata: "Sesungguhnya Aku (Allah) telah mengharamkan surga bagi semua Nabi sebelum engkau memasukinya terlebih dahulu, dan Aku (Allah) mengharamkan pula surga itu kepada sekalian ummat manusia&lt;br /&gt;sebelum ummat engkau terlebih dahulu memasukinya," jawab Jibril AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- "Sekarang barulah senang hatiku dan hilanglah rusuhku," kata Nabi yang selanjutnya menghadapkan ucapannya terhadap Malaikat Maut: "Ya Malaikat Maut, sekarang mendekatlah kepadaku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mendekatlah Malaikat Maut mengadakan pemeriksaan untuk menggenggam rohnya Nabi SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala roh itu sampai di pusat, Nabi berkata kepada Malaikat Jibril "Alangkah beratnya penderitaan maut itu!" Malaikat Jibril AS pun tidak sampai hati keadaan Nabi yang dalam keadaan yang demikian itu, dan iapun memalingkan wajahnya sejenak dari memandang Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- "Apakah engkau benci melihat kepada wajahku, ya Jibril?" tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;- "Wahai kekasih Allah, siapakah gerangan yang tega sampai hatinya melihat wajahmu sedang engkau berada dalam situasi kritis sekaratul-maut?" jawab Jibril.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:16pt;" &gt;erkata Anas bin Malik ra. "Adalah roh Nabi SAW sampai di dadanya dan beliau waktu itu masih dapat berkata: "Aku berpesan kepada kamu semuanya tentang sholat dan hamba sahaya yang berada di bawah tanggung jawabmu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada penghujung nafasnya yang terakhir beliau mengerakkan kedua bibirnya dua kali dan akupun mendekatkan telingaku baik-baik, maka aku masih sempat mendengar beliau berkata dengan pelan-pelan: "Ummati! Ummati!" (Ummatku, ummatku). Maka dijemputlah&lt;br /&gt;Roh suci Rasulullah SAW dalam keadaan wajah berseri-seri dan bibir manis yang bagaikan hendak tersenyum, di pangkuan istri tercinta, Aisyah ra. pada hari Senin 12 bulan Rabi'ul Awal, yakni dikala matahari telah tergelincir di tengah hari pada tahun ke-11 Hijriyah, bersesuaian dengan dengan tanggal 3 Juni tahun 632 Masehi. Dan adalah umur Nabi SAW pada waktu itu genap 63 tahun menurut riwayat yang termasyur dan yang paling sahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Sekiranya dunia ini&lt;br /&gt;Boleh kekal untuk seseorang&lt;br /&gt;sesungguhnya Rasulullah SAW&lt;br /&gt;adalah penghuninya yang abadi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan pula bahwa ketika Ali bin Abi Thalib meletakkan jasad Rasulullah di atas tempat tidurnya, tiba-tiba terdengar suara ghaib dari pojok rumah berseru dengan nada tinggi: "Jangan kamu mandikan jenazah Muhammad, karena ia adalah orang suci&lt;br /&gt;lagipula membawa kesucian" Ali ra. curiga terhadap suara itu dan ia bertanya: "Siapa engkau? Padahal Rasulullah menyuruh kami memandikannya". Tiba-tiba terdengar pula suara ghaib yang lain yang berseru sebaliknya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai Ali, mandikanlah beliau! Suara ghaib yang pertama itu berasal dari suara Iblis yang terkutuk karena dengki terhadap Muhammad SAW, dan ia bermaksud agar supaya Nabi Muhammad SAW tidak dimasukkan ke dalam liang kuburnya dalam keadaan dimandikan&lt;br /&gt;(suci bersih)". "Semoga Allah membalasi engkau dengan kebajikan di kala engkau telah memberitahukan, bahwa suara itu berasal dari Iblis. Sekarang siapakah pula sebenarnya engkau sendiri?" tanya Ali ra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya adalah Chidir," jawabnya. Saya datang untuk menghadiri jenazah Muhammad SAW".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Ali bin Abi Thalib ra. memandikan jenazah Rasulullah sedang Al-Fadhal bin Abbas dan Usamah bin Zaid ra menimbakan air, dan Malaikat Jibril AS datang membawa harum-haruman dari surga. Mereka kafani dan kuburkan beliau di kamar rumah Siti Aisyah&lt;br /&gt;ra, pada malam Rabu, (ada yang mengatakan malam Selasa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil berdiri di kubur Nabi Muhammad SAW istri beliau tercinta Aisyah ra. pun berkata, bersenandung dengan suara terharu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Wahai orang yang tidak pernah memakai sutra,&lt;br /&gt;yang tidak pernah tidur di atas kasur yang empuk,&lt;br /&gt;Wahai orang yang keluar dari dunia dan perutnya&lt;br /&gt;tidak pernah kenyang dengan roti gandum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai orang yang memilih tikar untuk tempat tidur&lt;br /&gt;Wahai, orang yang tidak tidur sepanjang malam&lt;br /&gt;karena takut sentuhan neraka Sa'ir.........!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:16pt;" &gt;Dari sumber lain, dapat pula kita ketahui reaksi ummat atas wafatnya Rasulullah. Bahwa dengan meninggalnya Rasulullahlah, penduduk Madinah khususnya dan ummat Islam pada umumnya diliputi oleh awan berkabung yang rawan beberapa waktu lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana kedukaan yang menimpa keluarga Rasulullah dipancarkan dari rumah duka ummul mukminin Siti Aisyah ra. ke seluruh kaum muslimin yang sedang kehilangan Nabinya dan Pemimpinnya yang tercinta, sayang dan menyayangi mereka; suasana peristiwa&lt;br /&gt;yang membuat ummat Islam kebingungan sedemikian rupa bagaikan anak ayam kehilangan induknya, terlunta-lunta kesana kemari menunggu nasib selanjutnya. Mereka ada yang panik sehingga tidak mau mengakui fakta takdir yang sedang menimpa mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummar bin Khatab sendiri malah bersikap sedemikian rupa seolah-olah lupa diri dengan penuh nafsu menghunus mata pedangnya marah-marah di muka orang banyak dengan berkata; "Siapa yang berani mengatakan bahwa Muhammad telah wafat akan saya pukul dengan pedang ini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya ia berkata; "Bahwa Muhammad tidaklah wafat, tetapi hanya pergi buat sementara kepada TuhanNya sebagaimana Musa bin Imran menghilang sementara dari kalangan kaummnya 40 malam lamanya dan kemudian ia kembali setelah dikatakan orang telah wafat. Demi Allah, Rasulullah akan kembali pula sementara halnya Musa kembali"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Abu Bakar, ia agak terlambat datang karena rumahnya jauh. Teteapi setelah ia tiba, dilihatnya orang beramai-ramai berkerumun di depan pintu memperhatikan Ummar sedang marah-marah. Tanpa menoleh ke kiri dan ke kanan ia pun segera masuk ke rumah Aisyah dengan tidak menghiraukan orang banyak. Sepatah kata pun ia tidak bicara dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihatnya Rasulullah terbaring di atas tempat tidurnya. Dibukanya kain selubung yang menutupi wajah Rasulullah lantas di ciuminya wajahnya yang mulia itu dan kemudian ia pun menangislah tersedu-sedu sambil berkata;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;"Demi ayah bundaku, alangkah indahnya hidupmu dan alangkah indahnya matimu! Demi Allah, sekali-kali tidak akan terkumpul dua kematian atas dirimu. Adapun mati yang telah ditentukan Tuhan bagimu, telah engkau temui. Dan setelah itu takkan ada lagi kematian yang datang kepadamu buat selama-lamanya".&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian barulah ia keluar mendapatkan orang banyak, tetapi Ummar masih berbicara menurut sekehendak hatinya belaka. Melihat keadaan yang terus menerus demikian barulah beliau berbicara untuk menentramkan hati orang ramai. Dan banyak orang pula yang mulai beralih menghadapkan perhatiannya kepada Abu Bakar dan meninggalkan Ummar, dan Ummar sendiripun duduklah mendengarkan apa yang dikatakan Abu Bakar. Dan setelah terlebih dahulu mengucapkan puji dan sanjung ke hadirat Allah yang Maha Kuasa, berkatalah ia;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;"Wahai manusia! Barang siapa yang menyembah Muhammad, maka Muhammad telah wafat. Tetapi barang siapa yang menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah hidup, tidak akan mati-mati untuk selama-lamanya"."Sesungguhnya engkau akan mati dan merekapun akan mati!"&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (Az-Zumar:30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beliau menyitir firman Allah yang berbunyi: "&lt;b&gt;&lt;i&gt;Muhammad itu tidak lain, melainkan hanya seorang Rasul. Telah banyak berlalu Rasul-rasul sebelumnya. Apakah sekiranya ia mati atau terbunuh, kamu akan berpaling atas tumit-tumit kamu? Dan barang siapa yang murtad, maka hal itu tidak akan menyusahkan Tuhan sedikitpun. Dan Allah pasti membalas jasa orang-orang yang berterima kasih kepadaNya!" &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;(Ali Imran:144)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi namun demikian orang banyak masih menangis juga. ummar berkata; "Demi Allah, seolah-olah saya tidak pernah membaca ayat ini! Demi Allah, setelah aku mendengar Abu Bakar membacanya terpancarlah seluruh keringatku, kakiku tidak kuat berdiri seolah-olah aku mau jatuh rubuh ke bumi. Tetapi karena aku mendengar Abu Bakar sendiri yang membacanya, sadarlah aku bahwa benarlah Muhammad SAW. betul-betul telah meninggal dunia".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu Ibnu Abbas berkata pula: "Demi Allah, orang banyak memang tidak tahu bahwa Allah SWT, telah menurunkan ayat ini, sampai Abu Bakar membacakannya di tengah-tengah mereka. Tidak ada orang yang telah mendengar ayat ini kecuali membacanya kembali".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar berpidato di muka orang banyak untuk menenangkan mereka dengan air mata yang bercucuran, dan dengan perasaan yang tertekan. Suaranya terputus-putus dengan dada yang sesak dan kerongkongan yang tersendat-sendat. Dan setelah selesai ia&lt;br /&gt;berpidato dia berpaling kepada Ummar bin Khatab dengan berkata; "Lupakah engkau bahwa Rasulullah pernah berkata kepada kita pada hari sekian, waktu demikian dan kala demikian?" Ia juga mengingatkan Ummar akan apa yang dikatakannya sendiri tentang&lt;br /&gt;akan meninggalnya Rasulullah SAW. Maka Ummar berkata;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya mengaku dengan tulus, bahwa benarlah Kitab Al-Qur'an sebagaimana yang telah diturunkan, dan benarlah Hadits sebagaimana yang telah diucapkan. Dan bahwa Allah SWT hidup tidak akan mati selama-lamanya. Kita ini kepunyaan Allah, dan kepadaNya kita semua akan kembali".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, marilah kita ungkapkan kembali apa yang pernah diratapkan oleh seorang penyair, sahabat Rasulullah, Hasan bin Tsabit dalam sebuah sajaknya yang melukiskan keluhan jiwanya ditinggalkan Rasulullah pada hari wafatnya, disamping menggambarkan cinta kasihnya yang sangat besar kepada beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Engkau biji mataku&lt;br /&gt;Dengan kematianmu aku menjadi buta,&lt;br /&gt;tak bisa melihat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang ingin mati sepeninggalmu,&lt;br /&gt;biarlah ia pergi mati menemui ajalnya,&lt;br /&gt;Aku, hanya risau haru dengan kepergianmu .......................&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:16pt;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:16pt;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:16pt;" &gt;I&lt;b&gt;I. Wasiat Rasulullah SAW Kepada Para Sahabat&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah sering memberikan nasehat-nasehat dan petunjuk kepada para sahabatnya untuk membiming meraka dalam hidup ini guna mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Wasiat dan nasehat itu ada yang diberikan beliau di muka majlis ilmu pengetahuan di tengah para sahabat yang banyak mendengarkan, dan adakalanya beliau sampaikan melalui pribadi demi pribadi dan oleh yang bersangkutan kelak disampaikan pula kepada orang banyak.&lt;br /&gt;Dan beberapa waktu sebelum beliau wafat, maka beliau telah menyampaikan pesan-pesan dan nasehat-nasehat yang berhaga kepada tokoh-toko sahabat yang terkemuka yang terdekat denga beliau sepperti halnya kepada Ali bin Abi Thalib dan Abu Hurairah ra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali bin Abi Thalib tidak asing lagi adalah kader beliau yang pertama kali menerima gemblengan dari Nabi SAW dan adalah pemuda yang pertamakali masuk Islam yang kemudian ternyata berhasil menjadi menantu Rasulullah selaku suami dari anak beliau tersayang Fatimah Az-Zahra’ binti Rasulullah. Sedang Abu Hurairah adalah sahabat terdekat dengan beliau, kader Nabi SAW selaku ahlus suffah orang-orang yang diasramakan di samping Masjid Nabi untuk dibina dan di gembleng secara khusus untuk melanjutkan perjuangan Rasulullah dalam segala bidang perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah sangat menonjol sebagai ahli hadits yang banyak hafal hadits Rasulullah sebanyak tidak kurang dari 5364 buah hadits. Benarlah Imam Syafi’I yang mengatakan, bahwa Abu Hurairahlah diantara para sahabat Nabi SAW yang paling banyak hafal hadits Nabi itu. Adalah keistimewaan Abu Hurairah, bahwa ia menerima hadits tanpa catatan, karena hatinya terang dan otaknya gemilang berkat dido’akan oleh Rasulullah SAW. Karena demikian dekatnya beliau dengan Rasulullah, maka Nabi SAW sering memberikan pesan-pesan nasihat yang berharga kepadanya seperti yang dapat dibaca kelak dibawah ini nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Wasiat Rasulullah Kepada Ali bin Abi Thalib&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ali bin Abi Thalib berkata; “Bahwa Rasulullah berwasiat kepadaku dengan sabda beliau demikian bunyinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Aku berwasiat kepadamu dengan sesuatu wasiat, maka jagalah dia baik-baik, karena selama engkau memelihara wasiat itu niscaya engkau akan tetap berada dalam keadaan kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Bagi orang Mukmin itu ada tiga tanda yang menjadi cirri-ciri khasnya: &lt;b&gt;&lt;i&gt;Melakukan sholat, berpuasa dan berzakat. Dan bagi orang munafiq (berpura-pura beriman) ada pula tiga tandanya: berpura-pura sayang jika berhadapan, bergunjing di belakang, dan girang bila orang lain mendapat musibah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagi orang yang zhalim ada pula tiga cirri-ciri: &lt;b&gt;&lt;i&gt;Menggagahi orang bawahannya dengan kekerasan, orang diatasnya dengan kedurhakaan dan melahirkan kezhalimannya dengan terang-terangan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang riya ada tiga tandanya : &lt;b&gt;&lt;i&gt;Rajin bila ia berada di hadapan mata orang ramai, malas bila sendirian dan ingin dipuji untuk semua perkara&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang munafiq ada tiga alamat : &lt;b&gt;&lt;i&gt;Bohong bila ia bicara, mungkir (ingkar) bila iaberjanji, dan khianat bila dipercaya&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Bagi orang pemalas ada tiga tanda : &lt;b&gt;&lt;i&gt;menunda-nunda waktu sampai sia-sia, menyia-nyiakan kesempatan sampai luput dan melalaikannya sampai berdosa&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidak pantas bagi orang yang berakal, bahwa ia menonjolkan dirinya kecuali kepada tiga perkara: berusaha untuk penghidupan, atau mencari hiburan dalam suatu perkara yang tidak terlarang atau untuk mengenangkan hari berbangkit (akhirat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Ali! Di antara bukti orang yang yakin percaya kepada Allah bahwa engkau tidak memberi kerelaan seseorang dengan melalui murka Allah; bahwa tidak engkau sanjung-sanjung seseorang atas karunia Allah yang engkau terima, dan bahwa tidak engkau cela seseorang bila engkau tidak mendapatkan karunia Allah. Ingatlah, bahwa rezeki keuntungan itu tidak dapat diraih oleh orang yang sangat loba mendapatkannya dan tidak dapat pula dielakkan walaupun oleh orang yang tidak menyukainya. Dan bahwa Allah SWT menjadikan nikmat karunia dan kelapangan itu dalam yakin dan rela dengan pemberian Allah, dan ia menjadikan kesusahan dan kedukaan itu dalam murka terhadap rezeki yang telah ditentukan oleh Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Tidak ada kefakiran yang lebih hebat daripada kebodohan, tidak ada harta yang lebih berharga daripada akal, tidak ada kesepian yang lebih sunyi dari pada ujub (kagum kepada diri sendiri) tidak ada kekuatan yang lebih kuat daripada musyawarah, tidak ada Iman yang lebih dekat daripada keyakinan, tidak ada wara’ yang lebih baik daripada menahan diri, tidak ada keindahan seindah budi-pekerti, dan tidak ada ibadah yang melebihi tafakur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Bahwa segala sesuatu itu ada penyakitnya. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Penyakit bicara adalah bohong, penyakit ilmu adalah lupa, penyakit ibadah adalah riya; penyakit budi perkerti adalah memuji diri, penyakit berani adalah agresif, penyakit pemurah adalah menyebut-nyebut pemberian, penyakit cantik adalah sombong, penyakit mulia adalah menonjolkan diri, penyakit kaya adalah kikir, penyakit royal adalah berlebih-lebihan, dan penyakit agama adalah hawa nafsu&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Apabila engkau disanjung orang dihadapanmu, maka bacalah kalimat ini: &lt;b&gt;&lt;i&gt;Ya Allah, jadikanlah aku lebih baik daripada apa yang mereka katakan! Ampunilah dosaku apa yang mereka tidak ketahui, dan janganlah aku disiksa tentang apa-apa yang mereka telah ucapkan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Apabila engkau puasa sampai petang hari, maka ucapkanlah dikala engkau berbuka: &lt;b&gt;&lt;i&gt;Ya Allah! Untukmulah aku berpuasa dan atas rezeki-Mu aku berbuka&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, niscaya dituliskan bagimu pahala orang yang berpuasa pada hari itu dengan tidak kurang sedikitpun juga daripada pahala mereka. Ketahuilah olehmu bahwa bagi setiap orang yang berpuasa itu ada do’a yang diperkenankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jika ia pada permulaan suapnya waktu akan makan mengucapkan: &lt;b&gt;&lt;i&gt;Bismillahirrahmaannirrahiim Ya Wasi’al magfirah ighfirlii&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; – dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, wahai Tuhan yang Maha Luas Pengampunan-Nya, ampunilah aku ini – maka barangsiapa mengucapkan- nya dikala berbuka, niscaya diampuni Tuhan dosanya. Ketahuilah olehmu, bahwa puasa itu adalah perisai yang akan menangkis bahaya api neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Perbanyaklah membaca surah Yassin, karena dalam membacanya itu terdapat sepuluh macam berkat. Tak ada orang yang membacanya pada waktu lapar (puasa) melainkan kenyang, tidak orang haus kecuali lepas hausnya, tidak ada orang yang bertelanjang melainkan ia akan beroleh pakaian, tidak ada orang sakit melainkan sembuh, tidak ada orang yang takut melainkan aman, tidak ada orang yang dipenjarakan melainkan lepas, tidak akan orang yang bujangan melainkan kimpoi, tidak ada musyafir, melainkan matanya terang dalam perjalanan; tidak membacanya orang yang kehilangan sesuatu benda melainkan mendapatkannya kembali, tidak dibacakan ia di atas orang yang akan hampir sampai ajalnya melainkan diringankan baginya. Barangsiapa yang membawanya di waktu Subuh niscaya ia akan aman sampai petang; dan barang siapa yang membacanya diwaktu petang, niscaya ia akan berada dalam keadaan aman santosa sampai pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Bacalah surat Hammim Ad-Dhukan pada malam Jum’at, niscaya Tuhan memberikan keampunan bagimu. “Ya Ali! Bacalah surat Hasyar niscaya engkau berkumpul pada hari Kiamat dalam keadaan aman santosa dari segala sesuatu. “Ya Ali! Bacalah surat Tabaraka dan As-Sajdah niscaya berkat keduanya engkau diselamatkan Tuhan dari marabahaya hari Kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Bacalah surat Tabaraka pada waktu akan tidur, niscaya engkau akan selamat dari azab kubur dan dari pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir.&lt;br /&gt;Ya Ali! Bacalah Qulhuwallahu Ahad dalam keadaan engkau berwudhu’, niscaya nanti engkau akan diseru pada hari Kiamat: Hai pemuji Tuhan, bangkitlah, maka kemudian masuklah ke dalam surga!.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:16pt;" &gt;“Ya Ali! Bacalah Surat Al-Baqarah, karena sesungguhnya dalam membacanya itu ada membawa berkat, dan tidak mau membacanya itu membawa penyesalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Janganlah terlalu lama duduk di bawah cahaya terik matahari, karena itu akan menimbulkan penyakit lama kambuh kembali, merusak pakaian dan mengubah warna muka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Engkau akan aman dari bahaya kebakaran jika engkau mengucapkan : Subhana Robbi Lailaha Illa Anta ‘Alaika Tawakkaltu wa Anta Robbul Arsyl ‘Azhiim. Maha Suci Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. KepadaMulah aku tawakal dan Engkaulah Tuhan Arsy yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Engkau aman dari was-was setan bila engkau baca: (Al-Isra’ : 45-46) yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila engkau membaca Al-Qur’an, Kami (Allah) adakan dinding yang menutup antara engkau dan orang-orang yang tidak beriman kepada hari akhirat …….. sampai pada ayat mereka berpaling lari kebelakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Engkau akan aman dari segala kejahatan bila engkau membaca :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Apa yang dikehendaki Allah terjadi dan apa yang tidak dikehendakiNya tidak akan terjadi. Aku mengaku bahwa Allah berkuasa atas segala sesuatu, dan bahwa Dia menghitung bilangan segala sesuatu (dengan tepat), dan tidak ada daya dan kekuatan melainkan di tangan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Apabila engkau makan, maka bacalah “Bismillah” dan apabila selesai makan ucapkanlah ”Alhamdulillah” karena sesungguhnya kedua malaikat yang menjagamu tidak akan berhenti menuliskan kebajikan-kebajikan untukmu sampai engkau menyingkirkannya sendiri dari sisimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Apabila engkau melihat bulan sabit pada awal bulan ucapkanlah “Allahu Akbar” tiga kali lalu berdo’a:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Dan segala puji bagi Allah yang telah menjadikan aku dan engkau, dan menentukan tempat-tempat tinggal engkau, dan menjadikan engkau sebagai bukti bagi seluruh alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niscaya Allah SWT membanggakan engkau kepada para malaikat-malaikatNya dengan firmanNya : “Hai para Malaikat! Saksikanlah olehmu, bahwa Aku membebaskan hambaKu ini dari sentuhan api neraka”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Apabila engkau berdiri di hadapan kaca, maka ucapkanlah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah! Sebagaimana Engkau telah mengindahkan kejadianku, maka indahkan pulalah budi pekerti dan beri rezekilah aku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Apabila engkau melihat air sungai yang menakutkanmu maka takbirlah tiga kali dan ucapkanlah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah Maha Besar, Maha Agung, dan Lebih Mulia daripada yang aku takuti dan khawatirkan. Ya Allah, aku menempatkan kekuasaan Engkau pada lehernya, dan aku berlindung kepada Engkau dari kejadiannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;niscaya engkau akan selamat dalam perlindungan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Apabila engkau melihat anjing menggonggong, maka ucapkanlah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai kelompok jin dan manusia, jika kalian sanggung menembus batas-batas langit dan bumi, maka cobalah tembus! Tetapi kalian tidak akan mampu kecuali dengan kekuasaan (ilmu pengetahuan). (Ar-Rahman:38)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Apabila engkau ke luar rumahmu untuk sesuatu hajat keperluan, maka bacalah ayat Kursi, niscaya hajat engkau Insya Allah akan sampai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Bila engkau berwudhu maka bacalah: “Bismillahi wa sholatu ‘ala rosuulillah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Lakukanlah sholat di tengah malam agak sebentar walaupun sesingkat kadar waktu memerah susu kambing dan berdo’alah kepada Allah diwaktu sahur (dinihari) niscaya do’amu makbul, tidak ditolak. Karena Allah SWT telah berifrman: “Dan mereka yang memohon ampun diwaktu-waktu sahur” (dini hari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Mandikanlah orang yang meninggal dunia, karena barangsiapa yang memandikannya niscaya Tuhan mengampuni dosanya dengan tujuhpuluh ampunan. Dan andaikata engkau bagi-bagikan pula keampunan itu untuk sekian makhluk, tentu Allah akan meluaskan pula keampunan itu bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku (Ali) bertanya kepada beliau: “Apakah yang diucapkan oleh orang yang memandikan mayit? Rasulullah SAW menjawab: “Ghufraanaka yaa rahmaan” Mohon ampunanMu ya Allah Yang Maha Pengasih! Sampai selesai memandikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Janganlah berpergian musyafir seorang diri, karena setan beserta orang yang sendirian, dan ia lebih menjauhkan diri dari orang yang kedua”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Orang yang bermusyafir sendirian sesat sendiri, bila berdua sesat berdua, dan bertiga itu dinamakan suatu rombongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Bila engkau musyafir, janganlah menempati lembah, karena itu adalah tempat sarang-sarang binatang-binatang buas dan ular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Apabila lahir anakmu laki-laki ataupun perempuan maka adzankanlah di telinga yang kanan dan komatkanlah do telinganya yang kiri, maka dengan itu ia tidak bisa diganggu setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Janganlah engkau bersetubuh dengan istrimu pada malam bulan sabit baru muncul, dan tidak pula pada pertengahan bulan, karena dikhawatirkan anakmu akan cacat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku (Ali) bertanya: “Kenapa demikian ya Rasul Allah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena jin banyak mendatangi wanita-wanita pada malam tengah bulan dan pada malam Hilal (bulan sabit). Apakah engkau tidak perhatikan, bahwa orang-orang gila itu bisa kambuh penyakitnya kembali pada malam tengah bulan dan malam Hilal itu? Jawab Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Apabila engkau berada dalam keadaan kesusahan, maka ucapkanlah:&lt;br /&gt;“Ya Allah, aku memohon kepadaMu dengan hak Muhammad dan keluarga Muhammad supaya Engkau membebaskan aku (dari kesusahan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apabila engkau memasuki suatu kota atau kampung maka bacalah dikala melihatnya:&lt;br /&gt;“Ya Allah aku mohon kepada-Mu akan kebaikan yang ada di kota ini, dan kebaikan apa yang aku lakukan padanya, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya dan kejahatan yang aku lakukan padanya. Ya Allah berilah aku rezeki atas kebaikannya dan lindungilah aku dari kejahatannya, dan jadikanlah aku cinta kepada penduduknya, dan jadikan pulalah penduduknya yang saleh cinta kepada kami!””&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Apabila engkau menempati sesuatu tempat maka ucapkanlah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah tempatkanlah kami ditempat yang berkah dan Engkaulah sebaik-baik Yang memberikan tempat; Engkau berikan kebaikannya serta tolak kejahatannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Jauhkanlah dirimu dari sifat riya’, karena hikmahnya tidak dapat dimengerti dan fitnahnya tidak dapat dielakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Janganlah engkau memakai cincin pada jari telunjuk dan jari malang(tengah), karena itu adalah perbuatan kaum Luth.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:16pt;" &gt;“Ya Ali! Jauhilah sengketa karena itu akan menghapus amalan-amalan engkau.&lt;br /&gt;“Ya Ali! Janganlah engkau hardik orang yang datang meminta pertolongan sekalipun ia datang dengan menunggang kuda, dan berilah ia, karena sedekah itu labih dahulu jatuh ke tangan Allah (untuk diberikan pahala, Pen) sebelum jatuh ke tangan peminta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Segeralah bersedekah, karena bala bencana itu tidak bisa melangkah mendahului sedekah.&lt;br /&gt;“Ya Ali! Jadilah engkau orang yang berbudi luhur, karena dengan itu engkau akan mencapai derajat orang yang melakukan ibadah puasa dan orang yang melakukan ibadah sholat malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Jauhilah kemarahan, karena setan menguasai anak cucu Adam dalam keadaan ia marah.&lt;br /&gt;“Ya Ali! Jauhilah olok-olok, karena hal itu akan menghilangkan kehebatan anak cucu Adam dan kesungguhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Bacalah Qul Huallahu Ahad karena itu mencegah kefakiran. Dan jauhi pulalah riba, karena padanya terdapat enam perkara; tiga di dunia dan tiga di akhirat. Adapun yang di dunia, ia akan cepat memusnahkan harta benda, melenyapkan kekayaan, dan menghapuskan rezeki. Adapun yang di akhirat, maka ia akan membawa buruk perhitungan (hisab), kemurkaan Tuhan Azza wa Jalla dan kekal di dalam neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Apabila engkau masuk ke rumahmu, maka ucapkanlah salam kepada keluarga rumahmu!”&lt;br /&gt;“Ya Ali! Cintailah kaum fakir miskin, niscaya Allah akan cinta pula kepadamu”.&lt;br /&gt;“Ya Ali! Janganlah bentak fakir miskin, niscaya engkau akan di bentak oleh malaikat pada hari kiamat.&lt;br /&gt;“Ya Ali! Janganlah engkau abaikan sedekah, karena ia akan menolak kejahatan dari dirimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Keluarkanlah infak hartamu dan berilah kelapangan terhadap familimu, dan janganlah khawatir terhadap Tuhan yang memiliki Arsy bahwa Ia akan menyediakan karunia-Nya kepadamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Apabila engkau mengendarai kendaraan maka ucapkanlah:&lt;br /&gt;“Segala puji bagi Allah yang telah memuliakan dan memberi hidayah kepada kami untuk memeluk Islam, dan juga orang yang bersama kami dengan petunjuk Nabi Muhammad SAW. Segala puji bagi Allah yang telah memudahkan kendaraan ini bagi kami, dan kami tidak berkuasa padanya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami. (Az-Zukhruf, 13-14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Janganlah marah apabila dikatakan kepadamu: Ittaqillah (takutlah kepada Allah), maka hal itu akan membahayakanmu pada hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Sesungguhnya Allah kagum kepada hamba-Nya dikala ia bermohon kepada Tuhan:&lt;br /&gt;Ya Allah, ampunilah aku, sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Engkau.&lt;br /&gt;Lantas Allah berfirman kepada para malaikat; “Hai para malaikat! hambaKu ini tahu, bahwa tidak ada yang akan mengampuni dosanya selain Aku, maka saksikanlah oleh kamu semua, bahwa Aku telah memberi ampun baginya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Apabila engkau memekai pakaian baru, maka ucapkanlah:&lt;br /&gt;“Dengan nama Allah dan segala puji bagi Allah yang telah memberi aku pakaian yang bisa menutupi auratku, dan dengan itu aku tidak perlu mengharapkan orang lain”.&lt;br /&gt;Dan kalau kain sampai kepada kedua lututmu, Allah telah memberi ampun kepadamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Barang siapa yang memakai kain baru, kemudian ia beri pula kepada fakir miskin atau anak yatim yang telanjang, niscaya dia berada dalam jaminan Allah tentang keselamatan dan penjagaannya selama kain itu dipakainya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Bila engkau masuk pasar, maka ucapkanlah dikala engkau masuk:&lt;br /&gt;Dengan nama Allah, dan demi Allah aku bersaksi bahwa Tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;Niscaya Allah berfirman: “HambaKu ini mengingat Aku dikala orang lain lalai. Saksikanlah olehmu bahwa Aku telah memberi ampun kepadanya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Sesungguhnya Allah kagum terhadap orang yang mengingatnya di dalam pasar. Apabila engkau masuk masjid, maka ucapkanlah:&lt;br /&gt;Dengan nama Allah dan keselamatan atas Rasul Allah. Ya Allah, bukakanlah bagiku pintu-pintu Rahmat-Mu.&lt;br /&gt;Dan apabila engkau keluar masjid maka ucapkanlah:&lt;br /&gt;Dengan nama Allah dan keselamatan atas Rasul Allah. Bukakanlah bagiku pintu-pintu Karunia-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Apabila engkau mendengar orang adzan, maka ucapkanlah (sahutlah) seperti apa yang disebut oleh Muadzin, niscaya dituliskan bagimu pahala seperti apa yang diterimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Apabila engkau selesai berwudhu’ maka ucapkanlah :&lt;br /&gt;Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku mengaku bahwa Muhammad Rasul Allah. Ya Allah jadikanlah aku dari golongan mereka yang taubat, dan jadikanlah aku dari golongan mereka yang telah bersuci.&lt;br /&gt;Niscaya engkau keluar dari dosamu seperti halnya dilahirkan ibumu, dan dibukakan bagimu delapan pintu surga dengan ucapan: masuklah engkau dari jurusan mana saja engkau mau!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Apabila engkau selesai makan maka ucapkanlah:&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum, dan telah menjadikan kami kaum muslim.&lt;br /&gt;“Ya Ali! Apabila engkau selesai minum maka ucapkanlah:&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami air minum, menjadikannya tawar lagi sejuk dengan rahmat-Nya, dan tidak menjadikannya garam yang asin karena dosa-dosa kami.&lt;br /&gt;Niscaya engkau tercatat sebagai orang yang bersyukur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:16pt;" &gt;“Ya Ali! Jauhilah berdusta, karena dusta itu menghitamkan muka, dan bila seseorang senantiasa berdusta dia akan dinamakan di sisi Tuhan si pendusta, dan bila ia benar, maka ia akan dinamakan di sisi Tuhan sebagai orang yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Janganlah sekali-kali mempergunjingkan seseorang, karena sesungguhnya gunjing itu membatalkan puasa, dan orang yang suka bergunjing orang lain itu kelak akan memakan dagingnya dihari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Janganlah bersumpah atas nama Allah dengan berbohong.&lt;br /&gt;“Ya Ali! Janganlah engkau jadikan nama Allah sebagai sasaran sumpahmu, karena Allah tidak sayang dan tidak senang kepada orang yang memakai namaNya dengan sumpah palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Kuasailah lisanmu dan biasakanlah dia mengucapkan yang baik, karena tidak ada yang lebih berbahaya bagi manusia pada hari Kiamat melebihi ketajaman lisannya.&lt;br /&gt;“Ya Ali! Jauhilah pencerca, karena orang yang mencerca dengan dengan membuka rahasia orang lain itu tidak akan masuk surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Jauhilah sifat mendendam, karena itu akan merupakan penyesalan kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Jauhilah sifat loba, karena kelobaan itu telah menyebabkan Bapakmu (Adam) dari surga.&lt;br /&gt;“Ya Ali! Jauhilah sifat dengki, karena dengki itu memakan segala kebajikan, seperti halnya api memakan kayu bakar.&lt;br /&gt;“Ya Ali! Celakalah orang yang berbohong untuk membuat orang tertawa. Celakalah baginya, celakalah baginya!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Biasakan bersugi, karena hal itu menyucikan mulut, menyenagkan Tuhan, dan membersihkan gigi.&lt;br /&gt;“Ya Ali! Jangan lupa mencungkil makanan yang melekat di celah-celah gigi, karena tidak ada yang lebih dibenci Malaikat daripada melihat makanan yang melekat di celah-celah gigi seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku (Ali) bertanya kepada Rasulullah: “Haraplah terangkan kepadaku tentang firman Allah yang berbunyi: sesudah itu Adam menerima kalimat dari Tuhan-Nya , lalu Allah mengampuninya.” Kalimat-kalimat apakah itu? (Al-Baqarah 37). Nabi menjawab; “Allah menurunkan Adam di bumi India, hawa di Jeddah, ular di Ispahan dan Iblis di negeri Baisan. Maka tinggalah Adam seratus tahun lamanya tidak berani mengangkat kepalanya dalam keadaan menangisi kesalahannya, duduk termenung dalam duka. Kemudian Allah utus malaikat dengan mengucapkan salam;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum ya Adam!” Allah SWT menyampaikan salam bagimu dan Ia berkata buat engkau: “Bukankan Aku (Allah) telah jadikan engkau dengan tanganKu sendiri dan Aku tiupkan kepadamu roh ciptaanKu? Bukankah Aku telah memerintahkan Malaikat bersujud kepadamu? Bukankah Aku telah mengawinkan engkau dengan Hawa, hambaKu? Tangis apa jugakah lagi ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Adam: “Ya jibril! Bagaimana aku tidak akan menangis, padahal aku telah dikeluarkan dari sisi Tuhanku!”&lt;br /&gt;- Jibril: “Ya Adam, ucapkanlah kalimat-kalimat ini, karena sesungguhnya Allah telah mengampuni dosa engkau dan telah menerima taubat engkau”.&lt;br /&gt;- Adam: Apakah kalimat-kalimat itu?”&lt;br /&gt;- Jibril: “Ucapkanlah: ‘Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon kepadaMu dengan hak Muhammad dan keluarga Muhammad, maha suci engkau Ya Allah dan dengan memujiMu aku mengaku telah melakukan perbuatan salah dan aku telah menganiaya diriku sendiri; bahwa tak ada yang dapat mengampuni segala dosa kecuali hanya Engkau. Berilah aku rahmatMu karena engkau adalah sebaik-baik Dzat yang memberi rahmat. Maha suci Engkau dan dengan memuji Engkau, yang tak ada Tuhan melainkan Engkau; aku telah melakukan kesalahan dan menganiaya diriku sendiri, dari itu berilah aku taubat, sesungguhnya Engkaulah maha Penerima Taubat lagi Maha Pengasih dan Penyayang. Dengan memujiMu, tidak ada Tuhan melainkan Engkau, aku telah melakukan perbuatan salah dan menganiaya diriku, maka ampunilah aku dan engkaulah sebaik-baik pemberi ampun!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang dimaksud dengan “kalimat-kalimat” itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Apabila engkau melihat ular di jalan maka bunuhlah ia, karena aku telah memberikan ketentuan kepada jin bahwa mereka tidak akan muncul dalam rupa ular di jalanan. Barangsiapa melanggar ketentuan itu maka silahkan membunuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Ada empat perkara yang membawa celaka; mata yang beku (tak sudi mengeluarkan air mata), kesat hati, panjang angan-angan, dan tergoda oleh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Aku melarangmu degan empat perkara; iri hati, loba, bohong dan pemarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Maukah engkau aku beritahukan tentang sejahat-jahat manusia? Aku menjawab: tentu Ya Rasul Allah!&lt;br /&gt;Yakni: orang yang musafir sendirian dan melarang orang lain turut besertanya dan suka memukul hamba sahaya (pembantunya). “Maka maukah engkau aku beritahu apa yang lebih buruk daripada itu semua? “Tentu ya Rasul Allah!” “Yaitu orang yang tidak bisa diharapkan kebajikannya dan tidak aman manusia dari kejahatnnya,” jawab Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Apabila engkau melakukan sholat jenazah anak kecil ucapkanlah dalam do’amu;&lt;br /&gt;Ya Allah, jadikanlah ia bagi kedua ibu-bapaknya sebagai pendahulu, jadiakan ia bagi keduanya sebagai simpanan, jadikanlah ia bagi keduanya sebagai bimbingan, jadikanlah dia bagi keduanya sebagai cahaya, jadikanlah dia bagi keduanya sebagai tabungan, iringilah orangtuanya dengan surga, janganlah halangi pahala keduanya, dan jangalha timbulkan fitnah bagi keduanya sepeninggal anaknya itu!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Apabila engkau berwudhu’ maka ucapkanlah:&lt;br /&gt;Ya Allah, aku mohon kepada-Mu kesempurnaan Wudhu’, kesempurnaan ampunan-Mu serta ridha-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Ali! Perhatikanlah wasiatku ini baik-baik niscaya engkau berada dalam kebenaran dan kebenaran akan senantiasa bersamamu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:16pt;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:16pt;" &gt;2. Wasiat Nabi SAW kepada Abu Hurairah RA.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:16pt;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pad suatu ketika Rasulullah bertanya kepada sahabaatnya : “Siapakah diantar kalian yang akan menerima beberapa patah kata dari saya untuk diamalkan atau diajarkan kepada orang-orang yang akan mampu mengamalkannya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya Ya Rasulullah,” sahut Abu Hurairah sambil mengangkat tangannya. Kemudian Rasulullah memegang tangan Abu Hurairah dan beliau menghitung dari satu sampai lima, maka beliau bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jauhkanlah dirimu dari segala yang terlarang (haram), niscaya engkau akan menjadi&lt;br /&gt;orang yang paling abid berbakti diantara manusia.&lt;br /&gt;2. Bersikap relalah terhadap apa yang telah dibagikan Tuhan kepadamu, niscaya&lt;br /&gt;engkau akan kaya-raya.&lt;br /&gt;3. Berbuat kebajikanlah terhadap tetanggamu, niscaya engkau jadi orang mukmin&lt;br /&gt;sejati.&lt;br /&gt;4. Cinta kasihlah kepada manusia sebagaimana engkau sayang pada dirimu sendiri,&lt;br /&gt;niscaya engkau jadi orang Islam yang hakiki.&lt;br /&gt;5. Dan janganlah engkau terlalu banyak tertawa, karena kebanyakaan tertawa itu&lt;br /&gt;akan mematikan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada lain waktu Rasulullah memberikan wasiatnya pula pada Abu Hurairah yang antara lain bunyinya seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Apabila engkau bersetubuh dengan istri dan hamba sahayamu, maka ucapkanlah &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Bismillah wal Hamdulillah”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Apabila engkau selalu memperhatikan hal ini, engkau akan beroleh kebajikan-kebajikan sampai engkau mandi junub. Apabila engkau telah selesai mandi junub, maka Allah mengampuni dosa-dosamu. Tetapi jika engkau memperoleh anak dari hasil senggama itu, maka telah ditulis kebajikan untukmu sebanyak kali nafas itu keluar, dan dihapuskan dosamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Janganlah engkau jadikan hamba sahaya (pembantu)mu sedemikian takut kecutnya kepadamu. Ingatlah jika engkau mati sedang berbuat hal yang demikian itu niscaya engkau akan dituntut di hadapan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Jangan sekali-kali engkau meninggalkan (menceraikan) istrimu, melainkan sedang ia berada dirumahnya, janglah sekali-kali memukulnya dan mencaci-makinya kecuali demi untuk urusan agamanya. Jika engkau berlaku demikian, di dunia engkau berjalan di jalan raya, sedang di akhir akan dibebaskan Tuhan dari sentuhan api neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Singkirkanlah duri dari jalan yang akan dilalui orang yang lebih mulia daripadamu, yang lebih kecil daripadamu, labih baik daripadamu dan bahkan orang yang lebih buruk daripadamu. Jika engkau berbuat demikian, niscaya Allah membanggakan engkau kepada para malaikat-Nya, dan barangsiapa yang dibanggakan Allah kepada para malaikat-Nya, niscaya ia muncul pada hari kiamat dalam keadaan aman dari segala yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Sekiranya engkau menjadi Raja (Kepala Negara) atau menjadi menteri (pembantu raja), atau datang menghadap raja atau menjadi penasihat raja, maka janganlah engkau melampaui sirrah dan sunnahku. Karena sembarang raja manapun atau pembantu (menteri) raja manapun, atau siapapun yang datang menghadap kepada Raja atau penasihat raja yang menyalahi sirrah dan sunnahku, dia akan datang pada hari kiamat di kepung api neraka dari segala penjuru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Adil sesaat itu lebih baik daripada beribadah enam puluh tahun lamanya, yang malamnya berisi dengan sholat malam dan siang harinya dengan ibadah puasa.&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Katakanlah kepada orang-orang yang beriman yang pernah melakukan dosa-dosa kecil ataupun besar, janganlah mati salah seorang pun diantara mereka sedang ia masih bergelimang dengan dosa-dosa itu. Karena barang siapa yang menghadap Tuhannnya dalam keadaan yang demikian itu, maka siksaan atas dosa kecil yang terus menerus dilakukannya itu sama halnya dengan orang yang menghadap Tuhannya dalam keadaan berdosa besar yang terus menerus dikerjakannya pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Sesungguhnya, bahwa engkau menghadap Tuhanmu dengan membawa dosa yang besar yang engkau telah taubat daripadanya lebih baik bagimu daripada engkau menemui-Nya padahal engkau telah mempelajari (menghafal) ayat-ayat Al-Qur’an kemudian engkau melupakannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:16pt;" &gt;Hai Abu Hurairah! Janganlah sekali-kali engkau melaknat (mengutuk) para pemimpinmu (Islam), karena Tuhan akan memasukkan suatu ummat ke dalam neraka jahanam dengan tersebab mereka telah mengutuk pemimpinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Janganlah engkau senang mencaci maki kecuali terhadap setan. Sesungguhnya jika engkau mati dalam keadaan yang demikian, tanganmu kelak akan dijabati (disalami) oleh semua Rasul Allah, para Nabi Allah dan orang-orang yang beriman sampai engkau melangkah ke dalam surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Berilah makan kenyang anak yatim dan janda, dan berlakulah sebagai bapak yang pengasih dan penyayang kepada anak yatim, dan berlakulah sebagai suami yang penyantun terhadap wanita janda, niscaya engkau akan diberi ganjaran pada setiap tarikan nafas yang engkau nafaskan(tiup) selama hidup di dunia dengan sebuah mahligai di dalam surga. Setiap mahlighai lebih baik dari dunia ini dengan segala keindahan yang ada padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Berjalanlah engkau ke Masjid Allah di dalam kegelapan malam, niscaya engkau akan diberi Tuhan kebajikan-kebajikan dengan setimbang berat sesuatu yang telah engkau pijak dengan kedua kakimu dari apa-apa yang engkau cintai dan benci sampai pada tujuh petala bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Hendaklah engkau jadikan masjid –masjid, ibadah haji dan ‘umrah serta jihad fi sabilillah sebagai pusat perhatianmu. Sesungguhnya jikalau engkau mati dalam keadaan yang demikian itu, maka Allah SWT akan menghiburmu di dalam kubur, di hari kiamat, diwaktu menyebrangi Siratal Mustaqim, dan Dia (Allah) berbicara dengan engkau di dalam surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hai Abu Hurairah! Janganlah marah bila di katakan kepadamu “takutlah kepada Allah” padahal engkau telah bermaksud untuk berbuat kejahatan. Jika engkau melakukannya, maka ganjaran perbuatanmu itu adalah api neraka.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Barangsiapa yang dikatakan orang kepadanya: “Takutlah kepada Allah” sedang ia marah terhadap hal itu, maka ia akan disuruh berdiri pada hari kiamat di suatu tempat di mana setiap ada malaikat yang lewat ia akan bertanya kepada orang itu: Engkaukah gerangan orang yang bila dikatakan kepadanya : Takutlah kepada Allah, ia menjadi marah? Padahal yang demikian akan mencelakakan diri sendiri. Oleh sebab itu jagalah dirimu dari bencana-bencana hari kiamat yang akan menimpamu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Berbuatlah kebajikan dengan apa yang telah dikaruniakan Tuhan kepadamu. Karena barang siapa yang berlaku jahat (menyalahgunakan apa yang telah dikaruniakan Tuhan kepadanya) maka sesuatu itu akan menghalanginya kelak di atas titian Siratal Mustaqim dengan bergantung kepadanya. Betapa banyaknya orang mukmin yang diseret ke titian Siratal Mustaqim sebagai pembalasan (qishash)!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hai Abu Hurairah! Hendaklah setiap mukmin melakukan sholat di waktu tengah malam walaupun sekedar memerah susu kambing (sebentar). Dan barangsiapa yang mengerjakan sholat malam karena mengharapkan ridha Allah SWT niscaya Allah SWT rela kepadanya dan menyampaikan hajat maksudnya di dunia maupun di akhirat&lt;/b&gt;. Maka menukaslah Abu Hurairah dengan bertanya; “Ya Rasul Allah” Pada saat-saat malam yang manakah sholat itu lebih afdhol?” “Pada pertengahan malam,” jawab Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Jika engkau mampu menghadap Tuhan dengan punggung yang ringan (tanpa beban) karena tak ada sangkut paut dengan urusan darah kaum muslimin, harta benda mereka dan kehormatan mereka, maka cobalah berbuat demikian, niscaya kelak engkau menjadi awal orang yang dihampiri Tuhan (muqorrobin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hai Abu Hurairah! Dan janganlah engkau jadikan seseorang di antara makhluk Allah sebagai perantara dengan Tuhan Al-Khalik, maka kelak Allah menjadikanmu pula sebagai perantara dari bencana api neraka pada hari kiamat kelak&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Apabila disebut-sebut orang neraka jahanam, maka mohonlah kepada Tuhan supaya engkau dijauhkan darinya. Dan hendaklah hati dan jiwamu meratap karenanya dan bulu romamu meremang karenanya, niscaya Allah akan menjauhkanmu darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Apabila engkau rindu kepada Surga, maka mintalah supaya engkau mendapat bagian darinya. Dan hendaklah hatimu lunak-lembut karena merindukannya, dan kedua air matamu menetes dalam keadaan engkau percaya kepada-Nya, niscaya kelak Allah SWT memberikan surga itu kepadamu dan Dia tidak akan menolak permintaanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hai Abu Hurairah! Jika engkau bermaksud untuk tidak berpisah dengan aku pada hari Kiamat sehingga engkau tetap bersamaku disurga, maka cintailah aku dengan rasa cinta yang sedemikian rupa hingga engkau tidak dapat melupakan aku&lt;/b&gt;. Relalah engkau dengan rezeki yang dikaruniakan Tuhan, karena barangsiapa yang meninggalkan dunia itu padahal ia rela dengan pembagian yang telah diberikan Tuhan padanya, maka ia berpulang ke alam baka dengan kerelaan Tuhan pula. Dan barangsiapa yang Tuhan rela kepadanya, maka surgalah tempat ia kembali&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:16pt;" &gt;Hai Abu Hurairah! Suruhlah orang berbuat kebaikan dan laranglah ia berbuat yang munkar. Abu Hurairah bertanya: “Bagaimana aku melaksanakan amar makruf dan nahi munkar?” “Beritahukan manusia tentang kebijaksanaan itu dan ajarkanlah kebajikan itu kepada mereka,” jawab Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apabila engkau melihat orang melakukan perbuatan maksiat, durhaka kepada Allah SWT, maka janganlah engkau takut akan cambuk dan pedangnya; janganlah engkau pergi meninggalkan orang itu sebelum engkau berkata kepadanya “Takutlah engkau kepada Allah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Pelajarilah Al-Qur’an dan kemudian ajarkanlah pulalah Al-Qur’an itu kepada orang banyak sampai engkau meninggalkan dunia ini, dan senantiasalah engkau berbuat demikian. Jika demikian halmu akan berdatanganlah para malaikat ke kuburmu dan mereka memberi selawat dan memohonkan ampun bagimu sampai hari Kiamat seperti halnya orang-orang yang beriman beramai-ramai pergi haji ke Baitullah ‘Azza wa Jalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Temuilah kaum muslimin dengan wajahmu yang cerah dan berjabat tanganlah dengan mereka dengan mengucapkan salam. Jika engkau mampu berbuat demikian dimana saja engkau berada, maka sesungguhnya para malaikat tetap bersamamu selain untuk menjaga keselamatan engkau, mereka juga memohon ampunan untuk engkau. Ketahuilah! Barangsiapa yang meninggalkan dunia ini di bawah permohonan ampun para malaikat, niscaya Allah memberi ampun bagi dosanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Jika engkau ingin mendapat nama yang harum di dunia dan akhirat, tahanlah lisanmu dari mempergunjingkan orang. Karena barangsiapa yang tidak mempergunjingkan orang, niscaya Allah menolongnya di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;Adapun pertolongan-Nya di dunia ini ialah, bahwa tidak ada seorangpun yang dapat mengganggunya, melainkan para malaikat membohongkan mereka yang bermaksud tidak baik terhadap dirinya itu. Dan tentang pertolongan Allah di hari akhirat, ialah kemaafan Tuhan dari kejahatan yang telah dilakukannya serta menerima amal kebajikan yang telah dilakukannya selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Segeralah pagi-pagi beramal pada jalan Allah niscaya Allah menghamparkan rezeki-Nya untuk engkau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:16pt;" &gt;Hai Abu Hurairah! Hubungkanlah kasih sayang antara sesamamu, niscaya rezekimu berdatangan dari jurusan yang tidak terduga. dan pergilah naik haji ke rumah Allah (Baitullah), niscaya Allah mengampuni dosamu walaupun separuh tanah Haram (Mekkah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Merdekakanlah hamba sahaya, niscaya Allah membebaskan anggota tubuh engkau (dari sentuhan api neraka) dengan tiap-tiap anggotanya, dan engkau akan beroleh derajat yang berlipat ganda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Kenyangkanlah orang lapar, niscaya engkau beroleh pahala sebanyak kebajikan yang telah dilakukannya, dan kebajikan-kebajikannya setelah ia kenyang; tetapi tidak ada sesuatupun keburukan-keburukan yang dilakukannya akan menimpa engkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Janganlah engkau pandang rendah sesuatu perbuatan yang makruf yang engkau kerjakan. dan walaupun engkau menuangkan timbamu yang berisi air ke dalam bejana orang yang kehausan, maka hal itu adalah sesuatu perkara kebajikan, dan kebajikan itu besar maupun kecil ganjarannya adalah surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Perintahkanlah keluargamu mengerjakan sholat, karena Allah SWT mendatangkan rezeki kepadamu dari jurusan yang tidak disangka-sangka. dan janganlah ada di rumahmu jalan masuk setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Apabila bersin saudaramu sesama muslim, maka tasymit do'akanlah dia.&lt;br /&gt;Untuk itu bagimu telah ditentukan duapuluh pahala kebajikan. Aku (Abu Hurairah0 bertanya; "Demi ayahku, engkau dan ibuku, bagaimana bisa demikian?" Nabi menjawab: "Sesungguhnya dikala engkau mengucapkan padanya: "Yahhimakallah" (semoga Tuhan memberi rahmat kepada engkau) dituliskan untukmu sepuluh kebajikan, dan dikala engkau mengucapkan padanya: "Yahdikallah" (semoga Tuhan memberi petunjuk padamu) maka dituliskan untukmu sepuluh pahala lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah!Hendaklah engkau minta ampunkan kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, karena mereka semua dapat mendorong safaat bagi engkau kelak, dan engkau akan beroleh pahala seperti pahala yang akan di dapat mereka tanpa kurang sedikitpun juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Jika engkau ingin terpandang di sisi Tuhan, terpandang sebagai teman Allah, maka percayalah kepada semua Rasul Allah para Nabi Allah serta semua kitab-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Jika engkau berharap tubuhmu diharamkan dari sentuhan api neraka, maka bacalah di kala pagi dan petang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tiada Tuhan selain Allah sendiriNya, tiada sekutu bagiNya, dan tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Tidak halal bagimu masuk ke tempat orang yang sedang berada dalam seratul maut sekalipun ia seorang Nabi sehingga ia mengajarkan terlebih dahulu kepada orang itu kalimah syahadah: La ilaha Illallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Barangsiapa mengajarkan (mentalkinkan) kepada orang yang sakit dalam sekarat-maut kalimat syahadah : "La ilaaha Illallah wahdahu laa syarikalah", sehingga kalimat itu diucapkan pula oleh si sakit, ia akan memperoleh sekalian kebajikannya. Tetapi apabila si sakit tidak mengucapkan kalimat syahadah itu, maka ia akan memperoleh pahala kebajikan orang yang memerdekakan budak dengan kalimah "Laa ilaaha Illallah" yang telah diucapkannya terhadap si sakit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:16pt;" &gt;Hai Abu Hurairah! Talkinkanlah orang yang akan mati dengan syahadah : "Laa ilaaha illallah Rabbighfirli," makan kalimah itu akan meruntuhkan ratakan segala dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku (Abu Hurairah) bertanya: "Ya Rasulullah, Ini adalah untuk orang yang akan mati, maka bagaimanakan terhadap orang yang masih hidup?" Di tentu lebih meruntuh-ratakan lagi dosa itu" jawab Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Jika engkau mampu menurunkan hujan dari langit dengan melakukan sholat dua rokaat (Istisqa), maka engkau akan memperoleh pahala kebajikan-kebajikan sebanyak tetesa hujan yang turun dari langit, dan sebanyak helai daun yang tumbuh akibat hujan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! sedekahkanlah air, karena tak seorangpun yang berwudhu' dengannya melainkan engkau memperoleh kebajikan seperti yang diperolehnya sendiri, tanpa kurang sedikit pun juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Tahukah engkau bahwa seseorang lelaki diampuni Tuhan dosanya, hanya karena ia telah mananam rumput hijau, kemudian datanglah binatang sehingga rumput itu dimakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Ucapkanlah kepada manusia kata-kata yang baik, niscaya engkau beroleh bahagia pada hari Kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Jenguklah orang miskin yang kafir maupun muslim! maka jika engkau jenguk orang kafir yang miskin, niscaya Allah SWT memberi rahmat untukmu. Adapun pahalamu jika engkau menjenguk muslim yang miskin, tak dapat saya lukiskan kebaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Jika engkau berada dalam lingkungan keluarga ayahmy, ibumu atau anakmu, maka tak boleh engkau menyedekahkan hartanya kecuali dengan izinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Tidaklah halal bagimu harta istrimu yang telah engkau berikan padanya, kecuali sesuatu yang diberikannya kepadamu dengan sukarela tanpa engkau minta. Demikian, karena firman Allah yang artinya berbunyi: "Maka jika mereka (istri) itu berbuat baik kepadamu dengan memberikan sesuatu miliknya kepadamu, maka makanlah dengan lezat dan puas." (An-Nisa : 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Katakanlah kepada kaum istri, bahwa tidak halal bagi mereka menyedekahkan sesuatu benda yang ada dalam rumah suami mereka, kecuali segala sesuatu yang basah (tidak tahan lama: pisang, pepaya, apel dsb) yang mereka khawatirkan rusak dan busuk bila suaminya tidak ada di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Ajarkan sunnahku pada manusia, niscaya wajahmu beroleh nur yang terang benderang pada hari kiamat yang girang-gembira melihatmu baik orang-orang yang dahulu maupun orang-orang yang kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Jadilah engkau muadzin atau Imam! Karena bila engkau angkat suaramu itu naik membumbung tinggi sampai ke Arasy, maka tidak melewati suaramu akan segala sesuatu, melainkan tiap-tiap suara beroleh sepuluh kebaikan. Dan apabila engkau bertindak menjadi imam, engkau akan beroleh pahala sebanyak pahala orang yang sholat menjadi makmum di belakang engkau tanpa dikurangi sedikitpun jua, kecuali jika engkau menjadi imam yang berkhianat. Aku (Abu Hurairah bertanya; "Hai Rasul Allah! Bagaimana imam yang berkhianat itu?" Rasul menjawab; "Apabila engkau mengkhususkan do'a hanya hanya untuk engkau sendiri tanpa menyertakan mereka, maka berarti engkau telah mengkhianati mereka".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Ajarkan anak-anak keluargamu dengan lisanmu agar supaya mereka mengerjakan sholat dan bersuci. tetapi apabila mereka telah sampai berumur sepuluh tahun, maka lecutlah, akan tetapi jangan sampai melebihi tiga kali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:16pt;" &gt;Hai Abu Hurairah! Perhatikanlah nasih Ibnu Sabil (mahasiswa-pelajar, perantau2 yang terlanta hidupnya, pen) maka bawalah ia ke rumahmu atau ke rumah sanak familimu niscaya engkau ditemani malaikat waktu engkau menyebrangi Shiratal Mustaqim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Temanilah duduk kaum fakir miskin, karena rahmat Allah tidak jauh dari mereka sekejap matapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Janganlah engkau sebarkan duri di jalanan yang dilewati kaum muslimin untuk menyakiti mereka. karena barang siapa yang menyakiti kaum muslimin di jalan-jalan yang dilalui mereka, maka ia akan dicaci maki oleh orang islam dan malaikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Bila engkau bertemu dengan sesuatu rintangan (lubang) di jalan, maka timbunlah dengan tanah, niscaya Allah menutupi dosamu di hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Apabila engkau membimbing orang buta, peganglah tangan kirinya dengan tangan kanan engkau, dan itu berarti suatu sedekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Barangsiapa yang berjalan satu mil dengan menuntun orang buta, maka ia akan beroleh pahala setiap hasta yang dilangkahkannya sampai kelak Allah SWT memperdengarkan kepadanya apa yang menggembirakannya di hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Janganlah engkau turut menuntun orang Yahudi ke Synagog (rumah ibadahnya), jangan pula orang Nasrani ke gerejanya, orang Sabiin ke kuilnya, orang majsi ke rumah api (klenteng)nya, dan orang musyrik ke rumah berhalanya, maka kalau engkau berbuat demikian, niscaya dituliskan Tuhan bagimu kesalahan seperti dosa-dosa mereka sampai ia kembali pulang dari tempat-tempat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Bimbinglah para hamba Allah ke masjid-masjid Allah, ke tanah suci dan ziarah ke kuburku, niscaya engkau akan beroleh pahala seperti pahala-pahala yang didapat mereka tanpa kurang sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Sampaikanlah kepada kaum wanita, bahwa mereka tak usah ziarah ke kuburku, tetapi kewajiban mereka adalah melakukan ibadah haji ke Baitullah, yakni apabila ada mahramnya. Dan kalau tidak demikian, maka mereka tak boleh pergi. Aku (Abu Hurairah) bertanya: Ya Rasul Allah, sekalipun wanita itu telah merupakan tunggul pohon (tak ada daya tariknya)?" Ya, sekalipun wanita itu telah merupakan tunggul pohon (khasyafah) yang tidak ada daya tariknya lagi," jawab Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Jika engkau mampu berbuat, bahwa janganlah ada hendakna seorang zalimpun yang dapat berbuat terhadap dirimu, baik dengan tangan maupun dengan lisannya. Aku senang bila engkau dapat berbuat demikian. Silahkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Janganlah ada seorang pun diantara para pemimpin (pemerintah)mu kecuali ia orang yang adil sebagaimana engkau sendiri bersikap adil. Tetapi jika engkau telah bersikap adil, padahal tetanggamu tidak, adalah engkau temannya dalam dosa, tetapi tidak menjadi temannya dalam pahala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Jika engkau mempunyai harta benda yang telah wajib dizakatkan, maka keluarkanlah zakatnya. Maka apabila harta itu ditimpa bencana dan engkau telah mengeluarkan zakatnya satu kali, maka memadailah itu sampai hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Apabila engkau bertemu dengan orang-orang yahudi dan Nasrani, maka janganlah engkau jabat tangannya selagi dalam keadaan berwudhu. Maka jika engkau berbuat demikian ulangilah wudhu'mu kembali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:16pt;" &gt;Bismillahirrahmaanirrahiim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Janganlah engkau panggil seseorang itu dengan kata-kata: yahudi, nasrani, dan majusi, tetapi sebutlah dengan namanya masing-masing, karena demi Allah, engkau berarti telah menghinanya dengan sebutan yang demikian itu. Tetapi sebaliknya juga tidak halal bagimu memuliakannya sedemikian rupa, karena bagi mereka cukup perjanjian dan jaminan, bahwa harta mereka tidak akan diambil kecuali dengan kerelaan hati masing-masing. Janganlah engkau memasuki rumah-rumah mereka kecuali dengan izin mereka, dan jangan engkau berada di tengah-tengah mereka dan anak-anak mereka, dan janganlah dikhianati mereka dalam urusan wanita mereka. demikian ajaranku kepadamu agar kamu mengerti tentang petunjuk agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Apabila engkau bersunyi diri berbicara berduaan dengan orang yahudi, nasrani maupun majusi, maka tidak halal bagimu berpisah sebelum engkau mengajaknya ke dalam agama islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! janganlah sekali-kali engkau bertengkar dengan salah seorang di antara mereka. karena barangkali ia akan mengemukakan kepadamu ayat yang turun dari langit, khawatir engkau akan mendustakannya; atau sebaliknya engkau mengumukakan pula suatu firman Allah, maka dia mendustakan engkau pula. Tidak ada pembicaraanmu yang lebih baik kecuali engkau menyerunya kepada islam. demikianlah yang dimaksud oleh Allah "Debatlah mereka degan cara yang lebih baik" (An Nahl :125) yakni mengajak mereka supaya menganut Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Sholatlah kamu dengan memakai kain yang sama, baik engkau Imam ataupun sebagai makmum, sekalipun kain itu kasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Adakah engkau ingin beroleh pahala seperti pahalanya kaum syuhada perang Badar? Cobalah perhatikan seorang muslim yang tidak mempunyai pakaian yang akan di pakainya ke Masjid pada hari Jum'at, maka pinjamilah atau berikanlah kain itu kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Inginkah engkau tidak mendengar raungan suara api neraka dan tidak sampai padamu jilatan api neraka itu? Maka bantulah orang-orang yang mengharapkan pertolongan, karena bahaya kebakarankah, kecuriankah, kebanjirankah atau karena keruntuhan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Selamatkanlah seseorang dari marabahaya dan kesusahan hidup niscaya engkau akan terlepas daripada kedukaan pada hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Berjalanlah kepada orang yang berhutang kepadamu dengan membawa haknya niscaya engkau diirngi malaikat dengan memberi selawat kepadamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Barangsiapa yang diketahui Allah, bahwa ia telah berhasrat membayar hutangnnya, niscaya Allah memberi rezekinya dengan tidak terduga, dan Allah mempersiapkannya utuk dapat membayar hutangnya itu selagi ia hidup atau sesudah matinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Barangsiapa yang beroleh karunia harta benda yang halal dan ia keluarkan zakatnya, kemudian harta itu diwariskan kepada pewaris-pewaris sepeninggalnya, maka segala sesuatu kebajikan yang diperbuat oleh para pewarisnya itu dengan mempergunakan harta peninggalannya itu, akan diperolehnya pahala sama seperti yang di dapat oleh para pewarisnya dengan tidak dikurangi sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Abu Hurairah! Barangsiapa yang menuduh (memfitnah) orang mukmin yang sudah beristri maupun bersuami melakukan perzinahan, dia akan dikurung pada hari kiamat dalam sebuah lembah "khabal" sampai dia mampu menunjukkan bukti dari apa yang diucapkannya itu. Aku (Abu Hurairah) bertanya: "Ya Rasul Allah apakah lembah "Khabal" itu?" Beliau menjawab: "Sebuah lembah yang terletak dalam neraka jahannam dimana mengalir nanah dan apa-apa yang keluar dari rongga mereka".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:16pt;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867468419504036080-923524858622987232?l=ardobinardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardobinardi.blogspot.com/feeds/923524858622987232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5867468419504036080&amp;postID=923524858622987232' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/923524858622987232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/923524858622987232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardobinardi.blogspot.com/2010/02/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html' title='DETIK-DETIK TERAKHIR KEHIDUPAN RASULULLAH'/><author><name>Mr Ardobinardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08212803471914191278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_yZOcaFK66L8/SCW5-FvnzAI/AAAAAAAAALI/nPQyVfDJLxs/S220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/S4nM_mjOo4I/AAAAAAAAAWs/9EYSxu4ZUEk/s72-c/detik+detik+rosulullah.BMP' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867468419504036080.post-5838837770701170324</id><published>2009-04-26T08:35:00.000-07:00</published><updated>2009-04-26T08:57:23.488-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslimah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Benarkah Kartini Seorang Pejuang Pengusung Ide Feminisme?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://cicye.files.wordpress.com/2007/12/g18449_u14912_4321.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 247px;" src="http://cicye.files.wordpress.com/2007/12/g18449_u14912_4321.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Kyai, seama kehidupanku baru kali inilah aku sempat mengerti makna dan arti surat pertama dan induk Al Quran yang sinya begitu indah menggetarkan sanubariku. Maka bukan bualan rasa syukur hatiku kepada Allah. Namun aku heran tak habis-habisnya, mengapa para ulama saat ini melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al Quran dalam bahasa Jawa? Bukankah Al Quran itu justru kitab pimpinan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?” Begitu komentar Kartini ketika bertanya kepada gurunya, Kyai Sholeh Darat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeikiran Kartini berubah, yang tadinya menganggap Barat (Eropa) sebagai kiblat, lalu menjadikan Islam sebagai qaidah fikriyah (landasan berfikir)nya. Hal ini setidaknya terlhat dari surat Kartini kepada Abendanon, 27 Oktober 1902 yang isinya berbunyi, “ Sudah lewat masamu, tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik, tiada taranya. Maafkan kami, apakah Ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah Ibu menyangkal bahwa dibalik sesuatu yang indah dalam masyarakat Ibu terdapat banyak hal-hal yang sama sekalai tidak patut disebut peradaban?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula dalam surat Kartini kepada Ny. Van Kol. 21 Juli 1902 yang isinya, “moga-moga kami mendapatkan rahmat, dapat bekerja membuat umat agama lain memandang agama Islam patut disukai.”&lt;br /&gt;Setelah mempelajarai Islam dalam arti yang sesungguhnya dan mengkaji Al Quran, Kartini terinspirasi dengan firman Allah Swt (yang artinya), “…. Mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman) (QS Al Baqarah: 257).” Yang diistilahkan Armyn Pane dalam tulisanya dengan , “ Habis Gelap Terbitlah Terang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kartini memiliki cita-cita luhur , yakni mengubah masyarakat, khususnya kaum perempuan yang tidak memperoleh hak pendidikan, juga untuk melepaskan diri daru hokum yang tidak adil dan pahampaham materialism, untuk kemudian beralih ke keadaan ketika kaum perempuan mendapatkan akses untuk mendapatkan hak dan menjalankan kewajibannya. Ini terlihat dalam tulisan Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya pada 4 Oktober 1902, yang isinya, “ Kami disini memohon untuk diusahakan pengajaran dan pendidkan anak-anak perempuan, bukan sekali-kali, karena kami meninginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya, tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya; menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa surat Kartini diatas setidaknya menunjukan bahwa Kartini berjuang dalam kerangka mengubah keadaan perempuan saat itu agar dapat mendapatkan haknya, diantaranya menuntut pendidikan dan pengajaran untuk kaum perempuan yang juga merupakan kewajiban dalam Islam, bukan berjuang menuntut kesetaraan gender (emansipasi) antara perempuan dan pria sebagaimana yang diklaim oleh para pengusung ide feminis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kartini adalah sosok perempuan yg berani menentang adat istiadat yg kuat dilingkungannya (Jawa). Dia menganggap setiap manusia sederajat sehingga manusia tidak seharusnya dibeda-bedakan berdasarkan asal-usul keturunannya (kelas social). Memang pada awalnya Kartini begitu mengagungkan kehidupan Liberal di Eropa yang tidak dibatasi tradisi sebagaimana di Jawa. Namun, setelah Kartini sedikit mengenal Islam, Kartini justru mengkritik peradapan Barat dan menyebutnya sebagai kehidupan yg tdak layak disebut sebagai peradaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suratnya Kartini meminta pemerintah Hindia Belanda memperhatikan kaum pribumi dengan menyelenggarakan pendidikan, terutama bagai perempuan. Hal ini karena perempuanlah yang membentuk budi pekerti anak. Berulang2 kartini menyebut perempuan adalah Istri dan pendidik anak yang pertama-tama. Dia menginginkan agar perempuan lebih cakap dalam menjalankan kewajibannya dan tidak bermaksud menjadikan anak-naka perempuan sebagai saingan laki-laki. Tidak ada keinginan Kartini untk mengejar persamaan hak dengan laki-laki dan meninggalkan perannya dalam rumah tangga. Bahkan ketika ia menikah dengan seorang duda yang memiliki banyak anak, Kartini sangat menikmati tugasnya sebagai istri dan ibu bagi anak-anak sumainya. Inilah yg membuat Stella, sahabatnya heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah sosok Kartini, mengajak setiap perempuan memegang teguh ajaran agamanya, dan meninggalkan ide kebebasan yang menjauhkan perempuan dari fitrahnya. Kini jelas bahwa apa yg diperjuangkan oleh aktivis jender dengan mendorong perempuan meraih kebebasan dan meninggalkan rumah tangganya bukanlah perjuangan Kartini. Sejarah Kartini telah disalah gunakan untuk kepentingan pengusung ide feminism barat, sehingga kaum muslimah dijauhkan dari Islam dengan dalih kebebasan, keadilan, dan kesetaraan jender.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai adanya perempuan2 lain yg hebat maka saya ikut apresiasi terhadap mereka, semoga Allah menerima segala amal baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai panglima perang wanita, maka di Jawa juga terkenal dgn Nyimas Ratu Kalinyamat, dia adalah perempuan yg membawa pasukan melawan Belanda setelah suaminya dibunuh oleh Aryo Penangsang. Dia digambarkan secara buruk oleh Belanda sebagai wanita yg bertapa dengan telanjang, padahal maksudnya dia pergi menyendiri menuntut kepada Kesultanan Pajang untuk mengadili Aryo Penangsang hingga akhir hayatnya dia tidak bersuami lagi. Suami dlm Islam adalah pakaian, maka jika tanpa suami artinya tidak berpakaian. Tetapi makna itu diselewengkan oleh Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih tidak simpati terhadap Kartini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf jika salah. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum wr wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Be syariah lovers&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ardobinardi.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867468419504036080-5838837770701170324?l=ardobinardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardobinardi.blogspot.com/feeds/5838837770701170324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5867468419504036080&amp;postID=5838837770701170324' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/5838837770701170324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/5838837770701170324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardobinardi.blogspot.com/2009/04/benarkah-kartini-seorang-pejuang.html' title='Benarkah Kartini Seorang Pejuang Pengusung Ide Feminisme?'/><author><name>Mr Ardobinardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08212803471914191278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_yZOcaFK66L8/SCW5-FvnzAI/AAAAAAAAALI/nPQyVfDJLxs/S220/30.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867468419504036080.post-6192665137091823975</id><published>2008-12-16T19:49:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T19:54:37.804-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SUh36G1BKnI/AAAAAAAAAT8/AL_KxsoFvJA/s1600-h/logo-pemilu.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 253px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SUh36G1BKnI/AAAAAAAAAT8/AL_KxsoFvJA/s320/logo-pemilu.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280602403241011826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum wr wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trimakasaih atas tanggapannya Zodiac.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah memang teman2 yg satu ide dengan saya sudah banyak sekali. Di seluruh dunia di setiap negara pasti ada perwakilan (maaf saya tidak mau sebut kelompok...krn Islam itu satu tidak perlu dikelompok2kan) yg memiliki anggota yg se ide dgn saya. Saya sendiri tidak mengikuti kelompok apapun tetapi saya stuju dengan ide kelompok tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Respon umat terhadap ide2 untuk menegakkan kembali sistem Islam sangat luar biasa. Kalau anda mencarai informasi di daerah2 bekas wilayah kekuasaan Islam maka akan anda jumpai orang2 yg luar biasa memperjuangkan Islam dgn metode perjuangan yg Insyaallah sesuai dgn metode Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pengalaman menarik yg pernah melihat kedahsyatan pejuang yg seide dgn saya adalah dr. Jose Rizal Jurnalis ketua MERC. Beliau benar2 melihat rekan2 kami di Afghanistan yg kagum akan semangat perjuangan Islam. Beliau bertanya kepada mereka apakah ada organisasi mereka yg ada di Indonesia, mereka menjawab bahwa di indonesia justru berkembang pesat krn pemerintah tidak menekan perjuangan kami secara ditaktor. Skrg dr. Jose Rizal menjadi bagian dari umat yg setuju dgn Ide penegakkan kembali sistem Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak melarang memilih dalam pemilu di dlm demokrasi tetapi mengajurkan untuk memilih partai yg benar2 ingin mengembalikan sistem Islam menjadi sistem yg tegak diatas bumi ini dan menyatukan kembali negeri2 muslim lainnya. Jika tidak ada partai yg seperti tersebut maka keputusan ditanggan anda sebagai pemilih, mau memilih atau tidak maka hisab ada ditangan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kelompok ini pernah meminta izin ke kantor pusat kalau tidak salah di Yordania untuk mengikuti pemilu di indonesia, oleh kantor pusat dizinkan tetapi dengan syarat2 yg ketat. Pada pemilu 2004 kelompok ini mendaftarkan diri untuk ikut menjadi peserta pemilu tapi niat itupun diurungkan karena ternyata setiap kelompok yg ingin ikut dalam pemilu maka harus menandatangani surat pernyataan bahwa setia pada UUD 1945 dan Pancasila dan tidak boleh merubah dasar negara, serta Islam hanya menjadi Asas dan bukan menjadi sebuah Ideologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sudah terjawab bahwa kita konsisten untuk tetap memperjuangkan Islam untuk mengembalikan sistem Islam dengan jalan diluar demokrasi. Sampai kapanpun demokrasi tidak pernah akan mengizinkan islam untuk berkuasa dimuka bumi ini, krn Demokrasi adalah alat penjajahan Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan cek organisasi Islam apa yg saat ini berkembang pesat di Barat khususnya di Inggris dan Perancis, serta Australia. Dan silahkan cek kembali ke MUI organisasi Islam tersebut. Serta organisa Islam apa yg saat ini juga sangat gigih berjuang mengembalikan sistem Islam di 5 benua didunia, pasti anda akan mendapatkan satu nama organisasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam itu satu dan selamanya akan sama antara Islam di barat dgn di timur, semuanya menuntut kewajiaban umatnya untuk menegakan hukum2 Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau salah saya mohon maaf karena saya bukan anggota dari kelompok organisasi tersebut, mohon dikoreksi. Sekian semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum wr wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ardobinardi.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867468419504036080-6192665137091823975?l=ardobinardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardobinardi.blogspot.com/feeds/6192665137091823975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5867468419504036080&amp;postID=6192665137091823975' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/6192665137091823975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/6192665137091823975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardobinardi.blogspot.com/2008/12/assalamualaikum-wr-wb-trimakasaih-atas.html' title=''/><author><name>Mr Ardobinardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08212803471914191278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_yZOcaFK66L8/SCW5-FvnzAI/AAAAAAAAALI/nPQyVfDJLxs/S220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SUh36G1BKnI/AAAAAAAAAT8/AL_KxsoFvJA/s72-c/logo-pemilu.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867468419504036080.post-3056912991520284401</id><published>2008-12-15T00:53:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T01:33:20.635-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Menjawab apakah kita sudah sempurna seperti Rasulullah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SUYiZONJMyI/AAAAAAAAAT0/yGydxKJXUxo/s1600-h/image681611x.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SUYiZONJMyI/AAAAAAAAAT0/yGydxKJXUxo/s320/image681611x.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279945429843784482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum wr wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trimakasih teman2ku semua yg memberikan komentarnya, dengan rasa rendah hati dan persahabatan saya tulus mengucap terimakasih untuk segala komentar yang diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; apakah kita sudah juga menegakkan nilai-nilai sunnah Rosul dalam diri kita ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk semua sunah yg Rasul contohkan mungkin belum dan mungkin tidak pernah bisa semua yg Rasul miliki baik sikap, prilaku, karakter dll untuk bisa dipraktekkan atau dimiliki oleh umatnya krn umatnya adalah manusia biasa dan tidak maksum seperti Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt;  Sudahkah sholat kita seperti sholatnya Rosul ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yg berhak menilai bahwa sholat kita sudah seperti Rasulullah? tidak satu orang pun berhak memberikan penilaian mengenai kwalitas sholat dan iman kita kepada Allah. Hukum Islam hanya mengajarkan syarat, rukun, dll mengenai sholat dan bukan mengenai apakah sholat itu diterima/tidak (berpahala. Ketika seseorang sudah melakukan sholat fardhu maka sudah gugurlah kewajibannya, sedangkan mengenai dosa dan pahala atau apakah sholat kita diterima atau tidak itu sudah bukan menjadi urusan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; Sudahkah perilaku hidup kita seperti perilaku hidup nya Rosul ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul itu sebagai uswatun hasanah (suri tauladan yg baik) sudah sepantasnya dan sewajibnya kita menjadikan beliau sebagai prototype yg sempurna bagi setiap perilaku kita, terlepas apakah sudah seperti Rasul atau belum maka itu bukan urusan kita, yg menjadi urusan kita adalah hanya berusaha semaksimal mungkin untuk meneladani beliau, setelah itu kita berserah diri kepada Allah untuk mencari ridho-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; Sudahkah kita mencintai anak yatim seperti cinta nya Rosul ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mencintai anak yatim merupakan bagian dari sifat Rasulullah yg mulia. Urusan mencintai itu adalah urusan hati, urusan hati tidak bisa dihukumi oleh hukum Islam, hukum Islam hanya menghukumi hal-hal yg nampak atau hal2 yg memang telah terjadi, bukan hal2 yg belum terjadi. jadi urusan apakah kita sudah mencintai anak yatim seperti cintanya Rasulullah atau belum maka tanyakan pada diri sendiri dan yakinlah bahwa Allah maha mengetahui segala sesuatu yg tersembunyi didalam hati manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; Sudahkah perduli kita pada orang miskin seperti perduli nya Rosul ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perduli = kepedulian = keinginan untuk membantu = isi hati = rasa mencintai..... uraiannya sama dgn mencintai anak yatim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; Sudahkah kehidupan kita seperti kehidupan Rosul yang hidup sangat bersahaja ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;uraiannya kurang lebih sama dgn perilaku hidup Rasulullah. Bahwa segala sesuatu memiliki hukum asal boleh sepanjang tidak ada dalil yg larangannya, maka mau kita berjalan menggunakan unta atau pesawat, atau mau kita tinggal ditengah padang pasir atau di hotel berbintang maka sepanjang itu tidak ada larangannya maka hukumnya adalah boleh. tetapi sebagai Muslim maka kita kena hukum bahwa berlebih-lebihan itu perbuatan syaitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; Apakah cinta kita kepada Alloh sudah seperti cinta Rosul kepada Alloh ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lagi2 ini masalah hati, tidak bisa urusan hati menjadi obyek hukum Islam, karena hati itu tidak nampak. Justru krn saya cinta Allah dan Rasulullah maka saya mengajak kepada teman2ku semua untuk mencintai ajaranya juga dgn berjuang menerapkan hukum2 Islam sehingga kita bisa hidup secara kaffah dlm bingkai Islam. Kalau cuman mengatakan cinta saja maka itu tidak cukup untuk membuktikan cinta kita kepada Allah, tapi perlu perjuangan untuk membuktikan bahwa kita cinta dan rela menyerahkan hidup kita untuk Allah dgn memperjuangkan Islam secara kaffah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; Kalau menerapkan sunnah jangan pilih-pilih,totalitas Mas!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunah = Hadist. Tidak boleh seorang muslim menolak satu hadist pun dlm kehidupannya. seorang yg menolak satu hadist rasul maka dia termasuk ingkarussunnah yg berarti menjadikan dia seorang yg murtad.&lt;br /&gt;Semaksimal mungkin kita berusaha untuk menjalankan semua perintah Allah dan rasul-Nya, terlepas sempuna atau tidak maka kewajiban kita hanyalah berusaha menjadi muslim yg kaffah, muslim yg sempurna yg mengharapkan ridha Allah semata. Kesempurnaan itu terhanya bukan milik manusia, termasuk bukan milik seorang Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf jika ada salah kata, jika salah tolong dikoreksi, jika benar semoga itu dpt bermanfaat. trimakasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum wr wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arif/ ardobinardi.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867468419504036080-3056912991520284401?l=ardobinardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardobinardi.blogspot.com/feeds/3056912991520284401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5867468419504036080&amp;postID=3056912991520284401' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/3056912991520284401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/3056912991520284401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardobinardi.blogspot.com/2008/12/menjawab-apakah-kita-sudah-sempurna.html' title='Menjawab apakah kita sudah sempurna seperti Rasulullah'/><author><name>Mr Ardobinardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08212803471914191278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_yZOcaFK66L8/SCW5-FvnzAI/AAAAAAAAALI/nPQyVfDJLxs/S220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SUYiZONJMyI/AAAAAAAAAT0/yGydxKJXUxo/s72-c/image681611x.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867468419504036080.post-1119771391358347711</id><published>2008-12-14T06:46:00.000-08:00</published><updated>2008-12-14T07:01:03.509-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ideologi'/><title type='text'>Bagaimana menegakkan Sistem Islam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SUUfg6b6R2I/AAAAAAAAATs/EoHxu-ilqLc/s1600-h/islam.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 195px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SUUfg6b6R2I/AAAAAAAAATs/EoHxu-ilqLc/s320/islam.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279660788464371554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum Wr Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disela-sela kesibukan aku sempatkan sedikit menjawab dengan sepatah 2 patah kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang bertanya bagaimana caranya menerapkan sistem Islam? pakai cara apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah saya jawab bahwa Demokrasi adalah haram, maka cara menegakkan sistem Islam lewat jalaur demokrasi adalah haram dan hanya impian belaka yg tidak pernah dan belum pernah ada buktinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 2 cara pengambilalihan kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jalan kudeta politik, yakni dengan cara merebut kekuasaan dari para penguasa yang menerapkan sistem kufur untuk kemudian diganti oleh sistem Islam. Cara ini oleh sebagian orang dinilai adalah cara yang paling mungkin untuk merebut kekuasaan selain cara demokrasi melalui parlemen. Tetapi akan timbul pertanyaan, apakah cara tersebut tidak menimbulkan perang dan korban jiwa? jawabannya adalah jelas YA, pasti akan menimbulkan perang dan korban jiwa diantara kedua belah pihak yg notabene adalah saudara yg masih seaqidah. Pertanyaan yg paling penting dan mendasar adalah apakah cara kudeta politik merupakan cara yang shahih dan sesuai dengan apa yg dicontohkan Rasulullah? Jawabannya adalah TIDAK. Terus kalau bukan cara kudeta cara apalagi yg bisa dilakukan dan sesuai dengan metode Rasulullah? Jawabannya adalah Cara kedua ......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua:&lt;br /&gt;Selalu saya katakan bahwa saya berjuang untuk memahamkan masyarakat bahwa sistem yg diterapkan sekarang adalah sistem kufur, maka sudah sepantasnya kita memahami kewajiban untuk hidup dibawah naungan sistem Islam yang sudah jelas Rahmatan Lil alamin.&lt;br /&gt;Masyarakat itu ada 2 kelompok, yakni masyarakat umum dan masyarakat yg memiliki pengaruh.&lt;br /&gt;Msayarakat umum itu terdiri dari petani, pedagang, ibu rumahtangga dll, sedangkan Masyarakat yg memiliki pengaruh (ahlul quwah)terdiri dari ulama, pejabat, militer, pemerintah, PNS, dll.&lt;br /&gt;Cara yang ditempuh nabi adalah dengan cara mendakwahi semua masyarakat dari mulai kalangan bawah sampai para pimpinan suku pada masa itu. Akhirnya Rasulullah pun berhasil menegakkan Islam tanpa ada pertumpahan darah pada saat pengalihan kekuasaan di kota Madinah. Para pemimpin suku dengan rela dan tunduk menyerahkan harta dan jiwanya untuk berjuang bersama-sama Rasulullah untuk meneguhkan Islam tanpa mereka dipaksa untuk tunduk. Setelah Rasul berhasil membentuk pemerintahan yang berdaulat maka Rasul membentuk angkatan perag dan membuat aturan2 kenegaraan serta mengirimkan surat keberbagai penjuru wilayah untuk mengabarkan Islam. Setelah negara Islam benar-benar kuat maka ayat2 seruan untuk berjihad dan berperang mulai turun sehingga Rasul pun mempersiapkan diri untuk memerangi kaum kafir untuk melakukan penyerbuan terdahap kaum kafir yg memerangi Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Rasul tersebut diatas adalah cara yg saya dan teman2 saya tempuh untuk menegakkan sistem Islam. walaupun sulit tetapi saya dan teman2 yakin bahwa pertolongan Allah pasti akan datang. Tidak ada cara lain yg saya yakini sesuai dan seefektif dgn apa yg dilakukan Rasulullah. Saya dan teman2 berjuang memberikan pemahaman kepada umat baik yg tidak memiliki kekuasaan maupun yg berkuasa atau ahul quwah. Saat ini perjuangan saya dan teman2 saya diseluruh antero dunia memiliki satu metode yg sama yakni mengembalikan sistem Islam dengan jalan damai dengan membenturkan pemikiran kufur dgn pemikiran Islam merujuk pada metode yg telah dipraktekkan Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan saya dan teman2 saya di Indonesia adalah menyatukan suara Umat Islam dari berbagai kelompok kedalam  wadah Forum Umat Islam, serta mendukung upaya2 MUI dalam menyerang pemikiran kufur yg dilakukan oleh JIL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali temen2 saya diseluruh dunia yg berjuang tanpa harus berlumuran dengan demokrasi, Insyaallah disetiap negara pasti ada yg berjuang dengan metode yg seperti Rasul contohkan. Perjuangan saya dan temen2 diseantero dunia bukanlah perjuang lokal melainkan perjuangan Internasional dimana Islam tidak memiliki sekat negara yg diaristeki oleh kaum penjajah Barat. Melain Islam harus tegak kembali dibumi Allah tercinta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak slah dan kata mungkin saya ucapakan, untuk itu saya mohon maaf jika ada salah kata. Sekian semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamulaikum Wr wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arif/ ardobinardi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867468419504036080-1119771391358347711?l=ardobinardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardobinardi.blogspot.com/feeds/1119771391358347711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5867468419504036080&amp;postID=1119771391358347711' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/1119771391358347711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/1119771391358347711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardobinardi.blogspot.com/2008/12/bagaimana-menegakkan-sistem-islam.html' title='Bagaimana menegakkan Sistem Islam'/><author><name>Mr Ardobinardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08212803471914191278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_yZOcaFK66L8/SCW5-FvnzAI/AAAAAAAAALI/nPQyVfDJLxs/S220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SUUfg6b6R2I/AAAAAAAAATs/EoHxu-ilqLc/s72-c/islam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867468419504036080.post-945676172210241475</id><published>2008-10-17T00:10:00.000-07:00</published><updated>2008-10-17T00:44:00.255-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum'/><title type='text'>Petisi Dukungan RUU Pornografi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SPhB02C254I/AAAAAAAAATM/snjeP3eSrS0/s1600-h/DSC_0001.jpg"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SPhB02C254I/AAAAAAAAATM/snjeP3eSrS0/s320/DSC_0001.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258024941071558530" /&gt;&lt;br/&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;&lt;span&gt;Berikan dukungan Anda pada Pansus RUU Pornografi untuk segera mengesahkan RUU Pornograsi sebagai sebuah undang-undang yang dapat melindungi bangsa kita, putra-putri kita, dan generasi kita di masa sekarang dan masa depan dengan mengirimkan SMS ke SMS center : &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;081380123450Ketik : RUU&lt;spasi&gt;alasan perlunya RUU, nama, alamat domisili&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;atau lewat Email : i@gmail.comC&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;atau dengan menandatangani petisi dukungan RUU Pornografi berikut:&lt;br/&gt;http://www.petitiononline.com/RUU/petition.html&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Bunyi Petisi Dukungan RUU Pornografi&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;To:  DPR-RI&lt;br/&gt;Kami atas nama Masyarakat Indonesia, yang peduli terhadap moral bangsa menyatakan: &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;1. Mendukung segera disahkannya Rancangan Undang-undang (RUU) Pornografi oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)-RI yang akan menjadi landasan hukum bagi aparat yang bekerjasama dengan masyarakat untuk menindak tegas segala bentuk pelanggaran yang tertuang dalam RUU tersebut. &lt;br/&gt;2. Mengecam segala bentuk tindakan pelecehan maupun eksploitasi seksualitas terhadap perempuan maupun anak-anak sebagai korban dari ketiadaan landasan hukum &lt;br/&gt;3. Menghimbau kepada pihak-pihak yang menolak RUU ini agar melihat bahwa adanya RUU ini bukan sebagai sebuah pembatasan kebebasan berekspresi melainkan sebagai sebuah aturan penegakan hukum yang pelaksanaannya tetap mendapat pengawasan semua pihak &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;atas nama bangsa Indonesia, &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Aliansi Peduli Moral Bangsa &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sincerely,&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Arif Widodo&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867468419504036080-945676172210241475?l=ardobinardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardobinardi.blogspot.com/feeds/945676172210241475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5867468419504036080&amp;postID=945676172210241475' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/945676172210241475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/945676172210241475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardobinardi.blogspot.com/2008/10/petisi-dukungan-ruu-pornografi.html' title='Petisi Dukungan RUU Pornografi'/><author><name>Mr Ardobinardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08212803471914191278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_yZOcaFK66L8/SCW5-FvnzAI/AAAAAAAAALI/nPQyVfDJLxs/S220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SPhB02C254I/AAAAAAAAATM/snjeP3eSrS0/s72-c/DSC_0001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867468419504036080.post-3912812339518019657</id><published>2008-10-14T07:01:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T07:17:34.647-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Kecerobohan dan kebodohan Diknas Mengumumkan Data Data Siswa se  Indonesia secara lengkap di internet.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SPSpvwAXMFI/AAAAAAAAAS8/-XiZ62C6oK4/s1600-h/baby_cute.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SPSpvwAXMFI/AAAAAAAAAS8/-XiZ62C6oK4/s320/baby_cute.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257013302853578834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SPSnoQZyFFI/AAAAAAAAAS0/8X9f2vmHlrs/s1600-h/diknas1.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SPSnoQZyFFI/AAAAAAAAAS0/8X9f2vmHlrs/s320/diknas1.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257010975087924306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum. &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar, Subkhanallah, Astaghfirllahaladzim. kok begitu bodohnya orang2 yang di diknas itu, orang bodoh pun pasti sangat hati2 untuk memberikan semua identitas yang berkaitan dgn dirinya. Laa ini wong gak ada yang minta kok malah dikasih gratis, ibarat ikan asin memang ditaruh didepan mulut kucing. Sebegitu bodohkah orang2 yang mengaku dirinya sebagai praktisi atau badan regulasi pendidikan nasional?&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ga usah gitu, emang yang bikin sistem itu mau apa kalau data rumah, telepon, pekerjaan, tanggal lahir atau mungkin malah nomer rekening atau kartu kreditnya diketahui oleh orang lain. Huh dasar gak pernah kena informasi kali. Di internet atau pun didunia nyata aja banyak orang yang melakukan tindakan2 pencurian data-data pribadi seseorang secara ilegal, lah ini kok malah dikasih cuma-cuma alias grentongan. Hemm memang udah edan atau memang masih cukup gila.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dengan berbekal nomer telepon aja seseorang dapat melakukan tindakan2 kriminal dgn berbagai modus operandinya, entah mo nawarin produk, mau bilang tukang PLN atau mungkin malah mengatasnamakan sekolah yang dimaksud. Misalnya aja dirumah hanya ada seorang pembantu rumah tangga, trus dengan dalih memverifikasi data anak majikkannya dgn menanyakan kebenaran data yang dimaksud maka si penipu tadi bisa meyakinkan para pembantu tadi untuk membukakan pintu pagar dgn berbagai alasan yang memungkinkan untuk dilakaukan penipuan.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hem dunia memang udah edan atau orang2nya aja yag memang udah edan atau memang cukup orang2 di Diknas saja yang cukup gila melakukan kesalahan yang fatal. Tolong lindungi anak2 kita dari bahaya penculikan, perampokan, pemerkosaan dan tindak kriminal lainya.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalammualaikum.&lt;/span&gt;   &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arif widodo&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867468419504036080-3912812339518019657?l=ardobinardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardobinardi.blogspot.com/feeds/3912812339518019657/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5867468419504036080&amp;postID=3912812339518019657' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/3912812339518019657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/3912812339518019657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardobinardi.blogspot.com/2008/10/kecerobohan-dan-kebodohan-diknas.html' title='Kecerobohan dan kebodohan Diknas Mengumumkan Data Data Siswa se  Indonesia secara lengkap di internet.'/><author><name>Mr Ardobinardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08212803471914191278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_yZOcaFK66L8/SCW5-FvnzAI/AAAAAAAAALI/nPQyVfDJLxs/S220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SPSpvwAXMFI/AAAAAAAAAS8/-XiZ62C6oK4/s72-c/baby_cute.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867468419504036080.post-4241669964574720855</id><published>2008-10-14T03:23:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T03:51:01.075-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>Menjawab Apasih sebenarnya Short Selling itu?</title><content type='html'>&lt;br/&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://images.thestreet.com/tsc/common/images/storyimages/100807_chart.jpg"&gt;&lt;img src="http://images.thestreet.com/tsc/common/images/storyimages/100807_chart.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SPR3WIYFKkI/AAAAAAAAASk/U5YsOo2K5G0/s1600-h/shortSellingchart.gif"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SPR3WIYFKkI/AAAAAAAAASk/U5YsOo2K5G0/s320/shortSellingchart.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5256957887137524290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;&lt;span&gt;&lt;br/&gt;Short-selling adalah transaksi jual yang dilakukan investor meskipun investor tidak memiliki saham tersebut. Caranya perusahaan sekuritas meminjamkan sahamnya atau saham investor lain buat investor yang akan bermain short-selling. Tapi investor harus mengembalikan lagi saham itu ke pemiliknya sesuai perjanjian. Jika tidak akan kena denda atau jaminan disita. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Biasanya investor memasang harga tinggi untuk short selling sehingga ketika harga saham jatuh di bawah para pemain short selling akan mendapat keuntungan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Aksi short selling itu dilakukan dengan mengembuskan sentimen negatif agar harga saham yang menjadi target anjlok. Investor yang bersangkutan lalu membeli kembali saham itu dengan harga lebih murah untuk selanjutnya dikembalikan kepada broker.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kalau buat saya pribadi apapun itu namanya semua jenis transaksi dipasar modal adalah haram karena bisnis tersebut bukanlah bisnis yang rill yang dapat memberikan kemaslahatan umat, bahkan justru itu menimbulkan sesuatu yang tidak adil.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;disari dari berbagai sumber termasuk dari http://www.mail-archive.com/forum-pembaca-kompas@yahoogroups.com/msg54958.html&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Arif Widodo&lt;/span&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867468419504036080-4241669964574720855?l=ardobinardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardobinardi.blogspot.com/feeds/4241669964574720855/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5867468419504036080&amp;postID=4241669964574720855' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/4241669964574720855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/4241669964574720855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardobinardi.blogspot.com/2008/10/menjawab-apasih-sebenarnya-short.html' title='Menjawab Apasih sebenarnya Short Selling itu?'/><author><name>Mr Ardobinardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08212803471914191278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_yZOcaFK66L8/SCW5-FvnzAI/AAAAAAAAALI/nPQyVfDJLxs/S220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SPR3WIYFKkI/AAAAAAAAASk/U5YsOo2K5G0/s72-c/shortSellingchart.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867468419504036080.post-2862885264259337841</id><published>2008-10-13T09:13:00.009-07:00</published><updated>2009-02-18T05:45:44.219-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslimah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karakter'/><title type='text'>Aku Bangga Dengan Ayahku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SPORuJVLkEI/AAAAAAAAASc/_BtT3pGzaI4/s1600-h/48346712_2ed30a427c.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SPORuJVLkEI/AAAAAAAAASc/_BtT3pGzaI4/s320/48346712_2ed30a427c.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5256705412036268098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Di antara hal yang tidak diragukan lagi karena memang terjadi adalah bahwa setiap ayah mendambakan anak sebagai buah hati bisa sukses dan berhasil dalam pendidikan dan sekolahnya serta kehidupannya. Karenanya, ayah senantiasa berdo’a kepada Allah agar memberikan kemudahan dan keteguhan bagi anak tercinta. Ayah menjanjikan hadiah dan mengabulkan keinginan si buah hati jika lulus dalam ujian dan memberikan ancaman serta marah jika sampai gagal dalam ujian. Perasaan seperti ini memang merupakan fitrah manusia dan memang terjadi di antara kita.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Akan tetapi wahai Ayah yang penyayang, apakah perhatianmu kepada si buah hati berupa perhatian penuh terhadap sekolah, pendidikan, masa depan dan urusan dunianya itu -karena memang engkau sadar itu adalah kewajibanmu- sama seperti perhatianmu terhadap akhirat mereka? Apakah engkau benar-benar memikirkan dan mengkhawatirkan nasib mereka setelah mati seperti halnya perhatianmu akan kenyamanan dan kebahagiaan hidup mereka sewaktu di dunia? Inilah tanggung jawabmu wahai Ayah. Engkau curahkan semuanya untuk dunia yang fana sementara engkau abaikan akhirat yang kekal selamanya. Engkau sibuk memikirkan kehidupan mereka tapi engkau lupakan keadaan setelah matinya. Engkau bangun bagi mereka rumah dari tanah, batu dan bata di dunia tapi engkau haramkan mereka untuk mendapatkan rumah di akhirat yang indah bertatahkan intan permata.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Itulah keinginanmu! Itulah angan-anganmu! Semuanya tidak lebih dari agar anak-anakmu bisa jadi dokter, insinyur, pilot ataupun tentara. Ya Allah! Semuanya itu hanya cita-cita dunia…..! Engkau berusaha, bekerja membanting tulang dan bersungguh-sungguh hanya untuk dunianya… Mana usahamu untuk akhiratnya wahai Ayah……? Fenomena ini bukanlah sesuatu yang jarang terjadi, bahkan mayoritas manusia demikian adanya. Mereka begitu serius berusaha mempersiapkan segala sesuatunya untuk pendidikan fisik anak-anaknya. Tetapi mereka menelantarkan pendidikan hatinya yang padahal dengannyalah anak-anaknya bisa hidup dan bahagia atau sebaliknya binasa dan sengsara. Inilah kenyataan!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Ayah! Mungkin engkau mengira bahwa ini hanyalah perkataan yang tiada beralasan. Tapi jika engkau ingin bukti maka simaklah wahai Ayah yang penyayang!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Bayangkan atau anggap anakmu terlambat mengikuti ujian di sekolahnya. Apakah yang engkau rasakan wahai Ayah? Bukankah engkau akan berlomba dengan waktu mengantarkan anakmu agar bisa mengikuti ujian meskipun terlambat? Bahkan sebelumnya, bukankah engkau akan rela untuk tidur setengah mata agar bisa membangunkan si buah hati supaya tidak terlambat? Bukankah engkau akan melakukan segalanya agar anak tercinta yang menjadi kebanggaanmu bisa ikut ujian tepat waktu? Saya yakin jawabannya adalah Ya. Bukankah engkau melakukan semua itu wahai Ayah? Akuilah!!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Sekarang, apakah perasaanmu itu sama atau akan muncul juga ketika anakmu terlambat shalat Shubuh? Apakah engkau akan berusaha agar anakmu shalat Shubuh tepat waktu? Saya hanya berprasangka baik bahwa engkau memang shalat Shubuh tepat waktu. Karena jika tidak, bagaimana mungkin engkau akan membangunkan anak-anakmu sementara engkau sendiri terlambat untuk itu?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Kemudian, bukankah engkau setiap hari senantiasa bertanya kepada anakmu tentang sekolahnya? Apa yang dipelajari, apa yang dilakukan, jawaban apa yang diberikan ketika ujian dan berharap jawaban itu benar? Tetapi, apakah setiap hari engkau bertanya juga tentang urusan agamanya? Apakah engkau bertanya sudahkah dia shalat? Dengan siapa dia duduk dan bergaul? Tidakkah engkau bertanya apa yang dia lakukan ketika tidak di rumah, ta’at atau maksiat?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Ayah, bukankah dadamu terasa sesak ketika tahu bahwa si buah hati salah dalam menjawab ujian? Bukankah engkau merasa terhimpit ketika tahu bahwa nilainya jauh di bawah sempurna bahkan rata-rata? Bukankah engkau merasa terpukul ketika tahu bahwa dia gagal dalam ujiannya? Akan tetapi, apakah dadamu juga terasa sesak, dadamu juga terasa terhimpit ketika tahu bahwa anakmu sangat minim dalam menunaikan kewajiban-kewajiban agamanya terlebih sunah-sunahnya? Tidakkah ini cukup menjadi bukti bahwa engkau lebih dan hanya memperhatikan dunianya dan mengabaikan akhiratnya?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Ayah, engkau mengira apabila anakmu tidak lulus ujian berarti kandas sudah cita-cita dan harapan yang ada. Engkau menyangka bahwa dalam hal itu tidak ada kesempata kedua terlebih ketiga. Ketahuilah wahai Ayah…, bahwa kegagalan yang hakiki…, kegagalan yang memang tidak ada lagi kesempatan kedua atau ketiga untuk memperbaiki, adalah masuknya mereka ke dalam neraka dengan api yang panas menyala-nyala. Tahukah engkau bahwa kegagalan yang hakiki adalah penyesalan dan kerugian yang disertai adzab yang pedih lagi menghinakan? Setelah ini akankah engkau masih beralasan bahwa kita sekarang hidup di dunia sehinga harus fokus memikirkannya? Kalau begitu kapankah engkau akan fokus memikirkan akhirat padahal di akhirat nanti tidak ada lagi amalan yang ada hanyalah pembalasan?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Sungguh wahai Ayah jikalau demikian adanya -kita berlindung kepada Allah darinya- maka tidaklah bermanfaat kesuksesan yang diraih di dunia. Tidaklah bermanfaat ijazah, harta, istana yang megah, kedudukan dan kekuasaan kalau ternyata catatan amal perbuatan diberikan dari arah kirinya. Kemudian mereka akan berteriak:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;“Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini). Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku. Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu. Hartaku sekali-sekali tidak memberikan manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaannku dariku.” (Al-Haqqah: 25-29)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Ah…sungguh tidak bermanfaat kekuasaanku, ilmu duniaku, serta ijazahku. Semuanya telah hilang, semuanya lenyap…yang ada hanyalah kerugian dan kegagalan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Tahukah engkau apakah kerugian itu? Tahukah engkau apakah kegagalan itu? Ya, di dunia kerugian dan kegagalan itu adalah jika anakmu tidak bisa menjadi dokter, atau insinyur atau pilot dan guru. Akan tetapi di akherat, yang ada hanyalah kebahagiaan atau kesengsaraan. Yang satu berarti surga yang lainnya berarti neraka. Akankah engkau rela membiarkan mereka mengalami kerugian dan kegagalan dalam arti kesengsaraan di dalam neraka?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Saya tidak katakan tinggalkan anak-anakmu! Saya tidak katakan biarkan mereka jangan diajari masalah dunia! Tidak, demi Allah, saya tidak katakan demikian. Saya hanya katakan bahwa akherat lebih utama dan ditekankan untuk diperhatikan, lebih serius untuk diusahakan dan lebih bersunguh-sungguh untuk beramal meraih kebahagiaannya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Wahai Ayah…! Siapakah di antaramu yang begitu bersemangat bersungguh-sungguh mendatangkan seorang pendidik untuk mengajarkan kepada anaknya Al-Qur’an dan menerangkan As-Sunnah? Sungguh sedikit sekali yang telah berbuat demikian. Alangkah baik kiranya kalau mereka tidak memfasilitasi anak-anaknya dengan sarana kerusakan. Akan tetapi kita lihat justru mereka dengan jeleknya pemikiran dan kurangnya perhitungan malah mendatangkan kejelekan bagi anak-anaknya dengan memfasilitasi dengan kendaraan-kendaraan, sopir pribadi, pembantu (pelayan) serta memenuhi rumahnya dengan barang-barang dan hal-hal yang diharamkan yang melalaikan dari dzikrullah dan ta’at kepada-Nya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Siapakah di antara kalian wahai Ayah yang memberikan hadiah pada anaknya apabila hafal satu juz dari Al-Qur’anul Karim atau beberapa hadits dari hadits Nabi saw ? Sungguh sangat sedikit sekali yang demikian ini. Kita mohon kepada Allah agar memberkahi yang sedikit ini. Kita lihat sebagian manusia, mereka menjanjikan pada anaknya apabila lulus ujian akan diajak pesiar menyusuri pantai yang indah atau wisata ke mancanegara, apakah Eropa atau Amerika, serta mereka menjanjikan dibelikan mobil agar bebas mengukur jalan. Namun adakah di antara meraka yang menjanjikannya untuk diajak umrah atau haji dan mengunjungi masjid Nabi saw?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Setelah semua itu, tahukah engkau wahai Ayah apakah buah dari hasil pendidikan seperti itu? Tahukah engkau apakah hasil dari pendidikan yang mengabaikan masalah akhirat tersebut? Hasilnya adalah Al-Qur’an berganti menjadi majalah, siwak berganti menjadi rokok dan lebih parah lagi mereka akan hidup tidak ubahnya binatang ternak. Tahukah engkau apa di antara yang membedakan kita dari binatang ternak? Kita diberikan fasilitas untuk mengerti bahwa dunia hanyalah sementara. Kita mengetahui bahwa ada kehidupan yang kekal selamanya. Maka selayaknyalah kita untuk berusaha menggapai kebahagiaan di&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;sana. Tetapi apabila tidak demikian maka tidaklah beda dengan binatang bahkan lebih sesat karena kita diberi fasilitas sedangkan mereka tidak. “Mereka seperti binatang ternak bahkan lebih sesat lagi. Meraka itulah orang-orang yang lalai.” (Al-A’raf: 179)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Di samping memperhatikan pekembangan fisik anak, kita juga harus memperhatikan pendidikan akal dan hati mereka. Kita harus memikirkan nasib mereka setelah matinya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Langkah pertama untuk itu adalah kita perbaiki terlebih dahulu diri kita, karena dengan baiknya diri kita maka mereka akan ada di atas keteguhan dan kekokohan serta ada di dalam penjagaan Allah swt. Allah berfirman:”Ayah mereka berdua adalah orang yang shalih” (Al-Kahfi: 82)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Kedua, kita jadikan bimbingan dan pengajaran Islam sebagai tujuan. Tidak ada halangan untuk belajar dan mempelajari ilmu-ilmu dunia akan tetapi tidak sebesar perhatiannya terhadap akhirat. Allah berfirman:”Dan carilah apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu lupakan nasib (bagian)mu dari (keni’matan) dunia.” (Al-Qashash: 77)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Wahai Ayah! Maka takutlah engkau kepada Allah pada apa yang menjadi tanggunganmu karena engkau akan diminta pertanggujawabannya di hadapan Allah. Takutlah engkau kepada Allah bahwasanya Allah telah memberikan anak sebagai amanat kepadamu tapi engkau justru membukakan pintu-pintu kejelekan bagi mereka. Allah mengamanatimu tapi engkau malah menyibukkan mereka dengan film-film, sinetron-sinetron, perangkat-perangkat kekejian, majalah-majalah porno dan semisal dengan itu. Jika demikian adanya berarti engkau telah mengkhianati amanat yang dipikulkan kepadamu dan engkau telah menipu mereka yang menjadi tanggunganmu. Nabi saw bersabda:”Tidaklah seseorang diberi amanat oleh Allah untuk memimpin rakyatnya (tanggungannya) kemudian dia mati dalam keadaan menipu mereka, melainkan Allah haramkan baginya surga.” (Bukhari Muslim)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Ayah….! Jika engkau memang sayang pada buah hatimu, tidak ingin menipu mereka dan juga tidak ingin mengkhianati amanat yang dipikulkan di pundakmu, maka kemarilah! Kemarilah untuk sama-sama menyimak wasiat Luqman kepada anaknya. Wasiat seorang ayah yang yang sangat menyayangi anaknya dan menebusnya dengan sangat mahal dan berharga. Tahukan engkau apakah dia mewasiatinya dengan dunia? Apakah dia mewasiatinya dengan intan permata dan segala perhiasan kemewahan lainnya? Tidak, bahkan dia mewasiati anaknya dengan apa yang akan menjadikannya ada dalam kehidupan yang baik. Kehidupan yang akan menyelamatkannya dari adzab Allah yang pedih. Sungguh Allah telah mengabadikannya dalam Al-Qur’an. Pernahkah engkau mendapatinya? Tahukah engkau apakah wasiatnya itu?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Adalah Luqman Al-Hakim dengan kasih sayang yang begitu besar kepada anaknya, dia berwasiat agar jangan berbuat syirik, yakni menyekutukan Allah swt. “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, waktu dia memberikan nasihat kepadanya: ‘Wahai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah sebesar-besar kezhaliman.” (Luqman: 13)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Ya… adakah kezhaliman yang lebih besar dari syirik? Itulah apa yang dikhawatirkan Luqman pada anaknya sehingga mewasiati agar jangan sampai terjatuh ke dalamnya. Adakah engkau pernah menyampaikan ini pada anakmu?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Kemudian, beliau dengan segenap kasih sayangnya menunjukkan pada anaknya apa yang akan menyelamatkan anaknya dari adzab Allah yaitu dengan menghadap kepada-Nya melalui shalat, memerintahkan yang ma’ruf serta mencegah dari yang munkar. Adakah engkau demikian wahai ayah? Saya berharap engkau sudah memenuhi semuanya sehingga hanya tinggal menyampaikannya kepada anakmu. Karena jika tenyata engkaupun belum demikian…maka ini adalah mushibah dari sebenar-benar mushibah, dan kita berlindung darinya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Setelah itu, Luqman mewasiati anaknya agar berhias dengan akhlaq yang mulia yang akan mengangkat jiwanya dan akan tinggi derajatnya. Janganlah sombong dan menghina sesama. Sederhanalah dalam berjalan dan lunakkanlah suara dalam pembicaraan. “Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” (Luqman: 19)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Inilah wahai Ayah, sejumlah wasiat dari ayah yang begitu sangat menyayangi dan mendambakan kebahagian bagi si buah hati. Pernahkah engkau menyampaikannya pada anakmu, sebagiannya atau bahkan seluruhnya..?!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Ada fenomena yang sangat kita sesali dan kita keluhkan semuanya kepada Allah, yakni sebagian ayah berusaha mematahkan semangat anaknya dan menghalangi kesungguhannya ketika melihat bahwa Allah telah memberikan hidayah kepadanya untuk mendalami dan mengamalkan ilmu agama. Bahkan di antara mereka ada yang sampai menghasut dan menakut-nakuti serta menebar was-was. Mereka mengatakan bahwa belajar agama hanya akan mengikat kebebasan jiwa. Mereka juga mencela dan juga memperolok-oloknya, sehingga tidak tahu lagi apakah yang dicela itu adalah orangnya atau agama yang dibawanya. Ketika didapati anaknya memanjangkan janggut maka dikatakan seperti kambing. Ketika anaknya berusaha mengenakan pakaian di atas mata kaki maka dikatakan takut cacing dan lain sebagainya. Maka apakah ini perlakuannmu terhadap apa yang menjadi amanatmu? Apakah ini yang engkau nasihatkan kepada mereka?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Takutlah engkau kepada Allah! Takutlah bahwasanya Allah sentiasa mengawasi bagaimana engkau mendidik mereka. Ajarilah mereka apa yang bermanfaat baginya dari urusan agama dan dunianya. “Dan tiadalah kehidupan dunia ini selain dari main-main dan sendau gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidaklah kamu memahaminya!”(Al-An’am:32)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Ayah….! Engkau telah menyiapkan anakmu untuk menghadapi ujian dunia. Maka takutlah kepada Allah dan ketahuilah olehmu serta beritahukanlah kepada anak-anakmu bahwa barang dagangan Allah (surga) jauh lebih berharga dan lebih mahal dari perhiasan dunia. Dan ajarkanlah serta beritahukanlah mereka bahwa kesuksesan yang hakiki ada pada membatasi diri pada apa yang Allah ridlai. Beritahukanlah kepada mereka dan ketahui olehmu juga bahwa kebahagiaan yang hakiki ada pada taqwa dan ta’at kepada Allah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Serta ketahuilah olehmu bahwa kaki seorang hamba tidak akan bergeser sejengkalpun dari posisinya pada hari kiamat dan akan diadukan kezhalimannya oleh orang yang pernah dizhaliminya. Anak akan senang bisa mendapatkan ayahnya untuk mengadukan kezhaliman yang pernah dilakukannya, demikian juga istrinya. Pada hari kiamat nanti anak-anak akan membantah dan menyalahkan ayah-ayah mereka dengan berkata: “Wahai Rabb kami, ambil lah hak kami pada ayah kami yang zhalim ini. Dia telah menyebabkan kami tidak melakukan apa yang Engkau ridlai. Dialah yang telah mendidik kami tidak ubahnya binatang ternak. Dialah yang mendatangkan berbagai hal yang membinasakan dan tidaklah ada satu kerusakan melainkan didatangkannya ke hadapan kami.” Maka apakah yang nanti akan engkau katakan untuk menjawab semuanya itu wahai Ayah yang penyayang, yang begitu “sayang”nya sehingga menjerumuskan anaknya pada kebinasaan? Bahkan pada akhirnya nanti sama-sama ada dalam kebinasaan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;“Yaitu pada hari dimana tidak bermanfaat lagi harta dan anak-anak. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (Asy-Syu’araa’: 88-89)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Maka di manakah hartamu? Di manakah anak yang engkau banggakan itu? Mereka justru menyalahkanmu dan menyeretmu untuk ikut merasakan panas neraka karena engkaulah yang punya andil besar untuk itu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Kita berlindung kepada Allah dari semua itu dan memohon agar Allah menunjukkan kita kepada kebaikan dan memberikan kekuatan dan kemudahan untuk menempuhnya serta dimatikan di atasnya, serta kita memohon kepada-Nya agar menyelamatkan kita, keluarga serta anak keturunan kita dari adzab-Nya yang pedih. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Terakhir wahai Ayah! Bertaqwalah engkau kepada Allah. Takutlah Engkau kepada-Nya pada apa yang engkau lakukan untuk anakmu. Perbaikilah pendidikan mereka! Jagalah mereka dari segala kerusakan dan kealpaan dalam segala kebaikan. Lakukanlah sejak sekarang selama mereka masih ada di hadapan kalian. Selama kalian masih bisa bersungguh-sungguh mengusahakan. Lakukanlah segera sebelum kalian hanya bisa melakukan celaan dan penyesalan yaitu pada hari dimana tidak akan bermanfaat lagi celaan dan penyesalan. Dan Allah lah tempat kita meminta perlidungan dan pertolongan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu); di sisi Allah lah pahala yang besar.” (At-Thagaabun: 15)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya adalah malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak pernah mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At-Tahrim: 6)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;*Ditulis oleh salah seorang ikhwan -semoga Allah membalasnya dengan surga Firdaus-(Kontributor : Umar Munawwir, 2002-08-07, Copyleft © 2001-2002 Perpustakaan Islam.Com)   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867468419504036080-2862885264259337841?l=ardobinardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardobinardi.blogspot.com/feeds/2862885264259337841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5867468419504036080&amp;postID=2862885264259337841' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/2862885264259337841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/2862885264259337841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardobinardi.blogspot.com/2008/10/aku-bangga-dengan-ayahku.html' title='Aku Bangga Dengan Ayahku'/><author><name>Mr Ardobinardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08212803471914191278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_yZOcaFK66L8/SCW5-FvnzAI/AAAAAAAAALI/nPQyVfDJLxs/S220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SPORuJVLkEI/AAAAAAAAASc/_BtT3pGzaI4/s72-c/48346712_2ed30a427c.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867468419504036080.post-6493212871577851719</id><published>2008-10-13T09:13:00.008-07:00</published><updated>2008-10-13T11:06:48.186-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslimah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>PERANAN KELUARGA DALAM ISLAM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SPOOKuEg_II/AAAAAAAAASM/c0tL7gTYEIw/s1600-h/arab+family.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SPOOKuEg_II/AAAAAAAAASM/c0tL7gTYEIw/s320/arab+family.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5256701504888306818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Keluarga mempunyai peranan penting dalam pendidikan, baik dalam lingkungan masyarakat Islam maupun non-Islam. Karerena keluarga merupakan tempat pertumbuhan anak yang pertama di mana dia mendapatkan pengaruh dari anggota-anggotanya pada masa yang amat penting dan paling kritis dalam pendidikan anak, yaitu tahun-tahun pertama dalam kehidupanya (usia pra-sekolah). Sebab pada masa tersebut apa yang ditanamkan dalam diri anak akan sangat membekas, sehingga tak mudah hilang atau berubah sudahnya.&lt;br /&gt;Dari sini, keluarga mempunyai peranan besar dalam pembangunan masyarakat. Karena keluarga merupakan batu pondasi bangunan masyarakat dan tempat pembinaan pertama untuk mencetak dan mempersiapkan personil-personilnya.&lt;br /&gt;Musuh-musuh Islam telah menyadari pentingya peranan keluarga ini. Maka mereka pun tak segan-segan dalam upaya menghancurkan dan merobohkannya. Mereka mengerahkan segala usaha ntuk mencapai tujuan itu. Sarana yang mereka pergunakan antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Merusak wanita muslimah dan mempropagandakan kepadanya agar meninggallkan tugasnya yang utama dalam menjaga keluarga dan mempersiapkan generasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Merusak generasi muda dengan upaya mendidik mereka di tempat-tempat pengasuhan yang jauh dari keluarga, agar mudah dirusak nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Merusak masyarakat dengan menyebarkan kerusakan dan kehancuran, sehingga keluarga, individu dan masyarakat seluruhnya dapat dihancurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sebelum ini, para ulama umat Islam telah menyadari pentingya pendidikan melalui keluarga. Syaikh Abu Hamid Al Ghazali ketika membahas tentang peran kedua orangtua dalam pendidikan mengatakan: “Ketahuilah, bahwa anak kecil merupakan amanat bagi kedua orangtuanya. Hatinya yang masih suci merupakan permata alami yang bersih dari pahatan dan bentukan, dia siap diberi pahatan apapun dan condong kepada apa saja yang disodorkan kepadanya Jika dibiasakan dan diajarkan kebaikan dia akan tumbuh dalam kebaikan dan berbahagialah kedua orang tuanya di dunia dari akherat, juga setiap pendidik dan gurunya. Tapi jika dibiasakan kejelekan dan dibiarkan sebagai mana binatang temak, niscaya akan menjadi jahat dan binasa. Dosanya pun ditanggung oleh penguru dan walinya. Maka hendaklah ia memelihara mendidik dan membina serta mengajarinya akhlak yang baik, menjaganya dari teman-teman jahat, tidak membiasakannya bersenang-senang dan tidak pula menjadikannya suka kemewahan, sehingga akan menghabiskan umurnya untuk mencari hal tersebut bila dewasa.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;disari dari http://abumuadz.wordpress.com/2007/05/05/pendidikan-anak-dalam-islam/&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;arif widodo&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867468419504036080-6493212871577851719?l=ardobinardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardobinardi.blogspot.com/feeds/6493212871577851719/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5867468419504036080&amp;postID=6493212871577851719' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/6493212871577851719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/6493212871577851719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardobinardi.blogspot.com/2008/10/peranan-keluarga-dalam-islam.html' title='PERANAN KELUARGA DALAM ISLAM'/><author><name>Mr Ardobinardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08212803471914191278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_yZOcaFK66L8/SCW5-FvnzAI/AAAAAAAAALI/nPQyVfDJLxs/S220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SPOOKuEg_II/AAAAAAAAASM/c0tL7gTYEIw/s72-c/arab+family.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867468419504036080.post-3276692870459194621</id><published>2008-10-13T09:13:00.007-07:00</published><updated>2008-10-13T10:52:58.401-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>MEMPERHATIKAN ANAK KETIKA DALAM KANDUNGAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SPOKztsMaDI/AAAAAAAAASE/rTv6Nu8EHQI/s1600-h/cute+muslim+girl.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SPOKztsMaDI/AAAAAAAAASE/rTv6Nu8EHQI/s320/cute+muslim+girl.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5256697811114420274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Setiap muslim akan merasa kagum dengan kebesaran Islam. Islam adalah agama kasih sayang dan kebajikan. Sebagaimana Islam memberikan perhatian kepada anak sebelum kejadiannya, seperti dikemukakan tadi, Islam pun memberikan perhatian besar kepada anak ketika masih menjadi janin dalam kandungan ibunya. Islam mensyariatkan kepada ibu hamil agar tidak berpuasa pada bulan Ramadhan untuk kepentingan janin yang dikandungnya. Sabda Rasulullah :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;“Sesungguhnya Allah membebaskan separuh shalat bagi orang yang bepergian, dan (membebaskan) puasa bagi orang yang bepergian, wanita menyusui dan wanita hamil” (Hadits riwayat Abu Dawud, At Tirmidzi dan An Nasa’i. Kata Al Albani dalam Takhrij al Misykat: “Isnad hadits inijayyid’ )&lt;br /&gt;Sang ibu hendaklah berdo’a untuk bayinya dan memohon kepada Allah agar dijadikan anak yang shaleh dan baik, bermanfaat bagi kedua orangtua dan seluruh kaum muslimin. Karena termasuk do’a yang dikabulkan adalah do’a orangtua untuk anaknya.&lt;br /&gt;MEMPERHATIKAN ANAK SETELAH LAHIR&lt;br /&gt;Setelah kelahiran anak, dianjurkan bagi orangtua atau wali dan orang di sekitamya melakukan hal-hal berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menyampaikan kabar gembira dan ucapan selamat atas kelahiran.&lt;br /&gt;Begitu melahirkan, sampaikanlah kabar gembira ini kepada keluarga dan sanak famili, sehingga semua akan bersuka cita dengan berita gembira ini. Firman Allah ‘Azza Wa Jalla tentang kisah Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam bersama malaikat:&lt;br /&gt;“Dan isterinya berdiri (di balik tirai lalu dia tersenyum. Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishaq dan dari lshaq (akan lahir puteranya) Ya ‘qub. ” (Surah Hud : 71).&lt;br /&gt;Dan firman Allah tentang kisah Nabi Zakariya ‘Alaihissalam:&lt;br /&gt;“Kemudian malaikat Jibril memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): “Sesungguhnya Allah mengembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu ) Yahya ” (Ali Imran: 39).&lt;br /&gt;Adapun tahni’ah (ucapan selamat), tidak ada nash khusus dari Rasul dalam hal ini, kecuali apa yang disampaikan Aisyah Radhiyallahu ‘Anha:&lt;br /&gt;“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam apabila dihadapkan kepada beliau anak-anak bayi, maka beliau mendo’akan keberkahan bagi mereka dan mengolesi langit-langit mulutnya (dengan korma atau madu )” ( Hadits riwayat Muslim dan Abu Dawud).&lt;br /&gt;Abu Bakar bin Al Mundzir menuturkan: Diriwayatkan kepada kami dari Hasan Basri, bahwa seorang laki-laki datang kepadanya sedang ketika itu ada orang yang baru saja mendapat kelahiran anaknya. Orang tadi berkata: Penunggang kuda menyampaikan selamat kepadamu. Hasan pun berkata: Dari mana kau tahu apakah dia penunggang kuda atau himar? Maka orang itu bertanya: Lain apa yang mesti kita ucapkan. Katanya: Ucapkanlah:&lt;br /&gt;“Semoga berkah bagimu dalam anak, yang diberikan kepadamu, Kamu pun bersyukur kepada Sang Pemberi, dikaruniai kebaikannya, dan dia mencapai kedewasaannya” ( Ibnu Qayyim Al Jauziyah, Tuhfatul fi Ahkamil Maulud.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menyerukan adzan di telinga bayi.&lt;br /&gt;Abu Rafi’ Radhiyallahu ‘Anhu menuturkan:&lt;br /&gt;“Aku melihat Rasulullah memperdengarkan adzan pada telinga Hasan bin Ali ketika dilahirkan Fatimah” ( Hadits riwayat Abu Dawud dan At Tirmidzi.&lt;br /&gt;Hikmahnya, Wallahu A’lam, supaya adzan yang berisi pengagungan Allah dan dua kalimat syahadat itu merupakan suara yang pertama kali masuk ke telinga bayi. Juga sebagai perisai bagi anak, karena adzan berpengaruh untuk mengusir dan menjauhkan syaitan dari bayi yang baru lahir, yang ia senantiasa berupaya untuk mengganggu dan mencelakakannya. Ini sesuai dengan pemyataan hadits:&lt;br /&gt;” Jika diserukan adzan untuk shalat, syaitan lari terbirit-birit dengan mengeluarkan kentut sampai tidak mendengar seruan adzan” (Ibid)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tahnik (Mengolesi langit-langit mulut).&lt;br /&gt;Termasuk sunnah yang seyogianya dilakukan pada saat menerima kelahiran bayi adalah tahnik, yaitu melembutkan sebutir korma dengan dikunyah atau menghaluskannya dengan cara yang sesuai lalu dioleskan di langit-langit mulut bayi. Caranya,dengan menaruh sebagian korma yang sudah lembut di ujung jari lain dimasukkan ke dalam mulut bayi dan digerakkan dengan lembut ke kanan dan ke kiri sampai merata. Jika tidak ada korma, maka diolesi dengan sesuatu yang manis (seperti madu atau gula). Abu Musa menuturkan:&lt;br /&gt;“Ketika aku dikaruniai seorang anak laki-laki, aku datang kepada Nabi, maka beliau menamainya Ibrahim, mentahniknya dengan korma dan mendo’akan keberkahan baginya, kemudian menyerahkan kepadaku”.&lt;br /&gt;Tahnik mempunyai pengaruh kesehatan sebagaimana dikatakan para dokter. Dr. Faruq Masahil dalam tulisan beliau yang dimuat majalah Al Ummah, Qatar, edisi 50, menyebutkan: “Tahnik dengan ukuran apapun merupakan mu’jizat Nabi dalam bidang kedokteran selama empat belas abad, agar umat manusia mengenal tujuan dan hikmah di baliknya. Para dokter telah membuktikan bahwa semua anak kecil (terutama yang baru lahir dan menyusu) terancam kematian, kalau terjadi salah satu dari dua hal:&lt;br /&gt;a. Jika kekurangan jumlah gula dalam darah (karena kelaparan).&lt;br /&gt;b. Jika suhu badannya menurun ketika kena udara dingin di sekelilingnya.”‘&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Memberi nama.&lt;br /&gt;Termasuk hak seorang anak terhadap orangtua adalah memberi nama yang baik. Diriwayatkan dari Wahb Al Khats’ami bahwa Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;” Pakailah nama nabi-nabi, dan nama yang amat disukai Allah Ta’ala yaitu Abdullah dan Abdurrahman, sedang nama yang paling manis yaitu Harits dan Hammam, dan nama yang sangat jelek yaitu Harb dan Murrah” ( HR.Abu Daud An Nasa’i)&lt;br /&gt;Pemberian nama merupakan hak bapak.Tetapi boleh baginya menyerahkan hal itu kepada ibu. Boleh juga diserahkan kepada kakek, nenek,atau selain mereka.&lt;br /&gt;Rasulullah merasa optimis dengan nama-nama yang baik. Disebutkan Ibnul Qayim dalam Tuhfaful Wadttd bi Ahkami Maulud, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam tatkala melihat Suhail bin Amr datang pada hari Perjanjian Hudaibiyah beliau bersabda: “Semoga mudah urusanmu”&lt;br /&gt;Dalam suatu perjalanan beliau mendapatkan dua buah gunung, lain beliau bertanya tentang namanya. Ketika diberitahu namanya Makhez dan Fadhih, beliaupun berbelok arah dan tidak melaluinya.( Ibnu Qayim Al Jauziyah, Tuhfatul Wadud, hal. 41.)&lt;br /&gt;Termasuk tuntunan Nabi mengganti nama yang jelek dengan nama yang baik. Beliau pernah mengganti nama seseorang ‘Ashiyah dengan Jamilah, Ashram dengan Zur’ah. Disebutkan oleh Abu Dawud dalam kitab Sunan :”Nabi mengganti nama ‘Ashi, ‘Aziz, Ghaflah, Syaithan, Al Hakam dan Ghurab. Beliau mengganti nama Syihab dengan Hisyam, Harb dengan Aslam, Al Mudhtaji’ dengan Al Munba’its, Tanah Qafrah (Tandus) dengan Khudrah (Hijau), Kampung Dhalalah (Kesesatan) dengan Kampung Hidayah (Petunjuk), dan Banu Zanyah (Anak keturunan haram) dengan Banu Rasydah (Anak keturunan balk).” (Ibid)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Aqiqah.&lt;br /&gt;Yaitu kambing yang disembelih untuk bayi pada hari ketujuh dari kelahirannya. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan Salman bin Ammar Adh Dhabbi, katanya: Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;“Setiap anak membawa aqiqah, maka sembelihlah untuknya dan jauhkanlah gangguan darinya” (HR. Al Bukhari.)&lt;br /&gt;Dari Aisyah Radhiyallahu ‘Anha,bahwaRasulullah bersabda:&lt;br /&gt;“Untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang sebanding, sedang untuk anak perempuan seekor kambing” (HR. Ahmad dan Turmudzi).&lt;br /&gt;Aqiqah merupakah sunnah yang dianjurkan. Demikian menurut pendapat yang kuat dari para ulama. Adapun waktu penyembelihannya yaitu hari ketujuh dari kelahiran. Namun, jika tidak bisa dilaksanakan pada hari ketujuh boleh dilaksanakan kapan saja, Wallahu A’lam.&lt;br /&gt;Ketentuan kambing yang bisa untuk aqiqah sama dengan yang ditentukan untuk kurban. Dari jenis domba berumur tidak kurang dari 6 bulan, sedang dari jenis kambing kacang berumur tidak kurang dari 1 tahun, dan harus bebas dari cacat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Mencukur rambut bayi dan bersedekah perak seberat timbangannya.&lt;br /&gt;Hal ini mempunyai banyak faedah, antara lain: mencukur rambut bayi dapat memperkuat kepala, membuka pori-pori di samping memperkuat indera penglihatan, pendengaran dan penciuman. (Abdullah Nasih Ulwan, Tarbiyatul Auladfil Islam, juz 1.)&lt;br /&gt;Bersedekah perak seberat timbangan rambutnya pun mempunyai faedah yang jelas.&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Ja’far bin Muhammad, dari bapaknya, katanya:&lt;br /&gt;“Fatimah Radhiyalllahu ‘anha menimbang rambut Hasan, Husein, Zainab dan Ummu Kaltsum; lalu ia mengeluarkan sedekah berupa perak seberat timbangannya (HR. Imam Malik dalam Al Muwaththa’)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Khitan.&lt;br /&gt;Yaitu memotong kulup atau bagian kulit sekitar kepala zakar pada anak laki-laki, atau bagian kulit yang menonjol di atas pintu vagina pada anak perempuan. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;“Fitrah itu lima: khitan, mencukur rambut kemaluan, memendekkan kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak” (HR. Al-bukhari, Muslim)&lt;br /&gt;Khitan wajib hukumnya bagi kaum pria, dan rnustahab (dianjurkar) bagi kaum wanita.WallahuA’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah beberapa etika terpenting yang perlu diperhatikan dan dilaksanakan oleh orangtua atau pada saat-saat pertama dari kelahiran anak.&lt;br /&gt;Namun, di sana ada beberapa kesalahan yang terjadi pada saat menunggu kedatangannya Secara singkat, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Membacakan ayat tertentu dari Al Qur’an untuk wanita yang akan melahirkan; atau menulisnya lalu dikalungkan pada wanita, atau menulisnya lalu dihapus dengan air dan diminumkan kepada wanita itu atau dibasuhkan pada perut danfarji (kemaluan)nya agar dimudahkan dalam melahirkan. ltu semua adalah batil, tidak ada dasamya yang shahih dari Rasulullah, Akan tetapi bagi wanita yang sedang menahan rasa sakit karena melahirkan wajib berserah diri kepada Allah agar diringankan dari rasa sakit dan dibebaskan dari kesulitannya Dan ini tidak bertentangan dengan ruqyah yang disyariatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Menyambut gembira dan merasa senang dengan kelahiran anak laki-laki, bukan anak perempuan.&lt;br /&gt;Hal ini termasuk adat Jahiliyah yang dimusuhi Islam. Firman Allah yang berkenaan dengan mereka:&lt;br /&gt;“Apabila seseorang dari merea diberi kabar dengan (kelahiran) anak, perempuan, hitamlah (merah padamlah) matanya, dan dia sangat marah; ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan padanya. Apakah dia akan memeliharannya dengan menanggumg kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang telah mereka lakukan itu”(Surah An Nahl : 58-59).&lt;br /&gt;Mungkin ada sebagian orang bodoh yang bersikap berlebihan dalam hal ini dan memarahi isterinya karena tidak melahirkan kecuali anak perempuan. Mungkin pula menceraikan isterinya karena hal itu, padahal kalau dia menggunakan akalnya, semuanya berada di tangan Allah ‘Azza wa lalla. Dialah yang memberi dan menolak. Firman-Nya:&lt;br /&gt;Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki atau Dia menganugerahkan kepada siapa yang dia kehendaki-Nya, dan dia menjadikan Mandul siapa yang Dia kehendaki…” (Surah Asy Syura :49-50).&lt;br /&gt;Semoga Allah memberikan petunjukkepada seluruh kaum Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Menamai anak dengan nama yang tidak pantas.Misalnya, nama yang bermakna jelek, atau nama orang-orang yang menyimpang seperti penyanyi atau tokoh kafir. Padahal menamai anak dengan nama yang baik merupakan hak anak yang wajib atas walinya.&lt;br /&gt;Termasuk kesalahan yang berkaitan dengan pemberian nama, yaitu ditangguhkan sampai setelah seminggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Tidak menyembelih aqiqah untuk anak padahal mampu melakukannya. Aqiqah merupakan tuntunan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasalam, dan mengikuti tuntunan beliau adalah sumber segala kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Tidak menetapi jumlah bilangan yang ditentukan untuk aqiqah. Ada yang mengundang untuk acara aqiqah semua kenalannya dengan menyembelih 20 ekor kambing, ini merupakan tindakan berlebihan yang tidak disyariatkan. Ada pula yang kurang dari jumlah bilangan yang ditentukan, dengan menyembelih hanya seekor kambing untuk anak iaki-laki, inipun menyalahi yang disyariatkan. Maka hendaklah kita menetapi sunnah Rasul Shallallahu ‘alaihi wasalam tanpa menambah ataupun mengurangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Menunda khitan setelah akil baligh.Tradisi ini dulu terjadi pada beberapa suku, seorang anak dikhitan sebelum kawin dengan cara yang biadab di hadapan orang banyak.&lt;br /&gt;Itulah sebagian kesalahan, dan masih banyak lainnya. Semoga cukup bagi kita dengan menyebutkan etika dan tata cara yang dituntunkan ketika menerima kelahiran anak. Karena apapun yang bertentangan dengan hal-hal tersebut, termasuk kesalahan yang tidak disyariatkan. (Disarikan dari kitab Adab Istiqbal al Maulud fil Islam, oleh ustadz Yusuf Abdullah al Arifi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867468419504036080-3276692870459194621?l=ardobinardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardobinardi.blogspot.com/feeds/3276692870459194621/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5867468419504036080&amp;postID=3276692870459194621' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/3276692870459194621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/3276692870459194621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardobinardi.blogspot.com/2008/10/memperhatikan-anak-ketika-dalam.html' title='MEMPERHATIKAN ANAK KETIKA DALAM KANDUNGAN'/><author><name>Mr Ardobinardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08212803471914191278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_yZOcaFK66L8/SCW5-FvnzAI/AAAAAAAAALI/nPQyVfDJLxs/S220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SPOKztsMaDI/AAAAAAAAASE/rTv6Nu8EHQI/s72-c/cute+muslim+girl.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867468419504036080.post-4572284624041852807</id><published>2008-10-13T09:13:00.005-07:00</published><updated>2008-10-13T10:19:53.569-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>MEMPERHATIKAN ANAK PADA USIA ENAM TAHUN PERTAMA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SPODJJy99bI/AAAAAAAAAR8/qPoRUfV_yCA/s1600-h/little-boy-reads-quran2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SPODJJy99bI/AAAAAAAAAR8/qPoRUfV_yCA/s320/little-boy-reads-quran2.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5256689383343257010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Periode pertama dalam kehidupan anak (usia enam tahun pertama) merupakan periode yang amat kritis dan paling penting. Periode ini mempunyai pengaruh yang sangat mendalam dalam pembentukan pribadinya. Apapun yang terekam dalam benak anak pada periede ini, nanti akan tampak pengaruh-pengaruhnya dengannyata pada kepribadiannya ketika menjadi dewasa. (Aisyah Abdurrahman Al Jalal, Al Muatstsirat as Salbiyah.)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Karena itu, para pendidik perlu memberikan banyak perhatian pada pendidikan anak dalam periode ini.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Aspek-aspek yang wajib diperhatikan oleh kedua orangtua dapat kami ringkaskan sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;1. Memberikan kasih sayang yang diperlukan anak dari pihak kedua orangtua, terutama ibu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ini perlu sekali, agar anak belajar mencintai orang lain. Jika anak tidak merasakan cintakasih ini,maka akan tumbuh mencintai dirinya sendiri saja dan membenci orang disekitamya. “Seorang ibu yang muslimah harus menyadari bahwa tidak ada suatu apapun yang mesti menghalanginya untuk memberikan kepada anak kebutuhan alaminya berupa kasih sayang dan perlindungan. Dia akan merusak seluruh eksistensi anak, jika tidak memberikan haknya dalam perasaan-perasaan ini, yang dikaruniakan Allah dengan rahmat dan hikmah-Nya dalam diri ibu, yang memancar dengan sendirinya untuk memenuhi kebutuhan anak.” (Muhammad Quthub,Manhaiut Tarbiyah Al Islamiyah, juz 2.)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Maka sang ibu hendaklah senantiasa memperhatikan hal ini dan tidak sibuk dengan kegiatan karir di luar rumah, perselisihan dengan suami atau kesibukan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;2. Membiasakan anak berdisiplin mulai dari bulan-bulan pertama dari awal kehidupannya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kami kira, ini bukan sesuatu yang tidak mungkin. Telah terbukti bahwa membiasakan anak untuk menyusu dan buang hajat pada waktu-waktu tertentu dan tetap, sesuatu yang mungkin meskipun melalui usaha yang berulang kali sehingga motorik tubuh akan terbiasa dan terlatih dengan hal ini.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kedisiplinan akan tumbuh dan bertambah sesuai dengan pertumbuhan anak, sehingga mampu untuk mengontrol tuntutan dan kebutuhannya pada masa mendatang.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;3. Hendaklah kedua orangtua menjadi teladan yang baik bagi anak dari permulaan kehidupannya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Yaitu dengan menetapi manhaj Islam dalam perilaku mereka secara umum dan dalam pergaulannya dengan anak secara khusus. Jangan mengira karena anak masih kecil dan tidak mengerti apa yang tejadi di sekitarnya, sehingga kedua orangtua melakukan tindakan-tindakan yang salah di hadapannya. Ini mempunyai pengaruh yang besar sekali pada pribadi anak. “Karena kemampuan anak untuk menangkap, dengan sadar atau tidak, adalah besar sekali. Terkadang melebihi apa yang kita duga. Sementara kita melihatnya sebagai makhluk kecil yang tidak tahu dan tidak mengerti. Memang, sekalipun ia tidak mengetahui apa yang dilihatnya, itu semua berpengaruh baginya. Sebab, di sana ada dua alat yang sangat peka sekali dalam diri anak yaitu alat penangkap dan alat peniru, meski kesadarannya mungkin terlambat sedikit atau banyak.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Akan tetapi hal ini tidak dapat merubah sesuatu sedikitpun. Anak akan menangkap secara tidak sadar, atau tanpa kesadaran puma, dan akan meniru secara tidak sadar, atau tanpa kesadaran purna, segala yang dilihat atau didengar di sekitamya.” (Ibid.)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;4. Anak dibiasakan dengan etiket umum yang mesti dilakukan dalam pergaulannya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Antara lain: (Silahkan lihat Ahmad Iuuddin Al Bayanuni,MinhajAt TarbiyahAsh Shalihah.)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;” Dibiasakan mengambil, memberi, makan dan minum dengan tangan kanan. Jika makan dengan tangan kiri, diperingatkan dan dipindahkan makanannya ke tangan kanannya secara halus.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;” Dibiasakan mendahulukan bagian kanan dalam berpakaian. Ketika mengenakan kain, baju, atau lainnya memulai dari kanan; dan ketika melepas pakaiannya memulai dari kiri.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;” Dilarang tidur tertelungkup dandibiasakan ·tidur dengan miring ke kanan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;” Dihindarkan tidak memakai pakaian atau celana yang pendek, agar anak tumbuh dengan kesadaran menutup aurat dan malu membukanya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;” Dicegah menghisap jari dan menggigit kukunya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;” Dibiasakan sederhana dalam makan dan minum, dan dijauhkan dari sikap rakus.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;” Dilarang bermain dengan hidungnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;” Dibiasakan membaca Bismillah ketika hendak makan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;” Dibiasakan untuk mengambil makanan yang terdekat dan tidak memulai makan sebelum orang lain.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;” Tidak memandang dengan tajam kepada makanan maupun kepada orang yang makan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;” Dibiasakan tidak makan dengan tergesa-gesa dan supaya mengunyah makanan dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;” Dibiasakan memakan makanan yang ada dan tidak mengingini yang tidak ada.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;” Dibiasakan kebersihan mulut denganmenggunakan siwak atau sikat gigi setelah makan, sebelum tidur, dan sehabis bangun tidur.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;” Dididik untuk mendahulukan orang lain dalam makanan atau permainan yang disenangi, dengan dibiasakan agar menghormati saudara-saudaranya, sanak familinya yang masih kecil, dan anak-anak tetangga jika mereka melihatnya sedang menikmati sesuatu makanan atau permainan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;” Dibiasakan mengucapkan dua kalimat syahadat dan mengulanginya berkali-kali setiap hari.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;” Dibiasakan membaca “AZhamdulillah” jika bersin, dan mengatakan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Yarhamukallah” kepada orang yang bersin jika membaca “Alhamdulillah”.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;” Supaya menahan mulut dan menutupnya jika menguap, dan jangan sampai bersuara.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;” Dibiasakan berterima kasih jika mendapat suatu kebaikan, sekalipun hanya sedikit.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;” Tidak memanggil ibu dan bapak dengan namanya, tetapi dibiasakan memanggil dengan kata-kata: Ummi (Ibu), dan Abi (Bapak).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;” Ketika berjalan jangan mendahului kedua orangtua atau siapa yang lebih tua darinya, dan tidak memasuki tempat lebih dahulu dari keduanya untuk menghormati mereka.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;” Dibiasakan bejalan kaki pada trotoar, bukan di tengah jalan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;” Tidak membuang sampah dijalanan, bahkan menjauhkan kotoran darinya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;” Mengucapkan salam dengan sopan kepada orang yang dijumpainya dengan mengatakan “Assalamu ‘Alaikum” serta membalas salam orang yang mengucapkannya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;” Diajari kata-kata yang benar dan dibiasakan dengan bahasa yang baik.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;” Dibiasakan menuruti perintah orangtua atau siapa saja yang lebih besar darinya, jika disuruh sesuatu yang diperbolehkan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;” Bila membantah diperingatkan supaya kembali kepada kebenaran dengan suka rela, jika memungkinkan. Tapi kalau tidak, dipaksa untuk menerima kebenaran, karena hal ini lebih baik daripada tetap membantah dan membandel.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;” Hendaknya kedua orangtua mengucapkan terima kasih kepada anak jika menuruti perintah dan menjauhi larangan. Bisa juga sekali-kali memberikan hadiah yang disenangi berupa makanan, mainan atau diajak jalan-jalan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;” Tidak dilarang bermain selama masih aman, seperti bermain dengan pasir dan permainan yang diperbolehkan, sekalipun menyebabkan bajunya kotor. Karena permainan pada periode ini penting sekali untuk pembentukan jasmani dan akal anak.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;” Ditanamkan kepada anak agar senang pada alat permainan yang dibolehkan seperti bola, mobil-mobilan, miniatur pesawat terbang, dan lain-lainnya. Dan ditanamkan kepadanya agar membenci alat permainan yang mempunyai bentuk terlarang seperti manusia dan hewan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;” Dibiasakan menghormati milik orang lain, dengan tidak mengambil permainan ataupun makanan orang lain, sekalipun permainan atau makanan saudaranya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;sumber : Website “Yayasan Al-Sofwa”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;www.alsofwah.or.id&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867468419504036080-4572284624041852807?l=ardobinardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardobinardi.blogspot.com/feeds/4572284624041852807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5867468419504036080&amp;postID=4572284624041852807' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/4572284624041852807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/4572284624041852807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardobinardi.blogspot.com/2008/10/memperhatikan-anak-pada-usia-enam-tahun.html' title='MEMPERHATIKAN ANAK PADA USIA ENAM TAHUN PERTAMA'/><author><name>Mr Ardobinardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08212803471914191278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_yZOcaFK66L8/SCW5-FvnzAI/AAAAAAAAALI/nPQyVfDJLxs/S220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SPODJJy99bI/AAAAAAAAAR8/qPoRUfV_yCA/s72-c/little-boy-reads-quran2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867468419504036080.post-5649684781736445395</id><published>2008-10-13T09:13:00.004-07:00</published><updated>2008-10-13T10:06:16.931-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Flu Burung Indonesia untuk Senjata Biologi AS?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SPN_g06h6sI/AAAAAAAAAR0/WPl6VK2jnaI/s1600-h/siti-dl.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SPN_g06h6sI/AAAAAAAAAR0/WPl6VK2jnaI/s320/siti-dl.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5256685392008178370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;SAAT kementerian kesehatan Indonesia berhenti mengirimkan sampel virus flu burung ke sebuah lab riset di AS beredar isu bahwa langkah itu dilakukan karena khawatir Washington akan menggunakan virus tersebut sebagai senjata biologi. Menteri Pertahanan AS Robert Gates menertawai isu tersebut dan menyebutnya sebagai “hal paling konyol” yang pernah didengarnya.&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Namun, di balik tawa Robert Gates tersebut, AS ternyata mempunyai peraturan tambahan ekspor yang menekankan larangan ekspor vaksin antiflu burung dan sejumlah antivirus lainnya ke lima negara yang disebut sebagai “pendukung terorisme.” Alasan dari larangan itu adalah karena adanya kekhawatiran akan kemungkinan antivirus tersebut digunakan sebagai senjata biologi.&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Berdasarkan kebijakan yang tak diketahui oleh khalayak luas ini, Korea Utara, Iran, Kuba, Suriah, dan Sudan tak bisa mendapatkan vaksin antivirus tersebut dari AS apabila tak mengajukan izin ekspor khusus. Izin tersebut kemungkinan bisa diberikan atau ditolak berdasarkan pertimbangan tertentu. Akibat dijatuhi embargo oleh AS, Iran, Kuba, dan Sudan bahkan terkena larangan untuk mendapatkan semua jenis vaksin influenza pandemi manusia.&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Peraturan ekspor yang mencakup berbagai vaksin mulai dari demam dengue hingga virus Ebola itu telah meningkatkan keprihatinan di kalangan komunitas ilmiah dan kedokteran. Meskipun peraturan ekspor tersebut diberlakukan tak secara terang-terangan lebih 1 dasawarsa lalu, peraturan itu dinilai tak relevan mengingat perkembangan flu burung yang memprihatinkan.&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Pihak Departemen Kesehatan dan Badan Pencegahan serta Pengendalian Penyakit AS mengaku tak menyadari adanya kebijakan tersebut apabila tak dihubungi oleh The Associated Press bulan lalu. Setelah mengetahui kebijakan itu, Departemen Kesehatan dan Badan Pencegahan serta Pengendalian Penyakit AS menyampaikan keprihatinannya.&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;‘Peraturan ekspor tersebut “secara ilmiah tak masuk akal,”‘ kata Peter Palese, ketua departemen mikrobiologi Fakultas Kedokteran Mount Sinai, New York. Peter Palese menerangkan vaksin antiflu burung, misalnya, dapat digunakan untuk menangkal wabah ini pada saat beredar di antara unggas sebelum bermutasi dan menyebar dengan mudah di kalangan manusia.&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;“Semakin banyak vaksin, semakin lebih baik. Ini merupakan masalah melindungi diri kita agar virus flu burung tak menyebar di negara-negara yang terkena larangan ekspor vaksin dari AS,” kata Peter Palese.&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Beberapa ahli etika biologi menjelaskan pembatasan tersebut dapat memunculkan pertanyaan moral tentang apakah negara-negara itu terkena larangan untuk mendapatkan vaksin karena keputusan yang didasarkan pada kebijakan luar negeri. Para pakar itu berpendapat pengendalian ekspor AS ini tidak konsisten karena Libya, Irak, serta beberapa negara lainnya yang dicurigai AS memiliki program senjata biologi tak dikenakan larangan ekspor untuk vaksin unggas.***&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;disar dari http://hizbut-tahrir.or.id/2008/10/13/flu-burung-indonesia-untuk-senjata-biologi-as/&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Arif Widodo&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867468419504036080-5649684781736445395?l=ardobinardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardobinardi.blogspot.com/feeds/5649684781736445395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5867468419504036080&amp;postID=5649684781736445395' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/5649684781736445395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/5649684781736445395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardobinardi.blogspot.com/2008/10/flu-burung-indonesia-untuk-senjata.html' title='Flu Burung Indonesia untuk Senjata Biologi AS?'/><author><name>Mr Ardobinardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08212803471914191278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_yZOcaFK66L8/SCW5-FvnzAI/AAAAAAAAALI/nPQyVfDJLxs/S220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SPN_g06h6sI/AAAAAAAAAR0/WPl6VK2jnaI/s72-c/siti-dl.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867468419504036080.post-4602049199543169104</id><published>2008-10-13T09:13:00.003-07:00</published><updated>2008-10-13T09:58:48.708-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>Peringatan ‘hancur-lebur’ dari IMF</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SPN-NLS9w6I/AAAAAAAAARs/KpksJnTos3s/s1600-h/imf+logo.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SPN-NLS9w6I/AAAAAAAAARs/KpksJnTos3s/s320/imf+logo.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5256683954907235234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sistem keuangan dunia berada di ambang “hancur-lebur” secara sistemik, kata direktur Dana Moneter Internasional, IMF, di Washington, dalam peringatan yang dikeluarkannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Dominique Srauss-Kahn mengatakan krisis itu dimarakkan oleh ketakutan terhadap bank-bank yang berhutang banyak tetapi menambahkan negara-negara kaya sejauh ini gagal memulihkan kepercayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan itu setelah berembuk dengan Presiden George Bush, para menteri keuangan Kelompok G7, dan Bank Dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bush mengatakan krisis ekonomi global memerlukan reaksi bersama internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara di Washinton hari Sabtu, Strauss-Kahn mengatakan, “Kekhawatiran yang besar terhadap kebangkrutan sejumlah lembaga keuangan besar yang berpusat di Amerika Serikat dan Eropa mendorong sistem keuangan dunia ke ambang kehancuran sistemik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala IMF itu bertemu di Gedung Putih dengan para menteri keuangan dari negara-negara industri terkaya, G7, yaitu AS, Kanada, Prancis, Jerman, Inggris, Italia dan Jepang, serta presiden Bank Dunia, robert Zoellick.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyusul pembicaraan dengan para pemimpin ekonomi itu, Bush mengatakan, “Kita harus memastikan agar langkah satu negara tidak berlawanan dengan atau merongrong tindakan negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di dunia yang saling terkait ini, tidak ada negara akan meraup keuntungan dengan melemahkan kekuatan negara lain. Kiat berada dalam situasi ini bersama-sama. Kita akan melewatinya bersama-sama.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjualan panik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan itu berlangsung sehari setelah pasar Asia, Eropa dan AS terus melakukan penjualan panik meskipun telah dilakukan pemotongan bunga bank dan suntikan dana segar oleh bank-bank sentral di tengah kekhawatiran akan terjadi resesi global.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; HTI-Press. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;disari dari http://hizbut-tahrir.or.id/2008/10/13/peringatan-hancur-lebur-dari-imf/&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Arif Widodo&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867468419504036080-4602049199543169104?l=ardobinardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardobinardi.blogspot.com/feeds/4602049199543169104/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5867468419504036080&amp;postID=4602049199543169104' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/4602049199543169104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/4602049199543169104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardobinardi.blogspot.com/2008/10/peringatan-hancur-lebur-dari-imf.html' title='Peringatan ‘hancur-lebur’ dari IMF'/><author><name>Mr Ardobinardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08212803471914191278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_yZOcaFK66L8/SCW5-FvnzAI/AAAAAAAAALI/nPQyVfDJLxs/S220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SPN-NLS9w6I/AAAAAAAAARs/KpksJnTos3s/s72-c/imf+logo.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867468419504036080.post-2632793213849389280</id><published>2008-10-13T09:13:00.002-07:00</published><updated>2008-10-13T09:52:16.172-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosiologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum'/><title type='text'>What’s Wrong With Syariah ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SPN8opZkeHI/AAAAAAAAARk/KUQuUhpgmYU/s1600-h/syariah.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SPN8opZkeHI/AAAAAAAAARk/KUQuUhpgmYU/s320/syariah.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5256682227821213810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sungguh menyesakkan dada melihat pelecehan Bung Thamrin A. Tamagola terhadap aturan Allah SWT (syariah Islam) dalam sebuah diskusi di TVone (Kamis malam , 03/07/2008). Diskusi hangat yang mengambil tema “Islam yes , Negara Islam ?” banyak menyoal penerapan syariah Islam oleh negara. Dengan mengambil kasus Perda yang diklaimnya sebagai berbau syariah Bung Thamrin berusaha keras membangun opini sesat . Seolah-olah syariah Islam mengancam wanita , merugikan wanita. Diambillah contoh kasus, wanita dilarang keluar di malam hari , padahal hanya membeli sesuatu. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sebenarnya tidak ada yang disebut dengan perda syariah Islam sekarang ini . Tidak pernah ada aturan di daerah yang disebut perda syariah. Bahwa ada aturan yang diambil dari nilai-nilai Islam itu benar, namun perlu dicatat perda itu diterapkan bukan karena berdasarkan syariah Islam . Perda itu disahkan oleh DPRD. Artinya, perda itu diterima karena mayoritas anggota DPRD mensahkan lewat mekanisme yang demokratis. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tentu saja tidak tepat menolak syariah Islam , hanya dengan kasus perda yang diklaim berbau syariah. Kami ingin sampaikan syariah Islam bukan sekedar kewajiban kerudung, larangan terhadap pelacuran, atau larangan berkholwat. Mereka yang menolak syariah Islam sering kali terjebak pada apa yang disebut logika fallacy of composition, mengambil kasus-kasus yang tidak utuh , bahkan tidak bisa sepenuhnya disebut syariah Islam, untuk membangun citra negatif penerapan syariah Islam oleh negara.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sebagai contoh tentang wanita keluar malam. Hukum asalnya sendiri tidak ada larangan wanita untuk keluar malam. Boleh saja dia keluar untuk keperluan tertentu, ke warung atau ke tetangganya. Namun kalau keluarnya wanita keluar rumah di malam hari mengancam keamanan dan kehormatannya , negara yang bertanggung jawab kepada rakyatnya justru harus melarang dan mencegahnya. Jangankan wanita, laki-laki keluar malam tapi mengancam nyawanya, sah-sah saja negara yang tidak ingin warganya celaka melakukan larangan. Perlu digaris bawahi larangan muncul karena ada sesuatu yang mengancam nyawa atau kehormatan wanita tersebut, bukan keluar rumahnya. Disisi lain, pro sekuler tidak melihat bagaimana menyedihkannya nasib wanita dibawah sistem sekuler. Ekploitasi terhadap wanita terjadi dimana-mana baik secara seksual maupun ekonomi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Seharusnya kita lebih utuh melihat syariah Islam. Berdasarkan syariah Islam , negara wajib menjamin kebutuhan sandang, pangan, dan papan perindividu masyarakat yang menjadi warga negara, baik muslim maupun non muslim. Kalau ada rakyatnya tidak makan atau tidak punya rumah , berdasarkan syariah Islam negara wajib memenuhi kebutuhan itu dengan gratis. Dalam pandangan syariah Islam negara wajib menjamin pendidikan gratis dan kesehatan gratis bagi seluruh warganya baik muslim maupun non muslim. Sekali lagi ,What’s wrong with syariah ?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Syariah Islam juga mengatur masalah kepemilikan antara lain pemilikan umum (milkiyah ‘amah). Dimana kepemilikan umum ini adalah milik rakyat dan tidak boleh individu (swasta) apalagi asing untuk memilikinya. Berdasarkan ini listrik, air, hutan adalah milik umum yang tidak boleh dimiliki individu(swasta). Pemilikan individu atau swasta pada bidang strategis ini akan menyebabkan terganggunya kepentingan umum. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Termasuk dalam pemilikan umum adalah barang-barang tambang dalam jumlah yang besar seperti minyak, batu-bara, emas. Dilarang bagi individu atas swasta memilikinya. Tambang itu harus dikelola dengan manejemen yang baik, transparan, profesional oleh negara dan hasilnya diserahkan untuk rakyat. Jelas ini merupakan pemasukan negara yang sangat besar. Negara bisa menggunakannya untuk pendidikan dan kesehatan gratis. Syariah Islam mengatur hal itu. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Syariah Islam menjamin keamanan rakyatnya dengan memberikan sanksi yang tegas bagi pelaku pembunuhan yakni hukuman mati. Pemilikan individu yang diperoleh seseorang dengan kerja keras dan halal dijaga oleh Islam, pelaku pencurian akan diberikan sanksi tegas yakni potong tangan. Dengan catatan, dia mencuri lebih dari 1/4 dinar dan mencuri bukan karena lapar. Kalau dia mencuri karena lapar , negara tidak boleh menghukumnya. Negara justru harus memberikan dia makan. So,What’s wrong with syariah ? &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pelaku korupsi pun diberikan sanksi tegas oleh negara. Bisa sampai hukuman mati. Bukan hanya sanksi , segala hal yang mengantarkan kepada terbukanya peluang untuk korupsi ditutup. Berdasarkan syariah Islam, seseorang tidak boleh memberikan hadiah kepada hakim atau pejabat negara. Suap menyuap dilankat Allah dan dilarang dengan sanksi yang tegas. Umar bin Khoththob saat menjadi Kholifah memerintahkan siapapun pejabat harus dihitung kekayaannya sebelum menjabat. Pada akhir jabatannya, dihitung lagi. Kalau ada yang berlebih dari yang sepantasnya dia terima, harus dipertanggung jawabkan. Negara boleh saja mengambil uang yang tidak jelas itu. Ini adalah syariah Islam . &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Argumentasi lain yang dibangun untuk menolak syariah Islam dengan mengatakan syariah Islam seakan-akan hanya untuk kelompok tertentu.Tentu saja yang dimaksud adalah Islam. Bung Thamrin mencontohkan UU Migas yang dibatalkan oleh MK, karena tidak memihak kepada rakyat. Padahal UU Migas muncul karena kebijakan negara yang sekuler-kapitalis. Lagi-lagi ini terjadi salah paham terhadap syariah Islam. Bukankah syariah Islam itu rahmatan lil ‘alamin ? baik bagi seluruh alam , seluruh manusia, tidak pandang dia muslim atau non muslim. Mungkinkah syariah Islam yang bersumber dari Allah yang memiliki sifat ar rahman (Maha Pengasih) ar rahim (Maha Penyayang) itu akan mencelakakan manusia. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sesungguhnya penerapan syariah Islam adalah untuk kebaikan seluruh warganya baik muslim dan non muslim. Kewajiban negara menjamin sandang, pangan, dan papan indidu rakyat, bukan hanya muslim tapi juga non muslim. Pendidikan dan kesehatan gratis bukan hanya untuk muslim tapi juga non muslim. Bahkan warga non muslim yang dalam syariah disebut Ahlul Dzimmah dijamin keamanannya oleh negara. Sampai-sampai Rosulullah saw mengatakan siapa yang menyakiti ahlul dzimmah , berarti menyakitiku.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Bung Thamrin sepertinya sangat kritis terhadap syariah Islam. Tapi agak kurang kritis terhadap sistem sekuler yang diadopsi Indonesia saat ini. Padahal sistem sekuler -yang dibangga-banggakan Bung Thamrin ini- telah menjadi dasar yang kokoh bagi penerapan sistem Kapitalisme. Hal itu terjadi karena agama tidak boleh campur tangan dalam masalah ekonomi, politik, atau pendidikan. Akibatnya negara diatur oleh sistem kapitalisme. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kita lihat sendiri bagaimana hasilnya. Kemiskinan meningkat akibat liberasisasi sektor migas yang berimbas pada kenaikan BBM. Beban masyarakat bertambah akibat mahalnya pendidikan dan kesehatan setelah diliberalisasi. Kekayaan alam kita dirampok oleh asing atas nama free market dan investasi asing, sebaliknya rakyat miskin dan busung lapar. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kalau Bung Thamrin menolak syariah Islam hanya karena berasal dari kelompok Islam, bung Thamrin juga seharusnya menolak sistem sekuler-kapitalisme yang juga berasal dari satu kelompok masyarakat seperti Bung Thamrin yakni kelompok sekuler. Bung Thamrin juga seharusnya melihat ketika agama tidak boleh campur tangan dalam masalah kenegaraan, aturan kapitalisme yang berasal dari segelintir orang (para milik modal) lah yang diterapkan. Terjadilah tirani minoritas atas nama suara mayoritas. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sering kali kelompok sekuler sangat alergi terhadap syariah Islam kalau diterapkan negara. Pertanyaan kritis, kenapa anda hanya mempersoalkan kalau syariah diterapkan oleh negara ? Sebaliknya melegalkan sekulerisme,kapitalisme, diterapkan oleh negara ? Cara pandang ini jelas tidak obyektif. Menolak syariah Islam diterapkan negara ,hanya karena berasal dari Islam sungguh tidak obyektif. Sementara ide-ide Kapitalisme yang sebenarnya berasal dari pemikir-pemikir Barat diterima dengan lapang dada tanpa sikap kritis. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Bahwa umat Islam membutuhkan negara Islam , sebenarnya bisa dimengerti. Sebab, sistem apapun pastilah membutuhkan negara, sebab negaralah yang memiliki otoritas ,legalitas, dan kekuatan memaksa. Sistem kapitalisme untuk bisa diterapkan jelas butuh negara yang berdasarkan kapitalisme. Untuk bisa menerapkan sosialisme jelas butuh negara yang berasas sosialisme. Logika ini sangat sederhana. Artinya, tidak akan mungkin syariah Islam secara menyeluruh bisa diterapkan tanpa legalitas negara. Penentuan mata uang berdasarkan emas (dinar), tidak bolehnya tambang emas dan minyak dikuasai oleh asing, kewajiban untuk menjamin kebutuhan masyarakat pasti membutuhkan negara. Termasuk memberikan sanksi bagi pezina, penjudi, pencuri, pemerkosa, pembunuh, tentu butuh legalitas negara yang memaksa. Jadi kalau umat Islam membutuhkan negara Islam adalah normal-normal saja. Apalagi kalau rakyat menghendaki, tentu tidak ada alasan untuk menolaknya . &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ironisnya, Bung Thamrin menyalahkan agama. Menurutnya agama gagal menyelesaikan persoalan kemiskinan komunitas umatnya . Kalau agama yang dimaksud bung Thamrin adalah Islam, jelas tuduhan anda salah alamat. Bagaimana mungkin anda menyalahkan Islam, padahal negara saat ini tidak menerapkan syariah Islam. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Apalagi, masalah kemiskinan jelas tidak bisa diserahkan kepada komunitas umat beragama . Penyelesaikan persoalan kemiskinan membutuhkan kebijakan politik. Menghentikan kebijakan yang membolehkan asing menguasai tambang emas dan minyak kita jelas butuh kekuatan dan kebijakan politik. Kenaikan BBM adalah kebijakan politik yang bisa dihentikan juga dengan kebijakan politik. Kalau Bung Thamrin ingin melihat bagaimana Islam menyelesaikan persoalan kemiskinan, seharusnya Bung Thamrin bisa menerima syariah Islam diterapkan oleh negara. Sebab tanpa negara yang menerapkan syariah Islam tidak akan bisa diwujudkan secara total.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Perlu kami tegaskan semua cara pandang seperti Bung Thamrin adalah cara pandang sekuler. Dimana agama hanya diakui dalam masalah indivual, moral, atau ritual. Sebaliknya agama harus dijauhkan dari persoalan politik, ekonomi, dan ketatanegaraan lainnya. Padahal sekulerisme telah menimbulkan bencana yang luar biasa. Seharusnya yang disalahkan adalah sekulerisme yang menjadi asas dari sistem kapitalisme. Inilah yang menjadi pangkal bencana yang menyusahkan masyarakat. Bukan syariah Islam. Jadi kegigihan siapapun menyalahkan syariah Islam dan sebaliknya membela sekulerisme membuat posisinya harus dipertanyakan. Apakah anda berpihak kepada rakyat atau tidak ? (Farid Wadjdi)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;disari dari http://hizbut-tahrir.or.id/2008/07/04/whats-wrong-with-syariah/&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Arif Widodo&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867468419504036080-2632793213849389280?l=ardobinardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardobinardi.blogspot.com/feeds/2632793213849389280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5867468419504036080&amp;postID=2632793213849389280' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/2632793213849389280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/2632793213849389280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardobinardi.blogspot.com/2008/10/whats-wrong-with-syariah.html' title='What’s Wrong With Syariah ?'/><author><name>Mr Ardobinardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08212803471914191278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_yZOcaFK66L8/SCW5-FvnzAI/AAAAAAAAALI/nPQyVfDJLxs/S220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SPN8opZkeHI/AAAAAAAAARk/KUQuUhpgmYU/s72-c/syariah.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867468419504036080.post-1091981530602434239</id><published>2008-10-13T09:13:00.001-07:00</published><updated>2008-10-13T09:40:45.102-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>Lonceng Kematian Kapitalisme</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SPN5vUBIKqI/AAAAAAAAARc/sGaJeFZsU0o/s1600-h/Problem+Ekonomi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SPN5vUBIKqI/AAAAAAAAARc/sGaJeFZsU0o/s320/Problem+Ekonomi.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5256679043805751970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Moris Berman, 63 tahun, ahli sejarah kebudayaan kelahiran New York, yang memperoleh Ph D dari Johns Hopkins University, menulis buku Dark Ages America: The Final Phase of Empire (Norton, 2006),  yang meramalkan imperium Amerika segera akan rubuh. Ia mendeskripsikan Amerika sebagai sebuah kultur dan emosional yang rusak oleh peperangan, menderita karena kematian spiritual dan dengan intensif mengeskpor nilai-nilai palsunya ke seluruh dunia dengan menggunakan senjata. Republik yang berubah menjadi imperium itu berada di dalam zaman kegelapan baru dan menuju rubuh sebagaimana dialami Kekaisaran Romawi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang tulis oleh Moris Berman tampaknya semakin menunjukkan kebenarannya. Pertama, AS adalah perabadaban emosial yang rusak oleh peperangan. Ya, memang perang tidak bisa dilepaskan dari negara adi daya ini. Bisa hampir dipastikan di mana ada konflik, di mana ada perang, kemungkinan di situ ada Amerika . Negara ini memang pecandu perang dengan berbagai alasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamil Salmi dalam violence and democatic society mencatat negara Paman Sam ini antara tahun 1945 sampai 2001 saja sudah melakukan 218 kali intervensi terhadap negara lain. Amerika juga merupakan otak kudeta berdarah di berbagai negara. Genocide atas nama demokrasi dan perang melawan terorisme juga telah menimbulkan korban sipil yang sangat besar di Irak dan Afghansitan. Pasca pendudukan AS, korban rakyat sipil Irak hampir mencapai angka 1 juta orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara ini memang haus darah dan mesin pembunuh. John Pike dari www.GlobalSecurity.org, sebuah grup riset, tentara Amerika menghamburkan 250.000 peluru untuk menembak mati tiap seorang gerilyawan. Biaya perang demikian besar. Staf Partai Demokrat di Kongres menghitung dari 2002 sampai 2008, perang yang lebih panjang dibanding Perang Dunia kedua itu, menghabiskan 1,3 trilyun dollar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Salmi AS juga merupakan pendukung pemerintah refresif di berbagai negara. Mendukung pemerintahan Syah Reza Pahlevi di Iran yang dikenal diktator, raja-raja Arab yang refresif, termasuk Suharto di masa orde Baru. Pasca perang dingin negara ini mendukung Musharaf penguasa diktator Pakistan yang kemudian dilengserkan oleh rakyatnya , Husni Mubarak di Mesir, atau Karimov di Uzbekistan. Jangan dilupakan negara ini merupakan pendukung setia rezim teroris Israel yang hingga kini secara sistematis membunuh kaum muslim di Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara ini juga memang mengalami krisis spritual yang akut. Kapitalisme dengan sistem sekulernya telah mengerdilkan agama sekedar urusan ritual, moralitas, dan spritual. Sementara dalam aspek sosial, politik, dan kenegaraan, agama dicampakkan. Kehidupan sosial dan politik pun menjadi buas, rakus, dan kering karena tidak diatur agama. Masyarakat pun menganggap agama tidak lagi menjadi begitu penting dalam kehidupan mereka. Meskipun tentu saja banyak diantara mereka yang masih beragama. Sebab mereka tidak melihat agama sebagai solusi praktis dalam persoalan sosial politik mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Implikasi dari pencampakan agama ini , masyarakat AS mengalami kerusakan pranata sosial yang akut. Tingginya tingkat kriminalitas, stress, pornografi , aborsi dan pelacuran menjadi sesuatu yang tidak terpisahkan dari negara kapitalis ini. Menurut studi yang dilakukan oleh National Victim center pada tahun 1992, 1,3 wanita yang berumur 18 tahun keatas di USA diperkosa dengan paksa setiap menit; 78 wanita per jam; 1.871 wanita per hari, atau 683,000 korban per tahun. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS memperkirakan, jumlah pengidap virus tersebut mencapai 1,1 juta orang. . Sangat mengerikan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kata Berman negara adi daya ini juga intensif mengekspor nilai palsunya dengan ancaman sejata. Atas nama HAM, Demokrasi,liberalisme, pasar bebas dan perang melawan terorisme mereka melakukan apa saja termasuk menjajah Irak dan Afghanistan. Di sisi lain ide-ide yang mereka usung penuh dengan kepalsuan dan kemunafikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengatakan penegakan HAM berlaku sama bagi setiap umat manusia. Di sisi lain, negara Paman Sam ini merupakan pelanggar HAM nomor wahid di dunia. Berdasarkan HAM seharusnya seseorang baru bisa ditahan kalau setelah ada dakwaan yang jelas dan didampingi pengacara. Tapi lihatlah apa yang dilakukan AS, puluhan ribu orang ditahan tanpa ada dakwaan yang jelas, tanpa bukti dan tidak didampingi pengacara. Mereka dijeblokan dan disiksa dalam penjara Guantanamo, Abu Ghraib, dan penjara-penjara di negara-negara diktator lainnya yang mendukung AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah memilukan seorang muslimah Pakistan , DR Aafia Siddiqui mencerminkan peradaban busuk negara kapitalis. Wanita yang dikenal ahli genetik dan biologi jaringan saraf ini hilang bersama ketiga anaknya saat pulang ke Pakistan. Banyak yang menduga dia diculik dan diserahkan otoritas Pakistan ke FBI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang Aafia Siddiqui menghadapi proses pengadilan politik di AS atas nama perang melawan terorisme. Wanita dengan berat badan 45 kg saat dinterogasi ditembak dadanya. Wanita yang lemah dan renta ini , berdasarkan cerita versi AS merebut senjata perwira AS yang menahannya. Rehman direktur HAM Pakistan mengatakan cerita pemerintah AS ini merupakan menjadi kebohongan terbesar di abad ke 21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bicara demokrasi harus ditegakkan lewat dukungan rakyat dan tanpa kekerasaan (non violance). Tapi lihatlah di Irak dan Afghanistan, demokrasi dipaksakan di negara dengan senjata. Mereka bicara bahwa setiap rakyat berhak mengekspresikan keinginan mereka, namun AS dengan berbagai cara menghalangi upaya kaum muslim di dunia untuk menerapkan syariah dalam kehidupan negara dan politik mereka. Negara-negara Barat dengan tudingan teroris menggunakan penguasa-penguasa negeri muslim yang merupakan kaki tangan mereka untuk meredam, menghalangi, hingga menyiksa siapapun yang ingin memperjuangkans syariah Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lonceng kematian ini pun semakin kuat terdengar, dengan krisis keuangan yang dialami oleh AS dan negara-negara Eropa saat ini. Lehman Brothers, salah satu perusahaan investasi bank AS terbesar ini akhirnya dinyatakan Inilah akhir nasib suatu bank besar dan tertua yang berdiri di negara bagian Alabama tahun 1844 dan jatuh begitu saja– padahal di tahun 2007 Lehman masih melaporkan jumlah penjualan sebesar 57 bilyun dolar dan di bulan Maret lalu masih sempat dinyatakan oleh majalah Business Week sebagai salah satu dari 50 perusahaan papan atas di tahun 2008. Namun kini, Lehman bernilai tidak lebih dari cuma 2 bilyun dolar saja.Efek domino dari krisis ini pun menjalar ke bidang lain. Pasar saham dunia terguncang. Krisis ekonomi globalpun diambang pintu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekonomi Kapitalisme tengah tenggelam dalam kehancurannya. Kehancuran ekonomi kapitalisme tidak bisa dibendung lagi. Meskipun masih ada yang menyakini AS akan mampu bertahan. Ekonom dan profesor di University of Texas, James Galbraith meyakini perekonomian AS akan mampu bertahan menghadapi hantaman krisis ini karena posisi mata uang dollar masih cukup kuat. Sementara Gerald Friedman, ekonom, profesor di University of Massachussets ragu mengatakan bahwa krisis ekonomi AS adalah tanda-tanda berakhirnya sistem ekonomi kapitalis. Meski demikian ia mengakui AS telah mengalami krisis finansial yang sangat serius dan jika salah menanganinya akan menyebabkan resesi yang cukup serius bahkan depresi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang jelas, krisis ini akan terus membesar. Krisis ini juga kembali membuktikan bahwa sistem kapitalisme sangat rapuh yang dikenal dengan The Bubble Economy . Ekonomi kapitalisme bagaikan balon yang terus membesar namun sangat rapuh. Hizbut Tahrir dalam bookletnya yang berjudul Sebab-sebab Kegoncangan Pasar Modal Menurut Hukum Islam, telah menjelaskan pangkal kerapuhan dari sistem ekonomi ini ada tiga : sistem perseroan terbatas (PT), sistem perbankan ribawi, dan sistem uang kertas inkorvertibel (flat money). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem diatas telah menumbuhsuburkan ekonomi non riil yang nilai transaksinya jauh lebih besar dari ekonomi riil. Terjadi pula kesenjangan dan penumpukan modal pada segelintir orang. Majalah “The Economist” dalam analisisnya terhadap krisis menggarisbawahi pandangan tersebut:” penumpukan kekayaan dan bencana adalah bagian dari sistem keuangan Barat” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem kapitalis dibangun atas dasar kerakusan. Ideologi materialisme yang hanya mementingkan kekayaan telah membuat masyarakat terutama pemilik modal besar menjadi rakus. Tidak pernah puas terhadap produksi yang mereka hasilkan dan tidak pernah puas terhadap prilaku konsumtif mereka. Ironisnya, mereka melanggar prinsip ekonomi mereka sendiri yang mengatakan negara tidak boleh campur tangan. Lewat Bailout , pemerintah Bush justru mengeluarkan dana 700 milyar US dollar untuk membantu perusahaan AS yang akan ambruk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Terakhir, menarik apa yang dikatakan Gerald Friedman tentang apakah krisis ini akan menghancurkan sistem kapitalisme. “Dan yang lebih penting lagi, sebuah sistem kapitalis atau sistem sosial apapun hanya bisa dihancurkan oleh sistem yang berlawanan yang didukung oleh munculnya kelas-kelas dalam perekonomian,” jawab Friedman. Ya memang benar sistem kapitalis tidak akan hancur kalau tidak ada sistem yang berlawanan yang menjadi alternative yang menentangnya . Bagi kita sistem yang berlawanan itu, yang akan menghancurkan kapitalisme adalah sistem Khilafah yang akan menerapkan ekonomi syariah. Semoga. (Farid Wadjdi)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;disari dari http://hizbut-tahrir.or.id/2008/10/09/lonceng-kematian-kapitalisme/&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Arif widodo&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867468419504036080-1091981530602434239?l=ardobinardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardobinardi.blogspot.com/feeds/1091981530602434239/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5867468419504036080&amp;postID=1091981530602434239' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/1091981530602434239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/1091981530602434239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardobinardi.blogspot.com/2008/10/lonceng-kematian-kapitalisme.html' title='Lonceng Kematian Kapitalisme'/><author><name>Mr Ardobinardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08212803471914191278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_yZOcaFK66L8/SCW5-FvnzAI/AAAAAAAAALI/nPQyVfDJLxs/S220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SPN5vUBIKqI/AAAAAAAAARc/sGaJeFZsU0o/s72-c/Problem+Ekonomi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867468419504036080.post-4538039482003666568</id><published>2008-10-13T09:13:00.000-07:00</published><updated>2008-10-13T09:14:45.098-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>Ekonomi Kapitalis tengah Tenggelam dalam Kehancuran, Setelah Sosialisme-Komunisme Hanya Islamlah satu-satunya Solusi Ampuh dan Steril dari Berbagai Kr</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ekonomi Kapitalis tengah Tenggelam dalam Kehancuran, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Setelah Sosialisme-Komunisme&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hanya Islamlah satu-satunya Solusi Ampuh dan Steril dari Berbagai Krisis Ekonomi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Krisis kredit properti telah bereaksi, kubangan hutangnya semakin melebar, para penghutangnya pun tidak mampu bayar, sehingga membuat bank dan institusi keuangan terbesar di Amerika, bangkrut atau nyaris bangkrut. Akibat propaganda besar-besaran terhadap pasar kredit properti di Amerika, serta prediksi keuntungan yang melimpah sebagaimana yang digambarkan perusahaan iklan.. maka, bank-bank dan pasar modal dunia segera melakukan investasi di pasar ini. Begitulah reaksi terhadap kebangkrutan bank dan institusi keuangan Amerika pada dunia, sehingga “kerakusan” Amerika itu menyebabkan dunia juga ditimpa mendung tebal, bahkan juga kerakusan yang sama..&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sejumlah institusi keuangan telah memperkirakan kerugian akibat kredit properti tersebut, di Amerika saja mencapai 300 miliar dolar AS, sementara di negara-negara lain diperkirakan 550 miliar dolar AS. Sejumlah negara, khususnya negara kaya, mulai menggelontorkan dana miliaran dolar ke pasar modal untuk menopang pasar dan mem-backup likuiditas agar bisa menggerakkan aktivitas ekonomi. Bahkan, sebagian ada yang melakukan intervensi langsung sampai pada level menasionalisasi sebagian bank, sebagaimana yang terjadi di Inggris.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Begitulah, prinsip sistem ekonomi Kapitalis terpenting, yaitu pasar bebas dan tidak adanya intervensi negara, telah runtuh. Dua prinsip ini merupakan “akidah” bagi kaum Kapitalis, hingga Senat Amerika pada Oktober 1999 M mengeluarkan undang-undang yang menegaskan penolakan terhadap setiap bentuk pembatasan sistem moneter, bahkan melepaskan kendali pasar modal bebas terbuka selebar-lebarnya.. Setelah itu, prinsip ini tampak kerusakan dan kebatilannya bagi para pembuatnya sendiri, hingga kampiun Kapitalisme, yaitu Amerika Serikat, mengumumkan intervensi negara di pasar modal atas persetujuan Kongres saat ini dengan kedua unsurnya, yaitu Senat dan DPR (House of Representatives), dalam rencana penyelamatan yang dibuat oleh Menteri Keuangan Amerika, Henry Poulson, dengan suntikan 700 miliar dolar AS guna membeli hutang beracun (toxic debt) bank-bank dan institusi keuangan yang ambruk karena kredit properti. Satu jam saja, setelah keputusan Kongres, Paulson segera mulai dengan rencana penyelamatannya. Dia pun mulai mengeksekusi rencananya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dengan kata lain, sistem ekonomi Kapitalis benar-benar telah mati suri, setelah sistem Sosialisme-Komunisme benar-benar terkubur. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Berbagai langkah juga telah dilakukan secara global.. Empat negara besar Eropa, Perancis, Jerman, Inggris dan Italia segera mengadakan pertemuan, dan mengundang pertemuan lebih luas untuk mengkaji sistem moneter.. Begitu juga menteri-menteri keuangan dan para pimpinan bank sentral yang tergabung dalam G-7 atau G-8 ditambah Rusia mengadakan pertemuan dalam waktu dekat di Washington..&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Namun, apakah upaya-upaya ini akan bisa menyelamatkan ekonomi Kapitalis, sebagaimana istilah yang digunakan oleh Amerika untuk menyebut langkahnya itu dengan istilah “Rancangan Penyelamatan.”?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sebenarnya, siapa saja yang meneliti realitas sistem ekonomi Kapitalis saat ini, akan melihatnya tengah berada di tepi jurang yang dalam, jika belum terperosok di dalamnya. Semua rencana penyelamatan yang mereka buat tidak akan pernah bisa memperbaiki keadaannya, kecuali hanya menjadi obat bius yang meringankan rasa sakit untuk sementara waktu. Itu karena sebab-sebab kehancurannya membutuhkan penyelesaian hingga ke akarnya, bukan hanya menambal dahan-dahannya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Prinsip dan akar masalahnya sebenarnya ada empat:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pertama, dengan menyingkirkan emas sebagai cadangan mata uang, dan dimasukkannya dolar sebagai pendamping mata uang dalam Perjanjian Bretton woods, setelah berakhirnya Perang Dunia II, kemudian sebagai substitusi mata uang pada awal dekade tujuhpuluhan, telah menyebabkan dolar mendominasi perekonomian global. Akibatnya, goncangan ekonomi sekecil apapun yang terjadi di Amerika pasti akan menjadi pukulan yang telak bagi perekonomian negara-negara lain. Sebab, sebagian besar cadangan devisanya, jika tidak keseluruhannya, dicover dengan dolar yang nilai intrinsiknya tidak sebanding dengan kertas dan tulisan yang tertera di dalamnya. Setelah euro memasuki arena pertarungan, baru negara-negara tersebut menyimpan cadangan devisanya dengan mata uang non-dolar, meski dolar tetap saja memiliki prosentase terbesar dalam cadangan devisa negara-negara tersebut secara umum. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Karena itu, selama emas tidak menjadi cadangan mata uang, maka krisis ekonomi seperti ini akan terus terulang. Sekecil apapun krisis yang menimpa dolar, maka krisis tersebut akan dengan segera menjalar ke perekonomian negara-negara lain. Bahkan dampak krisis politik yang dirancang Amerika juga akan berakibat terhadap dolar, dengan begitu juga berdampak pada dunia. Kondisi seperti akan bisa saja menimpa uang kertas negara manapun yang mempunyai kontrol terhadap negara lain.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kedua, hutang-hutang riba juga menciptakan masalah perekomian yang besar, hingga kadar hutang pokoknya menggelembung seiring dengan waktu, sesuai dengan prosentase riba yang diberlakukan kepadanya. Akibatnya, ketidakmampuan individu dan negara dalam banyak kondisi menjadi perkara yang nyata. Sesuatu yang menyebabkan terjadinya krisis pengembalian pinjaman, dan lambannya roda perekonomian, karena ketidakmampuan sebagian besar kelas menengah dan atas untuk mengembalikan pinjaman dan melanjutkan produksi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ketiga, sistem yang digunakan di bursa dan pasar modal, yaitu jual-beli saham, obligasi dan komoditi tanpa adanya syarat serah-terima komoditi yang bersangkutan, bahkan bisa diperjualbelikan berkali-kali, tanpa harus mengalihkan komoditi tersebut dari tangan pemiliknya yang asli, adalah sistem yang batil dan menimbulkan masalah, bukan sistem yang bisa menyelesaikan masalah, dimana naik dan turunnya transaksi terjadi tanpa proses serah terima, bahkan tanpa adanya komiditi yang bersangkutan.. Semuanya itu memicu terjadinya spekulasi dan goncangan di pasar. Begitulah, berbagai kerugian dan keuntungan terus terjadi melalui berbagai cara penipuan dan manipulasi. Semuanya terus berjalan dan berjalan, sampai terkuak dan menjadi malapetaka ekonomi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Keempat, perkara penting, yaitu ketidaktahuan akan fakta kepemilikan. Kepemilikan tersebut, di mata para pemikir Timur dan Barat, adalah kepemilikan umum yang dikuasai oleh negara, sebagaimana teori Sosialisme-Komunisme, dan kepemilikan pribadi yang dikuasai oleh kelompok tertentu. Negara pun tidak akan mengintervensinya sesuai dengan teori Kapitalisme Liberal yang bertumpu pada pasar bebas, privatisasi, ditambah dengan globalisasi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ketidaktahuan akan fakta kepemilikan ini memang telah dan akan menyebabkan goncangan dan masalah ekonomi. Itu karena kepemilikan tersebut bukanlah sesuatu yang dikuasai oleh negara atau kelompok tertentu, melainkan ada tiga macam:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kepemilikan umum meliputi semua sumber, baik yang keras, cair maupun gas, seperti minyak, besi, tembaga, emas dan gas. Termasuk semua yang tersimpan di perut bumi, dan semua bentuk energi, juga industri berat yang menjadikan energi sebagai komponen utamanya.. Maka, negara harus mengekplorasi dan mendistribusikannya kepada rakyat, baik dalam bentuk barang maupun jasa.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kepemilikan negara adalah semua kekayaan yang diambil negara, seperti pajak dengan segala bentuknya, serta perdagangan, industri dan pertanian yang diupayakan oleh negara, di luar kepemilikan umum. Semuanya ini dibiayai oleh negara sesuai dengan kepentingan negara. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kemudian kepemilikan pribadi, yang merupakan bentuk lain. Kepemilikan ini bisa dikelola oleh individu sesuai dengan hukum syara’.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Menjadikan kepemilikan-kepemilikan ini sebagai satu bentuk kepemilikan yang dikuasai oleh negara, atau kelompok tertentu, sudah pasti akan menyebabkan krisis, bahkan kegagalan. Begitulah, akhirnya teori Sosialisme gagal dalam bidang ekonomi, karena telah menjadikan semua kepemilikan dikuasai oleh negara. Sosialisme memang berhasil dalam perkara yang memang dikuasai oleh negara, seperti industri berat, minyak dan sejenisnya. Namun, gagal dalam perkara yang memang seharusnya dikuasai oleh individu, seperti umumnya pertanian, perdagangan dan industri menengah.. Kondisi inilah yang mengantarkan pada kehancuran.. Kapitalisme juga gagal, dan setelah sekian waktu, kini sampai pada kehancuran. Itu karena Kapitalisme telah menjadikan individu, perusahaan dan institusi berhak memiliki apa yang menjadi milik umum, seperti minyak, gas, semua bentuk energi dan industri senjata berat sampai radar. Sementara negara tetap berada di luar pasar dari semua kepemilikan tersebut. Itu merupakan konsekuensi dari ekonomi pasar bebas, privatisasi dan globalisasi.. Hasilnya adalah goncangan secara beruntun dan kehancuran dengan cepat, dimulai dari pasar modal menjalar ke sektor lain, dan dari institusi keuangan menjalar ke yang lain..&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Begitulah, Sosialisme-Komunisme telah runtuh, dan kini Kapitalisme sedang atau nyaris runtuh..&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sesungguhnya sistem ekonomi Islamlah satu-satunya solusi yang ampuh dan steril dari semua krisis ekonomi. Karena sistem ekonomi Islam benar-benar telah mencegah semua faktor yang menyebabkan krisis ekonomi: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ia telah menetapkan, bahwa emas dan perak merupakan mata uang, bukan yang lain. Mengeluarkan kertas substitusi harus dicover dengan emas dan perak, dengan nilai yang sama dan dapat ditukar, saat ada permintaan. Dengan begitu, uang kertas negara manapun tidak akan bisa didominasi oleh uang negara lain. Sebaliknya, uang tersebut mempunyai nilai intrinsik yang tetap, dan tidak berubah. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sistem ekonomi Islam juga melarang riba, baik nasiah maupun fadhal, juga menetapkan pinjaman untuk membantu orang-orang yang membutuhkan tanpa tambahan (bunga) dari uang pokoknya. Di Baitul Mal kaum Muslim juga terdapat bagian khusus untuk pinjaman bagi mereka yang membutuhkan, termasuk para petani, sebagai bentuk bantuan untuk mereka, tanpa ada unsur riba sedikitpun di dalamnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sistem ekonomi Islam melarang penjualan komoditi sebelum dikuasai oleh penjualnya, sehingga haram hukumnya menjual barang yang tidak menjadi milik seseorang. Haram memindahtangankan kertas berharga, obligasi dan saham yang dihasilkan dari akad-akad yang batil. Islam juga mengharamkan semua sarana penipuan dan manipulasi yang dibolehkan oleh Kapitalisme, dengan klaim kebebasan kepemilikan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sistem ekonomi Islam juga melarang individu, institusi dan perusahaan memiliki apa yang menjadi kepemilikan umum, seperti minyak, tambang, energi dan listrik yang digunakan sebagai bahan bakar… Islam menjadikan negara sebagai penguasanya sesuai dengan ketentuan hukum syara’.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Begitulah, sistem ekonomi Islam benar-benar telah menyelesaikan semua kegoncangan dan krisis ekonomi yang mengakibatkan derita manusia. Ia merupakan sistem yang difardhukan oleh Tuhan semesta alam, yang Maha Tahu apa yang baik untuk seluruh makhluk-Nya. Allah berfirman: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;﴿أَلاَ يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيْفُ الْخَبِيْرُ﴾&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Apakah Allah Yang Maha menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?” (Q.s. al-Mulk [67]: 14)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Wahai kaum Muslim: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sesungguhnya Allah SWT telah memberikan kedudukan kepada Anda dengan kedudukan yang agung, melalui agama Islam yang agung ini. Agama yang diwahyukan oleh Allah kepada Rasul-Nya saw. Dia telah menjadikannya sebagai peringatan kepada Anda. Dengannya, Anda dahulu pernah menjadi umat terbaik yang dihadirkan untuk seluruh umat manusia. Demikian halnya dengan penerapan Islam telah menjadikan Anda bahagia. Bukan hanya bagi Anda saja, tetapi juga kebahagiaan bagi seluruh umat manusia, setelah mereka mengalami nestapa dan terus dirundung nestapa, karena dililit sistem syaitan buatan manusia, yang mencekik leher mereka. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hanya saja, penerapan Islam yang agung ini tidak cukup hanya dengan mengumpulkannya di dalam kandungan buku, melainkan dengan mendirikan negara yang mengemban dan menerapkannya, yaitu negara Khilafah Rasyidah yang akan menghidupkan Anda dalam kehidupan yang indah, aman dan menenteramkan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Namun, Allah tidak pernah menurunkan malaikat yang akan mendirikan negara untuk Anda, sementara Anda hanya berdiam diri. Justru mendirikannya merupakan kewajiban agung bagi Anda, di mana Rasulullah saw. telah mendirikan negara di Madinah, dan langkah baginda pun kemudian diikuti oleh para sahabat baginda —semoga Allah meridhai mereka, dan para tabiin, dengan sempurna.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Singsingkanlah lengan baju Anda, wahai kaum Muslim, dan mari kita singsingkan celana. Berjuanglah bersama Hizbut Tahrir, bantu dan dukunglah Hizb. Mintalah anugerah kepada Allah agar Anda bersama-sama dengan Hizb termasuk orang-orang yang diberikan kemuliaan oleh Allah, dimana melalui tangan-tangan merekalah Allah SWT. akan mewujudkan janji-Nya untuk memberikan kekuasaan di muka bumi, dan terwujudlah kabar gembira (busyra) Rasulullah saw. akan kembalinya Khilafah yang mengikuti metode kenabian untuk kedua kalinya. Andalah, wahai kaum Muslim, yang akan menjadi mercusuar dunia, pengemban obor kebaikan di dalamnya, dan paling berhak dan layak untuk memimpinnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Allah berfirman:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;﴿وَاللهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُوْنَ﴾&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Allah maha kuasa atas segala urusan-Nya, namun kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.” (Q.s. Yusuf [12]: 21)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;8 Syawal 1429 H &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;7 Oktober 2008 M&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hizbut Tahrir&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867468419504036080-4538039482003666568?l=ardobinardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardobinardi.blogspot.com/feeds/4538039482003666568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5867468419504036080&amp;postID=4538039482003666568' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/4538039482003666568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/4538039482003666568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardobinardi.blogspot.com/2008/10/ekonomi-kapitalis-tengah-tenggelam.html' title='Ekonomi Kapitalis tengah Tenggelam dalam Kehancuran, Setelah Sosialisme-Komunisme Hanya Islamlah satu-satunya Solusi Ampuh dan Steril dari Berbagai Kr'/><author><name>Mr Ardobinardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08212803471914191278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_yZOcaFK66L8/SCW5-FvnzAI/AAAAAAAAALI/nPQyVfDJLxs/S220/30.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867468419504036080.post-5832736369446524731</id><published>2008-10-13T07:39:00.000-07:00</published><updated>2008-10-13T07:46:54.904-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>Apa, bagaimana dan kenapa terjadi mekanisme buy back saham?</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sebagaimana namanya, buy back atau membeli kembali saham merupakan salah satu strategi dalam investasi saham. Pembelian kembali saham ini dilakukan oleh manajemen perusahaan dengan tujuan sebagai salah satu cara oleh emiten untuk melakukan stabilisasi harga sahamnya. Misalnya buy back dilakukan ketika harga sebuah saham sudah undervalue (di bawah harga riil-nya). Sebagai dampak dari buruknya pasar saham dan pasar finansial global, harga saham sejumlah perusahaan juga mengalami penurunan harga. Dan penurunan itu boleh jadi oleh manajemen perusahaan dianggap sudah jauh di bawah nilai riilnya.  Jadi dalam kaitan itu manajemen melakukan buy back untuk melakukan stabilisasi harga. Di samping untuk stabilisasi harga, pembelian kembali saham-saham emiten tersebut juga dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan begitu harga saham naik. Keuntungan bisa berupa capital gain dan bisa  berupa dividen. Capital gainakan diperoleh jika saham yang telah dibeli kembali itu kemudian dijual kembali pada harga yang lebih baik, sedangkan dividen apabila saham yang telah dibeli itu kemudian disimpan selama setahun. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Jadi mekanisme buy back adalah seperti itu, dimana yang melakukan buy back adalah emiten atau manajemen emiten dari perusahaan, bukan pemegang saham.  Jadi program buy back, dana berasal dari kas  perusahaan. Untuk itu likuiditas dana yang dimiliki perusahaan harus benar-benar solid dan memadai sehingga tidak menggangu aktivitas operasional perusahaan yang lain. Di Pasar Modal Indonesia program buy back biasanya melalui proses persetujuan terlebih dulu dari  seluruh pemegang sahamnya. Karenanya perlu digelar rapat umum pemegang saham luar biasa terlebih dulu. Selain itu jumlah saham yang dibolehkan untuk dibeli kembali tersebut juga tidak lebih dari 10 persen dari seluruh saham yang dicatatkan. Periode buy back dilakukan dalam kurun waktu tertentu. Jadi program buy back tersebut bisa dilakukan bertahap, tidak mesti dilakukan sekaligus.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dalam konteks program buy back saham yang dilakukan BUMN atas himbauan pemerintah mekanismenya juga demikian yang melakukan pembelian adalah manajemen perusahaan, dengan dana yang datang dari perusahaan, bukan dari pemerintah selaku pemegang saham utama. Dengan kata lain, program buy back saham adalah upaya manajemen untuk menempatkan saham sendiri sebagai salah satu portofolio investasinya. Dengan demikian keuntungan yang diperoleh berupa capital gain atau dividen itu akan masuk sebagai pendapatan perusahaan dengan pos pendapatan hasil investasi. Pos pendapatan hasil investasi ini dengan sendirinya akan memberikan keuntungan bagi seluruh pemegang sahamnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Program Buy back BUMN&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Jadi hasil yang dicapai dalam program buy back ini pada akhirnya akan berpulang kepada pemegang saham secara keseluruhan. Karenanya jangan heran kalau informasi seputar emiten yang melakukan buy back saham  juga perlu diketahui oleh investor secara umum. Kenapa begitu? Karena adanya informasi itu bisa dikatakan harga saham emiten (yang melakukan program buy back) ketika turun tidak mungkin ''dibiarkan'' undervalue. Begitu juga ketika naik. Jadi dapat kita katakan hampir pasti begitu harga di bawah nilai riilnya dengan demikian emiten akan melakukan pembelian. Jadi faktor-faktor ini yang menyebabkan investor perlu mengetahui saham-saham emiten mana saja yang telah menjalankan program buy back ini. Kalau di bursa luar negeri (Singapura, misalnya) konon emiten yang menjalankan program buy back dalam penulisannya di surat kabar diberi tanda yang berbeda dengan emiten yang belum menjalankan program buy back. Penandaan tersebut menjadi indikator investor dalam memilih saham yang menjadi sasaran investasinya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Umumnya program buy back dilakukan bertahap. Sebab program buy back ini adalah untuk investasi dan  stabilisasi harga.  Dalam pelaksanaanya emiten yang melakukan program buy back ini juga sangat fleksibel, artinya tidak selalu melakukan pembelian. Adakalanya melakukan penjualan selama periode buy back ini. Misalnya ketika harga tengah naik (overvalued) maka sangat dimungkinkan manajemen melakukan penjualan, untuk memperoleh capital gain dan sebagai upaya menstabilkan harga. Intinya, program buy back dilakukan untuk menyikapi rendahnya harga saham akibat faktor pasar. Nah selamat berburu saham-saham yang tengah menjalankan program buy back.(tim bei)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;disarikan dari http://www.republika.co.id/launcher/view/mid/22/kat/122/news_id/5528&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Arif Widodo&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867468419504036080-5832736369446524731?l=ardobinardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardobinardi.blogspot.com/feeds/5832736369446524731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5867468419504036080&amp;postID=5832736369446524731' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/5832736369446524731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/5832736369446524731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardobinardi.blogspot.com/2008/10/apa-sebenarnya-program-buy-back-saham.html' title='Apa, bagaimana dan kenapa terjadi mekanisme buy back saham?'/><author><name>Mr Ardobinardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08212803471914191278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_yZOcaFK66L8/SCW5-FvnzAI/AAAAAAAAALI/nPQyVfDJLxs/S220/30.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867468419504036080.post-8271478580277528554</id><published>2008-10-11T10:04:00.018-07:00</published><updated>2008-10-11T11:09:40.698-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>Survei Wall Street Journal: Ekonomi AS akan Tenggelam</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Survei terbaru yang dilakukan Wall Street Journal tentang perkiraan masa depan ekonomi AS menunjukkan bahwa mayoritas ekonom meyakini bahwa ekonomi AS akan memasuki era kegelapan bahkan mungkin akan tenggelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 52 ekonom yang dimintai pendapatnya oleh Wall Street Journal (WSJ) rata-rata memprediksikan bahwa perekonomian AS akan mengalami perlambatan bahkan perlambatan yang makin mendalam dalam kuartal ketiga dan keempat tahun 2008 dan pada kuartal pertama tahun 2009, seiring dengan makin memburuknya krisis perkreditan di negeri itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WSJ dalam laporannya edisi Jumat (10/10) menyatakan, jika prediksi para ekonom itu terbukti akurat maka untuk pertama kalinya selama lebih dari setengah abad, produk domestik bruto (PDB) AS jatuh selama tiga kuartal berturut-turut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita sedang berada di tengah-tengah terowongan yang sangat gelap. Setiap hari kita melihat kehancuran demi kehancuran dalam sebuah sistem,” kata Brian Fabbri dari BNP Paribas mengomentari perkembangan situasi ekonomi saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WSJ menuliskan, semua indikator mengarah pada situasi di mana pemerintahan yang akan datang harus menghadapi kondisi perekonomian dalam negeri yang sedang menuju ke kondisi resesi, yang menuntut campur tangah pemerintah yang lebih besar lagi bahkan paling besar setelah Great Depression di era tahun 1930-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari setengah atau 54 persen ekonom yang disurvei WSJ menyatakan yakin pemerintahan AS yang baru nanti harus mengadopsi kebijakan ekonomi yang lebih ekspansif untuk menstimulasi pergerakan ekonomi. Dalam survei yang dilakukan WSJ bulan Agustus kemarin, 66 persen ekonom masih yakin tidak perli ada paket ekonomi guna menstimulasi perekonomian, tapi prosentase yang meyakini hal itu menurun drastis dalam survei yang dilakukan bulan September kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebulan atau dua bulan yang lalu, saya berani mengatakan tidak diperlukan stimulus lagi. Saya pikir, kita akan segera keluar dari krisis ini sebelum paket stimulus lainnya diberlakukan. Sekarang, situasinya nampaknya tidak demikian,” kata David Wyss dari Standard &amp;amp; Poor’s Corp.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ekonomi mempekirakan, rata-rata akan ada 74.000 pengangguran setiap bulannya selama satu tahun ke depan dan tingkat pengangguran akan naik dari 6,1 persen menjadi 6,8 persen sampai bulan Juni tahun depan. Perkiraan pesimis ini disebabkan oleh bank-bank yang menerapkan kebijakan kredit ketat, setelah memfokuskan bisnisnya pada upaya untuk meminimalkan pengeluaran modalnya dan mem-phk para karyawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertambahnya orang yang kehilangan pendapatannya karena di-phk, jatuhnya harga rumah dan tingkat konsumsi otomatis akan mengurangi tingkat pengeluaran untuk konsumsi di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudah sejak bertahun-tahun lalu, para pembuat kebijakan sebenarnya sudah diperingatkan akan ancaman krisis finansial. Jika mekanisme kredit makin rusak, kita akan dihantam badai kehancuran finansial,” ujar Lou Crandall dari Wrightson ICAP. (ln/prtv). HTI-Press.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eramuslim&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;http://hizbut-tahrir.or.id/2008/10/10/survei-wall-street-journal-ekonomi-as-akan-tenggelam/&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867468419504036080-8271478580277528554?l=ardobinardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardobinardi.blogspot.com/feeds/8271478580277528554/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5867468419504036080&amp;postID=8271478580277528554' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/8271478580277528554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/8271478580277528554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardobinardi.blogspot.com/2008/10/survei-wall-street-journal-ekonomi-as.html' title='Survei Wall Street Journal: Ekonomi AS akan Tenggelam'/><author><name>Mr Ardobinardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08212803471914191278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_yZOcaFK66L8/SCW5-FvnzAI/AAAAAAAAALI/nPQyVfDJLxs/S220/30.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867468419504036080.post-7973859997949664526</id><published>2008-10-11T10:04:00.017-07:00</published><updated>2008-10-11T11:07:09.933-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'></title><content type='html'>Nilai Saham Dunia Turun Terus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saham di seluruh dunia turun terus, dengan saham di Eropa anjlok di awal perdagangan sementara di Asia juga turun tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indeks FTSE 100 di London merosot 5,4% pada level 4.077. Bursa langsung turun 9,8% pada pembukaan pasar ke posisi 3.887, di bawah tingkat 4.000 untuk pertama kalinya dalam lima tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penurunan serupa terjadi di negara-negara Eropa lainnya, dengan indeks Cac di Paris turun 6,2% sementara Dax di Jerman anjlok 8,2%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Rusia, regulator menghentikan perdagangan saham dan kembali menutup bursa karena gejolak yang terlalu besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskin pemerintah beberapa negara Barat sudah memotong tingkat suku bunga sebesar 0,5% dan menyuntikkan dana segar ke sektor keuangan, para investor tetap khawatir krisis keuangan akan memicu resesi di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Editor BBC untuk masalah bisnis, Robert Peston mengatakan pasar khawatir tentang pelelangan klaim asuransi hutang bank investasi AS yang bangkrut, Lehman Brothers, yang dilakukan hari Jumat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekhawatiran di Amerika Serikat Kamis malam mendorong indeks Dow Jones jatuh lebih dari 7%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini ditangapi negatif oleh pasar-pasar di Asia, di mana perdagangan juga anjlok dengan indeks Nikkei di Jepang turun hampir 10%, nilai paling rendah untuk kedua kalinya minggu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar saham di Asia turun setelah anjloknya saham di New York. Indeks Dow Jones turun di bawah level 9.000 untuk pertama kalinya dalam lima tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bursa Efek Indonesia juga ditutup Jumat karena tekanan global khususnya jatuhnya indeks Dow Jones.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi di pasar saham sendiri beredar rumor yang menyebabkan indeks harga saham gabungan makin terpuruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi terakhir indeks harga saham pada hari Rabu berada di level 1.451.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Erry Firmansyah menyatakan bursa akan dibuka hari Senin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Panik untuk menjual’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jepang, di saat indeks Nikkei anjlok dengan angka tertajam dalam perdagangan satu hari sejak tahun krisis pasar saham tahun 1987, perusahaan asuransi Yamato Life bangkrut dan menjadi lembaga keuangan Jepang pertama yang menjadi korban krisis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pialang panik untuk menjual di New York dan Tokyo,” kata Yutaka Miura, ekonom senior di Shinko Securities di Tokyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Para investor ketakutan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir perdagangan hari Jumat, harga-harga saham di Tokyo sudah terpuruk 24% dalam seminggu terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, rencana untuk membuka kembali Bursa Efek Indonesia pada hari Jumat, setelah tutup sejak Selasa, dibatalkan untuk mencegah apa yang dikatakan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai “kepanikan lebih dalam”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indeks saham unggulan Dow Jones ditutup merosot 7,3% pada hari Kamis dan ditutup di bawah kisaran 9.000 untuk pertama kalinya sejak Agustus 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kepanikan di mana-mana,” kata Chris Orndorff, pimpinan Payden &amp;amp; Rygel di Los Angeles.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis dibahas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para menteri dari negara-negara industri maju yang tergabung dalam G7 akan bertemu di Washington guna membahas krisis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden AS George W Bush dijadwalkan akan berpidato di hadapan rakyat Amerika Serikat hari Jumat malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain pertemuan G7, pembahasan krisis juga akan dilakukan di kantor Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IMF mengatakan mengatakan pihaknya siap untuk memberi pinjaman kepada negara-negara yang terkena krisis kredit global, dengan menggunakan prosedur pinjaman darurat yang pertama kali digunakan pada krisis moneter Asia pada tahun 1990an. IMF memiliki sekitar $200 miliar dana yang bisa langsung dicairkan namun juga memiliki sumber-sumber dana lain.***HTI-Press.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;BBC Indonesia&lt;/p&gt;&lt;p&gt;http://hizbut-tahrir.or.id/2008/10/10/nilai-saham-dunia-turun-terus/&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867468419504036080-7973859997949664526?l=ardobinardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardobinardi.blogspot.com/feeds/7973859997949664526/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5867468419504036080&amp;postID=7973859997949664526' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/7973859997949664526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/7973859997949664526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardobinardi.blogspot.com/2008/10/nilai-saham-dunia-turun-terus-saham-di.html' title=''/><author><name>Mr Ardobinardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08212803471914191278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_yZOcaFK66L8/SCW5-FvnzAI/AAAAAAAAALI/nPQyVfDJLxs/S220/30.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867468419504036080.post-4528579227916971654</id><published>2008-10-11T10:04:00.016-07:00</published><updated>2008-10-11T11:04:59.869-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>Krisis Kredit Global</title><content type='html'>Krisis kredit yang merebak di seisi dunia saat ini pada hakikatnya merupakan masalah yang dibuat oleh Amerika Serikat. Sejak memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada 1776, sepanjang 230 tahun Amerika Serikat telah menjelma menjadi kekuatan ekonomi industri terpadu yang memproduksi 28% output dunia. Terlepas dari badai ‘depresi besar’ yang melanda perekonomiannya, Amerika akan mampu meraup 14 triliun dolar pada akhir tahun pajak Oktober 2008. 300 juta rakyat Amerika akan meraup kekayaan jauh melampaui gabungan kekayaan lima negara pada peringkat di bawahnya, dan Amerika Serikat sendiri telah menjelma sebagai kekuatan ekonomi terbesar di dunia sejak tahun 1872.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ekonomi Pasca-Industri&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Sebelum meletusnya Perang Dunia ke-2, sebagian besar perekonomian Amerika Serikat berbasis pada industri, dengan sebagian besar tenaga kerja bekerja pada sektor manufaktur. Setelah perang berakhir, perekonomian Amerika Serikat mulai bergeser pada perekonomian berbasis jasa, 80% pendapatan Amerika Serikat diperoleh dari sektor jasa. Perdagangan, perakitan barang pangan dan ritel mencapai 65 % dari total sektor jasa. Dengan kata lain, perekonomian Amerika Serikat digerakkan oleh konsumsi pada sektor barang. Selama 30 tahun terakhir, Amerika Serikat sangat mengandalkan konsumsi dan kini mereka telah menjadi konsumen terbesar di dunia untuk beberapa item. AS adalah mesin utama dalam aktivitas perekonomian dunia dan tingkat konsumsinya yang besar adalah penyebab utama cepatnya pertumbuhan Cina dan India. Dengan jumlah penduduk hanya 5 % dari total populasi dunia, Amerika Serikat mengonsumsi 25 % minyak dunia dan mengimpor 9 % dari total barang yang diproduksi di luar negeri (terbesar di dunia, 32 % di antaranya ialah barang pangan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produksi barang dan tenaga kerja yang mendukungnya secara berkala dialihkan ke lokasi-lokasi yang murah. Cina diuntungkan oleh situasi ini. Mereka kini menjadi pabrik bagi Amerika Serikat karena 70% barang yang diproduksi di Cina masuk ke Amerika Serikat. AS sendiri kini memproduksi barang-barang strategis semacam mesin-mesin berat dan barang-barang yang tergolong menjadi kepentingan nasional serta menolak melakukan alih teknologi untuk barang semacam persenjataan, pesawat terbang, suku cadang kendaraan bermotor, komputer, dan telekomunikasi. Para konsumen Amerika Serikat kini membeli barang lebih banyak dari konsumen lain di luar negeri dibandingkan tahun-tahiun sebelumnya. Karena banyaknya, hingga Amerika Serikat kini memiliki neraca perdagangan yang tidak seimbang dengan seisi dunia. Defisit perdagangan atau jumlah impor Amerika Serikat melampaui jumlah ekspornya dengan seisi dunia, yang berada pada kisaran 763.6 milyar dolar AS pada akhir 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsumen Amerika menjadi pusat dari perekonomian Amerika Serikat. Konsumsi mereka adalah faktor yang menggerakkan perekonomian negara. Pengeluaran mereka memungkinkan perusahaan-perusahaan untuk memperluas produksi secara berkesinambungan, dan melemahnya daya beli akan berujung pada kejatuhan ekonomi Amerika Serikat. Porsi terbesar dari pengeluaran konsumen ada pada pembelian perumahan dan perolehan hipotek. Sebaliknya, perumahan meningkatkan konsumsi perabot rumah tangga, furnitur dan konstruksi rumah. Pada tahun 1940, 44% dari warga negara Amerika Serikat memiliki rumah sendiri. Pada 1960, jumlahnya mencapai 62%. Kini, hampir 70% warga memiliki rumah sendiri. Meningkatnya kepemilikan rumah menjadikan semakin banyak lagi warga yang terlilit utang. Kredit perumahan Amerika Serikat sendiri kini mencapai angka 11.4 triliun dolar AS (2006)[i].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah sebuah gambaran yang mencengangkan, karena berarti 20% rumah tangga AS memiliki lebih banyak utang dibanding aset. Utang tersebut merepresentasikan adanya kepercayaan tinggi pada perekonomian masa depan karena dana aktual sesungguhnya tidak tersedia. Jumlah utang tersebut mencapai tujuh kali lipat dari jumlah uang dolar yang beredar (M1 Money Supply), yang hanya mencapai angka 1,3 triliun dolar AS (2007). Para pemberi kredit berasumsi bahwa uang akan tersedia pada saatnya orang membayar utang mereka. Pentingnya konsumsi para konsumen bagi perekonomian Amerika Serikat dikemukakan oleh Richard Robbins, seorang ahli antropologi dalam bukunya, ‘Global Problem and The Culture of Capitalism’ yang mendapatkan penghargaan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Hanya beberapa hari setelah al-Qaeda menabrakkan dua pesawat ke gedung WTC pada 11 September 2001, para anggota Kongres mengadakan pertemuan untuk memberikan pesan bagi publik yang terguncang. “Kita perlu memberikan kepercayaan diri pada masyarakat untuk pulih seperti sediakala serta tidak ragu untuk pergi bekerja, berbelanja, kembali ke toko-toko, menyiapkan Thanksgiving, menyiapkan Natal,” ujar salah satu anggota Kongres, melanjutkan pesan dari Sang Presiden, ‘keluarlah’, ujarnya, “dan jadilah anggota masyarakat yang aktif.” (CNN 2001). ‘Fakta bahwa para pejabat pemerintah mendorong masyarakat untuk bekerja dan berbelanja setelah salah satu peristiwa paling mengejutkan dalam sejarang merupakan kesaksian langsung akan peran signifikan konsumsi dalam kinerja efektif perekonomian kita, dan bahkan dalam seluruh lapisan masyarakat”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menciptakan Pasar Sub-Primer&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar hipotek sub-primer berbeda dengan pasar primer (utama) karena mencakup seluruh masyarakat yang tidak memenuhi kriteria untuk mendapatkan hipotek dalam pasar lazim[ii]. Pemberlakuan Depository Institutions Deregulatory and Monetary Control Act (Undang-undang Kendali Deregulasi dan Moneter Lembaga Penyimpanan) pada 1980 merupakan bagian dari kendali deregulasi yang mengeliminasi berbagai pembatasan untuk meminjamkan uang. Akibatnya pinjaman mencapai level yang tak terduga sehingga menciptakan arus pasar hipotek penuh dan mencapai puncak profitabilitasnya. Mereka yang memiliki sejarah kredit macet dan pendapatan rendah berpaling dari arus hipotek pada saat pasar sedang ringan akibat pengeluaran dan pinjaman konsumen. Pasar sub-primer pun tercipta setelah titik ini, karena 25% dari total populasi Amerika Serikat berada pada kategori ini dan membentuk peluang pasar. Maka para pemberi kredit Amerika Serikat pun memberikan hipotek pada mereka yang berdaya beli rendah untuk mengeluarkan uang agar mendapat hipotek, dan mengenakan tingkat suku bunga yang lebih tinggi dari bunga perdagangan karena meningkatnya resiko. Mereka mengemukakan bahwa hipotek tersebut aman dengan memahamkan bahwa bila pembeli tidak sanggup membayar, mereka dapat mengambil alih properti untuk kemudian menjualnya di pasar properti yang ringan. Pada awal 2007, pasar sub-primer dihargai lebih dari 1,3 triliun dolar AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank-bank tradisional tetap menjaga jarak dengan pasar yang beresiko ini dengan tetap memfokuskan diri pada pinjaman primer serta mempertanyakan beberapa praktek bisnis perusahaan sub-primer, misalnya peminjaman agresif serta praktek akunting yang mereka lakukan. Antara tahun 1994 hingga 1997, jumlah pemberi pinjaman sub-primer meningkat tiga kali lipat, dari 70 menjadi 210. karena institusi-institusi ini umumnya bukan berbentuk bank, mereka tidak memiliki penyimpanan untuk deposit konsumen, dan untuk memperluas usahanya mereka berpaling ke bursa saham untuk mendapatkan pembiayaan. Perusahaan-perusahaan semacam Money Store, AMRESCO Inc, Dallas, dan Aames Financial Corporation, memperoleh modal dari pelepasan sebagian saham mereka di pasar modal. Pemberi pinjaman yang relatif baru semacam Long Beach Financial Corporation; New Century Financial Corporation yang berbasis di Irvine, California, Delta Funding Corporation; dan Cityscape Financial melepas 100% sahamnya ke publik. Pada akhir 1997, 10 perusahaan pemberi pinjaman tercatat memberikan 38% dari total pinjaman sub-primer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatuhnya Komunisme di Rusia dan manajemen permodalan jangka panjang pada 1997 menghasilkan sejumlah penyitaan sehingga mematikan enam dari sepuluh pemberi pinjaman sub-primer. Fenomena ini menyisakan sejumlah penarikan pada industri sub-primer sehingga menghasilkan serangkaian akuisisi oleh bank-bank komersial, misalnya akuisisi Long Beach Financial Corporation oleh Washington Mutual. Associates First Capital, pemberi pinjaman pemula terbesar ketiga saat itu, kemudian dibeli oleh Citigroup Inc. pada 2001, Chase Manhattan Mortgage Corporation mengambil alih Advanta Mortgage Corporation, pemberi pinjaman sub-primer terbesar ke 16, dengan harga 1 miliar dolar AS. Pada tahun 2003, HSBC Finance Corporation mengambil alih kelompok usaha sub-primer Household Finance, sehingga meningkatkan peringkat perusahaan tersebut dalam daftar pemberi pinjaman sub-primer karena akuisisi oleh HSBC. Para pialang hipotek tidak meminjamkan uang mereka sendiri. Tidak ada korelasi antara performa pinjaman dengan kompensasi. Maka ada insentif keuangan yang besar untuk penjualan, tingkat hipotek yang dapat disesuaikan untuk sejumlah perusahaan, karena penjualan menghasilkan komisi yang lebih tinggi. Pada Maret 2004, para pialang hipotek menghasilkan 65% dari total pinjaman perumahan, dengan jumlah pinjaman sub-primer tercatat sebesar 43% dari total perdagangan pinjaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sekuritisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Para pemberi pinjaman sub-primer kemudian menemukan cara lain untuk menghasilkan uang dalam sektor yang sebelumnya telah dikenal beresiko tinggi. Para pemberi pinjaman ingin memastikan bahwa mereka tidak akan kehilangan kemungkinan pendapatan keuangan dengan menciptakan kesempatan di pasar sub-primer dan mengembangkan sejumlah produk yang kompleks; ini dicapai dengan menjadikan nilai pasar hipotek sub-primer dan sejumlah pinjaman perumahan sebagai komoditas –sebagaimana halnya sebagian besar barang di dunia nyata- dan menjualnya ke institusi lain. Utang dijual kepada pihak ketiga, yang kemudian akan menerima pembayaran pinjaman dan mendanai sektor ini. Jadi, utang dapat dijadikan komoditas dagangan layaknya sebuah mobil. Maka kemampuan untuk mengamankan utang menciptakan jalan yang penuh resiko ini menjadi permainan, terbagi-bagi, dan tersebar, sehingga memungkinkan lebih banyak utang terjual. Sejak 1994, tingkat sekuritas pinjaman sub-primer meningkat dari angka 32% menjadi 77% dari total pinjaman sub-primer. Proses ini sangat efektif dalam meningkatkan jumlah lembaga keuangan yang bergerak di pasar hipotek sub-primer. Ini dapat terjadi sebagai akibat sekuritisasi terhadap pinjaman sub-primer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak institusi, termasuk di antaranya bank-bank investasi Wall Street yang senantiasa mengikuti arus, menjadi pemilik CDO’s (Collateralised Debt Obligations/Obligasi Utang Terjamin). Situasi perusahaan ini merupakan ikatan yang terbentuk melalui sebuah proses dekonstruksi dan perencanaan kembali sekuritas yang didukung aset. Ini dilaksanakan dengan menyediakan akses bagi investor pada penerimaan pembayaran, yang dilakukan pembayar pinjaman untuk memperoleh akses pada CDO sebagaimana halnya dana manajemen. Jadi bank-bank investasi Wall Street berinvestasi pada arus masuk aset, bukan investasi langsung pada aset yang tersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pula institusi yang menjadi pemilik MBS (Mortgage-Backed Securities/Sekuritas Berbasis Hipotek) yang tercipta di luar penataan ulang pinjaman sub-primer. Secara sederhana, ini berarti saat di mana sebuah bank menjual seperangkat piutang sebagai satu produk. Maka, sebagai imbalannya, pemilik baru dari obligasi utang menerima pembayaran piutang secara regular. Pada kebanyakan kasus, utang merupakan bagian dari sekumpulan utang berbasis hipotek yang terkumpul dalam wujud asli aset atau surat tanggungan utang. Masing-masingnya memiliki perbedaan skala resiko sendiri. Para pemilik MBS sebenarnya tidak mengetahui sumber pembayaran yang akan masuk dari mana atau bahkan dari sektor apa mereka akan menerima pemasukan. Saat ini, pasar MBS mencapai angka 6 triliun dolar AS, melebihi APBN Amerika Serikat sendiri. Perbedaan antara CDO dan MBS adalah bahwa pada MBS, properti ditempatkan sebagai jaminan. Dalam keadaan penurunan pasar perumahan, MBS tidak hanya menjadi penyedia sub-primer yang akan kehilangan propertinya, namun kini semua yang membeli produk jaminan juga akan merasakan akibatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Suku Bunga Kredit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat bunga kredit pada umumnya menunjukkan jumlah resiko yang menjadi tanggungannya, tugas yang dijalankan oleh agen penentu suku bunga kredit sebagai pelaksana verifikasi keseimbangan kredit yang independen. Sorotan semakin tertuju pada dunia industri saat kebangkrutan Enron –perusahaan yang dibangun di atas sekuritisasi di tahun 2001- seperti halnya badan-badan penentu suku bunga saat kebangkrutan finansial Asia pada krisis finansial Asia di tahun 1997. Charlie McCreevy, komisioner pasar internal Uni Eropa berkomentar, “Apa persamaan umum antara Enron, Parmalat, pembuat kendaraan-kendaraan khusus, pipa, dan sejenisnya? Mereka memiliki neraca yang tak seimbang di mana resiko, secara teoritis, senantiasa dipelihara: tooraloo, adiós.[iii]”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pinjaman perumahan Amerika Serikat telah terkumpul dan terbungkus dalam wujud perdagangan sekuritas oleh bank-bank Wall Street, sebelum dijual kepada lembaga-lembaga keuangan di seluruh dunia. Karena utang ini diperjual-belikan, sekuritas-sekuritas berbasis hipotek tersebut dinilai berdasarkan bunga yang dikenakan kepada mereka oleh lembaga penentu suku bunga. Lembaga-lembaga kredit (yang didominasi oleh Moody’s, Standard &amp;amp; Poor’s dan Fitch) mengelompokan resiko dari penataan ulang sekuritas-sekuritas berdasarkan pembukaan mereka pada pasar-pasar yang beresiko. CDO diklasifikasikan ke dalam berbagai tranche, di mana tranche tertinggi dipandang memiliki resiko paling kecil, dan seringkali diberi rating AAA –rating yang sama dengan surat obligasi. Ini disebabkan karena dalam kondisi kegagalan pembayaran, kerugian pertama akan diderita oleh tranche yang rendah, bukan yang tinggi. Model dan simulasi matematis yang digunakan bank sebagai sandaran tidak memprediksi akan adanya skenario di mana kegagalan pembayaran akan membengkak jumlahnya, sehingga mereka yang berada pada posisi top tranche AAA akan terpengaruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kebangkrutan Pasar Sub-Primer&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena laju inflasi pada sektor perumahan semakin meningkat sebagai akibat nafsu membeli rumah orang Amerika yang tinggi, sektor sub-primer terus berlanjut. Bank-bank komersial mulai memasuki apa yang mereka namakan pasar ringan yang hanya sekedar mampu meningkat, banyak warga Amerika yang mendanai ulang pembelian rumah mereka dengan mengambil hipotek kedua yang bertentangan dengan pertambahan nilai untuk menggunakan dana bagi pengeluaran konsumtif. Tanda-tanda pertama terjadinya masalah penggelembungan perumahan Amerika Serikat terjadi pada 2 April 2007 saat New Century Inc. –pemberi pinjaman hipotek sub-primer terbesar di AS- dinyatakan bangkrut akibat meningkatnya kegagalan pembayaran dari para peminjam. Pada bulan sebelumnya, 25 pemberi pinjaman sub-primer dinyatakan bangkrut, mengumumkan kerugian dalam jumlah besar, sementara sebagian lainnya menyatakan penjualan perusahaannya secara terbuka. Inilah awal dari akan berakhirnya masalah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis lalu merebak ke tengah para pemilik jaminan utang yang kemudian berada dalam posisi di mana jaminan penerimaan dari pembayaran utang yang telah mereka beli mengalami kegagalan pembayaran. Dengan memiliki sejumlah produk kompleks, elemen-elemen yang menjadi konstituen produk macam itu memfokuskan diri pada penjualan investasi mereka untuk menyeimbangkan neraca akibat kerugian yang mereka derita dari pembiayaan sektor sub-primer, atau lebih dikenal dengan istilah ‘covering position’. Penjualan ronde kedua untuk menggalang dana dan memenuhi margin perdagangan yang diperlukan ini adalah penyebab kolapsnya harga saham di seluruh dunia pada Agustus 2007, seiring dengan terjerumusnya pasar ke dalam suatu lingkaran kerugian sehingga menciptakan penjualan saham besar-besaran untuk menghindari kerugian. Jenis perilaku pasar macam ini adalah tipikal guncangan pasar kapitalis dan merupakan penyebab menurunnya harga saham di seluruh dunia. Banyaknya investor, yang diketahui terlibat dalam lingkaran kejatuhan harga, tidak hanya menjual produk sub-primer dan produk lain yang berhubungan dengannya semakin memperburuk keadaan; mereka menjual segala sesuatu yang dapat dijual secara gila-gilaan. Inilah yang menyebabkan jatuhnya harga saham di seluruh dunia, bukan hanya pada sektor yang terkait langsung dengan hipotek sub-primer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga-lembaga internasional yang mengucurkan dananya pada sektor perumahan Amerika Serikat bahwa sesungguhnya mereka tidak akan menerima pemasukan uang dari uang yang mereka pinjamkan pada investor, karena pemegang hipotek sub-primer individual mengalami kegagalan membayar secara massal untuk membayar pinjaman sektor ini. Sebagai akibatnya, mereka yang memiliki posisi dalam sektor perumahan tidak mampu melakukan pembayaran kepada lembaga-lembaga keuangan yang memberikan pinjaman kepada mereka. Karena alasan inilah maka bank sentral di seluruh dunia melakukan intervensi terhadap ekonomi global dengan cara yang tidak terduga dengan menggelontorkan sejumlah besar uang agar lembaga-lembaga keuangan dan perbankan tidak mengalami kebangkrutan. The European Central Bank (Bank Sentral Eropa), America’s Federal Reserve (Bank Sentral Amerika), serta bank-bank sentral Jepang dan Australia menyuntikkan dana senilai 300 miliar dolar AS ke dalam sistem perbankan dalam waktu 48 jam untuk menghindari merebaknya krisis keuangan. Mereka melakukan penetrasi saat beberapa bank semacam Sentinel, perusahaan investasi perumahan besar di Amerika, menghentikan penarikan dana yang dilakukan para investor, dihantui oleh kerugian langsung yang tak terbayangkan sebelumnya dari buruknya sistem pinjaman dalam pasar hipotek Amerika. Beberapa lembaga lain mengikuti dengan menunda kucuran dana untuk pinjaman normal. Intervensi bank-bank sentral dunia untuk menghindari krisis menyebabkan kerugian hingga 800 miliar dolar AS hanya dalam rentang 4 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Krisis Kredit&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Bank-bank di seluruh dunia mendanai mayoritas peminjaman yang mereka lakukan dengan meminjam dari bank lainnya melalui peningkatan uang pada pasar finansial. Pinjam-meminjam antar bank dilakukan pada basis per hari untuk menyeimbangkan neraca mereka. Sebagai realisasinya diawali oleh eksisnya sekuritas pendukung hipotek sub-primer pada seluruh sektor perbankan dalam portofolio bank-bank dan menghimpun dana dari seluruh dunia, mulai BNP Paribas hingga Bank of China. Banyak pemberi pinjaman yang menghentikan tawaran pinjaman, beberapa di antaranya menawarkan pinjaman dengan tingkat bunga tinggi, dan bank-bank pada umumnya mulai menghentikan pinjaman kepada bank lainnya untuk mengamankan neraca masing-masing. Saat tidak ada bank yang menyadari seberapa besar masing-masing bank terjerumus ke dalam krisis sub-primer, banyak di antara mereka yang menolak memberikan pinjaman kepada bank lain. Ini menyebabkan terciptanya krisis kredit di mana bank-bank yang menyandarkan sebagian pinjaman mereka melalui peminjaman kepada bank lainnya menyadari bahwa kredit bagi mereka mulai mengering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikasi pertama bahwa krisis perumahan ini tidak hanya akan mempengaruhi Amerika Serikat dan berimbas kepada perekonomian global adalah kolapsnya Northern Rock Inggris. Northern Rock adalah pemberi hipotek terbesar kelima di Inggris dan mendanai pinjaman yang diberikannya dengan meminjam 80% dari pasar finansial. Karena pasar kredit membeku, Northern Rock meminta fasilitas dukungan tunai dari Bank of England, sebagai pemberi pinjaman pada urutan terakhir di Inggris karena meningkatnya pembiayaan di pasar finansial. Ini memicu penarikan dana besar-besaran karena para pemilik rekening kehilangan kepercayaan terhadap bank sehingga terciptalah antrean-antrean di seluruh negara sebagai wujud kepanikan para pemilik rekening. Pemerintah Inggris kemudian mengambil kebijakan kontroversial dengan menasionalisasi Northern Rock karena kejatuhannya tak ayal akan menyebar ke bank-bank lainnya karena para pemilik rekening yang panik ingin sesegera mungkin menarik uangnya –dengan begitu, seluruh sektor perbankan akan kolaps. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skenario yang sama muncul pada Maret 2008 dengan melibatkan Bear Stearns, salah satu bank investasi terbesar di dunia yang terpaksa membatalkan tiga pendanaan investasi di pasar sub-primer. Masalah-masalah Bear Stearns semakin tereskalasi saat berbagai rumor tentang krisis likuiditas perusahaan tersebut merebak, sehingga menyebabkan hilangnya kepercayaan investor terhadap perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sektor perumahan telah menjadi mesin penggerak ekonomi Amerika Serikat selama satu dekade terakhir, kejatuhannya akan menghasilkan reaksi dahsyat pada seluruh perekonomian global karena banyak bank-bank bertaraf dunia yang menempatkan uangnya pada sekuritisasi kompleks dalam pasar sub-primer. Dengan kondisi perekonomian AS digolongkan berada dalam resesi, dunia akan menerima dampaknya karena perekonomian AS mengendalikan perekonomian dunia akibat tingkat konsumsinya yang tinggi. (Adnan Khan aktivis Hizbut Tahrir Inggris; Kapitalisme di Ujung Tanduk, PTI Press) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[i] Federal Reserve Statistical Release 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[ii] i.e. Those With a Credit Score (FICO) Less Than 620&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[iii] David Gow, Oct 3, ‘If You Try to Control Everything it Would Probably Kill Capitalism,’ Guardian,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;http://business.guardian.co.uk/story/0,,2182836,00.html&lt;/p&gt;&lt;p&gt;http://hizbut-tahrir.or.id/2008/10/01/krisis-kredit-global/&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867468419504036080-4528579227916971654?l=ardobinardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardobinardi.blogspot.com/feeds/4528579227916971654/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5867468419504036080&amp;postID=4528579227916971654' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/4528579227916971654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/4528579227916971654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardobinardi.blogspot.com/2008/10/krisis-kredit-global.html' title='Krisis Kredit Global'/><author><name>Mr Ardobinardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08212803471914191278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_yZOcaFK66L8/SCW5-FvnzAI/AAAAAAAAALI/nPQyVfDJLxs/S220/30.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867468419504036080.post-5143115671895853805</id><published>2008-10-11T10:04:00.015-07:00</published><updated>2008-10-11T11:00:15.603-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>Kapitalisme, Bencana!</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Agustus 2008 adalah ulang tahun pertama kebangkrutan kredit global, dimana dunia menyaksikan krisis pangan global, melejitnya harga minyak dan jatuhnya bank-bank raksasa secara spektakuler di seluruh dunia dan kemungkinan akan adanya resesi. Northern Rock di Inggris, Bear Sterns di Amerika (AS), meletusnya balon real-estate (pengembang perumahan) di AS dan di Eropa, semua berjatuhan secara spektakuler juga. Krisis keuangan menjadi keniscayaan yang rutin dan banyak kalangan di Barat menyatakan bahwa jatuhnya ekonomi pasar secara periodik adalah hal yang biasa dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem Kapitalisme. Majalah “The Economist” dalam analisisnya terhadap krisis menggarisbawahi pandangan tersebut:” penumpukan kekayaan dan bencana adalah bagian dari sistem keuangan Barat. Dan bagaimanapun, sistem ini masih yang terlayak dari yang ada.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model-model rumit yang digunakan oleh para bank investasi besar sebenarnya memperkirakan bahwa bencana pasar keuangan mestinya terjadi hanya sekali dalam 10 ribu tahun. Mantan ketua Federal Reserve, Alan Greenspan berusaha menenangkan dunia dengan mengingatkan bahwa ini adalah sekedar kasus yang terjadi setiap satu abad, yang kemudian akan berlalu. Ironisnya, mereka mengatakan hal yang sama ketika pasar saham ambruk di tahun 1987, bangkrutnya perusahaan hedge-fund yang bernama Long Term Capital Management di tahun 1998, dan krisis kredit sub-prime pembelian rumah yang terjadi beberapa bulan yang lalu. Yang terlihat sejak berkembangnya Kapitalisme adalah berulangnya siklus jatuh bangun, resesi, depresi, keambrukan, krisis, dan kebangkrutan, yang telah terjadi pada Dutch Tulips atau pada perusahaan dot.com, yang kesimpulannya adalah bahwa krisis terjadi secara rutin, dan tidak&lt;br /&gt;sejarang yang mereka kira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;September 2008 malah lebih buruk lagi. Sejarahnya, bulan September dan Oktober adalah bulan-bulan dimana Pasar Saham ambruk dan dalam dua minggu pertama di bulan September perusahaan-perusahaan terbesar di dunia turut ambruk. Tanggal 7 September, perusahaan prekreditan rumah Fannie Mae dan Freddie Mac , yang memberi garansi utang senilai 5,3 trilyun dolar, yang meliputi separuh lebih dari utang perkreditan rumah di AS, pun ambruk. Pemerintah AS akhirnya terpaksa menyelematkan dua perusahaan tersebut dengan menggelontorkan uang dari kas pajak warga negaranya sebesar 200 bilyun dolar. Dua perusahaan tersebut ambruk karena berani memberikan utang kepada orang-orang yang beresiko tinggi dalam masa-masa kejayaan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, berita yang paling mengagetkan adalah kekhawatiran akan ancaman ambrolnya perusahaan-perusahaan Bank Investasi terbesar di pusat keuangan Wall Street di New York AS. Lehman Brothers, salah satu perusahaan investasi bank AS terbesar memasukkan permohonan status bangkrut pada tanggal 15 September 2008. Inilah akhir nasib suatu bank besar dan tertua yang berdiri di negara bagian Alabama tahun 1844 dan jatuh begitu saja– padahal di tahun 2007 Lehman masih melaporkan jumlah penjualan sebesar 57 bilyun dolar dan di bulan Maret lalu masih sempat dinyatakan oleh majalah Business Week sebagai salah satu dari 50 perusahaan papan atas di tahun 2008. Namun kini, Lehman bernilai tidak lebih dari cuma 2 bilyun dolar saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan investasi lain seperti Merril Lynch, yang bertahun-tahun sempat menjadi raksasa Wall Street, pun mengemis untuk segera diambil alih oleh saingannya sendiri, yaitu Bank of America. Dan AIG, salah satu perusahaan asuransi terbesar juga memohon untuk disuntikkan dana darurat sebesar 40 bilyun dolar dari pemerintah AS untuk menghindari kebangkrutan total. Rentetan peristiwa ini dirangkum oleh majalah Wall Street Journal dengan kata-kata,” Sistem keuangan Amerika terguncang hingga ke pusarnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Derivativasi sebagai akar permasalahan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Derivativasi dalam bentuk modern– seperti obligasi kolateral dari hutang (collateralised debt obligations), obligasi hutang pembelian rumah (mortgage debt obligations), penukaran kredit jatuh tempo (credit default swaps)– semuanya merupakan sumber terjadinya kegagalan kredit. Filsafat pemikiran yang mendasari pertumbuhan derivativasi adalah asumsi teoritis bahwa resiko bisa dipindahkan ke lembaga lain yang mampu mengatasinya. Pada prakteknya, Warren Buffet menunjukkan beberapa tahun yang lalu bahwa derivativasi tidak lain adalah bentuk senjata keuangan penghancur massal. Semua lembaga yang akhirnya bangkrut termakan oleh asumsi tersebut dimana mereka berharap mengambil keuntungan dengan mentransfer resiko ke lembaga lainnya. Yang terjadi adalah mereka justru menumpuk sebatas kertas-kertas tidak bernilai yang memicu timbulnya kerugian yang sangat besar. Ini semua membuka kedok Kapitalisme yang mempromosikan praktik-praktik keuangan semacam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(The Bubble Economy) Gelembung Ekonomi — Adakah manfaatnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai pakar dan analis mengurai berbagai alasan yang melahirkan krisis yang terjadi, misalnya peraturan yang longgar, tidak adanya transparansi, kinerja perusahaan yang menilai resiko dan juga sekuritas pinjaman sub-prime yang kompleks. Meskipun faktor-faktor tersebut memang memberikan kontribusi kepada krisis, penfokusan hanya pada faktor-faktor itu justru akan mengesampingkan isu yang jauh lebih besar dan tidak akan mengambil pelajaran dari krisis yang terjadi sebelum krisis yang terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis yang terakhir, sebagaimana krisis sebelumnya selama 200 tahun terakhir sebenarnya memiliki pola yang mirip, sebagaimana proses terjadinya suatu gelembung, yang membesar, dan kemudian meletus. Ironisnya, orang-orang yang berpartisipasi dalam pembentukan gelembung justru menyadari betapa tidak rasionalnya tindakan mereka setelah mengalami pecahnya gelembung. Ada empat tahap terjadinya gelembung ekonomi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, pengembangan atau inovasi teknologi atau produk. Di masa lampau, contohnya adalah pengembangan dan inovasi produk seperti pembangunan jaringan kereta api, telekomunikasi, perkapalan, dan perusahaan internet dotkom, dan akhir-akhir ini adalah inovasi di industri keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, pemasaran produk dengan intensitas tinggi pada masyarakat dengan janji bahwa produk atau inovasi tertentu akan mengubah cara dan gaya hidup secara luarbiasa. Gelembung South Sea di tahun 1720 mencapai puncaknya ketika perusahaan South Sea berhasil meyakinkan publik Inggris bahwa monopoli perdagangan dengan Amerika Selatan akan menghasilkan kekayaan dan keuntungan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Informasi seperti ini menghasilkan pada ‘demam perdagangan secara spekulatif’ berujung pada melejitnya harga saham South Sea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, terbentuknya pola perdagangan spekulatif , yang mulai mengenyampingkan akal sehat, mendorong akselerasi pembesaran gelembung. Semua orang dari berbagai latarbelakang ikut-ikutan terjun dalam perdagangan ini. Masyarakat dan para pakar yang masih kurang percaya pun dicekoki dengan jaminan bahwa pasar tidak akan jatuh, dan bahwa situasi yang ada berbeda dan tidak akan mengulang krisis sebelumnya. Jaminan seperti ini diikuti dengan adanya ‘inovasi’ keuangan seperti pengembangan produk sekuritas yang kompleks (obligasi hutang kolateral, dimana hutang seseorang dijual kepada pihak ketiga hingga berkali-kali guna mengurangi dan menyebarkan tingkat resiko). Praktik inovasi ini dianggap sebagai revolusi keuangan. Sekali lagi industri keuangan berusaha meyakinkan publik bahwa ’saat ini adalah saat yang berbeda, dasar pemikirannya jauh lebih solid’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat dan terakhir, timbulnya kesadaran bahwa inovasi baru yang ditawarkan secara gencar ternyata tidak sebaik yang diharapkan. Uang atau modal yang telah terinvestasi, dan ikut membantu pembesaran gelembung pada tahap sebelumnya, ternyata tidak berhasil menghasilkan keuntungan yang telah dibayangkan sebelumnya. Pada titik ini, gelembung pun pecah dan akibatnya dalam sejarah benar-benar melahirkan bencana. Ekses ekonomi telah melahirkan Depresi Besar di tahun 1920an, dan meletusnya gelembung dotkom ketika perusahaan dotkom mulai bangkrut ketika janji-janji mereka untuk menghasilkan keuntungan ternyata perlu waktu 50 tahun. Ambruknya perusahaan peminjaman hutang pembelian rumah secara sub-prime pada bulan April 2007 juga berawal dari informasi bahwa pasar penjualan rumah di AS memiliki fondasi yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang bertanggungjawab pada gelembung spekulatif di tahun 2007 sama sekali tidak membayangkan bahwa pada satu hari gelembung itu akan pecah. Disitulah kesombongan mulai timbul. Aktifitas yang menghasilkan keuntungan secara masif dan diikuti oleh bonus dengan yang besar menjadi motor pasar properti. Bahkan ketika mulai ada tanda-tanda keretakan, mereka menyalahkan semua orang kecuali mereka sendiri. Krisis yang terjadi akhir-akhir ini sebenarnya menunjukkan bahwa kekuatan pasar keuangan hanyalah sebatas ilusi saja. Mood kesenangan bisa hilang dalam sekejap, kerugian yang berakhir dengan dipecatnya eksekutif perusahaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah sifat kapitalisme yang tidak pernah cukup, dan semuanya serba kurang, tidak ada pertumbuhan yang terlalu tinggi, tidak ada spekulasi yang sangat spekulatif, tidak ada gaji yang terlalu tinggi, tidak ada mobil yang terlalu banyak, tidak ada produksi minyak yang terlalu tinggi, semuanya serba kurang, dan harus digenjot semaksimal mungkin. Apa yang Kapitalisme telah ciptakan tidak lain adalah spekulasi,kerakusan, kesombongan dan berfoya-foya. Itulah sebabnya setiap gelembung selalu berakhir dengan letusan, dan akan terus terjadi secara berulang-ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Khilafah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Islam memiliki latar belakang pemikiran yang berbeda tentang ekonomi, sehingga jalur pengembangan ekonominya pun berbeda dibandingkan kapitalisme:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Ekonomi Islam menfokuskan pada manusia dan pemenuhan kebutuhannya, bukan pertumbuhan ekonomi itu sendiri. Nabi Muhammad saw bersabda,” Anak Adam tidak memiliki hak selain memiliki rumah untuk berteduh, pakaian untuk menutupi dirinya, dan sepotong roti dan seteguk air.” (Tirmidhi). Dasar pemikiran yang membentuk sistem ekonomi Islam melahirkan kebijakan dan peraturan yang diarahkan untuk mencapai fokus tersebut. Islam menaruh perhatian khusus untuk memenuhi kebutuhan manusia sebagaimana yang diterangkan dalam hadith sebelumnya, ketimbang pada penambahan angka GDP saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, Negara diwajibkan oleh Islam untuk memiliki peran langsung dalam pencapaian tujuan ekonomi, dan tidak begitu saja membiarkannya kepada sistem pasar bebas. Ibn Abbas menarasikan sebagaimana dilaporkan oleh Abu Dawud bahwa Nabi Muhammad Saaw bersabda,” Muslim berserikat dalam tiga hal yaitu air, padang rumput, dan api.” Berdasarkan dari hadith Nabi tersebut, Negara menguasai kepemilikan dari sumber daya alam berbasis api seperti minyak, gas bumi, penyulingan, instalasi produksi listrik sebagaimana sumber air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, masyarakat tidak akan rawan untuk menjadi obyek eksploitasi perusahaan swasta yang meraup keuntungan dari instalasi strategis yang tersebut diatas. Negara juga akan mengontrol lembaga-lembaga yang mengatur atau mengurus instalasi tersebut sehingga mampu untuk segera bertindak ketika diperlukan dan sebelum terlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekonomi Islam tidak mengenal dualisme ekonomi– yaitu ekonomi yang terdiri dari sektor keuangan, dimana aktifitasnya didominasi oleh praktik pertaruhan terhadap apa yang akan terjadi pada ekonomi riil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sektor keuangan ini terbentuk dari instrumen keuangan seperti saham, derivativasi, dan produk sekuritas, disamping adanya keterlibatan bunga (riba), praktik keuangan ini juga melakukan transaksi terhadap komoditi secara sepihak (tanpa adanya partner) dalam proses kepemilikannya.&lt;br /&gt;Ekonomi Islam didasarkan pada ekonomi riil. Dengan demikian, semua aturan ekonomi Islam memastikan agar perputaran harta kekayaan tetap berputar. Larangan terhadap adanya bunga (riba) bisa dipraktikan dengan melakukan investasi modal di sektor ekonomi rill, karena penanaman modal di sektor lain dilarang. Kalaupun masih ada yang berusaha menaruh sejumlah modal sebagai tabungan atau simpanan di bank (yang tentunya juga tidak akan memberikan bunga), modal yang tersimpan tersebut justru akan menjadi subyek dari penarikan pajak setelah melewati periode satu tahun. Perpajakan di dalam Islam didasarkan oleh harta yang tertimbun, bukan dari penghasilan. Sehingga, di dalam wilayah kekuasaan Islam, tidak akan ada pajak penghasilan, pajak jalan, dan semacamnya. Artinya, tiap individu akan memiliki lebih banyak uang dari penghasilannya sehingga bisa ia tanam di sektor ekonomi riil, yang akan memiliki efek berlipat karena berputarnya uang dari orang ke orang yang lain. Keberadaan bunga, pasar keuangan, dan pajak secara langsung adalah faktor-faktor yang menghalangi perputaran harta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Islam jelas-jelas meletakkan aturan-aturan terhadap kepemilikan dan bagaimana mencairkan aset-aset; ini semua tercantum dalam prinsip-prinsip umum yang bisa digali dengan metoda qiyas dari realita-realita baru. Ini semua akan menyebabkan kestabilan ekonomi,suatu situasi yang nyaris tidak pernah ada dalam sistem ekonomi Barat,dengan pasar bebas dan ekonomi bebasnya. Dalam setiap krisis dan bencana keuangan, banyak kalangan selalu menuding peran atau campur tangan pemerintah atau justru menganjurkan pemberian kebebasan kepada mekanisme pasar. Ironisnya, justru campur tangan pemerintahlah yang justru menyelamatkan eksistensi ekonomi Kapitalisme, dengan mekanisme bail-out (penyuntikan dana) dan penggunaan harta Negara, sehingga para bank bisa terhindar dari keambrukan total. Padahal dan ironisnya, justru para bank tersebutlah yang pada awalnya berperan sebagai lembaga yang paling getol dan vokal dalam menyuarakan deregulasi (yaitu pelonggaran peraturan atau minimalisasi campur tangan pemerintah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis kredit macet global, sekali lagi menggarisbawahi rentannya Kapitalisme dimana efek multidimensi dari krisis tersebut memerlukan dan menuntut diberlakukannya sistem alternatif. Dalam hal ini, sistem ekonomi Islam –yang sebenarnya jauh lebih kompleks dari sekedar pelarangan riba/bunga– berada dalam posisi penting untuk berperan sebagai sistem alternatif. Berbeda dari Kapitalisme, sistem ekonomi Islam selalu menomorsatukan kebutuhan dan pemberdayaan masyarakat secara riil –bukan sekedar pertumbuhan ekonomi saja– sebagai isu utama yang memerlukan jalan keluar dan penerapan kebijakan.( Adnan Khan; aktivis Hizbut Tahrir Inggris; HTB/Selasa, 16 September 2008)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;http://hizbut-tahrir.or.id/2008/10/06/kapitalisme-bencana/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867468419504036080-5143115671895853805?l=ardobinardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardobinardi.blogspot.com/feeds/5143115671895853805/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5867468419504036080&amp;postID=5143115671895853805' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/5143115671895853805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/5143115671895853805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardobinardi.blogspot.com/2008/10/kapitalisme-bencana.html' title='Kapitalisme, Bencana!'/><author><name>Mr Ardobinardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08212803471914191278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_yZOcaFK66L8/SCW5-FvnzAI/AAAAAAAAALI/nPQyVfDJLxs/S220/30.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867468419504036080.post-3308589626735040149</id><published>2008-10-11T10:04:00.014-07:00</published><updated>2008-10-11T10:58:38.865-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>Kegoncangan Pasar Modal di Barat (1)</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pada minggu terakhir Oktober 1997 lalu, harga-harga saham di pasar-pasar modal (bursa efek) utama telah jatuh secara drastis. Fenomena ini bermula dari Hongkong, lalu merembet ke Jepang, terus ke Eropa, dan akhirnya sampai ke Amerika. Anjloknya harga saham tersebut terjadi secara ber- turutan dari satu negeri ke negeri lain, mengikuti letak terbitnya matahari di masing-masing negeri tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis tersebut disertai satu trauma di tengah masyarakat, bahwa apa yang terjadi merupakan ulangan dari peristiwa seru- pa pada Oktober 1987, tatkala indeks harga saham di New York turun 22 % dalam sehari. Atau sebagai ulangan dari peris- tiwa yang lebih gawat lagi, yang terjadi pada tahun 1929 ketika jatuhnya nilai saham di Amerika telah menimbulkan depresi ekonomi yang sangat parah. Buku-buku sejarah senantiasa menyebut peristiwa itu sebagai “Depresi Besar” (The Great Depression) yang telah menyebabkan terus berlanjutnya keme- laratan, kelaparan, dan kesengsaraan. Krisis ini tidak teratasi, kecuali setelah keluarnya keputusan Presiden Roosevelt untuk menerjunkan Amerika ke dalam kancah Perang Dunia II dan membangkitkan perekonomian Amerika dengan cara mempro- duksi kebutuhan-kebutuhan perang yang sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis yang belakangan ini melanda Eropa dan Amerika tersebut, didahului beberapa peristiwa yang terjadi sepanjang musim kemarau ini, yaitu jatuhnya nilai tukar (kurs) mata uang di negara-negara Asia Tenggara, anjloknya harga saham peru- sahaan-perusahaannya, serta sekaratnya bank-bank dan perusa- haan-perusahaannya. Krisis-krisis ini bertolak dari Thailand, lalu ke Filipina, Malaysia, dan Indonesia, kemudian menular bagaikan wabah ke Korea Selatan, Taiwan, dan negara-negara Asia Utara. Wabah menular ini pada akhir Oktober 1997 telah melanda Hongkong, yang merupakan basis investasi Barat yang besar di kawasan Asia. Pada saat itulah, pasar-pasar modal di Barat sadar bahwa wabah yang melanda ternyata sangat berbahaya. Maka terjadilah berbagai krisis di pasar- pasar modal Eropa dan Amerika, terutama New York.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua krisis tersebut –di Asia dan di Barat– disebabkan adanya sifat-sifat khas yang melekat pada sistem ekonomi kapitalis itu sendiri, meskipun kedua krisis tersebut tidak dapat dikatakan sama persis dan tidak dapat pula dinilai dengan tolok ukur yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar-pasar modal di Asia Tenggara sesungguhnya sangat lemah dan rapuh. Orang-orang yang memperdagangkan sahamnya di sana hanya beberapa gelintir saja dan boleh di- katakan belum berpengalaman. Yang banyak memanfaatkan pasar-pasar modal itu justru para penguasanya yang korup, seperti penguasa Thailand dan Indonesia. Para penguasa inilah yang terus mempromosikan pasar-pasar modal tersebut, serta mengizinkan para investor Barat untuk berdagang saham di sana dan memantapkan posisinya dengan cepat di pasar-pasar modal yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, Amerikalah yang telah mendorong para pe- nguasa itu –dan juga banyak penguasa di negara lain– untuk mengambil kebijakan tersebut. Tujuannya, agar penguasa terse- but membuka pasar-pasar modal mereka dengan mengikuti pola Barat, sehingga terbukalah kesempatan kepada para inves- tor Barat untuk berdagang saham di pasar modal dan mema- sukkan atau menarik modalnya ke/dari negeri-negeri tersebut dengan mudah kapan saja mereka suka. Amerika berdalih, semua ini akan dapat menggalakkan penanaman modal asing di negeri-negeri tersebut, di samping merupakan salah satu tuntu- tan globalisasi ekonomi masa kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, investasi yang ada sebenarnya bukanlah inves- tasi riil dari Barat di negeri-negeri lain, meskipun memang disebut sebagai “investasi tak langsung”. Sebab, investasi yang riil adalah seperti yang pernah dilakukan Amerika pasca Perang Dunia II, tatkala mereka menguasasi banyak pabrik dan perusa- haan baik di Eropa maupun di negeri-negeri lain, lalu menge- lolanya secara langsung dan menggabungkannya dengan peru- sahaan-perusahaan induk mereka di Amerika. Inilah investasi yang langsung dan riil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang investasi tak langsung, ditempuh dengan cara membeli sejumlah saham perusahaan-perusahaan lokal yang dikelola oleh negara atau oleh pemiliknya yang usahanya ber- skala lokal. Sebagian dari saham perusahaan tersebut beredar di pasar modal lokal. Para investor lalu membeli saham-saham tersebut di pasar modal yang ada. Namun mereka tidak ber- tujuan untuk memiliki atau mengelola perusahaan, dan tidak pula bertujuan untuk ikut memperoleh laba perusahaan dengan menunggu dividen yang dibagikan pertahun. Tujuan mereka adalah memperoleh laba (capital gain) yang besar secara cepat, karena adanya lonjakan harga-harga saham yang telah mereka beli. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para investor itu merekayasa pasar modal sedemikian rupa untuk tujuan mereka tersebut, dengan cara mempenga- ruhi harga-harga saham di negara-negara yang disebut negara- negara berkembang. Pasar-pasar modal di negara-negara ber- kembang ini kecil saja, sehingga merekayasa harga-harga sahamnya adalah hal yang mudah bagi para investor asing itu. Sementara orang-orang lokal yang berdagang saham di pasar modal tersebut juga sedikit, yang dapat ditaklukkan oleh iming- iming harta benda, trik-trik pasar, serta gertakan-gertakan yang dilakukan oleh para investor Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika investor Barat datang –yang umumnya mempu- nyai dana investasi ratusan juta bahkan ratusan milyar US dolar, yang berasal dari modal pengusaha raksasa Barat atau pinjaman dari bank– lalu membeli saham lokal, maka dia tidak akan menunggu begitu saja naiknya harga saham sebagaimana lazimnya seorang penonton. Dia akan menggunakan berbagai trik yang sengaja direkayasanya untuk melariskan saham yang dibelinya. Misalnya dengan membocorkan berita ke media massa bahwa dia telah menginvestasikan modalnya yang besar pada saham tertentu, atau bahwa studi yang dilakukannya memprediksikan bahwa perusahaan tempat dia membeli saham mempunyai masa depan yang cerah, dan trik-trik lainnya yang tidak disadari hakikatnya oleh orang-orang Malaysia, Thailand, dan Indonesia. Akibatnya, penduduk di negeri-negeri itu ber-lomba-lomba membeli saham tersebut, sehingga harga saham pun cepat atau lambat akan melonjak. Dan investor Barat yang telah menginvestasikan modalnya itu umumnya tidak perlu menunggu terlalu lama. Harga-harga saham pun segera melon- jak menurut prediksi yang dibuatnya, kemudian dia menjual saham-sahamnya kepada penduduk negeri-negeri tersebut di pasar modal setempat, atau pasar modal internasional. Dia lalu mengambil modal pokoknya berikut laba yang diperolehnya dengan kilat, untuk kemudian mencari saham-saham perusaha- an lain, baik di negeri yang sama maupun di negeri lainnya. Semua ini berlangsung sebelum penduduk negeri-negeri ter- sebut sadar akan apa yang telah terjadi dan menimpa mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang beberapa investor Barat beraksi seakan- akan sebagai satu grup, sebab target dan aktivitas mereka memang serupa. Oleh karena itu, kadang-kadang terjadi keme- rosotan harga yang merata di pasar modal ketika para investor menarik modalnya dari pasar sekaligus. Akibatnya, jatuhlah nilai mata uang negeri setempat, dan terancamlah bank-bank lokal yang meminjamkan modalnya untuk diikutsertakan dalam pasar modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah investasi tak langsung yang senantiasa dipropa- gandakan oleh Amerika dan dipaksakannya atas “negara- negara berkembang” setelah Uni Soviet runtuh, sehingga Amerika menjadi satu-satunya kekuatan yang dapat memaksa- kan hegemoninya dalam kancah politik dan ekonomi inter- nasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta investasi ini –yang ternyata menjadi lebih besar dan lebih berbahaya daripada investasi langsung– sesungguh- nya adalah perampasan terhadap harta kekayaan dan sumber perekonomian negara-negara dunia ketiga. Investasi tersebut juga merupakan sebab utama dari krisis moneter dan krisis ekonomi yang menjadi konsekuensinya, serta telah memelarat- kan penduduk negara dunia ketiga secara hina, baik di Amerika Latin seperti Meksiko, Brazil, Argentina, maupun di Timur Tengah seperti Mesir dan Yordania. Dan investasi itu pulalah yang menjadi sebab munculnya krisis yang telah dan sedang terjadi di pasar-pasar modal di Asia Tenggara, seperti Indo- nesia dan Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pasar-pasar modal di Eropa dan Amerika, sangatlah berbeda dengan pasar-pasar modal di negara-negara berkembang tadi. Pasar-pasar modal di sana sudah sangat mengakar dan telah eksis selama dua abad atau lebih. Mereka yang berdagang saham pada sebagian pasar modal jumlahnya mencapai ratusan ribu orang, sedang pada pasar modal terbesar –yakni di London dan New York– mencapai jutaan orang. Modal yang diinvestasikan dalam saham-saham dan surat-surat berharga jumlahnya pun sangat besar. Ada yang menyebutkan bahwa jumlahnya melebihi nilai riil dari aset (kekayaan) yang ada di Eropa dan Amerika, seperti aset yang berbentuk tanah, toko, pabrik, dan berbagai komoditas perdagangan. Dikatakan pula bahwa aktivitas pasar modal dan surat berharga –yaitu nilai barang-barang yang dibeli dan dijual dari pasar modal itu– melebihi nilai riil seluruh barang dan jasa yang ada. Ini berarti, bahwa faktor banyaknya pedagang saham di pasar-pasar modal itu, cukupnya modal mereka, dan kerasnya kompetisi di antara mereka, telah menghalangi siapa pun dari mereka untuk men- dominasi pasar –atau bagian tertentu dari pasar– secara tunggal guna mencari keuntungan dengan cepat dari para investor lain- nya yang mempunyai modal besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, ternyata banyak juga pedagang saham di pasar-pasar modal tersebut yang berhasil meraup ke- untungan yang sangat besar dari pasar-pasar tersebut, dan menghabiskan waktunya untuk memperdagangkan saham di sana. Mereka telah menemukan berbagai strategi, taktik, dan transaksi yang mengikat, guna mempengaruhi waktu penjualan atau pembelian saham termasuk harga-harganya. Padahal cara- cara itu tidak berhubungan langsung dengan kegiatan perusaha- an yang memperjualbelikan sahamnya. Tidak berkaitan pula dengan pasar yang menyediakan barang dan jasa atau dengan penetapan labanya. Berbagai strategi pemasaran saham ini, berikut trik-triknya, dan transaksi-transaksi yang cepat di pasar modal, telah menjadi topik studi di kebanyakan perguruan tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, semua pasar modal yang memperdagangkan saham perusahaan (perseroan terbatas publik) tersebut, dan pasar yang seperti itu –yakni pasar yang memperdagangkan surat utang (obligasi) dari kas negara dan surat utang perusa- haan– sesungguhnya lebih rapuh daripada sarang laba-laba. Sebab, kesediaan masyarakat untuk memperdagangkan saham- nya di pasar-pasar tersebut sebenarnya didasarkan pada suatu “kepercayaan” bahwa harga berbagai saham dan surat berharga itu akan terus menerus naik. Selain itu didasarkan juga pada ketamakan untuk mendapatkan laba yang mudah diperoleh dari kenaikan harga saham. Sikap tamak mereka ini –khususnya di Barat– nampaknya tidak pernah mengenal batas, dan akan tetap ada selama matahari masih terbit dari timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itulah, mereka bersedia membeli surat-surat berharga karena mengharapkan adanya laba. “Kepercayaan” dan ketamakan ini pula yang dipromosikan oleh para pialang saham (broker) di pasar-pasar modal tersebut. Mereka melaku- kan jual beli saham atau surat berharga sebagai perantara/wakil dari masyarakat umum, dan mengambil komisi yang besar untuk aktivitasnya ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, “kepercayaan” tersebut suatu saat dapat goyah karena sebab-sebab yang telah diramalkan ataupun yang tidak diramalkan. Pasar menjadi goncang dan banyak pemilik saham yang pada waktu bersamaan ingin cepat-cepat menjual sahamnya dan meraup laba yang telah mereka perkirakan dari kenaikan harga saham. Semua pemilik saham ingin menjual secepat mungkin, sehingga akhirnya jatuhlah harga saham. Ini semakin memperbanyak jumlah orang yang hendak menjual sahamnya, sehingga akibatnya harga saham terus menerus merosot sampai ke titik terendah. Inilah peristiwa yang pernah terjadi pada tahun 1929, atau yang hampir terjadi tahun 1987, atau yang terus dikhawatirkan akan terjadi pada akhir tahun 1997 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim yang sadar tentu tak perlu prihatin ter- hadap krisis-krisis yang menimpa Barat dan sistem kehidupan- nya yang kapitalistis itu. Namun dia tentu akan sangat prihatin melihat bencana yang menimpa kaum muslimin –seperti Indonesia dan Malaysia– yang telah mengekor Barat dan mengambil sistem kehidupannya serta terkecoh dengan pasar modalnya yang rapuh bak sarang laba-laba itu. Dia tentu priha- tin pula menyaksikan kaum muslimin telah membenarkan propaganda Barat, bahwa tak ada jalan lain untuk meraih ke- majuan ekonomi kecuali dengan mengikuti “sistem pasar ter- buka”, yakni liberalisasi ekonomi yang absolut –termasuk bersedia berkompetisi melawan investasi Barat baik yang langsung maupun tak langsung– serta terjun dalam “ekonomi global”, yakni bersedia membangun pabrik-pabrik milik perusahaan-perusahaan Barat di negeri-negeri Islam, dengan memanfaatkan jutaan tenaga kerjanya yang murah-meriah untuk memproduksi barang-barang konsumtif bagi pasar mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim yang sadar juga akan sangat prihatin tatkala menyaksikan ide-ide Barat yang kapitalistis –termasuk yang berkaitan dengan pasar modal– ternyata dapat diterima oleh kaum muslimin, karena adanya serangan media massa yang sangat intensif yang terus menerus dilancarkan Amerika setelah hancurnya Komunisme. Serangan tersebut bertujuan menyebarkan ilusi kosong kepada dunia bahwa dunia tak punya alternatif lain, kecuali mengikuti ideologi Kapitalisme. Begitu pula terus mereka propagandakan bahwa dewasa ini adalah masa keemasan ideologi Kapitalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, goncangan dahsyat pada pasar-pasar modal raksasa di Barat itu sebenarnya telah menunjukkan kerapuhan pasar modal –yang bagaikan sarang laba-laba itu– dan telah menampakkan cacat-cela sistem ekonomi kapitalis. Terbong- kar juga bahwa kemilaunya kehidupan mereka itu bukanlah kemilau emas yang sejati, melainkan hanyalah kemilau tipuan. Sebab, ide ekonomi kapitalis pada hakikatnya adalah ide yang bersandar pada kemaslahatan belaka. Ide tersebut terbukti telah memerosotkan manusia ke derajat yang paling nista, karena ide itu bertumpu pada dorongan-dorongan naluriah paling rendah pada manusia. Fakta berbagai masyarakat yang menerapkan ide tersebut menunjukkan, bahwa mereka adalah komunitas yang selalu rakus dalam hidup, tidak pernah puas terhadap produk- produk yang mereka hasilkan, serta tak pernah puas pula ter- hadap perilaku konsumtif mereka. Mereka tidak pernah meng- hiraukan nilai-nilai kehidupan apa pun selain nilai kehidupan yang materialistis. Di Barat, golongan minoritas dari kalangan pemilik modallah yang menguasai mayoritas masyarakat yang harus bekerja dengan susah payah dan hidup dalam keresahan. Banyak dari mereka ini adalah orang-orang gelandangan mela- rat yang tidak mampu memenuhi kebutuhan primernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendatipun demikian, kaum muslimin tidak boleh hanya menunggu datangnya goncangan ekonomi yang besar di pasar- pasar modal di Barat, agar mereka menyadari kondisi mereka yang telah terkecoh dengan ide-ide kapitalis dan pasar modal yang hakikatnya memang benar-benar bagaikan sarang laba- laba. Haruslah sekarang juga dijelaskan kepada mereka hakikat ide pasar modal, termasuk penjelasan mengenai kerusakannya dan penjelasan bahwa ajaran Islam yang lurus telah meng- haramkan dan tidak memperbolehkan keberadaannya.(bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber : Judul Asli : هزّات الأسواق المالية أسبابها وحكم الشرع فى هذه الأسباب ; Dikeluarkan dan disebarluaskan oleh Hizbut Tahrir, Rajab 1418 H/Nop. 1997 M )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;http://hizbut-tahrir.or.id/2008/10/08/kegoncangan-pasar-modal-di-barat-1/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867468419504036080-3308589626735040149?l=ardobinardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardobinardi.blogspot.com/feeds/3308589626735040149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5867468419504036080&amp;postID=3308589626735040149' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/3308589626735040149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/3308589626735040149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardobinardi.blogspot.com/2008/10/kegoncangan-pasar-modal-di-barat-1.html' title='Kegoncangan Pasar Modal di Barat (1)'/><author><name>Mr Ardobinardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08212803471914191278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_yZOcaFK66L8/SCW5-FvnzAI/AAAAAAAAALI/nPQyVfDJLxs/S220/30.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867468419504036080.post-7147168635600087280</id><published>2008-10-11T10:04:00.013-07:00</published><updated>2008-10-11T10:56:35.106-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>Kegoncangan Pasar Modal di Barat (2)</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pasar-pasar modal di Barat tak akan benar-benar eksis, hidup, dan berkembang, kecuali dengan adanya tiga sistem pokok dalam sistem perekonomian kapitalis : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sistem Perseroan Terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sistem Perbankan Ribawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sistem Uang Kertas Inkonvertibel (flat money).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga sistem tersebut bekerja secara sinergis untuk membagi perekonomian kapitalis menjadi dua sektor, yaitu : (1) sektor riil, yang di dalamnya terdapat aspek produksi serta pemasaran barang dan jasa riil, (2) sektor ekonomi modal/kapi- tal, yang oleh sementara orang disebut sektor non-riil. Di dalamnya terdapat aspek penerbitan dan jual-beli surat-surat berharga yang beraneka ragam. Surat-surat berharga ini haki- katnya adalah transaksi-transaksi yang bersifat mengikat, atau akte-akte dan sertifikat-sertifikat, yang mewakili hak-hak yang dapat dialihkan secara sepihak, dengan cara menjual atau mem- belinya, yang berkenaan dengan kepemilikan perusahaan, utang perusahaan atau utang pemerintah, atau mengenai harta-harta tak bergerak, dan banyak “hak-hak” lain yang telah ditetapkan oleh surat-surat berharga yang diedarkan. Hak-hak lain ini misalnya adanya pilihan sementara untuk membeli atau men- jual hak orang lain dengan harga tertentu yang berbeda dengan harga yang sedang berlaku. Semua ini termasuk hal-hal yang tidak berhubungan langsung dengan sektor ekonomi riil. Per- kembangan sektor non-riil ini telah sedemikian jauhnya, sampai-sampai nilai muamalah pada sektor tersebut besarnya berlipat ganda dari nilai sektor riil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai sistem perseroan terbatas (public limited com- pany/PT Publik), pada awalnya sistem ini muncul agar para pemilik modal dan pengelola perusahaan dapat melindungi aset mereka yang besar dari orang-orang yang meminjamkan modalnya (kreditor) dan pemilik hak lainnya dalam usaha- usaha mereka, seandainya perusahaan mengalami kegagalan. Sistem ini juga dibuat agar para pemodal dan pengelola perusa- haan dapat menguasai dana masyarakat dalam usaha-usaha mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistemnya memang demikian, karena ada sifat yang unik pada perusahaan terbatas, yaitu tanggung jawab yang terbatas. Jadi kalau misalnya usahanya gagal dan merugi, maka para pemilik hak pada perusahaan itu tidak dapat mengajukan klaim apa pun kepada para peseronya (pemegang saham), berapa pun jumlah modal yang mereka setorkan. Mereka tidak berhak mendapatkan apa pun kecuali aset perusahaan yang tersisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kebiasaan yang berlaku di Barat, perusahaan dimunculkan dan diumumkan oleh pemerintah, bukan oleh para pendirinya. Jadi pemerintahlah yang mengeluarkan akte pendiriannya, menentukan tujuan-tujuannya dan jumlah saham yang boleh diedarkan, serta mempublikasikan anggaran dasar- nya. Oleh karena itu, perusahaan merupakan suatu badan hukum yang berdiri sendiri secara penuh dan terlepas dari para peseronya. Konsekuensinya, pemilik hak hanya dapat meng- ajukan tuntutan kepada perusahaan dan tidak dapat menuntut para peseronya sedikit pun. Dengan demikian, tanggung jawab perusahaan hanya terbatas pada aset perusahaan yang tersisa, bukan pada aset yang dimiliki oleh para peseronya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat pemerintah mengeluarkan akte pendirian peru- sahaan, pemerintah menetapkan suatu dewan komisaris semen- tara dari kalangan pendirinya, yaitu orang-orang yang mengaju-kan permohonan pendirian perusahaan. Kemudian, dewan komisaris tersebut mengangkat seorang direktur perusahaan, dan mulailah perusahaan “menjual” saham-sahamnya, yakni sejumlah dokumen yang merupakan sertifikat-sertifikat surat berharga yang dapat dialihkan. Pembawa saham ini memiliki hak-hak tertentu dan terbatas, yaitu mendapat bagian tertentu dari laba yang dibagikan oleh perusahaan (dividen), mendapat bagian tertentu dari harta perusahaan jika perusahaan bubar (dilikuidasi), dan mempunyai hak suara sekali setahun untuk mengangkat dewan komisaris yang baru. Akan tetapi seluruh hak-hak ini didasarkan pada saham, bukan pada orang yang menjadi pesero. Pada saat pemungutan suara untuk memilih dewan komisaris, misalnya, suara yang menentukan didasarkan pada jumlah saham, bukan pada jumlah orang. Jadi kalau ada satu orang yang memiliki 51 % saham yang diedarkan, dan jumlah para pesero lainnya yang memiliki saham sisanya mencapai 100 ribu orang, maka hakikatnya orang pertama tadi- lah yang memilih dewan komisaris sendirian. Suara dari 100 ribu orang lainnya tidak ada nilainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam banyak hal, para pemodal tidak perlu sampai memiliki 50 % saham suatu perusahaan agar mereka dapat mengontrol perusahaan tersebut. Bahkan kadang-kadang cukup memiliki 5 % atau 10 % saham saja, karena tersebarnya mayoritas pesero yang memiliki saham sedikit, atau karena adanya kerjasama di antara sesama pesero besar yang minoritas untuk memilih dewan komisaris, sehingga selanjutnya mereka dapat mengontrol semua modal para pesero dan mengendali- kan semua kegiatan perusahaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat umum. Dengan adanya kenyataan ini, maka mayoritas pesero tidak dapat lagi mengelola modalnya dalam perusahaan. Mereka hanya dapat mengalihkan saham mereka –dengan menjual atau membelinya– di pasar modal. Akibatnya, mereka tidak lagi menjadi rekanan perusahaan, tetapi hanya sekedar pemegang surat-surat berharga perusahaan, yang dapat dijual dan dibeli pada pasar modal tanpa perlu izin kepada perusa- haan atau para pesero.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula, pasar modal memungkinkan para pesero besar untuk menjual saham mereka kepada perusahaan yang mereka kontrol, tanpa perlu minta izin atau memberitahu siapa pun, sehingga mereka dapat berlepas diri dari tanggung jawab apa pun mengenai kegiatan-kegiatan perusahaan yang mereka kuasai dan mereka kendalikan. Begitu pula tatkala mereka ber- hasrat untuk membeli saham lebih banyak lagi –baik saham perusahaan mereka sendiri maupun perusahaan lainnya– mereka pun tidak perlu minta izin kepada siapa pun. Motivasi yang mendorong mereka untuk membeli atau menjual saham ini tiada lain ialah mendapatkan laba dengan cepat. Jika harga saham perusahaan yang mereka kuasai naik, mereka menjual semua atau sebagian saham mereka. Lalu jika harganya turun, mereka kembali membelinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, mereka sebenarnya tidak punya loyali- tas sedikit pun terhadap perusahaan, para pesero lainnya, kegia- tan perusahaan, dan para pegawai perusahaan. Bahkan dapat dikatakan, keinginan para pemilik modal untuk mengendalikan suatu perusahaan –dengan cara menguasai dewan komisaris- nya– sebenarnya hanya ingin mempengaruhi kegiatan-kegiatan perusahaan sedemikian rupa, sehingga mengakibatkan kenaik- an harga sahamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini mengakibatkan terpisahnya pasar modal (saham dan surat berharga/sekuritas lainnya) dari sektor ekono- mi riil, yaitu fakta perusahaan yang memperdagangkan saham- sahamnya. Bukti lain untuk itu adalah adanya nilai PER (Price Earning Ratio) yang selalu dimonitor oleh para pedagang saham di pasar modal, yang dianggap sebagai standar untuk mengukur tinggi-rendahnya harga saham perusahaan tertentu. Nilai PER tersebut adalah perbandingan antara harga saham perusahaan saat sekarang, dengan besarnya dividen untuk satu saham yang dibagikan perusahaan pertahun. Sebagai contoh, jika dividen untuk satu saham bernilai US $ 2 dolar, sedang harga saham di pasar modal sebesar US $ 40 dolar, berarti nilai PER-nya 20 %. Dengan kata lain, laba perusahaan adalah 5 % dari harga sahamnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koran-koran setiap hari mempublikasikan nilai-nilai PER seluruh perusahaan yang memperdagangkan sahamnya. Dan dengan mempelajari nilai-nilai PER tersebut, nampak bahwa dalam banyak kasus terdapat perbedaan sangat besar antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Kadang-kadang beberapa perusahaan nilainya mencapai 100 %, sedang pada beberapa perusahaan lainnya hanya 5 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan ini membuktikan terpisahnya hubungan antara pasar modal dengan sektor ekonomi riil dan fakta perusahaan. Maka pasar modal pun akhirnya berubah menjadi kasino besar untuk ajang perjudian. Artinya, spekulasi telah mendominasi pasar modal dan fluktuasi harga yang sangat ekstrem dan ber- ulang telah menjadi watak dari pasar modal tersebut. Inilah fakta sistem perseroan terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun sistem perbankan ribawi (usurious banking system), sebenarnya merupakan biang bencana dalam sistem ekonomi kapitalis. Sebab, bank telah diberi hak untuk meng- himpun dana dari masyarakat (yang disebut simpanan), menge- lola simpanan tersebut seolah-olah merupakan milik bank sendiri dan bukan milik para penyimpan, serta mendistribusi- kan dana tersebut dengan cara mengkreditkannya kepada para investor dan pengusaha –termasuk para pedagang saham di pasar modal serta para penyimpan sendiri– dengan memungut riba yang telah diperhitungkan untuk setiap kredit (pinjaman).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pendistribusian dana masyarakat tersebut sesung-guhnya tidak bersifat netral. Sebab para pemilik bank –mayo- ritasnya adalah para investor dan grup perusahaan mereka sen- diri– mendapat prioritas utama untuk memperoleh kredit bank dengan suku bunga rendah, dan baru kemudian menyusul para investor dan pengusaha lainnya. Alasan bank melakukan hal ini, karena pengembalian utang mereka ini tidak mengandung resiko. Prioritas berikutnya adalah para pengusaha kecil, lalu menyusul para konsumen dari kalangan masyarakat umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti paling nyata adanya pembeda-bedaan dalam pem- berian kredit ini adalah adanya perbedaan suku bunga, yang kini di Amerika berselang antara 8,5 % –pada kredit bagi para investor dan perusahaan raksasa– sampai dengan 20 % pada kredit untuk pembelian sebuah mobil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkasnya, sistem ribawi ini secara alamiah akan mem- buat dana masyarakat hanya berputar pada kalangan terbatas yang sedikit jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran bank dalam pasar modal lebih berbahaya daripada perannya dalam sektor riil, sebab bank meminjami para peda- gang saham dana yang besarnya berlipat ganda dari dana yang dimilikinya sendiri. Misalnya, sebuah saham dengan harga US $ 100 dolar di pasar modal, dapat dibeli dengan dana US $ 5 dolar dari pembeli saham dan US $ 95 dolar dari pinjaman bank, atau dari para pialang saham, yang pada gilirannya juga meminjam dari bank. Ini berarti, pedagang saham tersebut dapat membeli saham di pasar modal yang jumlahnya menca- pai dua puluh kali lipat dari jumlah yang dapat dia beli dengan dananya sendiri. Akan tetapi bank tidak akan meminjamkan dana berlipat ganda itu kecuali kepada para investor besar. Artinya, para invetor besar sajalah yang mampu melipatganda- kan kekuatan mereka di pasar modal karena bantuan bank. Hanya merekalah yang dapat melipatgandakan kemampuan mereka untuk mempengaruhi dan merekayasa pasar untuk menaikkan atau menurunkan harga saham. Akhirnya hanya merekalah yang dapat mengembangkan harta kekayaan dengan mengorbankan masyarakat umum, para penabung, dan para pedagang saham lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mengingat sebagian besar saham yang dibeli adalah dana utang dalam jumlah besar, maka jatuhnya harga saham dalam banyak kasus akan semakin memerosotkan harga saham tersebut. Misalnya, sebuah bank bersedia meminjami seorang pedagang saham 90 % dari nilai saham yang hendak dia beli. Lalu orang itu membeli saham seharga 1 juta dolar. Berarti utangnya dari bank sebesar 900 ribu dolar. Kemudian katakan- lah harga-harga saham turun 20 %. Maka nilai sahamnya men- jadi 800 ribu dolar, dan pinjaman yang diizinkan baginya men- jadi 90 % dari 800 ribu dolar tadi, atau sebesar 720 ribu dolar. Jadi dia harus segera mengembalikan ke bank sebesar 180 ribu dolar dari pinjamannya, agar persentase pinjamannya tetap 90 % dari nilai sahamnya. Jika dia cukup mempunyai dana untuk melunasi pinjamannya itu, maka dia tak perlu menjual saham- nya. Tapi jika dia tak cukup mempunyai dana, dia akan ter- paksa menjual sahamnya dengan segera untuk melunasi pinja- mannya kepada bank. Tindakan ini akan meningkatkan pena- waran saham, sehingga akan semakin memerosotkan harga saham. Jika sejumlah pedagang saham berada dalam kondisi seperti ini, maka akan terjadi kemerosotan harga saham yang beruntun dan boleh jadi akan mengakibatkan kegoncangan pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar itu, peran sistem bank ribawi di pasar modal sebenarnya bergantian antara menaikkan dengan menurunkan volume perdagangan dan harga saham. Dalam kondisi mening- katnya harga saham-saham tertentu, bank menyediakan dana besar sebagai pinjaman kepada para pedagang saham, yang akan melipatgandakan dana yang mereka miliki sendiri. Mere- ka akan membeli lebih banyak saham, sehingga akan semakin melonjakkan harga saham secara tajam. Akan tetapi kadang- kadang kondisi ini dapat berubah dengan cepat, sehingga harga saham tertentu akan turun karena satu alasan tertentu, seperti adanya isu dan kegagalan suatu proyek. Bank kemudian akan mengurangi pinjamannya untuk menurunkan nilai saham yang dijamin atas pinjamannya, sehingga para pedagang saham akan menjual sebagian atau seluruh sahamnya. Ini akan memper- cepat anjoknya harga saham secara drastis, yang pada giliran- nya akan membuat bank makin mengurangi pinjaman-pinja- mannya, agar turunnya harga saham dapat terus berlanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dari mana bank-bank memperoleh semua dana ini dan kemana saja dana itu pergi ketika bank mengurangi pin- jamannya ? Jawabnya, dana-dana itu mula-mula berasal dari para penyimpan. Sebab bank dalam sistem bank ribawi ber- sandar pada satu harapan bahwa masyarakat akan menyimpan sebagian besar dananya di bank. Bank-bank juga bersandar pada harapan bahwa sebagian besar dana yang ditarik dari satu rekening di bank, akan dapat ditalangi oleh rekening lain di bank itu sendiri atau di bank lain. Dengan demikian, sebagian besar dana tetap tersimpan di bank. Dana yang dipinjamkan oleh bank itu sebenarnya tidak berasal dari kas bank itu sendiri, melainkan dari rekening yang telah dibuat bank, dengan cara membuka dua rekening untuk pihak peminjam : satu untuk pinjaman yang harus dia lunasi (utang), dan satu lagi berupa rekening simpanan dengan jumlah dana yang dihasilkan dari utangnya tersebut, agar peminjam dapat menarik berapa saja dananya dari rekening ini. Tapi kalau misalnya sebagian besar penyimpan dan peminjam menarik simpanan mereka secara tunai dalam waktu bersamaan, niscaya bank tidak akan mampu menyediakan dana. Sebab, sebagian besar simpanan tersebut telah berubah menjadi pinjaman-pinjaman, yang mungkin saja macet atau ada di bank lain sehingga tidak mungkin tersedia dalam waktu singkat. Dalam keadaan seperti ini, pada umum- nya bank akan dilikuidasi dan mengakhiri usahanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem bank ribawi sesungguhnya didasarkan pada “kepercayaan” terhadap bank dan “kepercayaan” bahwa simpa- nan masyarakat di bank berada dalam keadaan aman. Artinya masyarakat dimungkinkan untuk menarik semua simpanan mereka kapan saja. Padahal, semua kepercayaan itu hanyalah tipu daya yang tidak sesuai dengan kenyataan bank sesungguh- nya. Tipu daya ini seringkali terbongkar di Barat –dan di bagian dunia lainnya– tatkala para penyimpan gagal memper- oleh simpanannya dan kehilangan sebagian besar hartanya pada saat bank ditutup atau dinyatakan bangkrut. Karenanya, Barat lalu membuat sistem uang kertas yang inkonvertibel/tak dapat ditukarkan (inconvertible paper money), dan menetapkan pengawasannya di bawah sebuah bank sentral untuk seluruh bank di suatu negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini adalah usaha untuk menutup-nutupi cacat sistem bank ribawi yang didasarkan pada tipu daya, serta untuk mencegah keruntuhan bank dan menjaga “kepercayaan” ma- syarakat terhadap sistem ekonomi kapitalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem uang kertas tersebut memberikan kewenangan kepada bank sentral untuk menerbitkan uang yang akan diedar- kan di suatu negara dalam bentuk kertas tercetak yang tidak memiliki nilai intrinsik sedikit pun. Sistem tersebut juga meng- haruskan rakyat di negara itu untuk menerima uang tersebut dalam penunaian hak-haknya. Jika misalnya seseorang tidak mau menerima uang tersebut untuk pelunasan utangnya, maka undang-undang dan peradilan yang ada akan memaksanya untuk menerima, atau kalau tidak haknya akan terabaikan. Hal ini menunjukkan bahwa bank sentral berhak untuk menerbitkan uang baru sesuai kehendaknya untuk merealisasikan haluan politik negara. Misalnya, pada saat kas negara tidak lagi mem- punyai persediaan dana dari pajak dan sumber-sumber lain, maka negara akan segera berpaling kepada bank sentral dan “meminjam” dana darinya, yakni bank sentral akan mencacat utang atas nama negara dan membuat satu rekening simpanan (untuk negara) yang darinya dapat ditarik dana untuk mem- biayai kebutuhan negara. Ini dianggap sebagai uang baru. Begitu pula kalau misalnya bank sentral memperkirakan bahwa masyarakat membutuhkan lebih banyak dana untuk pinjaman, maka bank sentral akan membeli sejumlah surat utang kas negara atau surat utang perusahaan-perusahaan, dan nilai surat- surat tersebut dicatat dalam rekening-rekening para penjualnya pada bank sentral itu sendiri atau pada bank-bank niaga. Dan ini juga dianggap uang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh untuk itu adalah apa yang pernah terjadi pada Oktober 1987, ketika nilai-nilai saham di New York anjlok sebesar 22 % dalam satu hari. Bank Sentral Amerika segera menerbitkan uang baru yang dapat digunakan oleh bank-bank guna mengoreksi dampak-dampak kegoncangan pasar. Bank Sentral Amerika membeli surat-surat utang senilai milyaran dolar dari perusahaan dan pada umumnya dari pasar modal. Dengan demikian, harga surat-surat itu dapat dimanfaatkan oleh bank, sehingga bank dapat meminjamkan kepada para pedagang saham dan meringankan beban mereka. Terapi ini memang berhasil –walaupun sementara– untuk menutup- nutupi cacat-cela sistem bank ribawi, kendati telah tersebar isu bahwa bank terbesar di New York –yakni City Bank– hampir saja ditutup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, penerbitan uang baru –dengan cara men- cetak uang kertas dan mencatat nilainya dalam rekening- rekening negara atau masyarakat– membutuhkan biaya sangat mahal yang mau tak mau harus dipikul masyarakat awam tanpa mereka ketahui mengapa hal itu terjadi. Karena penerbitan uang oleh bank sentral artinya adalah memperbanyak jumlah uang yang beredar, sehingga nilai uang akan turun. Karenanya, salah satu cacat cela sistem ini adalah adanya fenomena ke- naikan harga barang dan jasa yang berlangsung terus menerus. Fakta kenaikan harga ini –yang disebut sebagian orang sebagai inflasi– nampak pada penurunan nilai uang masyarakat dan penurunan nilai gaji/upah beserta kualitas hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun cacat paling prinsipil dalam sistem ini adalah, semua mekanismenya didasarkan pada “permainan kepercaya- an”, yaitu tipu daya bahwa uang kertas itu mempunyai nilai. Padahal uang tersebut tidak mempunyai nilai intrinsik apa pun. Meskipun demikian, undang-undang negara tetap memaksakan pemberlakuannya dan menganggapnya dapat digunakan untuk melunasi utang dan membayar hak-hak (klaim) di depan pengadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hal itu, kita dapat melihat bahwa pada negara yang lemah –di mana stabilitas politik dan kewibawaan- nya dapat digoncang dengan mudah– uang kertasnya akan menjadi sangat lemah, sehingga dalam banyak kasus para penguasanya akan mengurangi nilai mata uangnya terhadap mata uang lain (devaluasi). Tujuannya adalah agar mereka dapat memulai lagi “permainan kepercayaan” tadi dan berhasil menipu rakyat dalam hal nilai mata uang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah hakikat pasar modal di Barat dan di negeri-negeri lain yang mengekor dan bertaqlid kepada Barat. Pasar modal sebenarnya hanya lahan subur bagi para investor saja, meng- ingat ia tak menghasilkan komoditas apa pun yang berguna bagi masyarakat. Di samping itu para pedagang saham di sana hakikatnya tak punya motif apa pun, selain meraup laba yang besar dengan cepat dan mudah. Pasar modal lebih mirip kasino untuk ajang judi daripada aktivitas apa pun. Dia bagaikan sarang laba-laba yang begitu ringkih dan begitu mudah untuk digoncang. Dia adalah simbol keserakahan kapitalis akan nilai- nilai kehidupan yang materialistis. Seandainya saja tidak ada sistem perseroan terbatas, sistem bank ribawi, dan sistem uang kertas inkonvertibel, niscaya pasar parasit ini tak akan eksis dan bertahan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah fakta pasar modal di Barat dan di negeri-negeri lain yang mengekor dan bertaqlid kepada Barat.bersambung…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;((Sumber : Judul Asli : هزّات الأسواق المالية أسبابها وحكم الشرع فى هذه الأسباب ; Dikeluarkan dan disebarluaskan oleh Hizbut Tahrir, Rajab 1418 H/Nop. 1997 M )&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867468419504036080-7147168635600087280?l=ardobinardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardobinardi.blogspot.com/feeds/7147168635600087280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5867468419504036080&amp;postID=7147168635600087280' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/7147168635600087280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/7147168635600087280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardobinardi.blogspot.com/2008/10/kegoncangan-pasar-modal-di-barat-2.html' title='Kegoncangan Pasar Modal di Barat (2)'/><author><name>Mr Ardobinardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08212803471914191278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_yZOcaFK66L8/SCW5-FvnzAI/AAAAAAAAALI/nPQyVfDJLxs/S220/30.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867468419504036080.post-2449273799447175448</id><published>2008-10-11T10:04:00.012-07:00</published><updated>2008-10-13T11:11:20.424-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Pentingnya Memperhatikan Al-Quran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SPOPCl42RgI/AAAAAAAAASU/JkzkjhbBhBc/s1600-h/quran.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SPOPCl42RgI/AAAAAAAAASU/JkzkjhbBhBc/s320/quran.png" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5256702464764560898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Al-Quran yang mulia adalah firman Allah Swt., yang diturunkan kepada Rasulullah, Muhammad saw., melalui wahyu yang dibawa oleh Jibril, baik lafadz maupun maknanya; yang menjadi ibadah dengan membacanya; merupakan mukjizat dan diriwayatkan secara muatawatir. Allah Swt. berfirman: &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;]لاَ يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِ تَنْزِيلٌ مِنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ[&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak datang padanya kebatilan dari sebelum dan sesudahnya, diturunkan dari Dzat yang Maha Bijak dan Terpuji.. (TQS. Fush Shilat [41]: 42) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran adalah kitab dijaga dengan penjagaan dari Allah sendiri. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ[&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesunguhnya Kami telah menurunkan Al-Quran dan Kami pasti akan menjaganya. (TQS. Al-Hijr [15]: 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keutamaan Mempelajari Al Quran &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;«خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ»&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang terbaik di antar kalian adalah orang yang senantiasa mempelajari al-quran dan mengajarkannya. (HR. Bukhari dari Utsman bin Affan r.a)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keutamaan Membaca Al Qur’an &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;«مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ»&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa membaca satu huruf dari kitab Allah maka dia akan mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan bahwa ألم (alif lam mim) adalah satu huruf. Akan tetapi Alif adalah satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim juga satu huruf. (HR. At Turmdzi dari Abdullah bimas’ud, dan ini hadits shahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;«الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ»&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mahir dengan Al-Quran akan bersam-sama dengan malaikat Safarah yang mulia dan senantiasa berbuat baik. Dan orang yang membaca Al-Quran tapi terbata-bata dan sangat berat baginya, ia akan mendapatlan dua pahala. (HR. Muslim dari Aisyah, Ummul Mu’minin. r.a)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celaan Bagi Yang Dihatinya Tidak Ada Al Qur’an &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;«إِنَّ الَّذِي لَيْسَ فِي جَوْفِهِ شَيْءٌ مِنْ الْقُرْآنِ كَالْبَيْتِ الْخَرِبِ»&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya orang yang dalam hatinya tidak ada Al-Quran sedikitpun bagaikan rumah yang akan roboh. (HR. At Turmudzi, Ia menshahihkannya. Dan ini adalah hadits shahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Qur’an Pemberi Syafaat di Hari Akhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;«اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا ِلأَصْحَابِهِ»&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacalah Al-Quran, karena Al-Quran akan datang pada hari kiamat kelak memberi syafa’at (pembelaan) bagi ahlinya. (HR. Muslim dalam kitab shahihnya. Dari Abi Umamah al bahili r.a)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Qur’an Memulikan Umat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;«إِنَّ اللهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ»&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah akan mengangkat (menuju kemuliaan, pent.) dengan Al-Quran ini kepada suatu kaum dan dengannya pula Allah akan menjatuhkan (menuju kehinaan, pent.) kepada kaum yang lain. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber: Min Muqowwimat Nafsiyah Islamiyah; dikeluarkan Hizbut Tahrir)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867468419504036080-2449273799447175448?l=ardobinardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardobinardi.blogspot.com/feeds/2449273799447175448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5867468419504036080&amp;postID=2449273799447175448' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/2449273799447175448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/2449273799447175448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardobinardi.blogspot.com/2008/10/pentingnya-memperhatikan-al-quran.html' title='Pentingnya Memperhatikan Al-Quran'/><author><name>Mr Ardobinardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08212803471914191278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_yZOcaFK66L8/SCW5-FvnzAI/AAAAAAAAALI/nPQyVfDJLxs/S220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_yZOcaFK66L8/SPOPCl42RgI/AAAAAAAAASU/JkzkjhbBhBc/s72-c/quran.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867468419504036080.post-8574203474034053343</id><published>2008-10-11T10:04:00.011-07:00</published><updated>2008-10-11T10:49:18.860-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Saling Memberikan Hadiah, Menyuburkan Cinta</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;« تَهَادَوْا تَحَابُّوا »&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian saling mencintai (HR al-Bukhari, al-Baihaqi, Abu Ya’la)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Bukhari mengeluarkan hadis di atas dalam Adab al-Mufrad, bab qabûl al-hadiyah, hadis no. 612. Imam al-Bukhari meriwayatkan hadis ini berturut-turut dari Amru bin Khalid, dari Dhimam bin Ismail, dari Musa bin Wardan, dari Abu Hurairah, dari Nabi saw. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Ya’la mengeluarkan hadis di atas dalam Musnad-nya, yakni hadis no. 6013, berturut-turut dari Suwaid bin Said, dari Dhimam bin Ismail, dari Musa bin Wardan, dari Abu Hurairah, dari Nabi saw. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun al-Baihaqi mengeluarkannya dalam Sunan al-Kubrâ, Syu’ab al-Îmân dan al-Adâb li al-Baihaqi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini juga keluarkan oleh Abu Bisyr Muhammad bin Ahmad ad-Daulabi dalam Al-Kunâ wa al-Asmâ’, Tamam bin Muhammad dalam Al-Fawâ’id Tamam, Ibn al-Muqri’ dalam Al-Mu’jam li Ibn al-Muqri’ dan an-Nasai dalam al-Kunâ. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn Hajar al-‘Ashqalani dalam Talkhîsh al-Habîr berkomentar, “Hadis ini diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam al-Adabal-Mufrad dan al-Baihaqi. Ibn Thahir menyatakannya dalam Musnad asy-Syihâb dari jalur Muhammad bin Bukair, Dhimam bin Ismail, Musa bin Wardan dan Abu Hurairah; sanad-nya hasan…”[1] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Az-Zaila’i al-Hanafi mengomentari hadis tersebut, “Hadis ini diriwayatkan oleh Dhimam bin Ismail dan diperselisihkan. Lalu ia meriwayatkannya dari Musa bin Wardan, dari Abu Hurairah, dan dengan sanad ini Muslim mengeluarkan hadis Abu an-Nadzir. Dhimam juga meriwayatkannya dari Abu Qubail, dari Abdullah bin Amru. Jadi dimungkinkan bahwa Dhimam memiliki dua jalur: dari Abu Qubail dan dari Musa bin Wardan.”[2] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalur Dhimam bin Ismail dari Abu Qubail itu diriwayatkan oleh al-Hakim di dalam Ma’rifah ‘Ulûm al-Hadîts dari Abu Zakariya al-‘Anbari, dari Abu Abdillah al-Busyanji, dari Yahya bin Bukair dari Dhimam bin Ismail, dari Abu Qubail al-Ma’afiri, dari Abdullah bin Amru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-‘Iraqi dalam Takhrîj Ahâdîts al-Ihyâ’ mengomentari hadis di atas, “Hadis ini dikeluarkan oleh al-Bukhari dalam Al-Adab al-Mufrad, dan al-Baihaqi dari hadis Abu Hurairah dengan sanad jayyid (bagus)”.[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn ‘Adi meriwayatkannya dalam Al-Kâmil dan ia menilai ada ‘illat (cacat) pada diri Dhimam. Ibn ‘Adi berkomentar, “Sesunguhnya hadis-hadisnya tidak diriwayatkan oleh perawi yang lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pada bagian awal biografi Dhimam ini, Ibn Adi menukil riwayat dari Abdullah bin Ahmad bin Hanbal, bahwa ayahnya (yakni Ahmad bin Hanbal) berkata kepadanya, “Tulislah dari Suwaid hadis-hadis Dhimam.”[4] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Dhimam bin Ismail ini, al-Mazi dalam Tahdzîb al-Kamâl antaranya mengatakan, “Abdullah bin Ahmad bin Hanbal mengatakan dari ayahnya bahwa ia (Dhimam) shâlih al-hadîts. Abu Bakar bin Abi Khaitsamah mengatakan dari Yahya bin Ma’in, “Lâ ba’sa bihi (Tidak ada masalah dengannya).” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hatim berkata, “Ia shadûq (jujur) dan ahli ibadah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An-Nasai berkata, “Laysa bihi ba’sun (Tidak ada masalah dengannya). Ibn Hibban menyebutkannya di dalam kitab Ats-Tsiqât…”[5] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, hadis Dhimam layak dijadikan hujjah, termasuk hadis di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Malik di dalam Al-Muwatha’ mengeluarkan hadis dari Atha’ ibn Abdillah al-Khurasani bahwa Rasul saw. juga pernah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;تَصَافَحُوا يَذْهَبْ الْغِلُّ، وَتَهَادَوْا تَحَابُّوا، وَتَذْهَبْ الشَّحْنَاءُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saling berjabat tanganlah kalian, niscaya akan hilang rasa dengki; dan saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian kalian akan saling mencintai dan akan lenyap rasa permusuhan (HR Malik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis Malik ini statusnya adalah hadis mursal, karena Atha’ ibn Abdillah al-Khurasani adalah seorang tâbi’în. Jadi, ada perawi dari thabaqât Sahabat yang tidak disebutkan. Namun demikian, tidak disebutkannya perawi Sahabat itu tidak berpengaruh karena para Sahabat semuanya—seperti yang dinyatakan oleh para ulama hadis—adalah adil. Dengan demikian hadis di atas dan hadis mursal ini boleh dijadikan hujjah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna Hadis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini menyatakan bahwa saling memberi hadiah merupakan sarana untuk menumbuhkan rasa saling mencintai di antara kaum Muslim. Al-Hafizh Ibn Hajar berkata, mengikuti al-Hakim, “Jika dengan tasydîd maka itu berasal dari al-mahabbah dan jika tidak dengan tasydîd maka itu berasal dari al-muhâbâh. Hal itu karena hadiah termasuk bagian dari akhlak Islam yang ditunjukkan oleh para nabi di didorong oleh para pengganti mereka di antara para wali; (bisa) melembutkan hati dan melenyapkan kemarahan di dalam dada.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadiah adalah pemberian dalam makna pemindahan kepemilikan suatu harta kepada pihak lain karena adanya hubungan, untuk menjalin kedekatan dan kasih sayang, atau sebagai penghormatan. Tampak jelas di dalam hadis di atas adanya perintah untuk saling memberi hadiah. Perintah itu dikaitkan dengan qarînah, yaitu dengan saling menghadiahi akan tumbuh rasa saling mencintai. Qarînah ini menunjukkan bahwa memberi hadiah itu lebih diutamakan untuk dilakukan. Dengan demikian, itu menunjukkan bahwa saling memberi hadiah hukumnya sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa riwayat, Rasul sangat mendorong agar kaum Muslim saling memberi hadiah, bahkan meski hadiah itu secara materi nilainya kecil. Beliau berkata, “…meski sebuah tungkai kambing.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, dalam hal saling menghadiahi ini, yang harus dilihat adalah nilai maknawinya, bukan nilai materinya; yaitu dipandang sebagai pemberian tulus, ungkapan dari kedekatan, persahabatan dan kecintaan. Dengan begitu, hadiah tersebut apapun bentuknya, betapapun kecilnya, dan berapapun nilainya akan bisa membangkitkan keridhaan, kecintaan dan kasih sayang dan sebaliknya, akan menjauhkan permusuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, pembiasaan saling memberi hadiah akan bisa meningkatkan rasa saling mencintai dan menyayangi. Jika saling memberi hadiah menjadi kebiasaan atau sering dilakukan maka efeknya akan terakumulasi. Kecintaan, kasih-sayang dan kedekatan akan semakin tinggi di antara mereka yang saling memberi hadiah itu. Hendaknya kebiasaan itu kita tumbuh-suburkan, apalagi di tengah suasana Idul Fitri sekarang ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallâh a’lam bi ash-shawâb. [Yahya Abdurrahman]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Ibn Hajar al-‘Ashqalani, At-Talkhîsh al-Habîr, 3/69-70, ed. As-Sayid Abdullah Hasyim al-Yamani al-Madani, Madinah al-Munawarah. 1384-1964; Abdurrauf al-Minawi, Faydh al-Qadîr, 3/357, Dar al-Kutub al-Ilmiyah, Beirut, cet. i. 1415 – 1994.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Az-Zayla’i, Nash ar-Râyah, 4/120, ed. M. Yusuf all-Binuri, Dar al-Hadits, Mesir, 1357.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] Zainuddin al-‘Iraqi, Takhrîj Ahâdîts al-Ihyâ’, 3/442, Markaz Nur al-Islam li Abhats al-Quran wa as-Sunnah, Iskandariyah; Abdurrauf al-Minawi, Faydh al-Qadîr, 3/357.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] Ibn ‘Adi, Al-Kâmil fî Dhu’afâ’ ar-Rijâl, 4/104, ed. Yahya Mukhtar Ghazawi, Dar al-Fikr, Beirut, cet. iii. 1409-1988.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5] Al-Mazi, Tahdzîb al-Kamâl, 13/311-313, ed. Dr. Basyar ‘Awad Ma’ruf, Muassasah ar-Risalah, Beirut, cet. i. 1400 – 1980.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867468419504036080-8574203474034053343?l=ardobinardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardobinardi.blogspot.com/feeds/8574203474034053343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5867468419504036080&amp;postID=8574203474034053343' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/8574203474034053343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/8574203474034053343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardobinardi.blogspot.com/2008/10/saling-memberikan-hadiah-menyuburkan.html' title='Saling Memberikan Hadiah, Menyuburkan Cinta'/><author><name>Mr Ardobinardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08212803471914191278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_yZOcaFK66L8/SCW5-FvnzAI/AAAAAAAAALI/nPQyVfDJLxs/S220/30.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867468419504036080.post-6447871889897785492</id><published>2008-10-11T10:04:00.010-07:00</published><updated>2008-10-11T10:37:43.810-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Herbal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Obat'/><title type='text'>Habbatussauda Herbal Medicine</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Herbal Medicine&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;JintenHitam atau biasa di Barat disebut dengan Black Seed telah melalui berbagai penelitian baik pada zaman dulu maupun modern sekarang ini dari Dunia Barat hingga Timur telah sepakat bahwa tanaman ini mampu mengobati berbagai penyakit. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Jika Anda tidak percaya silahkan masukan keyword pada search engine Anda dengan beberapa kata berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;• Black Seed&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;• Nigella Sativa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;• Jinten Hitam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;• Habbatussauda&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;• Black cumin&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;• Black caraway&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;• Dll&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Selain sebagai obat juga dapat dimanfaatkan sebagi supleman dan kecantikan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Look at:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;http://www.medicalseeds.com&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;http://www.amazingherb.com&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;http://www.plantforafuture.com&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;http://www. uni-graz.at&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Black Seed/Jinten Hitam/Habbatussauda/&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Nigella sativa Linn&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Konsumsilah Habbatus Sauda. Sesungguhnya padanya terdapat obat bagi segala penyakit kecuali kematian" (HR Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Sesungguhnya di dalam Habbatussauda terdapat penyembuh bagi segala macam penyakit, kecuali kematian" {Shohih HR Bukhori, no. 5688; Fathul Baari, X/143; dan Muslim, no. 2215}&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kajian Habbatussauda       &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sejak beratus tahun yang lalu telah lebih dari 200 kajian dan artikel yang di keluarkan oleh berbagai universitas dan lembaga kedokteran maupun kesehatan, yang megkaji tentang manfaat dari Habbatussauda. Yang juga telah di diperkuat oleh sabda Nabi Muhammad SAW 14 abad yang lalu. Berikut ini adalah beberapa kajian tentang manfaat Habbatussauda bagi kesehatan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ibnu Sina/Avesina - Habbatussauda merangsang tenaga dan membantu memulihkan kepenatan dan semangat. (Buku Ibnu Sina "Canon of Medicines")&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ibnu Qayyim - Habbatussauda dapat membantu memulihkan penyakit seperti batuk, "bronchitis", masalah perut, cacingan, masalah kulit seperti jerawat, sakit senggugut dan haid, menambah aliran air liur dan sebagainya. (Buku Ibnu Qayyim "Medicine of the Prophet")&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dr Ahmad Elkadi juga membuat kajian dan mendapatkan bahwa Habbatussauda dapat meningkatkan daya tahan tubuh (immune system). Kandungan dari Habbatussauda ialah Fixed Oil (saturated dan unsaturated), Minyak-minyak Asas (sterol, thymohydroquinone, carvone, limonine, cymene), Alkaloids, Saponin dan Asid Amino. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kandungan Habatussauda &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kandungan Habbatussauda / Jinten Hitam /Nigella Sativa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;1. Crystalline Nigellone dan Arginine&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;2. Asam Alfa Linolenic dan Asam Linoleic Karotine.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;3. 15 macam asam amino Protein, Karbohidrat dan minyak olatile (Alkaloids, Saponin dan Crude Fiber, Kalsium, Sodium, Potasium, Magnesium, Selenium dan zat besi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;4. Vitamin A, B1, B2, B6, C, E dan Niacin.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Habbatussauda - Obat segala penyakit&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Rasulullah bersabda:"Konsumsilah Habbatus Sauda. Sesungguhnya padanya terdapat obat bagi segala penyakit kecuali mati". (HR Bukhari).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Habbatus Sauda ialah sejenis tumbuhan yang tumbuh di Afrika Utara, Asia, dan Eropa Selatan. Khasiatnya telah diketahui sejak 3.000 tahun lalu. Pada zaman Yunani Kuno, raja-raja Yunani dikubur bersama dengan biji-biji hitam ini, karena biji-biji tersebut berfungsi mengawetkan mayat. Ahli pengobatan mereka, Dioscorades, pada abad pertama, mencatat Habbatussauda digunakan untuk mengobati sakit kepala, saluran pernafasan sakit gigi, dan cacing usus.Pada zaman Rasulullah pun, umat Islam menggunakannya sebagai obat segala macam penyakit. Dalam hadis yang didwayatkan Imam Bukhari dan Siti Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Habbatussauda ini adalah obat segala penyakit, kecuali kematian".&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Jintan yang kerap digunakan bijinya, termasuk sebagai salah satu bahan bumbu dapur berbau khas. Biasanya, masakan-masakan daerah seperti dari Jawa dan Sumatera sering menambahkan bahan ini ke dalam masakannya. Jenis jintan, terbagi dalam dua rupa, yaitu jintan putih dan jintan hitam. Jintan yang sering dijadikan bumbu masak adalah jintan putih.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Khusus jintan hitam (Nigella sativa Linn) ternyata banyak mengandung khasiat untuk mengatasi berbagai penyakit. Di beberapa daerah, biji yang juga disebut jintan hitam pahit di Malaysia ini juga digunakan sebagai peluruh keringat, peluruh kentut, perangsang, peluruh haid, dan memperlancar air susu ibu (ASI). Tumbuhan jinten ini umumnya memiliki tinggi 50 centimeter berbatang tegak, berkayu dan berbentuk bulat menusuk. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Arif Widodo&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867468419504036080-6447871889897785492?l=ardobinardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardobinardi.blogspot.com/feeds/6447871889897785492/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5867468419504036080&amp;postID=6447871889897785492' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/6447871889897785492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/6447871889897785492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardobinardi.blogspot.com/2008/10/habbatussauda-herbal-medicine.html' title='Habbatussauda Herbal Medicine'/><author><name>Mr Ardobinardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08212803471914191278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_yZOcaFK66L8/SCW5-FvnzAI/AAAAAAAAALI/nPQyVfDJLxs/S220/30.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867468419504036080.post-4163656828161153804</id><published>2008-10-11T10:04:00.009-07:00</published><updated>2008-10-11T10:32:18.820-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karakter'/><title type='text'>Enterprice Risk Management</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;Enterprice Risk Management&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4 alasan mengapa manajemen rasiko penting dalam pengelolaan perusahaan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Mengelola resiko adalah tugas manajemen&lt;br /&gt;Seorang manajemen memastikan bahwa perusahaan mencaai sasaran bisnisnya dan tidak terekspose pada resiko berlebihan &lt;br /&gt;2. Manajemen resiko dapat mengurangi votalitas pendapatan&lt;br /&gt;Mengurangi sensitivitas pendapatan dari nilai pasar perusahaan terhadap berbagai variable eksternal &lt;br /&gt;Mengelola votalitas pendapatan menjadi semakin penting karena pasar saham akan terus bereaksi keras terhadap perusahaan-perusahaan yang gagal memenuhi ekspektasi pendapatan perusahaan.&lt;br /&gt;3. Manajemen resiko dpat memaksimalkan nilai pemegang saham&lt;br /&gt;Manajemen perusahaan juga harus mengelola nilai pemegang saham dengan biasanya mengidentivikasi peluang untuk mengoptimalisasi manajemen resiko danbisnis yang dapat meningkatkan nilai lebih dari 20-30%&lt;br /&gt;4. Manajemen resiko memperbesar peluang kerja dan menjamin financial Memberikan jaminan kerja yang lebih tinggi dan melindungi kepentingan keuangan bagi para menejer senior perusahaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelolaan manajemen resiko yang tidak efektif bukan tidak mungkina kan membawa kepada bencana, antara lain: kerugian financial. Kekeliruan pengelolaa dapat menimbulkan kerusakan reputasi perusahaan dan kemunduran karir pada seorang eksekutif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Belajar Dari Pengalaman&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seorang filosuf Yunani mengatakan bahwa orang pandai belajar dari pengalamannya, orang bijak belajar dari penglaman orang lain, tetapi orang bodoh tidak belajar apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ada 7 Pelajaran Dalam Risk Management&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Kenali bisnis Anda (kenali resiko Anda)&lt;br /&gt;Kenalilah bisnis anda bukan hanya mengkritik pada manajemen yang bertanggung jawab untuk mengawasi dan mengambil keputusan atas bisnis, prinsip ini juga penting untuk seluruh karyawan mengetahui bagaimana akunttabilitas mereka berdamapak terhadap resiko perusahaan dan bagaimana keterkaitan antara fungsi dan tanggung jawab mereka dengan pihak-pihak lain didalam organisas. Para menejer perlu mengetauhi pengetahuan mengenai berbagai aspek bisnis termasuk proses bisnis tingkat tinggi dan operasionalnya, factor-faktor yang menentuka pendapatannya dan biaya, serta resiko-resiko dan eksposur-eksposur utama yang ada yang dapat mempengaruhi perusahaan.&lt;br /&gt;2. Kembangkan pemeriksaan dan perimbangan&lt;br /&gt;Manajemen resiko yang efektif menghendaki adanya suatu system pemeriksaan dan perimbangan (check and balances) untuk mencegah suatu individu atau kelompok tertentu mengambil/memiliki wewenang berlebihan dalam mengambil resiko atas nama organisasi. Langkah ini merupakan untuk mendeversifikasi protofolio dalam manajemen orang dan proses daripada asset dan kewajiban. Hal yang tidak diinginkan terjadi adalah terjadinya konsentrasi eksposur pasar pada suaru segmen tertentu saja atau konsentrasi eksposur pada resiko kredit pada suatu individu tertentu.&lt;br /&gt;3. Tetapkan Limit dan Ruang Lingkup&lt;br /&gt;Strategi bisnis dan perencanaan produk memberikan “arah yang hendak dituju”, maka limit resiko (risk limits) dan ruang lingkup resiko (risk boundaries) memberikan tanda “kapan untuk berhenti”. Beberapa contoh manajemen resiko terhadap batasan dari risk limits antaralain:&lt;br /&gt;• Resiko pasar: batas-limit transaksi, limit produk, time/tengat waktu, dan yang terkait dengan sensitivitas pergerakan harga pasar (rates), limit VaR (Value at Risk) dan stop-loss limits.&lt;br /&gt;• Resiko kredit: limit mark-to-market dan risk-adjusted Limits (limit berbobot resiko) oleh pihak ketiga, risk grade, industri dan Negara.&lt;br /&gt;• Resiko operasional: limit standar operasi, system atau proses.  &lt;br /&gt;Sebuah perusahaan yang tanpa batasan-batasan resiko dan risk-boundaries yang jelas, manajemen sebuah perusahaan yang sedang bertumbuh dengan cepat dapat disamakan dengan mengemudi mobil balam tanpa rem.&lt;br /&gt;4. Fokus pada kas anda&lt;br /&gt;Kesalahan perdagangan dan operasional akan segera terasa akibatnya bila sudah berdampak pada kas keuangan perusahaan. Karenanya penting sekali untuk memastikan bahwa terdapat mekanisme pengelolaan posisi dan arus kas yang memadai diperusahaan, mencakup mekanisme pengendalian, berupa otorisasi pengajuan, persetujuan, dan pelaksanaan transfer: proses internal untuk mengukur, memantau, merekonsiliasi, dan mencatat/mendokumentasikan transaksi dan posisi kas keuangan perusahaan.&lt;br /&gt;5. Gunakan Ukuran yang tepat&lt;br /&gt;Adalah penting agar ukuran-ukuran resiko (pelajaran 3) dimasukkan kedalam berbagai proses yang menghasilkan laporan management dan pengukuran kinerja. Serangkaian resiko yang terintergrasi dapat membantu manajemen dengan informasi tepat waktu mengenai berbagai jenis resiko yang dihadapi perusahaan, termasuk indicator-indikator resiko actual (expost) dan “peringatan dini” (ante-post).&lt;br /&gt;6. Berikan kompensasi seusi dengan kinerja yang Anda kehendaki&lt;br /&gt;Manajemen hendaknya memperhatikan dengan cermat berbagai sinyal yang dikirimkan oleh system pengukuran kinerja dan kompensasi insentif untuk memastikan bahwa system-sistem tersebut dapat konsisten dengan sasaran-sasaran bisnis dan manajemen resiko perusahaan.&lt;br /&gt;7. Ciptakan keseimbangan antara Yin dan Yang&lt;br /&gt;Hard-side (yin) adalah manajemen resiko berpusat pada proses, system, dan pelaporan, sedangkan Soft-side (yang) berfokus pada orang, keahlian, budaya, nilai dan insentif. Kombinasi dari soft-side (driver) dan hard-side sebagai factor yang memungkinkan (enablers) yang mendukung manajemen resiko akan mencipkatan keseimbangan didalam pengambilan keputusan perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Arif Widodo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867468419504036080-4163656828161153804?l=ardobinardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardobinardi.blogspot.com/feeds/4163656828161153804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5867468419504036080&amp;postID=4163656828161153804' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/4163656828161153804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/4163656828161153804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardobinardi.blogspot.com/2008/10/enterprice-risk-management.html' title='Enterprice Risk Management'/><author><name>Mr Ardobinardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08212803471914191278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_yZOcaFK66L8/SCW5-FvnzAI/AAAAAAAAALI/nPQyVfDJLxs/S220/30.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867468419504036080.post-5573867025649847052</id><published>2008-10-11T10:04:00.008-07:00</published><updated>2008-10-11T10:25:22.748-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosiologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karakter'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Fraud&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi Fraud: Kecurangan, penipuan dan pengelapan. Atau dengan kata lain Fuad adalah suatu tindakan disengaja oleh anggota manajemen perusahaan atau pihak yang berperan dalam governance perusahaan, karyawan, atau pihak ketiga yang melakukan pembohongan/penipuan untuk memperoleh keuntungan yang tidak adil atau illegal. &lt;br /&gt;Fraud bisa terjadi di lembaga swasta (perusahaan) atau disektor public (pemerintahan). Modus operandinya sama mirip tetapi yang membedakannya adalah fraud di sector swasta dan public di Indonesia adalah besarnya (magnitude) dan tipologi atau jenis-jenis fraud yang dipilih. Di sector swasta fraud lebih dikenal dengan istilah fraud against the company dan fraud the company.&lt;br /&gt;Tipologi Fraud ada 4 macam:&lt;br /&gt;1. asset Misappropriaation&lt;br /&gt;Meliputi penyalahgunaan/pencurian asset atau harta perusahaan atau pihak lain. Merupakan fraud yang paling mudah dikenali karena sifatnya yang tangible atau dapat diukur atau dihitung (difined value)&lt;br /&gt;2. Fraudulent Statement&lt;br /&gt;Tindakan pejabat atau eksekutif untuk menutupi kondisi keuangan dengan merekayasa keuangan (financial engineering) dalam penyajian laporan untuk mendapatkan keuntungan atau dengan analogi window dressing&lt;br /&gt;3. Bribery/Coruption&lt;br /&gt;Adalah jenis fraud yang paling sulit dideteksi, karena menyangkut kerjasamanya dengan pihak lain untuk melaukan fraud seperti penyuapan, dan korupsi. Biasanya jenis fraud ini terjadi di Negara-negara berkembang yang integrasi penegakan hukumnya masih dipertanyakan.&lt;br /&gt;4. Cybercrime&lt;br /&gt;Jenis ini adalah jenis fraud yang paling canggih karena menggunakan keahlian khusus dalam hal ini dengan teknologi informasi. Fraud ini biasanya menggunakan computer untuk mencuri data atau melakukan semacam hack/crack untuk mendapatkan manfaat dari data tersebut. Pembuktiaan atau pelacakannya dibutuhkan keahlian dan kemampuan yang sebanding dengan si frauder tersebut.&lt;br /&gt;Penyebab fraud&lt;br /&gt;1. Karena adanya peluang dan kemampuan untuk melakukan dan menyembunyikannya&lt;br /&gt;2. Fraud biasa terjadi bila&lt;br /&gt;• adanya tekanan financial  yang dialami oleh karyawan yang bersangkutan&lt;br /&gt;• kesalahan sejak awal perekrutan karyawan&lt;br /&gt;Akibat Fraud dalam Corporate omunication adalah citra buruk bagi perusahaan atau institusi dalkalangan public dan hal tersebut akan membawa dampak pada volume bisnis atau produktivitas perusahaan menurun.&lt;br /&gt;Sifat-sifat Fraud dapat dikategorikan:&lt;br /&gt;1. Fraudulent Financial Reporting, pengakuan pada perolehan pendapatan/laba yang tidak tepat, overstatement activa (berlebihan), atau kekurangan (understatement) kewajiban.&lt;br /&gt;2. Misapropriation of assets, pengelapan kemudian fraud dalam penyajian laporan, pencurian, pengadaan (redudant), pemalsuan atau pengalaihan produk.&lt;br /&gt;3. Pengeluaran yang timbul tidak pada tempatnya, misalnya suap.&lt;br /&gt;4. Fraudulent acquicition of revenues of assets (perolehan pendapatan/aktiva)&lt;br /&gt;5. menghindari beban (fraud of taxs)&lt;br /&gt;6. Penyimpangan keuangan oleh manajemen.&lt;br /&gt;Fraud terjadi karena adanya 3 faktor utama atau biasanya disebut dengan Fraud Triangle&lt;br /&gt;Insentif/tekanan (incentive/pressure)&lt;br /&gt;Manajemen atau karyawan memiliki kemampuan insentif/tekanan yang menjadikan motivasi terjadinya fraud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluang (opportunity)&lt;br /&gt;Keadaan mendukung yang memberikan peluang terjadinya fraud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rationalization/Attitude&lt;br /&gt;Mereka terlihat dalam fraud dapat pelakukan pembenaran atau justifikasi bahwa fraud  konsisten dengan kode etik pribadi mereka. Beberapa individu memiliki sikap atau karakter atau nilai etika yang memungkinkan untuk melakukan tindakan fraud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opportunity terjadi karena kelemahan dalam pengendalian intern (interent control)&lt;br /&gt;Pressure terjadi karena:&lt;br /&gt;a. masalah keuangan pribadi&lt;br /&gt;b. sifat-sifat buruk yang melekat (mabuk, judi, narkoba, dugem dll)&lt;br /&gt;c. tengat waktu dan target kerja yang tidak realistis.&lt;br /&gt;Realization terjadi karena mencari pembenaran atas aktivitasnya yang mengadung fraud. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arif Widodo&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867468419504036080-5573867025649847052?l=ardobinardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardobinardi.blogspot.com/feeds/5573867025649847052/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5867468419504036080&amp;postID=5573867025649847052' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/5573867025649847052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/5573867025649847052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardobinardi.blogspot.com/2008/10/fraud-definisi-fraud-kecurangan.html' title=''/><author><name>Mr Ardobinardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08212803471914191278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_yZOcaFK66L8/SCW5-FvnzAI/AAAAAAAAALI/nPQyVfDJLxs/S220/30.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867468419504036080.post-3022215325786502178</id><published>2008-10-11T10:04:00.007-07:00</published><updated>2008-10-11T10:20:22.112-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buku'/><title type='text'>Bab yanf belum selesai, masih dalam proses penulisan</title><content type='html'>Menghindari Sikap Matre&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menumbuhkan Sikap Empati Terhadap Sesama&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kenali Pribadi Yang Salah&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Daftar pustaka&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867468419504036080-3022215325786502178?l=ardobinardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardobinardi.blogspot.com/feeds/3022215325786502178/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5867468419504036080&amp;postID=3022215325786502178' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/3022215325786502178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/3022215325786502178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardobinardi.blogspot.com/2008/10/bab-yanf-belum-selesai-masih-dalam.html' title='Bab yanf belum selesai, masih dalam proses penulisan'/><author><name>Mr Ardobinardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08212803471914191278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_yZOcaFK66L8/SCW5-FvnzAI/AAAAAAAAALI/nPQyVfDJLxs/S220/30.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867468419504036080.post-856561042375098155</id><published>2008-10-11T10:04:00.006-07:00</published><updated>2009-02-23T02:52:13.611-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buku'/><title type='text'>Menumbuhkan Sikap Kritis</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Sikap kritis adalah sikap dimana anak berpikiran kenapa dan bagaimana hal yang dia lihat bisa terjadi  seperti  itu. Hal tersebut dalam kehidupan mereka adalah sesuatu yang baru atau sesuatu yang sering dia lihat tetapi dia tidak mampu mengetahu lebih dalam lagi apa yang ada dibalik yang dia bisa lihat. Anak yang tidak kritis biasanya melihat hal-hal yang baru atau yang biasanya dia lihat hanya kan mengacuhkan pandangannya tanpa mau peduli dengan apa yang ada dibalik yang dia lihat. Apakah anda mau bila anak anda memiliki sifat yang kedua tadi? Tentunya tidak. &lt;br /&gt;Kemampuan sikap kritis seseorang kadang memang bisa tumbuh begitu saja sesuai dengan karakter yang dia bawa waktu bayi. Tetapi apakah kemampuan tersebut sudah tentu ada pada buah hati anda? Tentunya anda sendiri yang bisa menilai apakah putra-putri bapak termasuk didalam anak yang cerdas dan kritis dalam keseharianya? Atau termasuk didalam sikap yang selalu acuh didalam pandanganya melihat dunia. Yah apapun keadaan anak anda yang jelas terapkanlah kepadanya sejak dini pribadi yang kritis dan mau mengeksplore lebih jauh apa yang dia lihat, dengar dan pelajari. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dengan kemampuanya mengeksplore segala sesuatu yang ada disekelilingnya maka tanpa dia dan anda sadari banyak sekali pengetahuan yang bertambah didalam otak dan cara berpikir si anak. Misalkan jika anak anda bertanya tentang sesuatu maka cobalah anda menjawab dengan jawaban yang benar, tetapi jika anda tidak mampu atau tidak yakin dengan jawaban yang anda berikan adalah benar maka berikan pengertian bahwa anda akan mencari tahu dulu apa yang dia tanyakan kemudian berjanji akan menjawabnya nanti. Kadang banyak orang tau egois dengan jawabanya dan cenderung memaksakan apa yang menjadi opininya sehingga bukan pengetahuan yang dia dapat tetapi malah sebuah ancaman atau racun didalam otak si kecil. Atau malah kadang ada orang tua yang malah membunuh kreatifitas si kecil  dalam mengeksplore apa yang dia ingin tahu dengan mengatakan kata-kata yang bernada mengancam atau menutup mulut dan menyuruh anaknya tetap diam dan menerima apa adanya. Tentunya sikap tersebut diatas bukanlah sikap baik yang harus anda lakukan ketika anak anda bertanya dan anda tidak tahu jawabanya, tetapi buatlah dia merasa dihargai dengan mengatakan bahwa anak anda pintar sekali karena mau tahu apa, kenapa dan bagaimana hal tersebut bisa terjadi dan kemudian menyuruh anak anda untuk menyimpan pertanyaanya untuk guru atau kakak atau paman yang ada dirumah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867468419504036080-856561042375098155?l=ardobinardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardobinardi.blogspot.com/feeds/856561042375098155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5867468419504036080&amp;postID=856561042375098155' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/856561042375098155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/856561042375098155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardobinardi.blogspot.com/2008/10/menumbuhkan-sikap-kritis.html' title='Menumbuhkan Sikap Kritis'/><author><name>Mr Ardobinardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08212803471914191278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_yZOcaFK66L8/SCW5-FvnzAI/AAAAAAAAALI/nPQyVfDJLxs/S220/30.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867468419504036080.post-7987508041061710031</id><published>2008-10-11T10:04:00.005-07:00</published><updated>2009-02-23T02:54:36.286-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buku'/><title type='text'>Menumbuhkan Daya Imajinasi Anak</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Setelah anda mengajak anak-anak untuk bercerita, mengungkapkan apa yang dia pikirkan tentang apa yang telah dia alami, dan lakukan maka kini saatnya kita masuk kepada mengajarkan kepada mereka imajinasi. Apa yang dimaksud imajinasi? Apa pentingnya imajinasi? Dan bagaimana mengajarkanya? Silahkan and baca bab ini sampai selesai.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Imajinasi atau biasa orang menyebutnya dengan daya imajinasi, berkhayal, bermimpi, dan berharap/berkeinginan menjadi sesuatu yang dia harapkan adalah berpikir manjadi sesuatu atau seseorang atau berada pada situasi tertentu dimana dia sangat harapkan atau impikan hal tersebut dapat menjadi sesuatu yang nyata yang bisa dia rasakan secara sesungguhnya walaupun dia tahu hal tersebut hanya sebuah mimpi yang tak pernah akan terjadi atau mungkin bisa terjadi tetapi dengan perjuangan yang keras dan bersungguh-sungguh. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Apa pentingnya imajinasi untuk anak? Bukankah itu hanya membuang waktunya dengan lamunan-lamunannya saja yang tak pernah mungkin akan terjadi? Pertanyaan tersebut pasti muncul di benak anda bila anda belum paham apa imajinasi yang boleh dan tidak boleh dia lalukan. Menurut saya imajinasi menumbuhkan daya pikir kreatif anak untuk bisa mengembangkan kecerdasaanya sehingga dia akan berpikir kritis dan selau memiliki second opinion terhadap apa yang dia lihat dan rasakan serta berpikir bahwa selain yang dia lihat mungkin ada yang belum dia lihat yang bisa saja yang membuat hal ini terjadi. Atau intinya mengajarkan sia anak agar mampu keluar dari satu pikiran atau pendapat (out of the box) yang bisa membawa lebih dari satu kemungkinan yang bisa terjadi. Yah memang bila anak anda berpikir atau berimajinasi menjdi superman, ultraman, power rangers, dll tentunya hal tersebut membuat dia lupa waktu tetapi bila dia berimajinasi tentang masa depanya apakah hal tersebut tidak penting? Misal dia ingin menjadi dokter bila dewasa nanti agar bisa mengobati mama dan papa bila sakit, atau dia ingin menjadi presiden sehingga dia bisa membantu dan memperjuangkan orang-orang miskin, atau dia berharap bisa menjadi astronaut sehingga bisa jadi ilmuan dan pergi ke bulan, dsb. Tentunya imajinasi yang baik akan menjadikan dia berpikir untuk meraih apa yang dia inginkan. Apapun imajinasi mereka yang saat ini dia khayalkan adalh buah dari informasi yang dia dapatkan selama ini. Tanpa informasi yang dia dapatkan maka mustahil dia bisa melakukan imajinasi sesuatu yang sama sekali dia belum pernah lihat tau rasakan sebelumnya kecuali dia memang jenius dan memiliki 6 sense. Jadi imajinasi yang mereka lakukan adalah bersumber dari informasi yang dia dapatkan sebelumnya, bila informasi yang anda berikan adalah tentang dunia real dan mencerikatan apa dan bagaimana sesuatu yang bisa terjadi dan baik maka dia akan mulai berimajinasi dengan sesuatu yang bisa saja terjadi bila dia berusaha sesuai dengan yang anda ceritakan kepadanya. Tetapi sebaliknya jika anda memberikan informasi tentang hal-hal yang sifatnya hanya khayalan dan tiak pernah akan terjadi walaupun dia berusaha sekuat apapun tentunya dia akan berkhayal hanya pada area yang bisa dia jangkau walaupun dia tahu itu tak akan pernah terjadi. Terangkan apa yang boleh dan tidak boleh dia khayalkan dan bagaimana cara untuk bisa menjadi sesuatu yang dia harapkan dalam khayalannya tersebut dapat menjadi kenyataan.       &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Setelah anda memahami khayalan yang boleh dan tidak maka sekarang adalah tentang bagaimana mengajarkan kepada si kecil untuk memualai memiliki khayalan yang bagus untuk motivasinya belajar dan berusaha. Ada banyak hal yang bisa dia khayalkan tetapi banyak hal pula yang tidak boleh dia khayalkan yang bisa membahayakan dia. Yang membahayakan si kecil misalnya:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Contoh:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Anda membelikan dia bermacam-macam gambar, video, dan game tentang Superboy. Pernahkah anda pikirkan bahwa dia akan berprilaku menjadi seorang Superboy yang bisa terbang dengan sayapnya? Bagaimana seandainya pada saat tanpa pengawasan orang dewasa kemudian dia mencoba terbang dengan melompat dari tangga atau pohon atau sesuatu yang tingggi? Pasti hasilnya akan fatal. Maka saran saya jangan berikan informasi-informasi yang tidak mungkin terjadi, bila itu memang terpaksa diberikan untuk menambah pengetahuannya mereka maka anda harus lebih ekstra memberikan penerangan bahwa super hero sang pahlawan penolong adalah memiliki jiwa yang baik yang mau menolong siapa saja yang membutuhkan tetapi super hero itu sama sekali tidak ada dalam dunia nyata tetapi hanya ada dalam dunia fiksi. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Contoh diatas adalah contoh bagaimana bahayanya sebuah imajinasi fiksi yang bisa membuatnya celaka bila tanpa pengarahan, penerangan dan pengawasan dari orang tua. Adapun contoh yang bisa anda berikan untuk mengembangkan pola piker imajinasinya yang bagus adalah:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Contoh:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ceritakan bagaimana seorang ilmuan menemukan dan meneliti suatu ilmu pengetahuan. Terangkan bahwa seorang ilmuan seperti Albert Enstien bisa akhirnya menemukan suatu rumus yang dahsyat dengan kegigihannya, ketekunannya dan kesabaranya sehingga dia mampu menemukan rumus formula E=MC2 yang merupakan rumus kecepatan cahaya. Katakan kepadanya bila adik tekun dan berusaha dengan keras mau belajar maka adik bisa seperti mereka”. &lt;br /&gt;Atau mungkin anda lebih suka kalau anak anda bekhayal jika dia jadi pahlawan atau pemimpin. Ceritakan kepadanya ada seorang pahlawan yang adil, dan bijaksana yang oleh orang Barat dia dikatakan orang jahat dan tidak berperikemanusiaan yang bernama Salahudin Al Ayubbi (Salah addin) yang telah berperang dan membebaskan negeri palestina tanpa darah yang mengalir setetes pun sehingga negeri palestina pada waktu itu aman dan damai dari cengkraman bangsa Romawi. Dan banyak lagi contoh-contoh yang bisa anda berikan untuk membuat dia bermimpi menjadi sesuatu yang dia inginkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Pada bab ini akan saya tutup dengan beberapa pendapat saya tentang mimpi/imajinasi:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;1. seseorang yang tidak memiliki mimpi maka dia tidak memiliki motivasi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;2. seseorang yang hanya berjalan dengan apa yang dia hadapi sekarang tanpa lihat masa depan maka dia termasuk orang yang tidak memiliki mimpi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;3. tidak tahu ingin menjadi apa dimasa depan itupun dia tidak memiliki mimpi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;4. setiap sukses yang terencana pasti diawali dengan mimpi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;5. awali kesuksesan putra-putri anda dengan mimpi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;6. bermimpilah bahwa putra-putri anda sesuai dengan yang anda harapkan, jika tidak bisa bermimpi maka lakukan yang terbaik untuk mereka&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;7. jangan bangun bila mimpi anda tidak pernah bisa terjadi didunia nyata, tetapi segera bangun bila anda yakin bahwa hal itu bisa terjadi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;8. awali sukses dengan mimpi menjadi sukses.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867468419504036080-7987508041061710031?l=ardobinardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardobinardi.blogspot.com/feeds/7987508041061710031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5867468419504036080&amp;postID=7987508041061710031' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/7987508041061710031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/7987508041061710031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardobinardi.blogspot.com/2008/10/menumbuhkan-daya-imajinasi-anak.html' title='Menumbuhkan Daya Imajinasi Anak'/><author><name>Mr Ardobinardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08212803471914191278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_yZOcaFK66L8/SCW5-FvnzAI/AAAAAAAAALI/nPQyVfDJLxs/S220/30.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867468419504036080.post-5984922897627106571</id><published>2008-10-11T10:04:00.004-07:00</published><updated>2009-02-23T02:59:34.592-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buku'/><title type='text'>Mengajak Bercerita</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Bercerita adalah sesuatu hal yang penting untuk mengembangkan kemampuanya mengingat, melatih untuk berbicara, melatih untuk mengungkapkan apa yang ada dalam pikiranya dalam bentuk verbal, serta meningkatkan kepercayaan dirinya bahwa dia mampu mengungkapkan dan meyakinkan orang lain serta pendapatnya didengar oleh orang lain. Kemampuan bercerita kadang tidak timbul begitu saja tanpa didukung oleh lingkungan sekitarnya. Kesibukan orang tua dan aktivitas yang padat membuat si anak kurang mendapatkan waktu untuk menceritakan aktivitasnya selama sehari kepada orang tuanya, sehingga kesempatan untuk bercerita kepada orang lain bahwa dia telah melakukan sesuatu atau senang dengan hal baru yang dia jumpai tidak terpenuhi. Akibatnya dia tidak mampu bercerita dan mengungkapkan apa yang ada di otaknya, sehingga memorinya setiap melakukan kegiatan tidak pernah dia buka kembali kemudian dia lupa dengan hal-hal baru yang seharusnya dia ingat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Saya sendiri bila membaca sesuatu kemudian hal tersebut hanya saya simpan saja dalam otak tanpa membukanya lagi dengan menceritakannya ke pada teman atau orang yang bisa diajak berbicara maka mungkin besuk hari saya sudah lupa dengan apa yang pernah saya baca. Lain halnya bila saya membaca sesuatu kemudian saya ceritakan kepada orang lain maka tanpa saya sadari ternyata saya masih ingat dengan apa yang kemarin saya baca. Begitu pula dengan anda, bila anda mempelajari sesuatu kemudian anda menceritakannya kepada orang lain maka tanpa anda sadari ternyata anda telah merefresh apa yang pernah anda pelajari tersebut. Anak-anak yang sering dilatih untuk bercerita tentang apa yang dialami dan dipelajari selama seharian maka tanpa anda sadari hal tersebut membuat dia mampu mempertahankan ingatannya dan mampu menkomunikasikan apa yang pernah terjadi didalam dirinya. Begiu pula sebaliknya bila dia tidak pernah dilatih untuk bercerita maka ingatannya akan lemah dan pengetahuan yang pernah dia alami dan pelajari seolah olah hilang tanpa bekas dan berlalu begitu saja. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Bercerita memiliki dampak positif terhadap pengembangan kecerdasan emosional dan intelegensinya. Secara emosional bila seseorang mampu menceritakan apa yang terjadi dan bagaimana perasaannya maka dia akan merasa lega dan ringan bila perasaan ataupun hal-hal berat tersebut yang merupakan sesuatu yang dia simpan di dalam hati dan pikirannya mampu keluar dan didengarkan oleh orang lain. Sungguh kita pun demikian bila tidak ada tempat untuk mengungkapkan keluh kesah kita maka kita merasa berat, gelisah dan putus asa. Tentunya anda tidak menginginkan bila hal tersebut terjadi pada buah hati anda. Bayangkan bila dia susah untuk berkomunikasi dan memendam apa yang seharusnya dia ceritakan maka hal yang terjadi adalah si anak akan merasa gelisah, tidak dianggap, menarik diri dari orang lain dan perasaan kurang percaya diri akan selalu muncul terus menerus. Tetapi bila dia mampu bercerita panjang lebar apa yang dia alami dan pelajari maka kemungkinan besar dia kan merasa bahagia dan ceria untuk selalu membagi apa yang dia dapatkan sehingga secara psikologis dia merasa percaya diri, mampu berkomunikasi, dan tetap ceria.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dampak lain selain kecerdasan emosional adalah kecerdasan intelegensi. Penting sekali kecerdasan itelegensi pada anak-anak dalam usia berkembang, mereka dituntut untuk mempelajari banyak hal-hal baru dan mampu mengolah didalam otaknya tentang apa, bagaimana, kenapa dan mengapa hal-hal baru yang dia jumpai tersebut bisa terjadi. Seseorang yang mempelajari hal-hal baru tentu dia dituntut untuk tetap ingat dan bisa dibuka kembali bila hal tersebut dibutuhkan dikemudian hari, tetapi masalahnya dalah bagaimana cara mengingat hal tersebut sehingga tetap mampu dibuka bila dibutuhkan. Kemampuan mengingat adalah kemampuan intelegensi seseorang, dan kemampuan menggunakan hal-hal yang pernah dia pelajari untuk dijadikan pertimbangan dalam poses pemikiranya terhadap sesuatu yang dia hadapi adalah bagian dari kecerdasan intelegensi. Bila anak anda memiliki kemampuan yang luar biasa dalam mengingat segala sesuatu yang dia pelajari dan mampu memahami hal-hal baru dari apa yang dia hadapi saat ini dengan menggunakan apa yang telah dia pelajari sebelumnya maka anak anda dapat disebut memiliki intelegensi yang bagus. Intinya adalah kemampuan bercerita dapat membantu si kecil untuk lebih banyak mengingat apa yang dia alami dan dia pelajari.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867468419504036080-5984922897627106571?l=ardobinardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardobinardi.blogspot.com/feeds/5984922897627106571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5867468419504036080&amp;postID=5984922897627106571' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/5984922897627106571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/5984922897627106571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardobinardi.blogspot.com/2008/10/mengajak-bercerita.html' title='Mengajak Bercerita'/><author><name>Mr Ardobinardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08212803471914191278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_yZOcaFK66L8/SCW5-FvnzAI/AAAAAAAAALI/nPQyVfDJLxs/S220/30.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867468419504036080.post-1263284108297488866</id><published>2008-10-11T10:04:00.003-07:00</published><updated>2009-02-23T03:02:02.869-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buku'/><title type='text'>Mendidik Anak Tanpa Menekan</title><content type='html'> Penekanan prilaku kepada anak adalah sesuatu yang melanggar hak anak untuk mengetahui apa yang seharusnya dia coba, dia rasakan dan dia harapkan untuk menjadi sesuatu yang baru dan menyenangkan bagi dia. Sering kali orang tua memproteksi anaknya dengan peraturan yang ketat, tidak boleh main ini-itu, tidak boleh makan itu-ini dsb. Sejatinya seorang anak memiliki rasa ingin tahu yang besar tetapi kadang kala orang tua juga terlalu mengkhawatirkan apa yang dicoba oleh anaknya. Memang hal-hal yang sekiranya membahayakan bagi si kecil seharusnya dihindarkan dari jangkauannya tetapi ketika anda menemukan anak anda sedang bermain dengan apa yang sekiranya membahayakan baginya, apakah anda akan bersikap panic, marah, atau dengan lemah lembut mengalihkan perhatianya? Langkah yang harus segera diambil adalah buat si kecil mengalihkan perhatiannya kemudian jauhkan barang tersebut dari dirinya. Tetapi ketika seketika anda membentaknya dan merebut paksa dari dirinya maka pernahkah anda membayangkan apa yang terjadi di dalam otaknya? Pasti di dalam otaknya ada tanda tanya besar yang menghantui pikirannya atau perasaan bersalah yang diekpresikan dengan tangisan si kecil.&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Bayangkan jika anda ditekan oleh atasan anda, apa yang anda pikirkan saat itu bila hal tersebut terjadi pada diri anda? Marah, frustasi, stress dan depresi adalah hal yang biasa terjadi bila kita dalam kondisi tertekan. Begitu halnya dengan seorang anak yang tidak dapat mengekspresikan keinginannya untuk melakukan apa yang dia inginkan maka si anak akan merasa tidak berguna, marah, dan memberontak.&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lakukan apa yang menjadi keinginannya sebisa mungkin, bila anda tidak mampu memenuhi apa yang dia inginkan maka beri pengertian kepadanya dengan gaya bahasa yang mudah dia cerna dan pahami. Jangan gunakan kata-kata yang melarang secara langsung tetapi gunakan kalimat yang membuat dia mengerti bahwa hal tersebut tidak boleh dilakukan, misalnya: “adik kok mainan pisau nanti kalau kena tangan trus berdarah gimana? Sakit loh, mana pisaunya mama simpan dulu biar tidak kena tangan (biarkan si anak berpikir sebentar dan alihkan perhatiannya sehingga dia meninggalkan atau menyerahkan pisau tersebut dengan sendirinya) ” kalimat tersebut lebih santun dan lembut dibandingkan dengan “adik kenapa mainan pisau! Jangan mainan pisau nanti kena tangan berdarah! Mana pisaunya!(seketika anda merebutnya)”. Intinya adalah ketika si kecil melakukan hal-hal yang membahayakan dan anda melarangnya maka carilah kata-kata atau kalimat yang tepat untuk menyatakan larangan tersebut.   &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mengungkapkan larangan kepada si kecil:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;1. Berikan penjelasan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;Jika anak anda memiliki sifat keingintahuan yang besar maka berikan penjelasan padanya apa dan kenapa hal tersebut tidak boleh dilakukan.  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;2. Alihkan perhatiannya&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;Bila si kecil memiliki tipe anak yang rewel dan tidak mau tau maka awasi dia terus dengan sambil mencoba mengalihkan perhatiannya sampai dia terlupa dengan hal yang baru dia lakukan, kemudian anda mengambil barang atau sesuatu yang membahayakan dia.&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;3. Cari kalimat yang tepat&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;Gunakan kalimat dan kata-kata yang tepat dan mudah dimengerti tanpa membuat dia bingung serta merasa dilarang. Kalimat yang santun dan tidak memerintah biasanya lebih dia sukai daripada keras dan terlalu menekan serta memerintahkannya untuk meninggalkanya.&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;4. Tidak bertindak kasar&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;Bila masih memungkinkan untuk diberi penjelasan, dialihkan perhatiannya dan juga dilarang dengan kata-kata santun maka tindakan kasar harus jauh-jauh dihindari agar tidak memberikan dampak psikologis pada pola pikir pengembangan kekerdasan kognitifnya.&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;5. Sabar&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Menghadapi si kecil harus lebih ekstra sabar daripada menghadapi orang dewasa yang pola pikirnya sudah bisa dianjak berpikir dan bisa menerima penjelasan-penjelasan dari luar. Jangan marah, jengkel, dan bertindak kasar terhadap sikecil tetapi tetap sabar dengan berpikiran positif bahwa dia masih terlalu kecil untuk mengerti dan memahami apa yang seharusnya boleh dan tidak boleh dilakukan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;selanjutnya lihat bab selanjutnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867468419504036080-1263284108297488866?l=ardobinardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardobinardi.blogspot.com/feeds/1263284108297488866/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5867468419504036080&amp;postID=1263284108297488866' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/1263284108297488866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/1263284108297488866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardobinardi.blogspot.com/2008/10/mendidik-anak-tanpa-menekan.html' title='Mendidik Anak Tanpa Menekan'/><author><name>Mr Ardobinardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08212803471914191278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_yZOcaFK66L8/SCW5-FvnzAI/AAAAAAAAALI/nPQyVfDJLxs/S220/30.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867468419504036080.post-3896232647136692077</id><published>2008-10-11T10:04:00.002-07:00</published><updated>2009-02-23T03:05:05.968-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buku'/><title type='text'>Mengajarkan Kepemimpinan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Kalau Anda ditanya apa keinginan Anda terhadap anak Anda? Jawabannya pasti bermacam-macam tetapi dari semua jawaban Anda yang bermacam-macam tadi dapat saya simpulkan adalah intinya Anda menginginkan anak Anda menjadi seseorang yang baik, baik dalam segala hal. Sebelum Anda berpikir untuk mendapatkan anak yang baik tentunya Anda juga harus mengajarkan segala sesuatu yang baik-baik. Tanggungjawab ini merupakan jiwa kepemimpinan Anda sebagai orang tua untuk melihat putra-putrinya berprilaku baik dan menjadi permata yang sejuk dipandang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Bagaimana mengajarkan kepada anak Anda tentang kepemimpinan, sedangkan mereka juga masih belum lancar berkomunikasi secara verbal dan paham dengan bagaimana mereka harus bertindak menjadi seorang pemimpin? Atau ada pertanyaan lain mungkin tentang bagaimana jika si anak ternyata meliki jiwa yang labil, cengeng, sering ngambek, dan lebih sering membangkang daripada menuruti kata-kata Anda? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pertanyaan-pertanyaan tadi merupakan jawaban dari apa yang dimaksud kepemimpinan itu sendiri. Menurut saya kepemimpinan pada anak adalah si anak mampu berpikir secara rasional bagaimana mereka harus bertindak  dan bersikap menjadi seseorang yang dapat memikirkan konsekuensi logis dari apa yang mereka kerjakan. Saya ambil contoh seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ketika seorang anak bermain dengan semua mainannya, setelah selesai bermain anak tersebut merapihkan mainannya kembali dan menyimpannya ditempatnya semula. Kemudian si Ibu berkata “aduh anak mama pinter, mama senang deh kalau adik selesai main terus merapihkan lagi, ntar mama bilangi deh ke papa kalau papa dapat uang biar dibeliin mainan yang baru.”. Tanpa Ibunya sadari ternyata si anak terdidik untuk bersikap rapi karena senang apabila dia rapi maka ibunya kan memujinya dan sang ayah mau membelikan sesuatu untuknya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Contoh lain, suatu saat Anda mengajak si buah hati berjalan-jalan di sekitar rumah dengan membawa sebungkus biscuit, kemudian Anda bertemu dengan anak-anak tetangga yang sedang bermain. Suruh anak Anda membagikan biscuit yang dia bawa dari rumah tadi untuk anak-anak tersebut, biarkan dia membagikan sendiri sesuai dengan apa yang dia mau. Bila anak Anda menolak maka katakan “adik jangan begitu! Itu tidak baik, kita harus saling memberi agar adik bisa main dengan mereka dan nanti kalau mereka punya biscuit, biar adik dibagi juga jadi saling membatu. Nanti papa beliin lagi.”. Mungkin Anda tidak pernah berpikir kalau anak Anda dalam otaknya sedang berproses apa yang Anda katakana tadi, tapi ketahuilah bahwa seorang anak akan selalu berpikir tentang apa yang dia kerjakan dan bagaimana selanjutnya terjadi, walaupun mungkin setiap anak berbeda seberapa jauh mereka berpikir tentang konsekuensi dari apa yang dia lakukan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Contoh diatas adalah salah satu contoh bagaimana mendidik anak supaya dapat berpikir logis tentang konsekuensi yang dia tanggung.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Dalam pendidikan kepemimpinan, minimal dia bisa memimpin dirinya sendiri dengan disiplin, mandiri, bertanggungjawab, jujur, sabar dan ikhlas serta memiliki empati terhadap orang lain. Sedangkan pendidikan selanjutnya adalah bagaimana dia bisa mempengaruhi orang lain untuk mau mengikutinya apa yang menjadi keinginannya dengan tidak memaksa dan terus menjadi idola atau panutan didalam kepribadiannya yang memukau.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Ajarkan kepada anak Anda hal-hal tersebut diatas dengan tidak memaksanya dan tidak menekannya tetapi ajari dia dengan bersama-sama melakukan apa yang Anda ingin ajarkan kepadanya. Misalnya sambil bermain Anda mengajaknya membuat daftar apa yang harus dikerjakannya setelah bermain selesai. Jangan memaksakan ego anda jika anak anda tidak mampu dan bersedia melakukan apa yang anda inginkan. Misalnya mengerjakan PR, buat agar dia senang mengerjakan PR dengan menuruti apa yang dia mau dan mungkin menjanjikan sebuah hadiah bila dia selesai mengerjakan PR. Setelah terjadi kesepakatan bersama maka buat secara bersama-sama juga daftar hukuman bila dia melupakan atau tidak mengerjakan apa yang telah disepakati bersama. Berilah pujian bila ia mampu menyelesaikan apa yang menjadi kesepakatan tersebut, begitu halnya bila dia tidak mengerjakan apa yang menjadi kesepakatannya maka coba terapkan apa konsekuensi hukuman yang harus dia terima berdasarkan apa yang dia sepakati. Jangan pernah mengampuni dia bila dia menginkari janjinya, Anda harus tetap menghukumnya untuk membuat dia bersikap sportif, disiplin, dan bertanggungjawab terhadap apa yang dia sepakati.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Salah satu jiwa kepemimpinan yang harus diajarkan adalah &lt;strong&gt;KEJUJURAN. &lt;/strong&gt;Ingat bahwa sifat jujur tidak serta merta datang begitu saja tanpa ada ajarkan bahwa jujur adalah sesuatu yang harus melekat pada dirinya. Berilah pengertian kepadanya bahwa setiap perbuatan akan selalu dipertanggungjawabkan dihadapan Tuhan yang Maha Mengetahui segala perbuatan manusia, walaupun tidak ada orang tahu perbuatan kita tetapi kita harus yakin bahwa Tuhan akan selalu mengawasi manusia siang dan malam dan Tuhan tidak pernah tidur. Kita harus selalu berbuat baik kepada siapapun baik itu kepada Tuhan, alam, lingkungan, tumbu-tumbuhan, binatang, manusia maupun diri kita sendiri. Terangkan pula bahwa setiap usaha yang baik belum tentu sukses dan kita harus mau menerima konsekuensi dari kegagalan itu walaupun pahit, tetapi Tuhan tetap akan menilai apa yang telah kita usahakan. Tuhan menilai bukan pada hasil yang kita capai tetapi pada proses yang kita lalui.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Berilah contoh tetang perbuatan yang baik tetapi gagal maupun perbuatan baik dan berhasil. Misalnya:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Contoh:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Katakan kepada buah hati anda dengan ramah dan lembut “ketika adik ingin mengambil air minum sendiri tanpa bantuan papa atau mama, ternyata adik tanpa sengaja menjatuhkan gelasnya sehingga air tumpah ke lantai dan gelasnya pecah. Itu adalah contoh perbuatan baik tetapi gagal dan adik harus menerima konsekuensinya untuk mengatakan kepada mama atau papa bahwa adik telah memecahkan gelas, walupun mungkin nantinya adik akan dimarahi mama atau papa karena kesalahan tersebut, atau sebaliknya mama dan papa malah memaafkan dan memuji adik karena adik telah berniat berbuat baik tetapi tanpa sengaja memecahkannya dan mama papa sangat menghargai dan memuji kejujuran adik, dan semoga adik mendapat pahala dari Tuhan yang mengetahui perbuatan adik. Amin!”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Praktekkan hal-hal kecil lainya yang sehari-hari dapat dijumpai. Ingat untuk mencoba pertama kali ketika dia tidak jujur maka terangkan nilai kejujuran, dan ketika dia jujur berilah pujian dan mungkin hadiah sehingga dalam dirinya tertanam bahwa kejujuran akan lebih berharga dan dihargai daripada kebohongan yang hanya membuat kita pura-pura dan menutupinya lagi dengan kebohongan selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Menumbuhkan jiwa kepemimpinan anak tidak harus hanya di rumah saja dengan hanya anggota keluarga tetapi juga harus dibawa keluar rumah untuk melihat dunia yang lebih luas. Ajak anak anda jalan-jalan di lingkungan orang miskin dan terangkan bahwa dia lebih beruntung daripada mereka dan kita harus membantunya tanpa meminta imbalan apapun. Praktekkan dengan memberi dia uang kemudian suruh dia sendiri yang lansung memberikannya kepada mereka yang membutuhkan dengan memberikan senyum yang ramah dan mendoakanya. Setelah selesai kemudian terangkan bahwa ikhlas adalah ketika kita memberikan sesuatu maka kita tidak mengharapkan imbalan dari orang yang kita beri, tetapi kita hanya mengharapkan semoga Tuhan menilai kita sebagai hamba-Nya yang bertakwa. Begitu pula dengan empati atau tenggang rasa kepada orang lain, harus anda terangkan kepada si kecil apa dan bagaimana tenggang rasa itu. Katakan bahwa kita harus ikut merasakan penderitaan orang lain sehingga kita yang mampu juga harus membantu mereka yang membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Apapun yang yang anda terangkan dan lakukan pasti dia mendengarnya dan didalam otaknya tertanam setiap perbuatan dan pelajaran yang baik yang harus dia dilakukan. Tidak mungkin seorang anak yang baik timbul dari pengajaran yang tidak baik kecuali dia pasti menemukan sendiri apa nilai-nilai kemanusian yang seharusnya dilakukan sehingga dia mengharapkan dunia dan hidup ini terasa damai, aman dan tentram. Dan mungkin ada juga seorang anak yang jahat dan pendendam timbul dari pengajaran yang baik, sehingga pelajaran yang diajarkan kepadanya hanya angin lalu dan tak berbekas. Tetapi apakah anda sebagai orang tua akan membiarkan mengajarkan segala sesuatu yang jahat bila anda menghendaki buah hati anda nantinya berprilaku baik. Ya semua ada ditangan anda, apa anda menginginkan anak anda baik dengan membiarkan begitu saja atau merencanakannya dengan mengajarkan yang baik-baik saja? Tetapi pastinya tidak ada seorang orang tua yang menginginkan anak-anaknya tumbuh dan dewasa dengan prilaku yang tidak baik.  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;selanjutnya lihat bab 4&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867468419504036080-3896232647136692077?l=ardobinardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardobinardi.blogspot.com/feeds/3896232647136692077/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5867468419504036080&amp;postID=3896232647136692077' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/3896232647136692077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/3896232647136692077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardobinardi.blogspot.com/2008/10/mengajarkan-kepemimpinan_11.html' title='Mengajarkan Kepemimpinan'/><author><name>Mr Ardobinardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08212803471914191278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_yZOcaFK66L8/SCW5-FvnzAI/AAAAAAAAALI/nPQyVfDJLxs/S220/30.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867468419504036080.post-4924640840927163495</id><published>2008-10-11T10:04:00.001-07:00</published><updated>2008-10-11T10:14:05.663-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buku'/><title type='text'>Mengajarkan Kepemimpinan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Kalau Anda ditanya apa keinginan Anda terhadap anak Anda? Jawabannya pasti bermacam-macam tetapi dari semua jawaban Anda yang bermacam-macam tadi dapat saya simpulkan adalah intinya Anda menginginkan anak Anda menjadi seseorang yang baik, baik dalam segala hal. Sebelum Anda berpikir untuk mendapatkan anak yang baik tentunya Anda juga harus mengajarkan segala sesuatu yang baik-baik. Tanggungjawab ini merupakan jiwa kepemimpinan Anda sebagai orang tua untuk melihat putra-putrinya berprilaku baik dan menjadi permata yang sejuk dipandang.&lt;br /&gt; Bagaimana mengajarkan kepada anak Anda tentang kepemimpinan, sedangkan mereka juga masih belum lancar berkomunikasi secara verbal dan paham dengan bagaimana mereka harus bertindak menjadi seorang pemimpin? Atau ada pertanyaan lain mungkin tentang bagaimana jika si anak ternyata meliki jiwa yang labil, cengeng, sering ngambek, dan lebih sering membangkang daripada menuruti kata-kata Anda? Pertanyaan-pertanyaan tadi merupakan jawaban dari apa yang dimaksud kepemimpinan itu sendiri. Menurut saya kepemimpinan pada anak adalah si anak mampu berpikir secara rasional bagaimana mereka harus bertindak  dan bersikap menjadi seseorang yang dapat memikirkan konsekuensi logis dari apa yang mereka kerjakan. Saya ambil contoh seperti ini:&lt;br /&gt;Ketika seorang anak bermain dengan semua mainannya, setelah selesai bermain anak tersebut merapihkan mainannya kembali dan menyimpannya ditempatnya semula. Kemudian si Ibu berkata “aduh anak mama pinter, mama senang deh kalau adik selesai main terus merapihkan lagi, ntar mama bilangi deh ke papa kalau papa dapat uang biar dibeliin mainan yang baru.”. Tanpa Ibunya sadari ternyata si anak terdidik untuk bersikap rapi karena senang apabila dia rapi maka ibunya kan memujinya dan sang ayah mau membelikan sesuatu untuknya.&lt;br /&gt;Contoh lain, suatu saat Anda mengajak si buah hati berjalan-jalan di sekitar rumah dengan membawa sebungkus biscuit, kemudian Anda bertemu dengan anak-anak tetangga yang sedang bermain. Suruh anak Anda membagikan biscuit yang dia bawa dari rumah tadi untuk anak-anak tersebut, biarkan dia membagikan sendiri sesuai dengan apa yang dia mau. Bila anak Anda menolak maka katakan “adik jangan begitu! Itu tidak baik, kita harus saling memberi agar adik bisa main dengan mereka dan nanti kalau mereka punya biscuit, biar adik dibagi juga jadi saling membatu. Nanti papa beliin lagi.”. Mungkin Anda tidak pernah berpikir kalau anak Anda dalam otaknya sedang berproses apa yang Anda katakana tadi, tapi ketahuilah bahwa seorang anak akan selalu berpikir tentang apa yang dia kerjakan dan bagaimana selanjutnya terjadi, walaupun mungkin setiap anak berbeda seberapa jauh mereka berpikir tentang konsekuensi dari apa yang dia lakukan.&lt;br /&gt;Contoh diatas adalah salah satu contoh bagaimana mendidik anak supaya dapat berpikir logis tentang konsekuensi yang dia tanggung.&lt;br /&gt; Dalam pendidikan kepemimpinan, minimal dia bisa memimpin dirinya sendiri dengan disiplin, mandiri, bertanggungjawab, jujur, sabar dan ikhlas serta memiliki empati terhadap orang lain. Sedangkan pendidikan selanjutnya adalah bagaimana dia bisa mempengaruhi orang lain untuk mau mengikutinya apa yang menjadi keinginannya dengan tidak memaksa dan terus menjadi idola atau panutan didalam kepribadiannya yang memukau.&lt;br /&gt; Ajarkan kepada anak Anda hal-hal tersebut diatas dengan tidak memaksanya dan tidak menekannya tetapi ajari dia dengan bersama-sama melakukan apa yang Anda ingin ajarkan kepadanya. Misalnya sambil bermain Anda mengajaknya membuat daftar apa yang harus dikerjakannya setelah bermain selesai. Jangan memaksakan ego anda jika anak anda tidak mampu dan bersedia melakukan apa yang anda inginkan. Misalnya mengerjakan PR, buat agar dia senang mengerjakan PR dengan menuruti apa yang dia mau dan mungkin menjanjikan sebuah hadiah bila dia selesai mengerjakan PR. Setelah terjadi kesepakatan bersama maka buat secara bersama-sama juga daftar hukuman bila dia melupakan atau tidak mengerjakan apa yang telah disepakati bersama. Berilah pujian bila ia mampu menyelesaikan apa yang menjadi kesepakatan tersebut, begitu halnya bila dia tidak mengerjakan apa yang menjadi kesepakatannya maka coba terapkan apa konsekuensi hukuman yang harus dia terima berdasarkan apa yang dia sepakati. Jangan pernah mengampuni dia bila dia menginkari janjinya, Anda harus tetap menghukumnya untuk membuat dia bersikap sportif, disiplin, dan bertanggungjawab terhadap apa yang dia sepakati.&lt;br /&gt; Salah satu jiwa kepemimpinan yang harus diajarkan adalah &lt;strong&gt;KEJUJURAN. &lt;/strong&gt;Ingat bahwa sifat jujur tidak serta merta datang begitu saja tanpa ada ajarkan bahwa jujur adalah sesuatu yang harus melekat pada dirinya. Berilah pengertian kepadanya bahwa setiap perbuatan akan selalu dipertanggungjawabkan dihadapan Tuhan yang Maha Mengetahui segala perbuatan manusia, walaupun tidak ada orang tahu perbuatan kita tetapi kita harus yakin bahwa Tuhan akan selalu mengawasi manusia siang dan malam dan Tuhan tidak pernah tidur. Kita harus selalu berbuat baik kepada siapapun baik itu kepada Tuhan, alam, lingkungan, tumbu-tumbuhan, binatang, manusia maupun diri kita sendiri. Terangkan pula bahwa setiap usaha yang baik belum tentu sukses dan kita harus mau menerima konsekuensi dari kegagalan itu walaupun pahit, tetapi Tuhan tetap akan menilai apa yang telah kita usahakan. Tuhan menilai bukan pada hasil yang kita capai tetapi pada proses yang kita lalui.&lt;br /&gt; Berilah contoh tetang perbuatan yang baik tetapi gagal maupun perbuatan baik dan berhasil. Misalnya:&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;Katakan kepada buah hati anda dengan ramah dan lembut “ketika adik ingin mengambil air minum sendiri tanpa bantuan papa atau mama, ternyata adik tanpa sengaja menjatuhkan gelasnya sehingga air tumpah ke lantai dan gelasnya pecah. Itu adalah contoh perbuatan baik tetapi gagal dan adik harus menerima konsekuensinya untuk mengatakan kepada mama atau papa bahwa adik telah memecahkan gelas, walupun mungkin nantinya adik akan dimarahi mama atau papa karena kesalahan tersebut, atau sebaliknya mama dan papa malah memaafkan dan memuji adik karena adik telah berniat berbuat baik tetapi tanpa sengaja memecahkannya dan mama papa sangat menghargai dan memuji kejujuran adik, dan semoga adik mendapat pahala dari Tuhan yang mengetahui perbuatan adik. Amin!”&lt;br /&gt;Praktekkan hal-hal kecil lainya yang sehari-hari dapat dijumpai. Ingat untuk mencoba pertama kali ketika dia tidak jujur maka terangkan nilai kejujuran, dan ketika dia jujur berilah pujian dan mungkin hadiah sehingga dalam dirinya tertanam bahwa kejujuran akan lebih berharga dan dihargai daripada kebohongan yang hanya membuat kita pura-pura dan menutupinya lagi dengan kebohongan selanjutnya.&lt;br /&gt; Menumbuhkan jiwa kepemimpinan anak tidak harus hanya di rumah saja dengan hanya anggota keluarga tetapi juga harus dibawa keluar rumah untuk melihat dunia yang lebih luas. Ajak anak anda jalan-jalan di lingkungan orang miskin dan terangkan bahwa dia lebih beruntung daripada mereka dan kita harus membantunya tanpa meminta imbalan apapun. Praktekkan dengan memberi dia uang kemudian suruh dia sendiri yang lansung memberikannya kepada mereka yang membutuhkan dengan memberikan senyum yang ramah dan mendoakanya. Setelah selesai kemudian terangkan bahwa ikhlas adalah ketika kita memberikan sesuatu maka kita tidak mengharapkan imbalan dari orang yang kita beri, tetapi kita hanya mengharapkan semoga Tuhan menilai kita sebagai hamba-Nya yang bertakwa. Begitu pula dengan empati atau tenggang rasa kepada orang lain, harus anda terangkan kepada si kecil apa dan bagaimana tenggang rasa itu. Katakan bahwa kita harus ikut merasakan penderitaan orang lain sehingga kita yang mampu juga harus membantu mereka yang membutuhkan.&lt;br /&gt; Apapun yang yang anda terangkan dan lakukan pasti dia mendengarnya dan didalam otaknya tertanam setiap perbuatan dan pelajaran yang baik yang harus dia dilakukan. Tidak mungkin seorang anak yang baik timbul dari pengajaran yang tidak baik kecuali dia pasti menemukan sendiri apa nilai-nilai kemanusian yang seharusnya dilakukan sehingga dia mengharapkan dunia dan hidup ini terasa damai, aman dan tentram. Dan mungkin ada juga seorang anak yang jahat dan pendendam timbul dari pengajaran yang baik, sehingga pelajaran yang diajarkan kepadanya hanya angin lalu dan tak berbekas. Tetapi apakah anda sebagai orang tua akan membiarkan mengajarkan segala sesuatu yang jahat bila anda menghendaki buah hati anda nantinya berprilaku baik. Ya semua ada ditangan anda, apa anda menginginkan anak anda baik dengan membiarkan begitu saja atau merencanakannya dengan mengajarkan yang baik-baik saja? Tetapi pastinya tidak ada seorang orang tua yang menginginkan anak-anaknya tumbuh dan dewasa dengan prilaku yang tidak baik.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selanjutnya lihat bab 4&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867468419504036080-4924640840927163495?l=ardobinardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardobinardi.blogspot.com/feeds/4924640840927163495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5867468419504036080&amp;postID=4924640840927163495' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/4924640840927163495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867468419504036080/posts/default/4924640840927163495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardobinardi.blogspot.com/2008/10/mengajarkan-kepemimpinan.html' title='Mengajarkan Kepemimpinan'/><author><name>Mr Ardobinardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08212803471914191278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_yZOcaFK66L8/SCW5-FvnzAI/AAAAAAAAALI/nPQyVfDJLxs/S220/30.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867468419504036080.post-2704725376567170770</id><published>2008-10-11T10:04:00.000-07:00</published><updated>2008-10-11T10:11:37.268-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buku'/><title type='text'>Membantu Menemukan Jatidiri Anak</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pernahkah Anda sebagai orang tua berpikir bahwa anak Anda butuh sosok yang menjadi panutan dalam menemukan jati dirinya untuk menjadi “how to be a man or a girl?”. Suatu ketika saya sedang naik angkot untuk perge ke kampus, diangkot tersebut hanya ada 3 orang yakni saya, sopir dan seorang anak laki-laki kira-kira umur 7 tahun (“anak jalanan”). Dari sejak saya naik sampai saya turun, saya perhatikan anak tersebut, ternyata anak tersebut berprilaku seperti anak perempuan dan terus berlagak seperti layaknya “banci’. Bayangkan betapa sedihnya saya, seorang anak yang baru tumbuh telah tercetak menjadi seorang yang berprilaku menyimpang. Menurut Anda apa penyebab penyimpangannya tersebut? Karena hidup di jalan atau karena tidak ada kasih sayang dari orangtuanya? Yah apapun jawaban Anda mungkin benar juga tapi menurut saya adalah hilangnya sosok ayah atau laki-laki yang bisa memberikan panutan kepadanya bagaimana harus berprilaku. &lt;br /&gt;Tanpa Anda sadari anak Anda akan secara terus menerus mencari sosok yang pas untuk dirinya untuk dapat mengembangkan dirinya baik bagaimana cara mereka berlaku, berkata, berinteraksi dengan orang lain maupun berinteraksi terhadap dirinya sendiri. Jika anak Anda seorang laki-laki dan Anda seorang Ayah maka jadilah sosok yang membanggakan bagi dirinya sehingga prilaku dan kepribadian Anda dapat ditiru dengan baik oleh buah hati Anda. Jadilah seseorang yang paling dekat dengan dirinya dan bukan menjadi seseorang yang paling ditakutinya. Jika Anda menjadi orang yang paling ditakutinya maka rasanya tidak mungkin dia akan meniru pribadi dari Anda, dan jika dirinya menirupun mungkin sifat-sifat yang tidak baik dari diri Anda akan menjadi sesuatu hal yang benar dan boleh ditiru olehn
